Anda di halaman 1dari 32

Tutorial Kasus

Preeklampsia Berat
Nur Aprillia ramadhani
Nesia Yaumi

Pembimbing : dr. Samuel


Randa Bunga, Sp.OG
Dibawakan Dalam Rangka Tugas Kepaniteraan Klinik Pada
SMF/Lab Obstetri dan Ginekologi
Program Studi Kedokteran Umum
Universitas Mulawarman
2016
ANAMNESIS
Ny. RMH/39 tahun/ MRS 16 Mei 2016
Keluhan Utama : Perut Terasa kencang

Riwayat Penyakit Sekarang :


Pasien mengeluhkan perut terasa kencang-kencang 10 jam
SMRS. Keluar air dari jalan lahir sejak 1 jam lalu, pasien
mengetahui tekanan darah tinggi 3 minggu sebelumnya.
Riwayat Penyakit Dahulu : -

Riwayar Penyakit Keluarga : -


Riwayat Haid
Menarche sejak usia 13 tahun, lama haid 7 hari, banyaknya
perdarahan 2-3 x ganti pembalut
- HPHT : ?- 09-2015
- TP : ? 06-2016

Status Perkawinan :
Perkawinan pertama, kawin usia 32 tahun, lamanya pernikahan
dengan suami adalah 7 tahun

Riwayat Hamil ini


- Hamil muda : mual dan muntah
- Hamil tua :-
- Gerakan janin pertama kali : Usia 4 bulan
Riwayat Kehamilan , Persalinan
dan Nifas
Keadaan
Tahun Tempat Umur Jenis Penolong Jenis Kelamin
No Anak
Partus Partus kehamilan Persalinan Persalinan Anak/ BB
Sekarang
1 2011 RS PKBI Aterm SC dr. Sp, OG P/ 2500 gr sehat
-
2 2014 - 7-8 minggu Abortus - -

3 2016 - Hamil ini - - - -


PEMERIKSAAN
FISIK
Berat Badan/ Tinggi badan : 67 kg/ 142 cm

Kesadaran : Komposmentis

Tanda Vital
- Tekanan Darah :180/110 mmHg
- Nadi : 99 x /menit, kuat angkat, reguler
- Pernafasan : 24 x/menit, reguler
- Suhu : 37,3 C (per axiller)
Kepala : Normochepaly
Mata : Konjungtiva anemis (-/-), sklera
ikterik (-/-)
THT : Tidak ditemukan kelainan
Leher: Pembesaran KGB (-), pembesaran tiroid
(-)
Thorax
Jantung : S1 S2 tunggal reguler
Paru : vesikuler, rhonki (-/-), wheezing (-/-)
Abdomen : cembung, linea nigra (-),
Extremitas
- Atas : akral hangat, edema (-/-)
- Bawah : akral hangat, edema (-/-), varises (-/-)
Status
Obstetrik
Inspeksi Perut membesar arah
memanjang, linea nigra (+),

Leopold I: TFU :30 cm,Bokong


Palpasi Leopold II: Puka
Leopold III: Kepala
Leopold IV: Sudah masuk PAP

vulva vagina normal, portio tipis lunak,


VT dilakukan
Pembukaan 4 cm, ketuban (+), kepala
di Hodge I, presentasi kepala , blood
slym (+)

DJJ 155 x/menit , HIS 2 x 10 (15-20)


Laboratorium
Urin Lengkap
Hb 10,0
Berat Jenis : 1,020
WBC 7.900
Leukosit : +
HCT 30% Blood : -
PLT 263.000 Warna kuning
GDS 132 pH : 7,0
Ur : 20,1 Protein : +2

Cr : 0,5 Sel epitel : +


Leukosit : -
HBsAg
Eritrosit : -
112 Non Reaktif
Bakteri -
Diagnosa

Diagnosis Kerja
G3P1A1 gravid aterm + Janin Tunggal Hidup Intrauterin
+presentasi Kepala + Inpartu Kala 1 fase aktif+
Preeklampsia Berat + BSC 1 x
WAKTU OBSERVASI

17/05/2016 Menerima pasien baru dari IGD, dilakukan anamnesis


dan pemeriksaan fisik :
:Diagnosa :G2P1A0 gravid 29-30 + PEB
- Tekanan Darah :180/110 mmHg
- Nadi : 99 x /menit, kuat angkat, reguler
- Pernafasan : 24 x/menit, reguler
- Suhu : 37,2 C (per axiller)
Leopold I: TFU :30 cm,Bokong
Leopold II: Puka
Leopold III: Kepala
Leopold IV: sudah masuk PAP
DJJ 155 x/menit , HIS 2x10 menit durasi 25-30
VT tidak dilakukan

Konsul Sp.OG : Co. jantung


Konsul Sp.JP : Jika TD belum turun atau masih >160 ,
berikan Nifedipin 5 mg 3x1
WAKTU OBSERVASI

