Anda di halaman 1dari 98

PERTOLONGAN PERTAMA

GAWAT DARURAT
(PPGD)

OLEH
DR. EKA PURNAMA SARI
Nama :dr. Eka Purnama Sari
Pangkat/Gol :Penata/IIIC
Unit Kerja :Dit Binmas Polda
Sumbar
Tmpt/Tgl Lahir :02 Juni
1977
ALamat :Jl. Olo
Ladang No. 5C
Padang
No Handphone
:081267718288
Tempat praktek :Apotik As
- Syfa Jl. Perintis
Kemerdekaan
Padang
Pendidikan Formal :
1. Pascasarjana Manajemen Rumah Sakit FK
Unand angkatan 2009
2. S1 Kedokteran FK _ Unbrah angkatan 95
3. SMA Adabiah Padang angkatan 1992
4. SMP Negeri 2 Padang angkatan 1989
5. SD Baiturahmah Padang angkatan 1983
Pendidikan Polisi :
1. Diklat PIM Tingkat IV angkatan 22 Tahun
2012
2. JCLEC tahun 2010
3. Pendidikan DokPol angkatan 11 tahun 2008
4. Pra jabatan PNS Polri angkatan 2006
pendahuluan
secara umum kecelakaan selalu diartikan sebagai "kejadian
yang yang tidak dapat diduga". Sebenarnya setiap kecelakaan
kerja itu dapat diramalkan atau diduga dari semula jika
perbuatan dan kondisi tidak memenuhi syarat. Ada pun kondisi
itu pada umumnya kecelakaan terjadi karena kurangnya
pengetahuan dan pelatihan, kurangnya pengawasan, yang
kesemuanya mempengaruhi kineja keselamatan dalam industri.

Penyebab kecelakaan sukar diuraikan dan kecelakaan tidak


terjadi secara kebetulan, melainkan ada sebabnya. oleh karena
itu kecelakaan dapat dicegah, asal kita cukup kemauan untuk
mencegahnya. oleh karena itu pula sebab-sebab kecelakaan
harus diteliti dan ditemukan, agar untuk selanjutnya dengan
usaha-usaha koreksi yang ditujukan kepada sebab itu
kecelakaan dapat dicegah dan tidak terulang kembali.
1. Ketrampilan Pertolongan Pertama .
kegiatan kepolisian yang memberikan bekal peserta
didik dalam hal pengalaman :
a. Kewajiban diri untuk mengamalkan kode kehormatan
polisi
b. Kepeduliannya terhadap masyarakat/orang lain
c. Kepeduliannya terhadap usaha meningkatkan citra
Gerakan polisi
di masyarakat

2. Ketrampilan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan


merupakan seperangkat ketrampilan dan pengetahuan
kesehatan yang praktis dalam memberikan bantuan
pertama kepada orang lain yang sedang mengalami
musibah, antara lain pada pasien yang :
a. Berhenti bernafas
b. Pendarahan parah
c. Shok
d. Patah tulang
e. mengalami cedera luka
3. Ketrampilan Pertolongan Pertama
Pada Kecelakaan dan Pengetahuan
Praktis tentang Kesehatan merupakan
alat pendidikan bagi para polisi
selaras dengan perkembangannya
agar mampu menjaga kesehatan
dirinya dan keluarga serta
lingkungannya, dan mempunyai
kemampuan yang mantap untuk
menolong orang lain yang mengalami
musibah salah satunya kecelakaan,
dan lain-lain.
APAKAH
PERTOLONGAN PERTAMA
ITU..??

Pertolongan pertama adalah perawatan yang


diberikan segera pada orang yang cedera atau
mendadak sakit. Pertolongan pertama hanya
memberi bantuan sementara sampai
mendapatkan perawatan medis yang kompeten
jika perlu, atau sampai kesempatan pulih tanpa
perawatan medis terpenuhi.
MENGAPA
PERTOLONGAN PERTAMA ITU PENTING..??

Setiap orang harus mampu melakukan pertolongan


pertama, karena sebagian besar orang pada akhirnya
akan berada pada situasi yang membutuhkan pertolongan
pertama untuk orang lain atau diri mereka sendiri.

Meskipun keterlambatan hanya beberapa menit saat


jantung seseorang berhenti, dapat memberi perbedaan
antara hidup dan mati
PERLENGKAPAN
PERTOLONGAN PERTAMA

Perlengkapan pada kit pertolongan pertama


harus disesuaikan untuk mencakup beberapa hal
yang mungkin digunakan secara regular.
Contoh kit pertolongan pertama
ditempat kerja:

Perlengkapan Jml Minimum


Perban strip adhesif (1 x 3) 20
Perban segitiga
(muslin, 36-40 x 36 -40 x 52-56) 4
Penutup mata steril (21 1/8 x 25/8 ) 2
Bantalan kassa steril (4 x 4) 6
Bantalan nonstik steril (3 x 4) 6
Bantalan trauma steril (5 x 9) 2
Bantalan trauma steril (8 x 10) 1
Kassa gulungan steril yang sesuai (lebar 2) 3 gulung
Kassa gulungan steril yang sesuai (lebar 4,5)3 gulung
Plester tahan air(1 x 5 yard) 1 gulung
Plester adhesif berpori (2 x 5 yard) 1 gulung
Perban gulung elastik (4 dan 6) 1 gulung
Pembersih kulit antiseptik 10
Salep antibiotik, per pak 6
Sarung tangan pemeriksa medis 2 pasang/ukuran
Alat mulut-ke-barier 1
Kantong dingin 2
Kantong plastik 2
Bidai lunak 1
Selimut darurat 1
Gunting 1
Pinset 1
Kantong sampah bahan 2
Daftar nomor tlp darurat 1
Senter kecil dan batu baterai 1
UPAYA MEMBERIKAN PERTOLONGAN PERTAMA PADA
KORBAN DALAM KEADAAN GAWAT DARURAT DGN
METODE RESUSITASI ( PEMULIHAN KONDISI BADAN )
DILAPANGAN
APA TINDAKAN KITA DALAM MENGHADAPI
PENDERITA ?
ANDA HARUS TENANG , JANGAN
PANIK
TENTUKAN
KORBAN
MASIH
HIDUP
ATAU
MENINGGAL
DUNIA ?
Suatu keadaan apabila Tidak
Mendapatkan Pertolongan
Dengan Cepat, Tepat dan Akurat
akan Mengakibatkan Korban
Kehilangan sebagian Anggota
tubuh atau Meninggal Dunia.
Dapat Oleh Karena Penyakit
Dapat Oleh Karena Kecelakaan
LANGKAH-LANGKAH YG ANDA
TEMPUH
I. Amankan posisi penderita terhadap
lingkungan sekitar
II. Lakukan pertolongan pertama dan
pencegahan terhadap keparahan kondisi
penderita
III. Aktifkan sistem pertolongan dengan
menghubungi sarana pendukung ( ambulans ,
rumah sakit dll )
IV. Tertibkan masyarakat
TINDAKAN RESUSTENSI
A-B-C
Yang perlu diperhatikan dimana saja kapan saja
bila terjadi kecelakaan adalah ABC-nya yaitu:
A: Airway (jalan napas),
B: Breathing (pernapasan), dan
C: Circulation (sirkulasi).

