Anda di halaman 1dari 58

KEPMENKES R I

NOMOR: 131/MENKES/SK/II/2004
Selama 20 tahun terakhir pembangunan
kesehatan di Indonesia diselenggarakan
berdasarkan pada Sistem Kesehatan
Nasional 1982
Banyak manfaat telah dipetik. SKN 82 telah
digunakan sebagai acuan penyusunan GBHN
bidang kesehatan, UU No. 23/1992 ttg
Kesehatan, serta berbagai kebijakan,
pedoman dan arah pelaksanaan
pembangunan kesehatan.
Tap MPR RI No. X tahun 1998 tentang
pokok-pokok reformasi, mengamanatkan
pelaksanaan reformasi total kebijakan
pembangunan nasional di segala bidang.
Reformasi kebijakan pembangunan di bidang
kesehatan telah berhasil dilaksanakan,
yakni dgn telah disusunnya Visi, Misi dan
Strategi pembangunan kesehatan dengan
menerapkan paradigma baru yakni
Paradigma Sehat.
Untuk menselaraskan dgn kebijakan baru,
dan juga untuk menjawab berbagai tantangan,
seperti globalisasi, demokratisasi, desentrali
sasi serta kesehatan sebagai hak azasi dan
investasi, perlu disusun SKN baru

SKN baru ditetapkan dgn maksud memberi


kan arah dan pedoman penyelenggaraan
pembangunan kesehatan bagi seluruh
penyelenggara pembangunan kesehatan.
Adapun tujuannya adalah agar pembangunan
kesehatan dapat lebih berhasil-guna dan
berdaya-guna (Efektifisiensi)
PERKEMBANGAN POKOK-POKOK SUBSTANSI SKN DAN
KAITANNYA DENGAN PEMBANGUNAN KESEHATAN
TAP MPR No X
Th 1998

Pemikiran Dasar Indonesia


1.Tata nilai Sehat KepMenkes
Pembangunan No 574/2000
Kesehatan 2010

TAP MPR No 7
Th 2001
SKN Penyem RPJPK 2005-2009
1982 2.Proses RPJPK (sdng disusun)
purnaan

Bentuk Pokok
3.Struktur SKN SKN 2004
Kep KepMenkes
(umum) (rinci) No 131/2004
Menkes
No 99a/
1982

UU NO 23 REVISI UU NO 23
THN 1992 THN 1992
Status Keseh
DALE Upaya
Indikator 106/ kesehatan
Pencapaian 191 Pbiayaan
Tkt Ketanggpn
kesehatan
(Respsvness)
Sumber daya
manusia
kesehatan
SKN Obat dan
Distribusi perbekalan
Tgkt Keseh kesehatan
Pberdayaan
masyarakat
Indikator Distrbs Tgkt 92/
Kinerja Ketanggapan Manajemen
191 kesehatan

