Anda di halaman 1dari 32

BEDSIDE TEACHING (BST)

SKABIES

Preceptor : Lina Damayanti, dr., Sp.KK


Kelompok XLIII-F

Presentan :
Iqbal Anugrah Fitriyanto (4151131485)
Rinrin Rina Estiana (4151131486)
Siti Nurazizah C (4151131498)

Partisipan :
Irstina Tassa N.K (4151131458)
Fita Noer Puspita (4151131463)
Gusti Ayu Sinta D (4151131475)
Keterangan Umum
Nama : An. E
Suku bangsa : Sunda
Umur : 6 tahun
Jenis kelamin : Perempuan
Alamat : Jl.Hj.Gofur Rt.01 Rw.07 Desa Tani
Mulya Cimahi
Pendidikan : Belum sekolah
Pekerjaan : Belum bekerja
Agama : Islam
Status Marital : Belum menikah
Keluhan utama
Bruntus-bruntus di telinga, leher, tangan,
ketiak, perut dan kaki yang terasa gatal.
Penjabaran Keluhan Utama
Sejak 1 minggu yang lalu, Os mengeluh bruntus-bruntus
kemerahan meluas ke sela jari tangan kanan dan kiri, jari-jari
tangan, kedua telapak tangan, kedua punggung tangan, kedua
pergelangan tangan, kedua lipat siku, kedua lipat ketiak, sekitar
pusar, leher dan cuping telinga kanan, kedua lipat lutut dan
kedua kaki.
Sejak 1 minggu yang lalu, bruntus-bruntus kemerahan
tersebut sebagian besar berubah menjadi gelembung berisi
nanah berukuran kurang dari 1 cm. Os sering menggaruk
bruntus tersebut sehingga berubah menjadi borok berkeropeng.
Demam dan benjolan di sekitar leher, lipat ketiak, maupun
lipat paha disangkal.
Perjalanan Penyakit
Keluhan pertama kali timbul 3 bulan yang lalu berupa
bruntus-bruntus kemerahan pada sela-sela jari kedua kaki yang
terasa gatal. Keluhan dirasakan membaik setelah dilakukan
pengobatan namun keluhan muncul kembali sejak 2 minggu yang
lalu.
Sejak 2 minggu yang lalu keluhan berupa bruntus-bruntus
kemerahan pada sela-sela jari kedua kaki muncul kembali yang
terasa gatal terutama di malam hari sehingga pasien menggaruknya.
Karena sering digaruk keluhan meluas meliputi sela jari tangan
kanan dan kiri, jari-jari tangan, kedua telapak tangan, kedua
punggung tangan, kedua pergelangan tangan, kedua lipat siku,
kedua lipat ketiak, sekitar pusar, leher dan cuping telinga kanan,
kedua lipat lutut dan kedua kaki serta bruntus tersebut berubah
menjadi gelembung berisi nanah dan borok berkeropeng.
Faktor Etiologi, Predisposisi, dan Presipitasi
Keluhan serupa di alami oleh kakak, adik dan kedua orang
tua serta teman-teman bermain Os. Os tinggal di rumah
bersama kedua orangtuanya, lingkungan rumah cukup padat
dengan ventilasi yang kurang memadai, dan Os memiliki
kebiasaan tidur dengan kakak dan adiknya. Os dan anggota
keluarga menggunakan handuk secara bersama. Os memiliki
kebiasaan mandi 2x/hari menggunakan sabun mandi batang.
Os tidak bertukar pakaian dengan saudaranya yang
mempunyai keluhan yang sama. Tidak ditemukan kutu di baju
Os.
Riwayat Pengobatan

3 bulan yang lalu, orang tua Os sudah


mengobati keluhan anaknya ke klinik dan diberi
salep berwarna kuning yang dipakai 2x/hari
yang dioleskan pada luka setelah mandi. Os
juga diberi obat anti gatal 2x/hari dan obat
antibiotik 3x/hari yang di minum sampai habis.
Keluhan dirasa membaik.
Anamnesis Tambahan
Os menyangkal adanya riwayat alergi terhadap
obat-obatan tertentu.
Status Generalis
Keadaan Umum:
Kesan sakit : sakit ringan
Tanda vital :
TD: 110/70 mmHg,
N: 88x/m,
R: 20x/m,
S: 36,20C
Status Gizi: BB: 15 kg Status Gizi:
Normoweight
TB: 120 cm
Pemeriksaan Fisik
Kepala: Simetris
Mata : Konjungtiva: anemis -/- Sklera: ikterik -/-
Mulut : gigi geligi: tidak ada kelainan
THT : Teinga: tidak ada kelainan
Tonsil : T1/T1 tenang
Faring : tidak hiperemis
Leher : KGB : Inspeksi : tidak terlihat membesar
Palpasi: tidak teraba
Dada : Bentuk dan gerak simetris
Jantung : Batas jantung normal
Bunyi jantung I & II murni reguler Paru : VBS
kanan=kiri, ronkhi-/-, wheezing-/-
Pemeriksaan Fisik (lanj)
Perut : Datar lembut, BU (+) normal, NT (-)
Hati : tidak teraba
Lien : tidak teraba
Ekstremitas : KGB Fossa Poplitea : Inspeksi : kanan : tidak terlihat membesar
kiri : tidak terlihat membesar
Palpasi : kanan : tidak teraba pembesaran
kiri : tidak teraba pembesaran
Refleks fisiologis : KPR+/+ ; APR+/+
Refleks patologis : -/-
Status Dermatologikus