Yang dimaksud jalan napas disini adalah apakah


jalan nafas tersumbat atau bebas, sedangkan
pernapasan adalah apakah pernapasan ada atau
tidak dan sirkulasi adalah melihat apakah
sirkulasi darah stabil atau tidak hal ini dapat
dinilai dengan memegaang denyut nadi dileher,
apakah masih ada atau tidak .
B (Breathing)
Ventilasi Paru (napas buatan)
Setelah melakukan tindakan A, lakukan kembali
penilaian pernafasan. Seperti pada A penilaian
pernafasan dilakukan dengan meraba keluarnya udara
dari mulut dan atau hidung, dan dengan memperhatikan
gerakan pernafasan dada atau perut yang teratur. Jika
tidak ada pernafasan setelah jalan nafas bebas (A)
tindakan B segera dimulai. Dengan posisi penderita
yang sama seperti A lakukan nafas buatan.

Sambil menutup hidung (tangan kiri) dan menahan


rahang bawah di depan, hembuskan udara dengan
cukup kuat ke dalam jalan napas penderita.
Perhatikan bahwa dada harus mengembang naik dan
dada turun sebagai tanda ekspirasi (keluarnya udara)
pasif.
C (Circulation)
Peredaran darah
Setelah dilakukan tindakan A dan B atau mengeluarkan
benda asing yang masuk kembali periksa pernapasan
penderita atau menetukan terhentinya jantung atau tidak

Penentuan henti jantung dilihat dari tanda-tanda:


penderita tidak sadar, tidak ada pernapasan dan tidak ada
denyut nadi di leher. Jika diagnosis henti jantung
ditegakkan, masase jantung melalui kempaan dada harus
segera dimulai (Tindakan C). Tindakan ini jika dilakukan
dengan cara yang salah akan menimbulkan penylit-penyulit
sebagai berikut : Patah tulang iga, patah tulang dada,
hubungan tulang dada dan tulang iga terlepas, pendarahan
rongga dada cedera paru dan cedera hati . Sehingga untuk
melakukan tindakan resusitasi ini sebaiknya dengan
mengikuti kursus resusitasi.
POSISI SISI MANTAP
Tekuk siku ke arah dalam
Balikan tubuh penderita ke samping,
tekuk lengan penderita sebelah luar
supaya posisinya tetap stabil
Angkat kepala penderita ke arah
belakang dengan cara memegang
kening dan dagunya.
Letakkan tangan penderita di bawah pipi
untuk menjaga posisi ini. Usahakan
posisi mulut tetap terbuka.
APABILA SYOK
Pertolongan Pertama Mengurangi Shok antara lain dilakukan
dengan cara :
Menghentikan pendarahan
Meniadakan hambatan-hambatan pada saluran nafas
Memberi nafas buatan
Menyelimuti dan meletakkan penderita pada posisi yang
paling menyenangkan

Langkah langkah Pelaksanaan Pertolongan Pertama


Mengurangi Shok :
Baringan korban dengan posisi kepala sama datar atau
lebih rendah dari tubuh, dengan tujuan untuk menambah
aliran darah ke jantung dan otak.
Bila kaki tidak patah, tungkai dapat ditinggikan 30-45 cm di
atas posisi kepala.
Selimuti pasien dan hindarkan dari lantai serta udara dingin
Usahakan pasien tidak melihat lukanya
APABILA TERKILIR
1. Istirahat
Sendi anggota tubuh yang terkilir bila tidak
diistirahatkan akan menjadi lebih parah lagi. Ligament
antara sendi tubuh bila terkilir mengalami penegangan.
Sehingga bila tidak diistirahatkan dapat putus, disebut
torn ligament

2. Kompres dingin
Kompres dingin dapat mengurangi pembengkakan,
radang dan rasa sakit.

3. Bebat
Bebat atau penekaan pada tempat yang sakit bila
dikombinasikan dengan kompres dingin dapat membantu
menghindari pembengkakan. Lebih mudah lagi bila terapi
ini Anda lakukan dengan menggunakan kompres
pendingin yang siap pakai dari Apothek
APABILA
PENDARAHAN
Bila terjadi perdarahan di hidung atau mimisan.

