Anda di halaman 1dari 19

JURNAL

Penanganan Mastoiditis Akut pada Anak-Anak.


Penelitian Retrospektif dan Kajian Literatur

Oleh :
Eustakia Yosefina Ega Pena
(1108012045)
Margaretha Ika Yukari Ujan (1108011002)
Pembimbing :
dr. Fransiska Tricia Da Lopez, Sp.THT-KL

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS


NUSA CENDANA KUPANG
SMF ILMU KESEHATAN HIDUNG
TELINGA TENGGOROKAN
RSUD T.C.HILERS MAUMERE
2016
Abstrak

Untuk mengetahui karakteristik


Objekt klinis dari mastoiditis akut pada
anak dan merencanakan strategi
if pengelolaan
pada pasien.
dan penanganan

Penelitian retrospektif evaluasi

Metod catatan medis dari 32 pasien yang


berusia kurang dari 16 tahun,
yang dirawat di departemen THT
e dengan mastoiditis akut antara
tahun 2000 dan 2011.
Hasil
* Pada 27 anak dilakukan CT scan
pada tulang temporal petrosa ,
* Usia rata-rata penelitian : 3 -4
terdapat 19 pasien dengan abses
tahun.
subperiosteal dan 3 anak dengan
* Sebelum penelitian ditemukan 6 gangguan sistem saraf pusat.
anak (18%) dengan kondisi
* Setelah dirawat, semua pasien
gangguan pada telinga telinga
langsung diberikan antibiotik
* Semua anak memiliki beberapa intravena. Drainase abses
gejala peradangan pasca-auricular diindikasikan pada 11 kasus.
seperti tonjolan auricular, otorrhea,
* Mastoidectomy sederhana
demam dan otalgia.
dilakukan pada 54% kasus.
* Jumlah WBC menunjukkan Sebagian besar anak mengalami
peningkatan pada leukosit di 72% perbaikan.
kasus. Anemia tercatat pada 24
* Pada 3 anak yang menderita
pasien dengan kadar hemoglobin
immunodeficiency memiliki
rata-rata 9 g/dl.
kekambuhan mastoiditis akut dan
diperlukan terapi bedah
Kesimpul Penangan awal dari
mastoiditis akut dimulai
an dengan antibiotik
intravena dan CT Scan
dari tulang temporal
petrosa.
Pendekatan bedah
diperlukan dalam kasus
dengan komplikasi atau
kegagalan pengobatan.
Pendahuluan
Mastoiditis akut merupakan kelanjutan otitis media akut dengan keluhan
nanah dan nekrosis tulang dan biasa terjadi pada anak-anak. Komplikasi
intrakranial dapat berkembang dengan cepat dan mengancam nyawa. Pasien
biasanya mengeluhkan gejala alternatif dengan tanda yang tidak langsung
menggambarkan mastoiditis akut .

Diagnosis dini, manajemen yang tepat dan pengobatan awal biasanya


membawa hasil yang memuaskan. Sejak adanya antibiotik, kejadian
mastoiditis akut sebagai komplikasi dari otitis media telah menurun secara
substansial.

Mastoidectomy merupakan pengobatan bedah standar untuk mastoiditis


akut. Selama beberapa tahun terakhir, tindakan ini telah diaplikasikan, namun
untuk kriteria diagnosis dan strategi terapi tidak sesuai karena kurangnya
konsensus
Pasien dan Metode

Diagnosis MA
Usia anak, jenis berdasarkan pada
kelamin, riwayat tanda dan gejala
klinis, kriteria yang
infeksi telinga
diterapkan sebagai
Evaluasi catatan tengah, gejala klinis, tanda otitis media
medis dari semua penatalaksanaan akut disertai dengan
pasien yang berusia sebelum dan tanda-tanda
kurang dari 16 setelah dirawat, inflamasi
tahun, yang
temuan bedah, retroauricular dan /
terdaftar dengan
pemeriksaan atau penonjolan
mastoiditis akut
bakteriologi dan antero-inferior dari
selama 11 tahun
radiologi hasil daun telinga. Pasien
antara tahun 2000
otitis media kronis
sampai 2011. akhir dikumpulkan
dengan
dianalisis secara cholesteatoma atau
manual otitis externa
dikeluarkan dari
penelitian
Hasil
Pada 6 anak (18%)
Anak berumur 1 tahun
Dari total 35 anak sebelumnya dengan
dengan riwayat
denganmastoiditis kelainan pada telinga
myringotomy pada
akut, 3 anak dengan telah dilaporkan (Tabel
otitis media akut. 7
kolesteatoma 1). Tiga anak memiliki
anak lainnya memiliki
dieksklusikan. Kriteria riwayat mastoiditis
riwayat penyakit
inklusi berjumlah 32 akut. Anak berusia
lainnya. 1 pasien
anak. Dimana 18 anak tujuh tahun memiliki
dengan defisiensi Ig-
laki-laki dan 14 anak malformasi telinga
A dan telah
perempuan dari usia 2 dengan atresia pada
dioperasikan untuk
bulan sampai 15 tahun saluran telinga .
pembentukan langit-
dengan usia rata-rata Perempuan berusia 15
langit bibir. 5 anak
3,7 tahun. Anak tahun menjalani
lainnya diterapi
berusia di bawah 3 operasi untuk retraksi
dengan anemia dan
tahun mewakili lebih membran timpani
seorang anak dengan
dari setengah kasus. berkaitan dengan otitis
DM tipe 1
media kronis.
Durasi rata-rata gejala sebelum dirawat adalah 7- 8 hari (kisaran 2-15 hari)
dan 56% dari anak yang dirawat dengan OMA mendapatkan antibiotik oral.
Antibiotik oral yang diresepkan adalah amoksisilin-asam klavulanat (12/18)
dan sefalosporin generasi ke-2 (5/18).

