Anda di halaman 1dari 23

CASE REPORT

BRONKHOPNEUMONIA

Disusun oleh : Danu Ajimantara

Pembimbing :
dr.Hj.Nurvita Susanto, Sp. A
IDENTITAS PASIEN IDENTITAS PASIEN

Nama : An.MN
Usia : 2 tahun
Pekerjaan : dibawah umur
Nama : An.MN
Agama : Islam Usia : 2 tahun
Pekerjaan : dibawah umur
Alamat : Kolelega rt o3 rw o6 mekarjaya
Agama : Islam
Alamat : Kolelega rt o3 rw o6 mekarjaya
No. CM : 560*** No. CM : 560***
Pembiayaan : BPJS
Pembiayaan : BPJS Tanggal Berobat : 25 Januari 2017
Tanggal Berobat : 25 Januari 2017 Ruangan : Melati RSUD Soreang
Ruangan : Melati RSUD Soreang
ANAMNESIS

KELUHAN
UTAMA : SESAK

RIWAYAT PENYAKIT
SEKARANG :
ANAMNESIS
Riwayat Penyakit Dahulu
Riwayat keluhan seperti ini saat os berumur 4 bulan
ANAMNESIS Riwayat pengobatan paru-paru sebelumnya
disangkal.
Riwayat asma dan alergi disangkal


Riwayat Penyakit Keluarga:
Tidak ada anggota keluarga yang mengeluh keluhan
yang sama dengan pasien
Riwayat TB paru pada keluarga disangkal
Riwayat asma dan alergi pada keluarga disangkal
ANAMNESIS
Riwayat Imunisasi
Ibu pasien mengatakan pasien sudah mendapatkan
imunisasi lengkap sesuai usia .

Riwayat Pertumbuhan dan Perkembangan


Dalam batas normal, yaitu pasien sudah dapat berjalan
dan duduk. Pasien sudah bisa memegang benda dan
memberikan respon terhadap lingkungan.
ANAMNESIS Riwayat Kehamilan dan Riwayat Kelahiran
ANC secara rutin ke bidan
Ibu os mengkonsumsi makanan cukup nutrisi serta vitamin
Ibu pasien mengaku tidak pernah sakit panas, hipertensi maupun
penyakit lain selama kehamilan.
Riwayat mengkonsumsi alkohol, obat- obatan, rokok dan jamu
disangkal saat hamil.

ibu G2P2A0 cukup bulan


secara spontan kepala
oleh bidan dengan
berat badan lahir 2800gr dengan panjang badan ibu pasien sudah tidak
ingat.
Lahir langsung menangis.
VITAL SIGNS:
- Kesadaran : Compos mentis
PEMERIKSAAN - Keadaan Umum : Tampak Sakit Sedang

FISIK - Tekanan Darah: 90/60 mmHg


- Nadi : 110 kali/menit
- Respirasi : 48x kali/menit
- suhu : 36,50C
- BB/TB : 12kg/87cm
- status gizi :
Umur : 1 tahun11 Bulan
BB : 12 kg
PB : 87
BB/U : median
PB/U : median gizi baik
BMI : median
BB/TB : median
PEMERIKSAAN
FISIK

HIDUNG TELINGA
MULUT
PCH(-), sekret (-) Normotia
Perioral cyanosis (-)
nasal bridge pendek Sekret (-)
labioskisis (-),
(+), epistaksis (-) candidiasis (-)
mukosa hidung tidak lidah basah, lidah
hiperemis kotor (-)
hipersaliva (-)
makroglosi (+)
LEHER THORAX ABDOMEN
KGB tidak teraba Dada : Bentuk dan Abdomen
membesar gerakan simetris kanan = I: datar, tidak ada
kiri. Retraksi epigastrium
kelainan kulit.
(+), retraksi intercostae
(+)
P: Soepel, distensi (-),
COR : Iktus cordis teraba nyeri tekan (-), turgor
di bawah papila mamae baik, asites (-),
GENITAL sinistra. Bunyi Jantung Hepar/Lien tidak
Murni Regular, Murmur (-) teraba membesar.
Dalam batas Gallop (-) P: timpani diseluruh
normal Pulmonal : Vesicular lapang abdomen
Breath Sound +/+
A: Bising Usus (+)
kanan=kiri, fremitus vocal
simetris ka=ki, Rhonki +/+, Normal
Wheezing -/-, Slem -/-
EKSTREMITAS

PEMERIKSAAN Ekstremitas atas: lengkap, akral hangat +/+, turgor baik, polidaktili (-), CRT
<3 detik, edema (-), deformitas (-) sianosis perifer (-) ketika menangis
FISIK Ekstremitas bawah : lengkap, akral hangat +/+, turgor baik, polidaktili (-),
CRT <3 detik, edema (-), deformitas (-) sianosis perifer (-) ketika menangis
DIAGNOSA BANDING
Bronchopneumonia
Bronkiolitis
HEMATOLOGI
PEMERIKSAA
Darah Rutin (25 januari 2017)
N Hemoglobin : 11.9 g/dL (10-14)
PENUNJANG Hematokrit : 35 (37-43)
Leukosit : 5.700/mm3 (7.000-17.000)
Trombosit : 225.000/mm3 (150.000 400.000)

serologi widal 25 jaunari 2017


s. typhi- O 1/80
s. paratyphi AO Negative

s. paratyphi BO Negative

s. paratyphi CO 1/40

s. typhi- H 1/40
paratyphi AH 1/40
paratyphi BH 1/40
paratyphi CH 1/40
FOTO THORAX