Distrbs Tgkt
Pembiayaan
UPAYA KESEHATAN
Masalah pemerataan, cakupan, keterjang kauan,
dan mutu
Masalah keterpaduan dan kesinambungan,
terutama sejak diterapkannya prinsip otonomi dan
desentralisasi
Rujukan UKP (Upaya Kes Perorangan) dan UKM (Upaya
Kes. Masyarakat) belum berjalan. Sementara peranan
Dinkes lebih banyak pada Administratif, bukan
pelayanan
Pendayagunaan UKBM kurang
PEMBIAYAAN KESEHATAN
Masih rendah, baru 2,2% PDB atau USD 1218 per
kapita/thn.
Kontribusi pemerintah (30%) dan masyarakat/
swasta 70%.
Alokasi dana pemerintah belum efektif.
Pengeluaran PRIVATE GOODS > PUBLIC GOODS.
Pembelanjaan belum mengedepankan bantuan
Gakin
Mobilisasi dana masyarakat terbatas, bersifat out
of pocket.
Biaya kesehatan meningkat, mekanisme kendali
biaya belum berkembang dan sementara itu hanya
20% masyarakat memiliki Jaminan Kesehatan.
SUMBERDAYA MANUSIA KESEHATAN
Jumlah terbatas, ratio terhadap penduduk
masih rendah
Produksi paramedis tinggi, daya serap
rendah
Penyebaran SDM terbatas, ratio tenaga thd
fasilitas kesehatan di KBI>KTI
Mutu SDM masih rendah, 23,2 % masyarakat
jawa bali tidak puas thd Rajal RS
Pembinaan SDM Kesehatan belum mantap
OBAT DAN PERBEKALAN KESEHATAN
Industri farmasi, PBF dan jaringan distribusi
obat telah berkembang, CPOB telah
diterapkan dan kebijakan obat generik telah
dilaksanakan
Tetapi ketersediaan, pemerataan dan
keterjangkauan obat masih menjadi
masalah
Sementara itu pengawasan perbekalan dan
alat kesehatan belum optimal
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Berbagai bentuk pemberdayaan masyarakat telah
dikenal
UKBM (Posyandu, Pos Obat Desa, Polindes, Pos UKK)
SDBM (Dana sehat, Dana Sosial Kemasyarakatan)
Yayasan peduli dan penyandang dana kesehatan (kanker,
jantung, thalasemia, ginjal)
Percepatan pencapaian IS-2010 (Koalisi IS, Gebrak
malaria, Gerdunas TB, Gerakan Sayang Ibu, Gerakan Pita
Putih, Gerakan Pita Merah)
Tetapi masih terbatas pada mobilisasi masyarakat.
Peranan to serve, to advocate dan to watch belum
dikenbangkan
Public-private mix dalam perintisan
MANAJEMEN KESEHATAN
SIM Kesehatan, selaras dengan desentralisasi, perlu
ditinjau dan ditata ulang
IPTEK Kesehatan, selaras dengan kemajuan ilmu,
teknologi dan globalisasi, perlu lebih dikembangkan
Peraturan Perundang-undangan Kesehatan, selaras
dengan penegakan dan kesadaran hukum
masyarakat yang makin meningkat, perlu lebih
dimantapkan
Adminstrasi kesehatan, selaras dengan perubahan
kebijakan pembangunan, perlu lebih disempurnakan
Sistem Kesehatan Nasional (SKN) adalah
suatu tatanan yang menghimpun berbagai
upaya bangsa Indonesia secara terpadu dan
saling mendukung guna menjamin tercapainya
derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-
tingginya sebagai perwujudan kesejahteraan
umum seperti dimaksud dalam Pembukaan
UUD 1945
Tujuan SKN adalah
terselenggaranya pembangunan
kesehatan oleh semua potensi bangsa,
baik pemerintah maupun masyarakat,
termasuk dunia usaha secara sinergis,
berhasil-guna dan berdaya-guna,
sehingga tercapai derajat kesehatan
masyarakat yang setinggi-tingginya
Landasan idiil yaitu Pancasila

Landasan konstitusional yaitu


Undang-undang Dasar 1945
Pasal 28 a
Pasal 28 b ayat (2)
Pasal 28 c ayat (1)
Pasal 28 h ayat (1) dan (3)
Pasal 34 ayat (2) dan (3)
Perikemanusiaan
Hak asasi manusia
Adil dan merata
Pemberdayaan dan kemandirian
masyarakat
Kemitraan
Pengutamaan & manfaat
Tata penyelenggaraan yg baik
KEDUDUKAN SKN

1. Supra Sistem SKN


2. Terhadap Sistem Nasional Lain
3. Terhadap Sistem Kesehatan Daerah
4. Terhadap Sistem Kemasyarakatan dan
Swasta
SUBSISTEM SKN
1. Subsistem Upaya Kesehatan
2. Subsistem Pembiayaan Kesehatan
3. Subsistem Sumber Daya Manusia
Kesehatan
4. Subsistem Obat dan Perbekalan
Kesehatan
5. Subsistem Pemberdayaan Masyarakat
6. Subsistem Manajemen Kesehatan
INPUTS PROSES OUTPUT