Dudukkan penderita. Bisa juga dalam posisi berdiri


(jangan dibaringkan).
Tundukkan kepala penderita sedikit ke depan taruh
kompres dingin di leher
bagian belakang.
Usahakan untuk sering mengganti kompres sehingga
bagian belakang leher
tetap dingin.
Kompres panas justru akan memperbanyak
perdarahan.
Biasanya perdarahan akan berhenti setelah 4-5 menit.
Bila perdarahan terjadi pada jari /tangan angkat
jari/tangan tinggi - tinggi.
APABILA PENDARAHAN
BANYAK
Bila terjadi perdarahan banyak.
Yang pertama harus anda lakukan adalah menenangkan
penderita agar tidak terlalu banyak bergerak.
Jangan buang waktu dengan mencari-cari tissue atau kain
pembalut.
Setelah penderita tenang barulah Anda lakukan sbb.:
Baringkan penderita.
Usahakan bagian tubuh yang terluka dalam posisi yang
lebih tinggi dari tubuhnya. Dengan demikian aliran darah
ke tubuh yang terluka akan mengalir lebih lambat.
Bila pada luka terdapat potongan kaca atau benda lain.
Tekan bagian bawah dan atas luka.
Jangan tekan langsung pada lukanya.
Bila perdarahan berhenti jangan bersihkan darah-darah
yang mengering pada permukaan luka. Darah yang
mengering merupakan reaksi alami tubuh untuk
mencegah perdarahan lebih lanjut.
Bebat luka/Tekan luka dengan sepotong kain bersih.
Setelah itu segera panggil dokter atau bawa ke rumah
sakit.
POSISI STABIL
(KORBAN TIDAK SADAR)
Saluran udara pada korban yang tidak sadar dapat tersumbat
muntah atau tersumbat lidah. Untuk menghindari hal tersebut,
letakkan korban pada posisi yang memastikan terbukanya saluran
udara, yaitu posisi stabil.
Posisi stabil adalah posisi korban berbaring pada sisi tubuh, dengan
kepala korban sejajar dengan badan (tidak bersandar bantal atau
benda lain) dan dagu agak dinaikkan. Posisi ini memastikan tidak
tertelannya muntah bila korban muntah, dan menjauhkan lidah dari
pintu saluran udara.

Cara meletakkan korban pada posisi stabil:


Siapkan korban dengan memeriksa pernafasannya, mengeluarkan
benda yang memenuhi kantong, melepaskan kalung dan kacamata
Berlutut di samping korban, dan telentangkan satu tangan korban
yang dekat dengan kita
Tekukkan satu kaki korban (yang jauh dari kita) pada lututnya
Dorong kaki korban yang tertekuk dan bahu korban ke arah kita
sehingga korban sekarang berbaring pada sisi tubuhnya
menghadap kita
Letakkan kepala korban pada permukaan, tengadahkan dagunya
sedikit
HAL-HAL YANG PERLU
DICERMATI
Urutan Kejadian; Bagaimana Kecelakaan Terjadi?,
Tanyakan pada korban dan saksi mata.
Gejala; Dengar baik-baik segala ucapan korban, apakah
ia merasa sakit? Lihat secara jelas, bagian tubuh mana
yang mengalami pendarahan?Dapatkah digerakkan?
Tanda-Tanda; Periksa korban dari ujung kepala hingga
kaki dengan cermat, bandingkan ke dua sisi badan
korban. Adakah kejanggalan yang terlihat atau teraba?
Apakah korban mengenakan tanda-tanda medis seperti
gelang medis
Perkecil Resiko terjadinya kecelakaan susulan; misalnya
terjadi kecelakaan lalu lintas, perkecil resiko terjadinya
kebakaran dengan mematikan stater / kunci kontak,
segera siagakan alat pemadam kebakaran. Peringatkan
Kendaraan lain yang melewati tempat kejadian, seperti
dengan memasang segitiga pengaman atau tunjuk
beberapa orang untuk mengatur lalu lintas
Saksi Mata
RESPONSIF JALAN NAFAS
TERBUKA

PENDARAHAN
BERNAFAS HEBAT
PERDARAHAN
PERDARAHAN DAN DAN
LUKA
LUKA
Pendaharan External
Pendaharan yang dapat dilihat berasal dari luka terbuka. Istilah pendarahan
menunjukkan jumlah pendarahan yang banyak dalam waktu singkat.

Mengenali pendaharan external

Pendarahan kapiler: berasal dari luka yang terus-menerus tetapi lambat.


Pendarahan vena: mengalir terus menerus.
Pendarahan arteri: menyebur bersamaan degan denyut jantung.
Beberapa jenis luka terbuka:

ABRASI: lapisan atas kulit terkelupas,


dengan sedikit kehilangan darah.

LASERASI: kulit yang terpotong dengan


pinggir bergerigi.
INSISI: potogan dengan pinggir rata.

PUNGSI: cedera akibat benda tajam.


AVULSI: sepotong kulit yang robek atau lepas dan menggantung pada
tubuh.

AMPUTASI: terpotong atau robeknya bagian tubuh.


PERAWATAN

Lindungi diri anda sendiri dari penyakit dengan menggunakan


sarung tangan medis. Jka tidak ada, gunakan beberapa lapis
kassa, pakaian bersih, bungkus plastik, kantong plastik atau
bahan2 kedap air.
Bukalah area luka dengan melepaskan atau memotong
pakaian untuk menemukan sumber pendarahan.
Tempatkan pembalut.
Jika korban berdarah dari lengan atau tungkai, tinggikan area
yang cidera diatas tinggi jantung.
Gunakan perban untuk menahan pembalut kassa pada luka.
Jika darah merembes melalui kassa atau perban, tambahkan
pembalut dan perban diatas yang lama.
Jika pendarahan masih tidak dapat dikontrol, berikan tekanan
pada titik tekanan sambil menjaga tekanan pada luka.
Pendarahan Internal

Luka tertutup terjadi bila benda tumpul tidak merobek


kulit, tetapi jaringan dan pembuluh darah dibawah
permukaan kulit menjadi hancur.

