Anda di halaman 1dari 16

Komposisi Cairan Tubuh

Air adalah pelarut (solven) terpenting


dalam komposisi cairan makhluk
hidup. Persentase air tubuh total
(Total Body Water) terhadap berat
badan berubah sesuai umur,
menurun cepat pada awal
kehidupan.
Saat baru lahir = TBW 78% berat badan
Usia 1 tahun = TBW 55-60 % berat
badan
a. Cairan Intraseluler
Cairan yang terkandung di antara sel
disebut cairan intraselular. Pada
orang dewasa, sekitar dua pertiga
dari cairan dalam tubuhnya terdapat
di intraselular.
Cairan intraseluler terlibat dalam
proses metabolik yang menghasilkan
energi yang berasal dari nutrien-
nutrien dalam cairan tubuh.
b. Cairan Ekstraseluler
Cairan yang berada di luar sel disebut
cairan ekstraselular. Cairan ekstraseluler
berperan dalam mempertahankan sistem
sirkulasi, mensuplai nutrisi ke dalam sel,
dan membuang zat sisa yang bersifat
toksik.
Dibagi menjadi
Cairan Interstitial
Cairan Intravaskular
Cairan Transseluler
Cairan interstitial adalah cairan yang
mengelilingi sel. Pada orang dewasa berjumlah
11-12 liter. Contoh: cairan limfe
Cairan Intravaskular merupakan cairan yang
terkandung dalam pembuluh darah contohnya
volume plasma.
Cairan transeluler merupakan cairan yang
terkandung diantara rongga tubuh tertentu
seperti serebrospinal, perikardial, pleura, sendi
sinovial, intraokular dan sekresi saluran
pencernaan.
Elektrolit dan Non-elektrolit
Elektrolit merupakan zat yang terdisosiasi dalam
cairan dan menghantarkan arus listrik.
Merupakan zat seperti glukosa dan urea yang tidak
terdisosiasi dalam cairan. Zat lainya termasuk
penting adalah kreatinin dan bilirubin.
Elektrolit dibedakan menjadi ion positif (kation) dan
ion negatif (anion). Jumlah kation dan anion dalam
larutan adalah selalu sama
Kation utama dalam cairan ekstraselular adalah sodium
(Na+), sedangkan kation utama dalam cairan intraselular
adalah potassium (K+).
Anion utama dalam cairan ekstraselular adalah klorida (Cl-)
dan bikarbonat (HCO3-), sedangkan anion utama dalam
cairan intraselular adalah ion fosfat (PO4 3-)
Natrium (Na)
Natrium sebagai kation utama didalam cairan
ekstraseluler dan paling berperan di dalam
mengatur keseimbangan cairan.
Natrium dapat bergerak cepat antara ruang
intravaskuler dan interstitial maupun ke dalam dan
keluar sel.
Kehilangan air dan natrium di plasma, akan
digantikan dari interstitial
Kehilangan air dan natrium dari interstitial, akan
digantikan dari intraseluler
Bila volume plasma tidak dapat dipertahankan
kegagalan sirkulasi
Kalium/Potasium (K)
Kalium merupakan kation utama (99%) di
dalam cairan ekstraseluler berperan
penting di dalam terapi gangguan
keseimbangan air dan elektrolit.
Jumlah kalium dalam tubuh sekitar 53
mEq/kgBB dimana 99% dapat berubah-
ubah sedangkan yang tidak dapat
berpindah adalah kalium yang terikat
dengan protein didalam sel.
Kalsium (Ca)
Kalsium dapat dalam makanan dan
minuman, terutama susu, 80-90%
dikeluarkan lewat faeces dan sekitar 20%
lewat urine. Metabolisme kalsium sangat
dipengaruhi oleh kelenjar-kelenjar
paratiroid, tiroid, testis, ovarium, dan
hipofisis.
99% dalam gigi, 1% dalam sel
Magnesium (Mg)
Magnesium ditemukan di semua jenis makanan.
Kebutuhan untuk pertumbuhan + 10 mg/hari.
Dikeluarkan lewat urine dan faeces.
Karbonat
Asam karbonat dan karbohidrat terdapat dalam
tubuh sebagai salah satu hasil akhir daripada
metabolisme.
Kadar bikarbonat dikontrol oleh ginjal. Sedikit
sekali bikarbonat yang akan dikeluarkan urine.
Asam bikarbonat dikontrol oleh paru-paru dan
sangat penting peranannya dalam keseimbangan
asam basa.
Pergerakan Cairan Tubuh
a) Difusi
proses bergeraknya molekul lewat pori-pori.
Larutan akan bergerak dari konsentrasi tinggi ke
arah larutan berkonsentrasi rendah.
b) Osmosis
Bergeraknya molekul (zat terlarut) melalui
membran semipermeabel (permeabel selektif)
dari larutan berkadar lebih rendah menuju
larutan berkadar lebih tinggi hingga kadarnya
sama.
Membran semipermeabel ialah membran yang
dapat dilalui air (pelarut), namun tidak dapat
dilalui zat terlarut misalnya protein.
c) Pompa Natrium Kalium
Pompa natrium kalium merupakan suatu proses
transpor yang memompa ion natrium keluar
melalui membran sel dan pada saat bersamaan
memompa ion kalium dari luar ke dalam. Tujuan
dari pompa natrium kalium adalah untuk
mencegah keadaan hiperosmolar di dalam sel.