PEMBERDAYAAN
MASYARAKAT
SDM

OBAT/PER UPAYA
BEKALAN KESEHATAN Tujuan

DANA
MANAJEMEN
KESEHATAN
PENGERTIAN
Subsistem Upaya Kesehatan adalah tatanan yg
menghimpun berbagai upaya kesehatan
masyarakat (UKM) dan upaya kesehatan
perorangan (UKP) secara terpadu dan saling
mendukung guna menjamin tercapainya derajat
kesehatan yg setinggi-tingginya

TUJUAN
Terselenggaranya upaya kesehatan yg tercapai
(accessible), terjangkau (affordable) dan bermutu
(quality) utk menjamin terselenggaranya
pembangunan kesehatan guna meningkatkan
derajat kesehatan yg setinggi-tingginya
o PRINSIP
o UKM terutama diselenggarakan oleh pemerintah dgn
peran aktif masyarakat
o UKP diselenggarakan baik oleh pemerintah maupun
masyarakat dan dunia usaha
o Penyelenggaraan UKM dan UKP:
o bersifat menyeluruh, terpadu, berkelanjutan,
terjangkau, bermutu dan berjenjang
o mengikuti prinsip profesional, ekonomis, kaidah
sosial serta sesuai dengan moral dan etika bangsa
o didasarkan atas perkembangan mutakhir Iptek
kedokteran dan kesehatan
o BENTUK POKOK
o UKM
o Penyelenggara UKM strata I adalah Puskesmas
dgn tiga fungsi dan enam jenis pelayanan
tingkat dasar yang ditunjang oleh berbagai
bentuk UKBM
o Penanggung jawab UKM strata II adalah Dinkes
kab/kota dgn fungsi manajerial dan teknis
fungsional kesehatan yg dilengkapi dengan
pelbagai UPT dan sarana kesehatan masyarakat
lainnya
o Penanggung jawab UKM strata III adalah Dinkes
Provinsi dan Depkes
o Untuk persaingan global perlu didirikan
berbagai pusat unggulan nasional (National
Institute)
o UKP
o Penyelenggara UKP STRATA I adalah Puskesmas dgn peran
serta masyarakat dan dunia usaha (sarana kesehatan
Swasta) serta berbagai pelayanan penunjang
o Penyelenggara UKP STRATA II adalah RS kelas C dan B non
pendidikan dgn peran serta masyarakat dan dunia usaha
(sarana kes/RS Swasta) serta berbagai pelayanan penunjang
o Penyelenggara UKP STRATA III adalah RS kelas B pendidikan
dan A serta RS khusus dgn peran serta masyarakat dan
dunia usaha (sarana kes/RS Swasta) serta berbagai
pelayanan penunjang
o Untuk persaingan global perlu didirikan berbagai pusat
pelayanan unggulan nasional (National Center)
o Untuk meningkatkan mutu, dilakukan lisensi, sertifikasi dan
akreditasi
SUBSISTEM
UPAYA
UPAYA KESEHATAN KES

UKM UKP

Swsta/
Pem Pem Swasta
UKBM

Puskesmas
Puskesmas Praktik-2 Nakes, Klinik
Strata-1 Apotek, Lab, toko
Pos-2 Kesehatan
obat, Optik, dll

Praktik Nakes Spes Kons


Dinkes Kab/Kota RS C & B
Strata-2 Apotek, Lab, Optik, T Obt
UPT-2
Balai-2 Kes, dll

Dinkes Prov Praktik Nakes Spes Kons


RS B & A
Strata-3 Depkes Apotek, Lab, Optik, T Obt
Institut-2 Kes Pst-2 Unggulan Nas,
o PENGERTIAN
Subsistem Pembiayaan Kesehatan adalah tatanan yg
menghimpun berbagai upaya penggalian, pengaloka-
sian dan pembelanjaan sumber daya keuangan
secara terpadu dan saling mendukung guna menja-
min tercapainya derajat kes yg setinggi-tingginya