Mengenali pendarahan internal


Memar
Area yang nyeri tekan, nyeri
Muntah atau batuk darah
Tinja berwarna hitam atau mengandung darah
terang
PERAWATAN

Pendarahan internal minor


Istirahatkan area yang cidera
Kompres ecdera dengan es atau kantong dingin (cold pack)
Tekan area yang cidera dengan menggunakan perban
elastik
Tinggikan tungkai atau lengan yang cedera jika tidak patah

Pendarahan internal serius


Telepon 118 atau layanan medis darurat setempat
Lakukan perawatan syok
Jika terjadi muntah, miringkan korban untuk menjaga agar
jalan nafasnya terbuka
Pantau pernafasan
Perawatan Luka
Cuci luka dengan sabun dan air
Siram air luka dengan air mengalir dibawah tekanan
Ambil semua benda kecil yang tidak tersiram dengan jepitan steril
Jika mulai pendarahan lagi, berikan tekanan langsung pada luka
Oleskan salep antibiotik
Tutup luka dengan kassa steril

Infeksi Luka
Tanda-tanda bahwa suatu luka dapat terinfeksi:
Pembengkakan dan kemerahan disekitar luka
Rasa hangat
Nyeri hebat
Pengeluaran pus
Demam
Pembengkakan kelenjar getah bening
Garis-garis merah yang berasal dari luka ke arah jantung
Luka Khusus

Bagian ini membahas dua luka khusus : amputasi dan benda yang
tertanam (menusuk)

Amputasi
Hilangnya bagian tubuh merupakan cidera yang hebat yang
memerlukan perawatan medis segera. Untuk merawat amputasi
Telepon 118 atau layanan medis darurat setempat
Lakukan kontrol perndarahan
Lakukan peralatan syok
Ambil bagian yang diamputasi dan bungkus dengan kassa steril kering
atau kain bersih
Tempatkan bagian yang telah diamputasi dan terbungkus tersebut
dalam kantong plastik atau wadah kedap air lainnya
Pertahankan bagian tersebut tetap dingin (misalnya, pada es atau
kantong dingin) tetapi tidak membeku
Medinginkan bagian yang diamputasi :

Bagian tubuh yang diamputasi yang dibiarkan tidak


didinginkan lebih dari 6 jam memiiliki kesempatan
hidup sedikit; 18 jam adalah waktu maksimum
untuk ketahanan hidup untuk suatu bagian yang
didinginkan secara baik. Otot-otot tanpa darah
kehilangan viabilitasnya dalam 4 sampai 6 jam
Benda benda yang tertanam (menusuk)

Benda benda seperti kaca, pisau, dan kuku dapat tertanam


(menusuk) dalam tubuh.

Bukalah area luka. Lepaskan atau potongan pakaian yang


menutupi cedera
Jangan mengeluarjan dan menggerakkan benda tersebut.
Gerakan apa apapun dapat menyebabkan pendarahan
tambahan dan kerusakan jaringan
Kontrol setiap pendarahan dengan memberi tekanan di sekitar
benda
Stabilkan benda dengan menempatkan perban atau kain
bersih yang tebal disekitar benda
Potong atau pendekkan benda yang tertanam (menusuk)
hanya jika diperlukan
Luka luka yang memerlukan perawatan medis

Berikut panduan mengidentifikasi luka luka yang memerlukan perawatan


medis darurat :
Luka luka yang tidak berhenti berdarah setelah 5 menit deitekan
langsung
Luka yang panjang atau dalam yang memerlukan jahitan
Luka pada sendi
Luka yang dapat mengganggu fungsia area tubuh seperti kelopak mata
atau bibir
Luka yang melepaskan semua lapisan kulit, seperti luka akibat teririsnya
ujung jari
Luka akibat gigitan hewan atau manusia
Luka yang merusak syaraf, tendo, atau sendi dibawahnya
Luka pada tulang yang kemungkinan patah
Luka yang disebabkan aklibat cedera remuk
Luka dengan benda yang tertanam di dalamnya
Luka disebabkan oleh benda logam atau luka tusuk
PPGD PADA SYOK

Terjadi bila jaringan tubuh tidak menerima cukup


darah yang mengandung oksigen. Kerusakan
pada salah satu komponen dapat merusak
jaringan darah yang kaya dengan oksigen dan
menimbulkan keaadan yang dikenal sebagai
syok dan ini terjadi ketika ketakukan atau
terkejut.
Mengenali syok dengan tanda tanda :
Perubahan status mental (agitasi, ansietas, gelisah, bingung )
Kulit, bibir, dan bantalan kuku pucat, dingin, dan lembap
Mual dan muntah
Nafas cepat
Tidak memberika respons (bila syok hebat)

Perawatan untuk syok :


Tempatkan korban pada posisi telentang
Tinggikan tungkai 15 sampai 30 cm (jika tidak dicurigai
terjadi cedera spinal). Meninggikan tungkai memungkinkan
darah mengalir ke jantung
Memberi selimut di bawah dan di atas korban untuk menjaga
korban tetap hangat
Anafilaksis
Kedaruratan pernapasan yang mengancam nyawa dapat
disebabkan oleh reaksi alergi berat, penyeabab Anafilaksi yang
sering meliputi hal hal berikut ini ;
Obat obatan (misalnya, penisilin dan obat obat terkait,
aspirin, obat obat sulfa)
Makanan (misalnya, kacang kacangan, terutam kacang
tanah, telur, kerang)
Sengatan serangga (misalnya, lebah, yellow jacket, tawon,
lalat kerbau, semut api)
Tanaman (misalnya, serbuk sari yang terhirup)

Tanda tanda anafilaksi ;


Kesulita bernafas nafas pendek dan mengi
Reaksi kulit gatal atau luka terbakar, terutam pada wajah dan
bagian atas dada, denga ruam atau urtikaria
CEDERA BAGIAN KEPALA DAN
SPINAL
CEDERA KEPALA

Luka kulit kepala


Kulit kepala memiliki banyak pembuluh darah, sehingga setiap lika dapat menyababkan
pendarahan yang hebat. Luka kulit kepala yang berdarah tidak mempengaruhi aliran darah ke
otak
Adapun perawatannya ;
Tempelkan kassa steril atau bersih dan beri tekanan langsung untuk mengontrol pendarahan
Pertahankan kepala dan bahu agak tinggi untuk membantu mengontrol pendarahan jika
tidak ada kecurigaan terjadi cedera spinal
Cari pertolongan medis
Fraktur tulang tengkorak