06.35 TD : 160/90mmHg N:88 x/m


RR : 23 x/m T:36,5
DJJ :150 bpm His : 3 x 10 (20-30)

Lapor dr. Sp.OG
Inj. Cefoaxime 3 x 1 gr (skin test)
Puasakan mulai sekarang
R/ SC jam 09.00 di OK IGD
Minta SIO

07.45 S : ps mengeluhkan perut terasa semakin kencang, dan keluar air air
banyak dari jalan lahir
O : KU : baik , Kesadaran : CM
TD 150/80 mmHg, Nadi 83x/menit, RR 21x/menit, Temp 36,5 oC
VT : Vulva dan vagina kesan normal, Portio lunak, pembukaan 6 cm, bloody
slime (+), ketuban (-)
DJJ : 150x/menit , HIS 4 x 10 (30-35)
07.45 S : ps mengeluhkan perut terasa semakin kencang, dan keluar air air
banyak dari jalan lahir
O : KU : baik , Kesadaran : CM
TD 150/80 mmHg, Nadi 83x/menit, RR 21x/menit, Temp 36,5 oC
VT : Vulva dan vagina kesan normal, Portio lunak, pembukaan 6 cm, bloody
slime (+), ketuban (-)
DJJ : 150x/menit , HIS 4 x 10 (30-35)
08.30 S : ps mengeluhkan perut terasa semakin kencang, dan keluar air air banyak dari
jalan lahir
O : KU : baik , Kesadaran : CM
TD 150/90 mmHg, Nadi 91x/menit, RR 23x/menit, Temp 36,5 oC
DJJ : 144x/menit , HIS 4 x 10 (30-35)

Persiapan untuk operasi


09.15 TD 140/90 mmHg, Nadi 88x/menit , RR 23x/menit Temp : 37,1 oC
DJJ 135x/menit

Pasien di antar ke Ruang OK IGD


FOLLOW UP NIFAS

18/5/2016 S: nyeri luka post operasi (+), perdarahan (-),


mobilisasi (+), BAK (+), BAB (+)
O: KU :baik
Kesadaran :Komposmentis
TD : 110/70 N: 77x/m
RR:20x/m T: 37,5oC
A : P2A1 post SC a/i PEB + BSC 1x perawatan hari 1

P:
IVFD RL
Ij. Cefotaxime 3x1 gr
Ij. Antrain 2 x1 a,p
Ij. Rannitidin 3 x 1 amp
TINJAUAN PUSTAKA
DEFINISI
Preeklampsia adalah sindrom klinis akibat vasospasme
dan aktivasi endotel yang ditandai dengan peningkatan
tekanan darah dan proteinuria yang terjadi diatas usia
kehamilan 20 minggu
FAKTOR RESIKO
Risiko yang berhubungan dengan partner laki
Primigravida
Primipaternity
Umur yang ekstrim : terlalu muda atau terlalu tua untuk kehamilan
Partner laki yang pernah menikahi wanita yang kemudian hamil dan mengalami preeklamsi.
Pemaparan terbatas terhadap sperma.
Inseminasi donor dan donor oocyte
Risiko yang berhubungan dengan riwayat penyakit terdahulu dan riwayat penyakit keluarga
Riwayat pernah preeklamsi
Hipertensi kronik
Penyakit ginjal
Obesitas
Diabetes gestational, diabetes mellitus tipe 1
Antiphospholipid antibodies dan hiperhomocysteinemia
Risiko yang berhubungan dengan kehamilan
Mola hidatidosa
Kehamilan ganda
Infeksi saluran kencing pada kehamilan
Hydrops fetalis
patogenesis
Kegagalan invasi trofoblas fase kedua resistensi vaskuler meningkat.

Kegagalan invasi trofoblas fase kedua penutup otot arteri spiralis


tetap ada (otot ini sensitif terhadap zat vasokonstriktor sirkulasi seperti
angiotensin II).