o TUJUAN
Tujuan subsistem pembiayaan kesehatan adalah
tersedianya pembiayaan kesehatan dengan jumlah
yang mencukupi, teralokasi secara adil dan
termanfaatkan secara berdaya-guna dan berhasil-
guna, utk menjamin terselenggaranya pembangunan
kesehatan guna meningkatkan derajat kesehatan yg
setinggi-tingginya
o PRINSIP
Jumlah dana utk kesehatan harus cukup, dikelola
efisien, adil dan berkelanjutan serta transparan dan
akuntabel
Dana pemerintah terutama utk UKM dan UKP
masyarakat rentan & Gakin
Dana masyarakat terutama utk UKP yg
diselenggarakan dalam bentuk JPK wajib maupun
sukarela
Pemberdayaan dunia usaha dilakukan melalui
prinsip public-private mix
Pemberdayaan masyarakat dgn menghimpun
secara aktif dana sosial utk kesehatan atau
memanfaatkan dana masyarakat yg telah terkumpul
o BENTUK POKOK
PENGGALIAN DANA
Untuk UKM terutama dari pemerintah;
sumber lain adalah dari masyarakat dan
dunia usaha yang dilaksanakan dng
menerapkan prinsip public-private mix.
Untuk UKP dari individu dalam
kesatuan keluarga; sedangkan untuk
keluarga rentan dan Gakin dari
pemerintah melalui JPK wajib
PENGALOKASIAN DANA
Alokasi dana dari pemerintah utk UKM dan
UKP (masyarakat rentan dan gakin) dalam
bentuk APB; sekurang-kurangnya 15% dari
total anggaran pembangunan
Alokasi dana dari masyarakat untuk UKM
dengan menerapkan prinsip gotong-royong
dan sesuai kemampuan
Alokasi dana dari masyarakat untuk UKP
melalui kepesertaan dalam JPK wajib atau
sukarela
PEMBELANJAAN
Dana dari pemerintah & public-private mix
digunakan utk UKM
Dana dari masyarakat (dana sehat & dana
sosial keagamaan) digunakan untuk UKM
dan UKP
Dana dari pemerintah utk UKP masyarakat
rentan dan Gakin disalurkan melalui JPK
wajib
Dana dari masyarakat mampu untuk UKP
melalui JPK wajib atau sukarela
5-10 thn mendatang dana pemerintah
secara bertahap semuanya utk UKM dan
JPK masyarakat rentan dan Gakin
SUBSISTEM PEMBIAYAAN KESEHATAN

BIAYA
KES

Pengalo Pembelan
Penggalian
kasian jaan

UKM UKP

Pendudu Pendudu
k k
Miskin Mampu

Masy Pem

Jaminan Jaminan
Kesehat Kesehata
n sukarela
Public-Private Mix an wajib
A P
o PENGERTIAN
Subsistem SDM Kesehatan adalah tatanan yg
menghimpun berbagai upaya perencanaan, pendidikan
dan pelatihan serta pendayagunaan tenaga kesehatan
secara terpadu dan saling mendukung, guna menjamin
tercapainya derajat kesehatan masyarakat yg setinggi-
tingginya.
o TUJUAN
Tujuan subsistem sumberdaya manusia kesehatan
adalah tersedianya sumberdaya manusia kesehatan
yang mencukupi, terdistribusi secara adil dan
termanfaatkan secara berdaya-guna dan berhasil-guna,
utk menjamin terselenggaranya pembangunan
kesehatan guna meningkatkan derajat kesehatan yg
setinggi-tingginya
o PRINSIP
o Pengadaan tenaga mencakup jumlah, jenis
dan kualifikasi disesuaikan dengan
kebutuhan serta dinamika pasar di dalam
maupun di luar negeri
o Pendayagunaan tenaga memperhatikan
asas pemerataan, kesejahteraan dan
keadilan
o Pembinaan tenaga diarahkan pada
penguasaan IPTEK, pembentukan moral
dan akhlak sesuai agama dan etika profesi
o Pengembangan karir dilaksanakan secara
objektif, transparan, berdasarkan prestasi
kerja dan kebutuhan nasional.
o BENTUK POKOK
o Pedayagunaan
o Pemerintah
o Kontrak
o PNS
o Swasta
o Luar Negeri
o Penempatan Ke Luar Negeri
o Penempatan Dokter Lulusan Luar Negeri
o Penempatan Dokter Asing
o Pembinaan dan Pengawasan
o Sertifikasi, regristrasi, uji kompetensi,
lisensi
o Hukum dan Etik
o BENTUK POKOK
o Perencanaan
o Pembentukan Majlis Tenaga Kesehatan
Nasional dan Provinsi
o Mencakup Penetapan Jenis Jumlah dan
Kualifikasi Tenaga Kesehatan
o Pendidikan dan Pelatihan
o Diselenggarakan oleh institusi Pendidikan dan
Pelatihan yang terakreditasi
o Pendidikan
o Standar
o Penyelenggara
o Pelatihan
o Standar
o Penyelenggara
Peren
canaan Jenis