Kekuatan signifikan yang


mengenai kepala dapat
menyebabkan fraktur tulang
tengkorak, adapun mengenalinya ;
Nyeri di titik cedera
Deformitas tulang kepala
Drainase cairan jernih atau berdarah dari telinga atau hidung
Memar di bawah mata atau di belakang telinga yang tampak
beberapa jam setelah cedera
Perubahan pupil (tidak sama, tidak bereaksi terhadap cahaya)
Pendarahn hebat pada kulit kepala (luka kulit kepala dapat
memaparkan jaringan otak atau tulang kepala)
Luka tembus, seperti akibat peluru atau benda yang menusuk
Dan perawatannya ;
Pantau pernafasan dan berikan perawatan jika
diperlukan
Kontrol setiap pendarahan dengan menggunakan
kassa steril atau bersih dan berikan tekanan disekitar
pinggr luka, jangan langsung pada luka
Stabilkan kepala dan leher untuk mencegah gerakan
Cari pertolongan medis
Cedera otak
Otak dapat terguncang oleh pukulan dikepala. Dan cara
untuk mengenalinya ;
Ekspresi wajah bingung (pandangan kosong)
Lambat dalam menjawab pertanyaan
Tidak sadar ada dimana atau lupa hari apa
Bicara meracau
Berjalan sempoyongan, tidak mampu berjalan lurus
Menangis tanpa alasan yang jelas
Tidak mampu menyebutkan nama bulan dengan
uruta terbalik
Tidak merespons
Nyeri kepala, pusing, dan mual
Dan hal yang harus dilakukan ;
Pantau pernafasan dan berikan perawatan yang jika
diperlukan
Stabilkan kepala dan leher korban agar tidak begerak
Kontrol setiap pendarahan di kulit kepala
Cari pertolongan medis
Cedera mata
Benda asing pada mata
Banyak jenis benda yang masuk kedalam
mata dan menyebabkan kerusakan yang
signifikan. Meskipun benda asing yang kecil,
seperti sebutir pasir, benda tersebut dapat
menimbulkan iritasi yang berat. Yang harus
dilakukan adalah cari benda asing dibawah
kedua kelopak mata dan jika terlihat ambil
dengan kassa basah

Cedera tembus pada mata


Cedera tembus pada mata terjadi bila suatu
benda tajam menembus bola mata dan
kemudian ditarik atau bila benda tetap
tertanam dalam mata
Luka pada mata dan kelopak mata
Luka pada mata atau kelopak mata yang memerlukan
perbaikan yang sangat cermat untuk memperbaiki
tampilan dan fungsi. Ada pun yang harus dilakukan ;
Jika bola mata luka jangan memberi tekanan
Jika kelopak mata yang luka, gunakan kassa dengan
tekanan lembut

Zat kimia pada mata


Luka bakar kimiawi pada mata yang biasanya
disebabkan oleh larutan asam, bassa atau zat kimia
lainnya yang masuk ke mata dan dapat menyebabkan
kehingan penglihatan.
Untuk merawat mata yang terkena zat kimia ;
Tahan mata agar tetap terbuka lebar dan siram
dengan air hangat selama sekurang kurangnya 20
menit, secara berlanjut dan perlahan. Lakukan
irigasi mata dari samping hidung ke arah luar untuk
menghindari tersiramnya zat ke mata satunya
Perban mata secara longgar dengan kassa basah
Cedera Hidung
Pecahnya pembuluh darah kecil
didalam lubang hidung karena
pukulan ke hidung, bersin, atau
mencabut bulu hidung.

2 jenis hidung berdarah


Hidung berdarah anterior
Dari bagian depan hidung, paling banyak terjadi dan secara
normal mudah untuk ditangani.

Hidung berdarah posterior


Dari belakang hidung, yang meliputi pendarahan masif
kearah belakang kedalam mulut atau turun ke tenggorok.
Perawatan;
Tempatkan korban pada posisi duduk dengan
kepala dimiringkan sedikit ke depan
Pencet bagian lunak hidung
Cari pertolongan medis jika salah satu hal berikut
ini terjadi:
Pendarahan tidak dapat dikontrol
Mencurigai hidung berdarah dari belakang
Korban memiliki tekanan darah tinggi
Pendarahan terjadi pada saat pukulan pada hidung
CIDERA DADA, ABDOMEN DAN
CIDERA DADA
PELVIS

Cidera dada dapat tertutup dan terbuka. Cidera dada


tertutup, kulit tidak rusak. Jenis cidera ini disebabkan
oleh trauma tumpul.
Cidera dada terbuka, kulit rusak dan dinding dada
ditembus oleh benda seperti pisau atau peluru.
Mengenali fraktur iga
Nyeri tajam
Pernafasan dangkal
Korba memegang area yang cidera

Perawatan
Bantu korban untuk menemukan posisi istirahat yang
nyaman
Stabilkan iga untuk dengan meminta korban
memegang bantal atau benda lunak serupa lainnya
pada area yang cidera
Cari pertolongan medis
Mengenali luka dada isap
Gelembung darah keluar
Terdengar bunyi udara yang
terisap yang masuk dan keluar
luka pada dada

Perawatan
Tutup luka dengan plastik atau aluminium foil
(menghentikan udara agar tidak masuk ke rongga dada)
Jika korban mengalami kesulitan bernafas, angkat
penutup untuk membiarkan udara keluar.
Baringkan korban pada sisi yang mengalami cidera
Telepon 118 atau layanan medis darurat setempat
CIDERA ABDOMEN
Cidera abdomen bisa terbuka dan tertutup. Cidera
abdomen tertutup terjadi akibat pukulan langsung
dari suatu benda tumpul. Cidera abdomen terbuka
meliputi luka tembus, benda yang tertanam
(menusuk)
Mengenali cidera abdomen tertutup
Cari memar atau tanda-tanda lain pada abdomen yang
menunjukkan cidera tumpul. Periksa dengan menekan
abdomen secara lembut menggunakan ujung jari.