Pada arteri spiralis, penurunan volume trofoblas menyebabkan


ketidakseimbangan sistem prostasiklin tromboksan. Produksi berlebih
dari tromboksan menyebabkan vasospasme arteri spiralis dan agregasi
platelet. Rendahnya kadar prostasiklin menurunkan efek proteksi
terhadap angiotensin II.
DIAGNOSIS
Preeklamsi berat ialah preeklamsi dengan salah satu atau lebih gejala dan tanda dibawah
ini :
a) Desakan darah : pasien dalam keadaan istirahat desakan sistolik 160 mmHg dan
atau desakan diastolik 110 mmHg
b) Proteinuria : 5 gr/ jumlah urin selama 24 jam. Atau dipstick : 4 +
c) Oliguria : produksi urin < 400-500 cc/ 24 jam
d) Kenaikan kreatinin serum
e) Edema paru dan sianosis
f) Nyeri epigastrium dan nyeri kuadran atas kanan abdomen : disebabkan teregangnya
kapsula Glisoni. Nyeri dapat sebagai gejala awal ruptur hepar.
g) Gangguan otak dan visus : perubahan kesadaran, nyeri kepala, skotomata, dan
pandangan kabur.
h) Gangguan fungsi hepar : peningkatan alanin atau aspartat amino transferase
i) Hemolisis mikroangiopatik
j) Trombositopenia : < 100.000 cell/ mm3
PENATALAKSANAAN
1)Rawat inap
2)Tirah baring miring ke satu sisi secara intermiten
3)Monitoring input dan output cairan: Ringer Laktat atau Ringer Dekstrose 5% dan
Foley catheter, oliguria terjadi jika produksi urin <30cc/jam dalam 2-3 jam atau
<500cc<24 jam.
4)Antasida untuk menghindari aspirasi asam lambung saat kejang.
5)Diet cukup protein, rendah karbohidrat, lemak, dan garam.
6) Pemberian obat anti kejang (MgSO4)
Cara pemberian
a. Loading dose: 4 gram MgSO4 intravena,(40% dalam 10cc) selama 15 menit.
b. Maintenance dose: diberikan infus dalam larutan Ringer/6 jam; atau diberikan 4
atau 5 gram i.m. selanjutnya maintenance dose diberikan 4 gram i.m. tiap 4-6 jam.
Syarat-syarat pemberian
a. Harus tersedia antidotum MgSO4 bila terjdai intoksikasi yaitu
kalsium glukonas 10%=1 g (10% dalam 10cc) diberikan i.v. 3
menit
b. Refleks patella (+) kuat
c. Frekuensi pernapasan > 16 kali/menit.
d. Produksi urine dalam 4 jam sebelumnya > 100 cc ; 0,5 cc/kg
BB/jam
Dihentikan bila
a. Ada tanda-tanda intoksikasi
b. Setelah 24 jam pascapersalinan atau 24 jam setelah kejang
terakhir
Dosis terapeutik dan toksis MgSO4
Dosis terapeutik: 4-7 mEq/liter 4,8-8,4 mg/dl
7) Anti hipertensi
Diberikan : bila tensi 180/110 atau MAP 126
a. Nifedipine : 10-20 mg oral, diulangi setelah 30 menit, maksimum
120 mg dalam 24 jam. Nifedipine tidak dibenarkan diberikan
dibawah mukosa lidah (sub lingual) karena absorbsi yang terbaik
adalah melalui saluran pencernaan makanan.
b. Nicardipine-HCl : 10 mg dalam 100 atau 250 cc NaCl/RL diberikan
secara IV selama 5 menit, bila gagal dalam 1 jam dapat diulang
dengan dosis 12,5 mg selama 5 menit. Bila masih gagal dalam 1
jam, bisa diulangi sekali lagi dengan dosis 15 mg selama 5 menit.

Tekanan darah diturunkan secara bertahap :


a.Penurunan awal 25% dari desakan sistolik
b.Tekanan darah diturunkan mencapai < 160/105 mmHg atau MAP < 125.
b. Gastrointestinal-hepatik
Subkapsular hematoma hepar
Ruptur kapsul hepar
c. Ginjal
Komplikasi pada ibu Gagal ginjal akut
Nekrosis tubular akut
a. Sistem syaraf pusat
d. Hematologik
1.Perdarahan intrakranial DIC
2.Trombosis vena sentral Trombositopeni
e. Kardiopulmoner
3.Hipertensi ensefalopati Edema paru : kardiogenik atau non
4.Edema serebri kardiogenik
Depresi atau gagal pernafasan
5.Edema retina Gagal jantung
6.Macular atau retina Iskemi miokardium
detachment f. Lain-lain
Asites
7.Kebutaan korteks retina
Komplikasi pada janin
1. IUGR
2. Solutio plasenta
3. IUFD
4. Kematian neonatal
5. Penyulit akibat prematuritas
6. Cerebral palsy
Prognosis

1.Koma yang lama.