Distribusi : Regioner
Ad Regio : sela jari tangan kanan dan kiri, jari-
jari tangan, kedua telapak tangan, kedua punggung
tangan, kedua pergelangan tangan, kedua lipat
siku, kedua lipat ketiak, sekitar pusar, leher dan
cuping telinga kanan, kedua lipat lutut, kedua
pergelangan kaki, kedua punggung kaki, serta
kedua sela jari kaki
Lesi : Multipel, sebagian besar diskret, bentuk
sebagian teratur sebagian tidak teratur, ukuran
mulai pada miliar sampai numular, batas sebagian
besar tegas, menimbul dari permukaan serta kering.
Efloresensi : Papula eritema dengan krusta
Usul Pemeriksaan
Kultur dan tes resistensi
Resume
Seorang anak perempuan 6 tahun datang ke poliklinik
kulit dan kelamin RS. Dustira dengan keluhan utama berupa
papula-papula eritema pada hampir seluruh tubuh yang terasa
gatal terutama pada malam hari.
Dari anamnesis didapatkan perjalanan penyakit kronik.
Keluhan pertama kali timbul 3 bulan yang lalu berupa papula-
papula eritema yang hanya timbul pada kedua sela jari kaki yang
disertai gatal terutama pada malam hari.
Keluhan muncul kembali sejak 2 minggu yang lalu berupa
papula-papula eritema pada sela-sela jari kedua kaki terasa gatal
terutama di malam hari sehingga pasien menggaruknya akibatnya
lesi meluas.
Resume
Faktor etiologi :
- Os tidur bersama kakak dan adiknya yang mempunyai
keluhan serupa berupa bruntus-bruntus yang gatal.
- Os menggunakan handuk bersama dengan
keluarganya.
Faktor presipitasi:
Garukan pada kulit
Faktor predisposisi :
- Higienitas dan sanitasi yang buruk
Status Dermatologikus :
Distribusi : Regioner
Ad Regio : sela jari tangan kanan dan kiri, jari-
jari tangan, kedua telapak tangan, kedua punggung
tangan, kedua pergelangan tangan, kedua lipat
siku, kedua lipat ketiak, sekitar pusar, leher dan
cuping telinga kanan, kedua lipat lutut, kedua
pergelangan kaki, kedua punggung kaki, serta
kedua sela jari kaki
Lesi : Multipel, sebagian besar diskret, bentuk
sebagian teratur sebagian tidak teratur, ukuran
mulai pada miliar sampai numular, batas sebagian
besar tegas, menimbul dari permukaan serta kering.
Efloresensi : Papula eritema dengan krusta
pustulosa diatasnya
Kanalikuli sulit ditemukan
Diagnosis Banding

Skabies Impetigenisata
Pedikulosis Korporis
Diagnosis Kerja

Skabies Impetigenisata
Penatalaksanaan
Umum
1. Memberitahukan os agar menjaga higiene dengan cara mandi
dua kali sehari menggunakan air bersih, sabun, dan handuk
sendiri.
2. Mengganti pakaian dua kali sehari dengan pakaian yang telah
dicuci dan disetrika.
3. Mengganti sprei setiap 1 minggu sekali, dicuci dan disetrika.
4. Memberitahukan os supaya tidak menggaruk daerah yang
gatal.
5. Seluruh os yang terkena diobati secara serentak (memutus
mata rantai)
6. Pengobatan dengan cara yang benar dan tuntas
Khusus
1. Topikal
Skabies : krim Permetrin 5%, dioleskan sekali ke seluruh tubuh dan
dibersihkan setelah 10 jam. Bila belum sembuh diulangi setelah
seminggu.
kompres terbuka asam salisilat 1/1000
krim gentamisin sulfat 1 %
2. Sistemik
CTM 0,35mg/kgBB/hari. 2 dd 1/2
Amoksisilin 30-50 mg/kgBB/hari
Resep
Topikal
R/ Krim Permetrin 5% no. tube I (10 gram)
u.e.

R/ As salisilat 1

aqua ad 1000
m.f.l.a sol
u.e
R/ krim gentamisisn sulfat 1 % tube No.I
u.e
Sistemik
R/ CTM tab 4 mg No.III
2 dd tab

R/ Amoxicilin syr fls No. II (120 ml)
3 dd cth 1 1/2

Prognosis
Quo ad vitam : ad bonam
Quo ad functionam : ad bonam
Quo ad sanationam : dubia ad bonam
TERIMA KASIH