Perawatan
Tempatkan korban dalam posisi nyaman dengan
tungkai ditarik keatas kearah abdomen
Lakukan perawatan utuk syok
Cari pertolongan medis
CIDERA PELVIS
Biasanya Disebabkan oleh kecelakaan kendaraan bermotor
atau jatuh dari ketinggian.

Mengenali fraktur pelvis


Nyeri dipanggul, lipat paha atau punggung
Ketidakmampuan berjalan atau berdiri
Tanda-tanda syok

Perawatan
Jaga agar korban akan tetap tenang
Lakukan perawatan untuk syok
Telepon 118 atau layanan medis darurat setempat
GIGITAN DAN SENGATAN
Gigitan Hewan dan Manusia

Rabies
Disebabkan oleh suatu virus dalam air liur hewan
berdarah panas yang menyebar dari satu hewan ke
hewan lain, biasanya melalui gigitan atau jilatan

Hewan harus dianggap (kemungkinan) gila bila:


Hewan menyerang tanpa provokasi
Hewan bertindak aneh atau berbeda dari
karakternya
Perawatan untuk gigitan (hewan dan
manusia)
Jika luka tidak berdarah hebat, cuci dengan sabun
dan air
Cuci seluruh luka dengan air yang mengucur deras
Kontrol pendarahan dan tutup luka dengan kassa
steril
Cari pertolongan medis untuk pembersihan dan
penutup luka
Gigitan Ular Berbisa
75.000 kematian akibat gigitan ular beracun.

CIRI-CIRI ULAR
Berbisa Tidak Berbisa
Bentuk kepala segitiga
Dua gigi taring besar di
Kepala segi
rahang besar empat panjang
Bekas luka gigitan dua Gigi kecil-kecil
buah
Satu buah gigitan Luka halus
besar disamping bekas disepanjang
gigitan kecil lengkungan
bekas gigitan
GIGITAN ULAR

Mengenali gigitan ular berbisa yang hidup


didalam lubang
Tanda-tanda:
Nyeri terbakar hebat
Satu atau dua luka tusuk kecil berjarak sekitar 1cm
Bengkak
Lepuh berisi darah dan berubah warna kemungkinan terjadi beberapa jam
setelah gigitan
Mual, muntah, berkeringat dan lemah

Perawatan
Minta korban dan orang-orang sekitar untuk menjauhi ular
Tenangkan korban dan batasi gerakan
Cuci area yang terkena gigitan dengan air secara lembut dengan air
dan sabun
Stabilkan ekstremitas yang tergigit
Cari pertolongan medis dengan segera
Mengenali gigitan
Coral Snake

Coral snake adalah ular yang paling berbisa di Amerika, tetapi


jarang menggigit orang. Coral snake memiliki taring yang
pendek dan cenderung mencengkram dan mengunyah racunnya
kedalam tubuh korban.

Perawatan
Minta korban dan orang-orang sekitar untuk menjauhi ular
Tenangkan korban dan batasi gerakan
Cuci area yang terkena gigitan dengan air secara lembut
dengan air dan sabun
Berikan tekanan ringan pada area gigitan
Cari pertolongan medis segera
Mengenali gigitan Ular tidak berbisa

Ular yang tidak berbisa meninggalkan tanda gigitan seperti


jejak sepatu kuda pada kulit korban.

Perawatan
Minta korban dan orang-orang sekitar untuk menjauhi ular
Tenangkan korban dan batasi gerakan
Jika lukanya kecil, oleskan salep antibiotik dan tutupi lukanya
Cari pertolongan medis segera
Mengenali Sengatan Serangga
Tanda-tanda lazim dari sengatan
serangga diantaranya: Nyeri, Gatal, Bengkak

Tanda-tanda Reaksi sengatan Berat


kesulitan bernafas
Dada serasa sesak
Gatal, kulit terasa terbakar
pembengkakan pada lidah, mulut dan tenggorokan
pusing dan mual

Perawatan
Jika menempel, kerok dan buah serangga jauh-jauh dari korban dan orang
sekitar.
Cuci area tersebut dengan air dan sabun
Kompres dengan es atau kantong dingin
Untuk menghilangkan nyeri dan gatal, berikan aspirin
Observasi korban selama min 30 menit
Gigitan Laba-Laba

Mengenali gigitan laba-laba


Rasa nyeri seperti tusukan jarum
Dua tanda taring kecil dapat
terlihat seperti bintik merah kecil
Nyeri abdomen yang berat
Nyeri kepala
Lepuh
Keropeng akan lepas beberapa hari
demam, lemah, mual dan muntah

Perawatan:
Cuci area gigitan dengan air dan sabun
kompres dengan es atau kantong dingin
cari pertolongan medis
Fraktur (patah tulang)

Faktur adalah Lepasnya jaringan


antar tulang
Jika terdapat tanda2 di bawah ini,
dapat dipastikan korban mengalami
fraktur:

1. Look ada perubahan ukuran,


bengkak, kemerahan
2. Feel (palpasi/raba) terasa nyeri
3. Move gerakan terbatas
Penatalaksanaan
1. Cek ABC
2. Memasang pembalutan dengan
bidai (tujuan: untuk imobilisasi
luka)

Sebelum dan sesudah melakukan


pembidaian, cek ATN (Arteri: tekan
kuku pada jempol kaki warna akan
menjadi merah dlm waktu <2dtk,
Tendon: coba gerakan jari2nya,
Prinsip :
Panjang bidai mencakup 2 sendi
Bidai tidak mudah patah dan
tidak terlalu lentur
Ikatan bidai mantap (tengan
teknik roll on)
PPGD pada KERACUNAN

Keracunan makanan adalah istilah yang


diberikan kepada infeksi dengan bakteri,
parasit, virus, atau racun dari kuman yang
mempengaruhi manusia melalui
terkontaminasi makanan atau air.
kita bisa mencurigai seseorang
dicurigai menderita keracunan bila :

1. Seorang yang sehat mendadak sakit.


2. Gejalanya tak sesuai dengan suatu
kadaan patologik tertentu.
3. Gejalanya menjadi cepat karena dosis
yang besar.
4. Keracunan kronik diduga bila
penggunaan obat dalam waktu yang
lama atau lingkungan pekerjaan yang
berhubungan dengan zat-zat kimia.