Semua anak memiliki gambaran klinis berupa peradangan pasca-auricular


(kemerahan dan/atau pembengkakan dan/atau nyeri) dan sebagian besar
dari mereka disajikan dengan tonjolan aurikularis (84%) (Gambar. 1). 78%
dari anak mengalami demam > 38 C. 13 kasus menunjukkan otorrhea
ipsilateral aktif.

Nyeri telinga pada 11 pasien dan sakit kepala hanya pada 1 anak. Pada
pemeriksaan otomikroskop semua pasien memiliki Kelainan pada membran
timpani . Pada 29 anak ditemukan gejala OMA dengan peradang dan
pembengkakkan pada membran timpani tapi masih intake. 3 pasien lainnya
memiliki membran timpani yang tumpul dan menebal. Tiga kasus lainnya
dengan perforasi membran timpani. Kemudian 3 pasien dengan keterlibatan
sistem saraf pusat dimana dua menderita trombosis sinus lateral dan yang
lainnya dengan meningitis.
Gambar 1
Jumlah WBC menunjukkan
peningkatan leukosit pada
CT scan dari tulang temporal Telinga tengah dan rongga
72% kasus. Anemia tercatat
petrosa diperoleh pada 27 mastoid ditemukan
pada 24 % kasus dengan
anak. Dilakukan ketika gambaran opacifier dalam
rata-rata tingkat hb 9 g / dl.
kondisi klinis anak semua kasus. Pada 19
Sampel bakteri yang
menimbulkan kecurigaan (70%) anak ditemukan
dikumpulkan dari swab otore
komplikasi yang terkait. gambaran CT- scan dengan
telinga, penusukan pada
Gambaran yang diperoleh erosi tulang kortikal luar dari
abses retroauricular,
dengan CT scan kemudian mastoid berhubungan
eksplorasi bedah terbuka
dilakukan penilaian sejauh dengan abses subperiosteal
dan setelah miringotomi.
mana proses inflamasi pada (Gambar. 2 dan 3). CT- Scan
Mikroorganisme ditemukan
telinga tengah, mastoid dengan trombosis sinus
hanya pada 13% pasien.
serta struktur intrakranial lateral ditemukan pada 2
Kami mengisolasi S.
yang berdekatan. anak. (Gambar. 4).
pneumonia dan group
Streptococcus pyogenes.
Gambar 2 dan Gambar 3
Gambar 4
Semua pasien langsung diberikan antibiotik intravena:
pada setengah pasien diberikan sefotaksim + fosfomycin
diaplikasikan untuk efek sinergis terhadap S. pneumonia
dan Staphylococcus.

16 orang lainnnya memakai amoksisilin- asam klavulanat.


6 kasus yang menggunakan aminoglikosida bisa dicurigai
terinfeksi bakteri Gram-negatif.

Semua pasien selama penelitian tinggal di rumah sakit


dan memperoleh antibiotik intravena. Durasi rata-rata
rawat inap adalah 9 hari. Setelah pulang dari RS, anak
secara rutin diresepkan antibiotik oral selama 12 hari
(amoksisilin- asam klavulanat 70%; sefalosporin generasi
ketiga 30%). Rata- rata durasi pemberian antibiotik adalah
21 hari (Ini bervariasi dari 15 sampai 45 hari). Antipiretik
dan analgesik diberi secara individual.
Gambar 5
Diskusi
Diagnosis MA didasarkan pada tanda-
tanda klinis seperti pembengkakan pasca-
auricular, eritema, nyeri, dan penonjolan
daun telinga. Mastoiditis akut
mempengaruhi anak-anak dari semua usia
tetapi lebih pada anak yang berusia di
bawah 3 tahun.

Terapi antibiotik otitis bukan merupakan


perlindungan mutlak terhadap mastoiditis.
Kebanyakan kasus, anak-anak memiliki
respon baik sebelum terapi agen
antibiotik.

Pasien yang menerima antibiotik pra-


pengobatan memiliki insiden tinggi untuk
hasil kultur yang steril.
CT-scan dilakukan hanya pada anak-anak yang
dicurigai mengalami komplikasi intrakranial,
mastoiditis akut berulang dan dengan gejala
tidak khas ketika di diagnosis.

Setelah masuk semua anak diberikan terapi


antibiotik intravena. Amoksisilin- asam
klavulanat kombinasiakan dengan aminoside
atau Sefuroksim dikombinasikan dengan
Fosfomycin merupakan antibiotik pilihan.

Mastoidectomy sederhana atau drainase abses


dikaitkan dalam kasus subperiosteal abses
atau komplikasi intrakranial.
Kesimpulan

MA merupakan
Penanganan
komplikasi
awal dari
yang
mastoiditis
jarang pada
akutotitis
yaitumedia
pemberian
akut tetapi
antibiotik
bisa
berdampak
intravena
serius
dengan
jika didapatkan.
pemantauan CT-Scan
secaratulang
klinis. temporaL
Pengobatanpetrosa
konservatif
harus
Tindakan
pada bedah
dilakukan diindikasikan
mastoiditis
untukakut bisajika
mendeteksi terjadi
sembuh kegagalan
komplikasi
total tanpa penanganan
tersebut.
komplikasi.
medis atau adanya komplikasi.
Terima Kasih
Tuhan
Memberkati