UKM
Derajat kes.
SDM Masy yg
Kes
Diklat Jumlah setinggi-
tingginya

UKP
Kuali
Daya fikasi
guna
o PENGERTIAN
Subsistem Obat dan Perbekalan Kesehatan adalah
tatanan yg menghimpun berbagai upaya yg menjamin
ketersediaan, pemerataan serta mutu obat dan
perbekalan kesehatan secara terpadu dan saling
mendukung dalam rangka tercapainya derajat
kesehatan yg setinggi-tingginya
o TUJUAN
Tujuan subsistem obat dan perbekalan kesehatan
adalah tersedianya obat dan perbekalan kesehatan
yang mencukupi, teralokasi dan terdistribusi secara
adil serta termanfaatkan secara berdaya-guna dan
berhasil-guna, utk menjamin terselenggaranya
pembangunan kesehatan guna meningkatkan derajat
kesehatan yg setinggi-tingginya
o PRINSIP
o Barang publik yg harus dijamin ketersediaan dan
keterjangkauannya
o Menyangkut kebutuhan dasar manusia yg tidak
boleh diperlakukan sebagai komoditas ekonomi
semata
o Tidak dipromosikan secara berlebihan dan
menyesatkan
o Peredaran dan pemanfaatannya tidak boleh
bertentangan dengan hukum, etika dan moral
o Mengutamakan obat esensial generik bermutu
o Optimalisasi industri nasional dengan
memperhatikan keragaman produk dan
keunggulan daya saing
o Disesuaikan standar formularium obat rumah sakit
dan mengacu DOEN
o PRINSIP
o Diselenggarakan secara rasional dengan
memperhatikan aspek mutu, manfaat, harga,
kemudahan diakses serta keamanan
o Pengembangan dan peningkatan obat tradisional
yg bermutu tinggi, aman, memiliki khasiat nyata
dan teruji secara ilmiah
o Pengamanan diselenggarakan dari tahap
produksi, distribusi dan pemanfaatan
o Kebijaksanaan Obat Nasional ditetapkan oleh
pemerintah bersama pihak terkait lainnya.
o BENTUK POKOK
o Ketersediaan
o Optimalisasi Industri Nasional
o Menggunakan DOEN/Formularium Rumah Sakit
o Obat Strategis ditangani Pemerintah
o Pengadaan Bahan Baku difasilitasi Pemerintah
o Pemerataan
o Pedagang Besar Farmasi
o Obat Resep melalui Apotik dan
Mengembangkan Pelayanan Farmasi
o Obat Bebas melalui Toko Obat, dsb
o Dispensing Dokter Syarat tertentu
o Memperhatikan Fungsi Sosial
o Pengawasan
o Dilakukan oleh pemerintah bersama
masyarakat, organisasi profesi, dan swasta
o Mencakup aspek:
o Mutu
o Distribusi
o Efek Samping
o Promosi
o Harga
o Narkotika dan Psikotropika
o Obat Tradisional
KETER
JENIS
SEDIAAN
JUMLAH

UKM
MERATA Derajat kes.
Obat &
PEME Masy yg
Prbkln
RATAAN setinggi-
Kes
SUSTAIN tingginya