Keracunan adalah masuknya suatu zat


Zat yang dapat menimbulkan keracunan
dapat berbentuk:
1. Padat, misalnya obat-obatan,
makanan
2. Gas, misalnya CO
3. Cair, misalnya alcohol, bensin, minyak
tanah, zat kimia.
Seseorang dapat mengalami keracunan
dengan cara :
1. Tertelan melalui mulut, keracunan
makanan, minuman.
2. Terhisap melalui hidung, misalnya
keracunan gas CO
3. Terserap melalui kulit/mata, misalnya
Berikut ini adalah Macam-Macam
Keracunan yang sering terjadi di
masyarakat
1.Keracunan Alkohol
Gejala keracunan alkohol :
1. Kekacauan mental
2. Pupil mata dilatasi (melebar)
3. Sering muntah-muntah
4. Bau alkohol
Apa yang dapat dilakukan sebagai
pertolongan awal :

1. Upayakan muntah bila pasien sadar


2. Pertahankan agar pernapasan baik
3. Bila sadar, beri minum kopi hitam
4. Bawa ke sarana kesehatan
2. Keracunan asetosal/aspirin/naspro

Gejala keracunan asetosal/aspirin/naspro :

1. Nafas dan nadi cepat


2. Gelisah
3. Nyeri perut
4. Muntah (sering bercampur darah)
5. Sakit kepala

Apa yang dapat dilakukan sebagai pertolongan pertama :

1. Upayakan pertolongan dengan membuat nyaman


pasien
2. Bila sadar beri minum air atau susu
3. Bawa ke sarana kesehatan
3. Keracunan luminal dan obat tidur sejenisnya

Gejala keracunan luminal dan obat tidur sejenisnya :

1. Refleks berkurang
2. Depresi pernapasan
3. Pupil kecil akhirnya dilatasi (melebar)
4. Shock bisa koma

Apa yang dapat dilakukan sebagai pertolongan


Pertama :

1. Bila penderita sadar, berikan minum hangat serta


upayakan agar penderita muntah
2. Bila penderita tidak sadar, bersihkan saluran
pernapasan
3. Penderita dibawa ke sarana kesehatan terdekat
4.Keracunan arsen/racun tikus :

Gejala keracunan arsen/racun tikus :

1. Perut dan tenggorokan terasa terbakar


2. Muntah, mulut kering
3. Buang air besar seperti air cucian beras.
4. Nafas dan kotoran berbau bawang
5. Kejang syok

Apa yang dapat dilakukan sebagai pertolongan pertama


:

1. Usahakan agar dimuntahkan


2. Beri minum hangat /susu atau larutan norit
3. Segera kirim ke puskesmas/rumah sakit
5.Keracunan bensin/minyak tanah

Gejala keracunan bensin/minyak tanah :

1. Inhalasi : nyeri kepala, mual,lemah, sesak nafas


2. Ditelan : Muntah,diare, sangat berbahaya jika
terjadi aspirasi (terhisap saluran pernafasan)

Apa yang dapat dilakukan sebagai pertolongan


pertama :

1. Jangan lakukan muntah buatan


2. Beri minum air hangat
3. Segera kirim kepuskesmas/rumah sakit
6.Keracunan makanan laut

Beberapa jenis makanan laut seperti kepiting, rajungan dan


ikan lautnya dapat menyebabkan keracunan ;

Gejala :

1. Masa laten 1/3 4 jam


2. Rasa panas disekitar mulut
3. Rasa baal pada ekstremitas
4. Lemah
5. Mual, muntah
6. Nyeri perut dan diare

Apa yang dapat dilakukan sebagai pertolongan pertama:

1. Netralisir dengan cairan


2. Upayakan muntah
7.Keracunan jengkol

Keracunan jengkol terjadi karena terbentuknya kristal asam


jengkol dalam saluran kencing. Ada beberapa hal yang diduga
mempengaruhi timbulnya keracunan yaitu jumlah yang
dimakan, cara penghidangan dan makanan penyerta lainnya.

Gejala :

1. Nafas, mulut dan air kemih penderita berbau jengkol


2. Sakit pinggang yang diserta sakit perut
3. Nyeri waktu buang air kecil
4. Buang air kecil disertai darah.

Apa yang dapat dilakukan sebagai pertolongan pertama:

1. minum air putih yang banyak


2. Obat penghilang rasa sakit dapat diberikan untuk
menghilangkan rasa sakitnya.
3. Segera kirim ke puskesmas / rumah sakit
8.Keracunan jamur

Gejala alam yang muncul dalam jarakbeberapa menit


sampai 2 jam.

Gejala :

1. Sakit perut
2. Muntah
3. Diare
4. Berkeringat banyak

Apa yang dapat dilakukan sebagai pertolongan pertama:

1. Netralisasi dengan cairan


2. Upayakan pasien muntah
3. Segera kirim ke puskesmas/rumah sakit
9.Keracunan Makanan

Penyebab adalah staphylococcus. Seringkali


menyebabkan keracunan dengan masa laten 2-8 jam.