Hasil:
Rontgen tanggal 26/01/2017
Foto simetris, cor tidak tampak membulat,
(CTR<55%)
Sinuses dan diafragma normal
Pulmo: Hilli kabur, infiltrat di kedua perihiler
dan parakardial, corakan bertambah

Kesan:
Menyokong bronkopneumonia
DIAGNOSA KERJA
DAN TERAPI DIAGNOSA KERJA
Bronchopneumonia

TERAPI
O2 1-2 lpm
Ivfd RL 20 gtt/menit
Cefotaxime 3x300 mg
Mikasin 3x25 mg
Dexamethasone 3x3mg
Nebu combivent per 8 jam
Paracetamol 3x1 cth
Ambroxol 3x1/2 cth
PROGNOSIS
Quo ad vitam : ad bonam
Quo ad functionam : ad bonam
Quo ad sanationam : ad bonam
ANALISA KASUS
1. Apakah penegakkan diagnosis pada pasien ini sudah tepat?

Bronkopneumonia + + +
Menurut teori dasar diagnosis bronkopneumonia menurut
Henry Gorna dkk tahun 1993 ditemukannya paling sedikit
3 dari 5 gejala berikut ini:
a. Sesak nafas disertai dengan pernafasan cuping hidung
dan tarikan dinding dada.
Berdasarkan anamnesa dan
b. Panas badan
pemeriksaan fisik memenuhi 4
c. Rhonki basah sedang nyaring (crackles)
kriteria bronkopneumonia
d. Foto Thoraks menunjukkan gambaran infiltrat difus

e. Leukositosis (pada infeksi virus tidak melebihi
20.000/mm3 dengan limfosit predominan, dan bakteri
15.000-40.000/mm3 neutrofil yang predominan)
2. Apakah tatalaksana pada pasien ini sudah tepat?

Terapi oksigenasi
Tujuan dari terapi oksigen ini adalah agar oksigenasi seluruh tubuh pasien adekuat, mencegah hipoksia sel
dan jaringan, menurunkan kerja napas, dan menurunkan kerja otot jantung.
Pasang aliran oksigen sebanyak 1-2 liter/menit (0,5 liter/menit pada bayi)untuk memberikan kadar oksigen
inspirasi 30-35%. Pada pasien ini diberikan oksigen 1-2 liter/menit sesuai dengan teori.

Nebulizer Combivent
Combivent merupakan obat berisi albuterol (salbutamol) dan ipratropium bromida. Combivent
digunakan sebagai terapi pada penyakit saluran napas obstruksi atau sumbatan, Combivent bekerja
dengan cara melebarkan saluran napas bawah (bronkus).
Cefotaxim dan amikasin
Pemberian antibiotik kombinasi diindikasikan untuk pengobatan awal pada infeksi berat yang
belum diketahui penyebabnya dengan jelas, infeksi yang disebabkan oleh lebih dari satu macam
jenis bakteri, mendapatkan efek sinergis, dan memperlambat timbulnya resistensi.

Cefotaxim : golongan sefalosporin generasi 3. Dosis untuk bayi usia 1 bulan- 12 tahun dengan
bb <50 kg 100-200 mg/kgbb/hari dibagi 6-8 jam.
Amikasin adalah antibiotik golongan aminoglikosida yang mempunyai spektrum luas yang aktif
terhadap bakteri gram negatif. Dosis awal neonatus 10 mg/kgBB/hari yang diikuti dengan 7,5
mg/kgBB setiap 12 jam. Pada anak dan bayi dengan keadan ginjal normal Dosis 15
mg/kgBB/hari terbagi 2-3 kali pemberian.
Apakah pada pasien ini sudah tepat diindikasikan untuk rawat inap?
Ya sudah tepat. Karena pasien mengalami pneumonia berat ditandai dengan batuk dan sesak nafas, frekuensi
nafas 60 kali/menit, terdapat retraksi epigastrium, rhonki +/+.
Menurut teori, tanda-tanda pneumonia berat adalah batuk dan atau kesulitan bernapas ditambah minimal
salah satu hal berikut ini:
1.kepala terangguk angguk
2.pernapasan cuping hidung
3.tarikan dinding dada bagian bawah ke dalam
4.foto dada menunjukkan gambaran pneumonia ( infiltrat luas, konsolidasi, dll. )

Selain itu bisa didapatkan pula tanda berikut ini:


Napas cepat
anak umur < 2 bulan : 60 kali / menit
anak umur 2 11 bulan : 50 kali / menit
anak umur 1 5 tahun : 40 kali / menit
anak umur 5 tahun : 30 kali / menit
Suara merintih ( grunting ) pada bayi muda
Pada auskultasi terdengar
crackles ( ronki )
suara pernapasan menurun
suara pernapasan bronkial
Apakah prognosis pada pasien ini?
Prognosis pada pasien ini baik, karena pasien tidak dalam keadaan malnutrisi
dan tidak datang terlambat untuk pengobatan sehingga dapat memberikan
efek pengobatan yang lebih baik dibandingkan pasien dengan keterlambatan
pengobatan.
Menurut teori, pneumonia biasanya sembuh total dengan mortalitas kurang
dari 1 %. Mortalitas dapat lebih tinggi didapatkan pada anak-anak dengan
keadaan malnutrisi dan datang terlambat untuk pengobatan.
Bagaimana mencegah terjadinya bronkopneumonia?
Menurut tinjauan pustaka pencegahan pada bronkopneumonia
terbagi atas :
Pencegahan Primer
Pencegahan Sekunder
Pencegahan Tersier
3. Apakah prognosis pada pasien ini?

Quo ad vitam : dubia ad malam


Quo ad fungsionam : dubia ad malam
Quo ad sanationam : dubia ad malam
TERIMA KASIH