UKP
MUTU,dsb
Penga-
wasan NAR & PSI

TRAD
o PENGERTIAN
Subsistem Pemberdayaan Masyarakat adalah tatanan
yang menghimpun berbagai upaya perorangan,
kelompok dan masyarakat di bidang kesehatan secara
terpadu dan saling mendukung guna menjamin
tercapainya derajat kesehatan yg setinggi-tingginya

o TUJUAN
Tujuan subsistem pemberdayaan masyarakat adalah
terselenggaranya upaya pelayanan, advokasi dan
pengawasan sosial oleh perorangan, kelompok dan
masyarakat di bidang kesehatan secara berhasil-guna
dan berdaya-guna, utk menjamin terselenggaranya
pembangunan kesehatan guna meningkatkan derajat
kesehatan yg setinggi-tingginya
o PRINSIP
o Berbasis tata nilai perorangan, keluarga dan
masyarakat, sesuai dgn sosbud, kebutuhan dan
potensi setempat
o Peningkatan akses memperoleh informasi dan
kesempatan mengemukakan pendapat dan terlibat
dalam proses pengambilan keputusan.
o Peningkatan kesadaran, kemauan dan kemampuan
serta kepedulian dan peran aktif dalam upaya
kesehatan.
o Pemerintah bersikap terbuka, bertanggung jawab
dan tanggap, berperan sebagai pendorong,
fasilitator dan pemberi bantuan kepada UKBM
o Kemitraan , semangat gotong royong, terorganisir
dlm berbagai kelompok atau kelembagaan
masyarakat.
o BENTUK POKOK
o Pemberdayaan perseorangan
o Pemberdayaan perorangan dilakukan atas
prakarsa perorangan, kelompok di
masyarakat termasuk dunia usaha dan
pemerintah.
o Sasaran utama pemberdayaan perorangan
adalah tokoh-tokoh masyarakat.
o Pemberdayaan perorangan dilakukan melalui
pembentukan kader kesehatan.
o Pemberdayaan kelompok
o Pemberdayaan kelompok dilakukan atas
prakarsa perorangan & kelompok di masy
termasuk dunia usaha dan pemerintah.
o Sasaran utama adalah kelompok atau
kelembagaan masy yg ada seperti: RT/RW,
kelurahan/banjar/ nagari, organisasi keagamaan
termasuk kelompok pengajian, kelompok
budaya, kelompok adat, organisasi dunia usaha,
organisasi wanita, organisasi pemuda dan
organisasi profesi.
o Pemberdayaan kelompok dilakukan melalui
pembentukan kelompok (LSM) peduli kes dan
atau peningkatan kepedulian kelompok atau
kelembagaan masy yg ada
o Pemberdayaan masyarakat umum
o Pemberdayaan masyarakat umum dilakukan
atas prakarsa perorangan & kelompok masy
termasuk dunia usaha dan pemerintah.
o Sasaran pemberdayaan masyarakat umum
adalah seluruh masyarakat dalam suatu
wilayah.
o Pemberdayaan masy umum dilakukan melalui
wadah perwakilan masy seperti badan
penyantun (di tingkat kecamatan),
konsil/komite (di tingkat kab/kota), atau
koalisi/jaringan/forum (di tingkat provinsi dan
nasional).
Individu,Toma
Pero To
Kader/motor
rangan /teladan PHBS
Serve

UKM
Kelompok/
Derajat
Pember- kesmas
Lmbg Masy To
dayaan Kelmpk Kelompok Advocate setinggi-
Masy Peduli kes. tngginya