Gejala :
1. Mual, muntah
2. Diare
3. Nyeri perut
4. Nyeri kepala, demam
5. Dehidrasi
6. Dapat menyerupai disentri

Apa yang dapat dilakukan sebagai pertolongan pertama :

1. Muntah buatan
2. Beri minuman yang banyak
3. Segera kirim ke puskesmas/rumah sakit
Prinsip penatalaksanaan keracunan

Mungkin jika kita harus


menghapalkan langkah-langkah yang
harus dilakukan seperti tertera di
atas, barangkali akan sulit, tapi
prinsip utama penatalaksanaan
keracunan adalah:
Mencegah /menghentikan penyerapan racun.
A. Bila Racun ditelan, prinsipnya cuma dua:

1. Encerkan racun yang ada dalam lambung, sekaligus


menghalangi penyerapannya dengan cara memberikan
cairan dalam jumlah banyak. Cairan yang dipakai adalah
air biasa atau susu. Pengenceran dengan susu tidak
boleh dilakukan pada penderita yang menelan kamper.
2. Upayakan pasien muntah (emesis), efektif bila
dilakukan dalam 4 jam setelah racun ditelan. Dapat
dilakukan dengan cara mekanik yaitu dengan
merangsang dinding faring dengan jari atau suruh
penderita untuk berbaring tengkurap, dengan kepala
lebih rendah dari pada bagian dada. Emesis tidak boleh
dilakukan pada keracunan zat korosif, keracunan zat
kerosene, serta pada penderita tidak sadar.

Tindakan di atas tidak boleh dilakukan pada
pasien yang tidak sadar. Segera bawa ke Rumah
Sakit.

B. Bila racun melalui kulit/mata


1. Pakaian yang terkontaminasi dilepas
2. Cuci/bilas bagian yang terkena dengan air
3. Perhatikan jangan sampai penolong ikut
terkena.

C. Segera bawa ke Rumah Sakit,.


Apabila kita membawa ke Rumah sakit <> jam,
maka tindakan kuras lambung tidak bisa
dilakukan. Dan pengobatan biasanya hanya
penanganan simptomatiknya saja
PPGD
padaTENGGELAM
Tenggelamadalahperistiwa yang
disebabkan mati lemas (kekurangan napas)
ketika cairan menghalangi kemampuan
tubuh untuk menyerapoksigendari udara
hingga menyebabkanasfiksia. Penyebab
utama kematian adalahhipoksiadan
asidosisyang mengakibatkanhenti jantung.
Tenggelam adalah
penyebab kematian
keempat akibat kecelakaan.
Setiap tahu ada 4000 orang
tenggelam, dan
sepertiganya anak anak
dibawah usia 14 tahun.
Bagaimana tanda-tanda orang tenggelam bila
korban masih sadar?

a. Badan korban tegak lurus atau membungkuk


di dalam air
b. Tangan tidak bergerak dengan teratur atau
hanya bergerak sedikit
c. Kaki tidak bergerak atau hanya bergerak
sedikit
Bila korban tidak sadar:
Tidak ada gerakan tubuh korban di dalam air
Bagaimana menolong korban tenggelam?
a. Cara yang paling aman untuk menyelamatkan
korban. Bila mungkin tetaplah berada di daratan dan
korban ditarik dengan sarana seperti tongkat, dahan
kayu, atau lemparan tali atau pelampung. AWAS!
PERHATIKAN! Bila anda tidak bisa berenang, jangan
coba-coba untuk menolong korban tenggelam
langsung menyelam ke air. Gunakan alat-alat yang ada
untuk menarik korban yang masih sadar dari dalam
air.
b. Bila anda benar-benar terlatih dan situasinya sangat
memungkinkan untuk menolong, anda dapat berenang
menuju korban untuk menyelamatkan korban. Bila
tidak bisa berenang, jangan lakukan ini.
c. Ketika membawa korban keluar dari
dalam air, kepala korban harus lebih
rendah dari dada untuk menghindari
bahaya bila muntah.
d. Lakukan tindakan pertolongan
pertama korban tenggelam.
e. Bawa atau kirim korban ke Rumah
Sakit, meskipun tampaknya korban
sudah pulih.
Tindakan pertolongan:
a. Keluarkan segera korban dari dalam air
b. Tidurkan dengan posisi kepala korban lebih
rendah
c. Berikan napas buatan segera, setelah
korban keluar dari air
d. Bila detak jantung berhenti, lakukan RJP
(Resusitasi Jantung Paru)
e. Bila korban sudah bemapas, posisikan
korban pada posisi stabil
f. Selimuti korban dan rawat luka korban
yang ada
g. Bawa segera korban ke rumah sakit.
Jangan menekan-nekan perut korban
Kasus 1
1. Seseorang anak muda yang
sedang mengendrai sepeda d
tabrak dari belakang oleh sebuah
minibus, dan anak tersebut
tergeletak di pinggir jalan dengan
kondisi, kepala mengeluarkan
darah, tangan kiri lecet dan kaki
kananya sembab ,di perkirakan
fraktur.
Penanganan :
Kasus 2
ketika anda sedang
berjalan di sebuah pasar
tradisional di kampung
anda, dan tiba tiba
anda melihat seorang
bapak berumur kira kira
45 thn jatuh sendirinya
dan taksadarkan diri ,apa
penanganan
Baringkan korban (tanpa bantal)
dengan tungkai
ditinggikan.Longgarkan
pakaian.Beri ruang cukup agar
korban dapat menghirup udara
segar.Periksa kemungkinan
adanya cedera lain.Selimuti tubuh
penderita supaya hangat.Bila
korban telah pulih, usahakan
penderita beristirahat beberapa
menit.Bila tidak cepat pulih,atau
Kasus 3
Ketika anda dan tim ada sedang
melakukan longmarch, dan tiba
tiba teman anda d gigit ular pada
bagian kaki kirinya, dan setelah itu
ular tersebut langsung kabur, pada
bekas gigitan terdapat 2 bekas
gigitan besar, pada saat itu apa
yang dapat anda lakukan sebagai
pertolongan pertamanya ?
penanganan
Minta korban dan orang-orang sekitar
untuk menjauhi ular
Tenangkan korban dan batasi gerakan
Cuci area yang terkena gigitan dengan air
secara lembut dengan air dan sabun
Stabilkan ekstremitas yang tergigit
Cari pertolongan medis dengan segera,
karna dari ciri ciri gigitan kita mencurigai
yang menggigit adalah ular berbisa