Anda di halaman 1dari 21

INNATE IMUNITY

Oleh :
Kelompok 3
Adella Amalia (08061181320024)
Yuni Fitriani (08061181419006)
Deni Wahyuni S (08061181419032)
Khairunnisa (08061281419048)

Serologi dan Imunologi


Universitas Sriwijaya
Pengantar

Definisi

Penggolongan

Komponen

Proses Pembentukan

Mekanisme
PENGANTAR
Sistem imun adalah gabungan sel, molekul,
dan jaringan yang menjadi kesatuan sistem
dan berperan membentuk kekebalan tubuh
dengan menolak berbagai benda asing yang
masuk ke tubuh.
Sistem imun tubuh diperlukan untuk
mempertahankan keutuhannya terhadap
bahaya yang dapat ditimbulkan berbagai
bahan dalam lingkungan hidup

(Baratawidjaja, 2014).
Ada 2 respon aktifitas imun yang saling
mempengaruhi yaitu

Pengenalan (recognition)
Tanggapan (respon)
Berdasarkan mekanisme kerja melawan
infeksi, sistem imun dapat dibentuk
secara bawaan (innate imunity) dan
dapatan (adaptive immunity).
1. Innate Immunity.
2. Adaptive Immunity.

(Underwood, 1996).
DEFINISI
Innate Immunity adalah sistem imun bawaan
(sudah ada sejak dilahirkan) yang dapat
mempertahankan tubuh dari berbagai benda
asing.
Sistem imun bawaan ini bekerja nonspesifik,
atau sering dikenal dengan Sistem Imun
Nonspesifik
Berperan sebagai garis pertahanan pertama
terhadap invasi substansi asing yang masuk ke
dalam tubuh.

(Fedik, 2003)
INNATE IMUNITY (SISTEM IMUN NON SPESIFIK)

Sistem imun ini merupakan respon pertahanan


inheren yang secara nonselektif mempertahankan
tubuh dari invasi benda asing atau abnormal dari jenis
apapun
Sistem ini disebut nonspesifik karena tidak ditujukan
terhadap mikroorganisme tertentu sehingga akan
mengeliminasi tanpa memperhatikan jenis mikroba
tersebut.
Selain itu sistem imun ini memiliki repon yang cepat
terhadap serangan agen patogen, tidak memiliki
memori immunologik, dan umumnya memiliki durasi
yang singkat.
PROSES PEMBENTUKAN INNATE
IMMUNITY
Usia janin Imunitas innate
(minggu)
5-6 Terbentuk makrofag di hati dan
darah

9-10 Dimulainya sintesis komplemen


12-14 Terbentuk makrofag pada
limfonodus dan APC MHC kelas 2

16-17 Makrofag di hati telah matur dan


neutrofil beredar ke seluruh
tubuh

(Kurniati, 2006).
BERDASARKAN BENTUK
PERTAHANAN
Berdasarkan bentuk pertahanannya
Innate Immunity dibagi menjadi :
1. Pertahanan fisik
2. Pertahanan biokimia

3. Pertahanan humoral
4. Pertahanan seluler
1. PERTAHANAN FISIK

Pertahanan fisik terdiri dari


Kulit yang utuh dan epitel lapisan
mukus dalam keadaan normal.
Gerakan refleks yang dapat membuang
mikroorganisme.
(Underwood, 1996).
2. PERTAHANAN BIOKIMIA
Lisozim dalam keringat, ludah, air
mata, air susu ibu, asam dalam saluran
pencernaan, enzim proteolitik, cairan
empedu dalam usus halus, dan oleh
asiditas vagina.
Zat kimia ini membentuk lingkungan
yang tidak nyaman untuk bakteri yang
bukan flora normal.
(DeFranco et al., 2007).
3. PERTAHANAN HUMORAL
Menggunakan berbagai molekul larut
yang biasanya diproduksi di tempat
infeksi atau cedera dan berfungsi lokal.
Faktor larut lainnya diproduksi di tempat

yang lebih jauh dan dikerahkan ke


jaringan sasaran melalui sirkulasi seperti
komplemen, protein fase akut, mediator
asal fosfolipid dan sitokin.
(Robinovitch, 1995).
4. PERTAHANAN SELULER

Fagosit, dan sel Natural Killer (NK),


adalah yang berperan dalam sistem
imun nonspesifik selular.

(Baratawidjaja, 2014).
KOMPONEN-KOMPONEN

2. 3.
3. Bakteri
Bakteri
1. 2. Membran
Membran
1. Kulit
Kulit (fisik
(fisik mukosa alami
alami
dan mukosa
dan mekanik)
mekanik) (kimiawi) (biologis)
(biologis)
(kimiawi)

5.
5. Protein
Protein
antimikroba
antimikroba
6.
6. Sel
Sel fagosit
fagosit 4.
4. Interferon
Interferon
(komplemen
(komplemen
))

7. Sel natural 8.
8. Respon
Respon
killer (NK) inflamasi
inflamasi

(Kurniati, 2006).
Lapisan pertahanan tubuh pada innate imunity terdiri
dari:

Lapisan Pertahanan Komponen Respon imun

pertahanan

Kulit Non-spesifik
Lapisan Membran Non-spesifik
pertama mukosa
Bakteri alami Non-spesifik
apatogen
Sel fagosit Non-spesifik
Inflamasi Non-spesifik
Lapisan
kedua Protein Non-spesifik
antimikroba
Sel natural Non-spesifik
(Kurniati, 2006). killer (NK)
RESPON INFLAMASI
GAMBAR 3. MEKANISME PENGHANCURAN BAKTERI OLEH
PROTEIN KOMPLEMEN
Gambar Mekanisme fagositosis
MEKANISME KERJA INNATE IMUNITY SECARA UMUM

1. Jaringan yang terluka mengirim sinyal


melalui pembentukan histamin dan
kemokin.
2. Histamin akan menyebabkan vasodilatasi
dan menyebabkan plasma darah, trombosit,
dan protein antimikroba dilepas ke jaringan.
3. Kemokin akan memanggil neutrofil dan
monosit lebih banyak dari peredaran darah
untuk melakukan fagositosis.
DAFTAR PUSTAKA
Baratawidjaja, K.G. & Rengganis, I. 2014, Imunologi Dasar Edisi Sebelas.
Balai Penerbit FKUI, Jakarta, Indonesia.
Cooke A, Owen M. 1991. The Immune System In Advanced Immunology
2nd ed.Gover Med Publishing, New York.
DeFranco, A., Locksley, R.M. & Robertson, M. 2007, Immunity The Immun
Response in Infectious and Inflamatory Disease, New Sciece London,
302-07.
Fedik A.Rantam. 2003, Metode Imunologi. Universitas Airlangga,
Surabaya.
Kurniati, Nia. 2006, Immunology Pattern in Infant Born with Small for
Gestational Age . https://www.nestlenutrition-institute.org, Diakses
pada pukul 19.00 WIB tanggal 15 Januari 2017.
Robinovitch, M. 1995, Profesional and Non Profesonal Phagocytes, Journal
Introduction Trends In All Biology, 5:85-87.
Underwood, J.C.E. 1996, General and Systematic Pathology Second
Edition. Terjemahan Sarjadi, Penerbit Buku Kedokteran (EGC), Jakarta,
Indonesia.