UKP
Konsil/komite
Masy /Dwan Pnytun To
Umum Perwakilan Watch
Masyarakat
o PENGERTIAN
Subsistem Manajemen Kesehatan adalah tatanan yg
menghimpun berbagai upaya pengelolaan data dan
informasi, penerapan Iptek kesehatan, pengaturan
hukum serta administrasi kesehatan secara terpadu dan
saling mendukung guna menjamin tercapainya derajat
kesehatan yg setinggi-tingginya
o TUJUAN
Tujuan subsistem manajemen kesehatan adalah
terselenggaranya sistem informasi, dukungan IPTEK,
hukum dan administrasi kesehatan yg berhasil-guna
dan berdaya-guna, utk menjamin terselenggaranya
pembangunan kesehatan guna meningkatkan derajat
kesehatan yg setinggi-tingginya
o PRINSIP
o Evidence based, didukung Iptek, berlandaskan Imtaq,
etika profesi dan moral bangsa
o Didukung kepastian hukum dan tertib administrasi
o Mengantisipasi globalisasi & mengacu kebijakan
desentralisasi dan otonomi
o Menggalang semua potensi bangsa melalui
pengembangan kemandirian, kemitraan lintas sektor
dan peran aktif masy termasuk dunia usaha
o Mengupayakan penyelenggaraan semua unsur SKN
secara berhasil-guna dan berdaya-guna.
o BENTUK POKOK
o INFORMASI KESEHATAN
o Tatanan infokes nasional didasarkan pada
jaringan infokes daerah dan sektor terkait
o Substansi mencakup : derajat kesehatan, upaya
kes, pembiayaan kes, sumberdaya kes dan
pemberdayaan masyarakat
o Adanya perpaduan R/R sarana kesehatan dgn
survey dan sensus
o Pengolahan dan analisis secara multi-disiplin,
terpadu dan menyeluruh
o Penyajian dilakukan secara multimedia untuk
pengambilan keputusan
o IPTEK KESEHATAN
o Tatanan litbangkes nasional mencakup rangkaian
jaringan Litbangkes pusat, daerah, perguruan
tinggi & sektor lain terkait.
o Substansi mencakup : derajat kesehatan, upaya
kes, pembiayaan kes, sumberdaya kes dan
pemberdayaan masyarakat.
o Pengembangan jaringan dan substansi dilakukan
melalui pembentukan pusat-pusat unggulan
o Pendayagunaan hasil Litbang melalui jaringan
Iptek kesehatan.
o PERATURAN DAN PERUNDANGAN KESEHATAN
o Dikembangkan secara nasional sebagai acuan
daerah
o Mencakup pembaharuan dan pembentukan,
pelayanan advokasi hukum & peningkatan
kesadaran hukum
o Substansi mencakup : upaya kes, pembiayaan
kes, sumberdaya kes dan pemberdayaan
masyarakat
o Didukung jaringan informasi dan dokumentasi
hukum kesehatan
o ADMINISTRASI KESEHATAN
o Asas desentralisasi, dekonsentrasi dan pembantuan
o Penanggung jawab di Pusat, Provinsi dan
Kabupaten/Kota
o Hubungan teknis fungsional antara Depkes dan Dinas
Kesehatan Prov/Kab/Kota
o Rencana kebijakan dan program kesehatan nasional
menjadi acuan daerah
o Pelaksanaan & pengendalian
o Pengawasan dan pertanggung-jawaban
o Peran Pemerintah Pusat dalam desentralisasi
o Dalam keadaan tertentu Pusat dapat menjadi pelaksana
sekaligus pengawasan dan pertanggung-jawabannya
Upaya
Kes
Infor
masi
Pembia
yaan
Kes

Sumber Derajat kes.


Adminis
Manajmn daya Masy yg
Iptek trasi Manusia
Kes setinggi-
Kes Kes tingginya
Obat &
Perbkln
Kes

Pember
Hukum dayaan
Masy
o Masyarakat termasuk Swasta
o Pemerintah
o Badan legislatif
o Badan yudikatif
o Penerapan pendekatan kesisteman
(masukan, proses, keluaran dan lingkungan)
o Adanya kaitan antar subsistem
o Penerapan KISS
o Komitmen tinggi dari semua pelaku dan
good governance
o Kepastian hukum
o Siklus manajemen
o Penetapan dasar hukum SKN

o Advokasi dan sosialisasi SKN

o Fasilitasi pengembangan SKD

o Pelaksanaan SKN dan SKD

o Pengendalian SKN dan SKD