2.Nadi > 120x/menit.
3.Suhu > 40 C
4.TD sistolik > 200 mmHg.
5.Kejang > 10 kali.
6.Proteinuria > 10 gr/dl.
7.Edema (+).
Dikatakan buruk bila memenuhi salah satu kriteria di
atas.
PEMBAHASAN
TEORI FAKTA
Preeklampsia Berat -Pasien adalah wanita multigravida,
-Preeklampsia adalah hipertensi disertai janin tunggal dengan umur kehamilan
proteinuria yang terjadi pada umur aterm.
kehamilan di atas 20 minggu -Pasien tidak mengeluhkan pandangan
-Gejala preeklampsia impending kabur. Tidak ada riwayat kejang, nyeri
eklampsia bisa berupa nyeri kepala, kepala, nyeri di daerah epigastrium,
penglihatan kabur, nyeri di daerah mual atau muntah-muntah.
epigastrium, mual atau muntah- -Riwayat hipertensi dan diabetes
muntah. melitus sebelumnya disangkal. Riwayat
-Faktor risiko pada preeklampsia adalah keluhan serupa saat kehamilan
riwayat preeklampsia, obesitas, sebelumnya disangkal.
primigravida, kehamilan ganda, riwayat -BMI: 33,3 Obesitas
penyakit hipertensi kronik, dan diabetes -Pasien merupakan etnis penduduk asia
melitus. Riwayat keluarga tidak memiliki
penyakit hipertensi maupun diabetes
mellitus.
DIAGNOSIS
teori fakta
- Diagnosis preeklampsia - Tekanan darah : 180/110
berat mmHg
- Tekanan darah 160/110 - Proteinuria : +2
mmHg atau lebih. - Penglihatan kabur (-)
- Proteinuria 5 gr / lebih per liter - Gangguan serebral, dan rasa
dlm 24 jam atau kualitatif 3+ / nyeri di epigastrium disangkal
4+. - Tidak terdapat edema paru dan
- Oligouri, yaitu jumlah urin sianosis
kurang dari 500 cc per 24
jam/kurang dari 0,5
cc/kgBB/jam.
- Adanya gangguan serebral,
gangguan penglihatan, dan rasa
Penatalaksanaan

Teori Fakta

Pasien preeklampsia berat dirawatinap dan dinasihati agar MRS


bed rest total.
Observasi DJJ , HIS, dan kemajuan persalinan
Dilakukan pemasangan kateter untuk memonitor cairan
Nifedipin 10 mg
output dan input. Diet yang cukup protein, rendah
karbohidrat, lemak, dan garam. Pemasangan DC
Teori

Untuk pemberian anti kejang, yang diberikan pertama adalah


MgSO4. Diberikan anti hipertensi apabila tekanan sistolik 180
mmHg dan/atau tekanan diastolik 110 mmHg. Jenis obat anti
hipertensi yang diberikan di Indonesia nifedipin dengan dosis
awal 10 20 mg, diulangi setelah 30 menit ; maksimum 120 mg
dalam 24 jam.
Jika didapatkan kadar trombosit < 100.000/ml atau trombosit
100.000 - 150.000/ml dengan disertai tanda-tanda, eklampsia,
hipertensi berat, nyeri epigastrium, maka diberikan
deksametason 10 mg i.v. tiap 12 jam. Pada postpartum
deksametason diberikan 10 mg i.v. tiap 72 jam 2 kali, kemudian
diikuti 5 mg i.v. tiap 12 jam 2 kali. Terapi deksametason
dihentikan, bila telah terjadi perbaikan laboratorium, yaitu
trombosit >100.000/ml dan penurunan LDH serta perbaikan
tanda dan gejala-gejala klinik preeklampsia - eklampsia. Dapat
dipertimbangkan pemberian transfusi trombosit, bila kadar
trombosit < 50.000/ml dan antioksidan.
Indikasi perawatan aktif bila
Teori

didapatkan satu atau lebih keadaan di bawah ini, yaitu:


Ibu
Umur kehamilan 37 minggu
Adanya tanda-tanda/gejala-gejala impending eklampsia
Kegagalan terapi pada perawatan konservatif, yaitu: keadaan klinik dan laboratorik
memburuk
Diduga terjadi solusio plasenta
Timbul onset persalinan, ketuban pecah atau perdarahan

Janin
Adanya tanda-tanda fetal distress
Adanya tanda-tanda intra uterine growth restriction
NST nonreaktif dengan profil biofisik abnormal
Terjadinya oligohidramnion
Adanya tanda-tanda sindroma HELLP khususnya menurunnya trombosit dengan cepat
KESIMPULAN
Eklampsia didefinisikan sebagai keadaan dimana
ditemukannya serangan kejang tiba-tiba yang diikuti
dengan kondisi penurunan kesadaran (koma) pada
wanita hamil, persalinan atau masa nifas disertai
dengan gejala pre-eklampsia.
Diagnosis eklampsia didasarkan pada anamnesis
berupa keluhan utama, riwayat pasien serta faktor risiko
pada pasien, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang
seperti pemeriksaan laboratorium, urin, serta USG.
KESIMPULAN
Ibu hamil dengan eklamsia harus segera dirujuk ke
rumah sakit.

Prinsip tatalaksana eklamsia adalah terminasi


kehamilan, pemberian MgSO4 dan pemberian
antihipertensi untuk mencegah kejang dan
menghentikan kejang, serta adakah indikasi untuk
dilakukannya induksi atau manajemen ekspektan.
TERIMA KASIH