Anda di halaman 1dari 22

Seorang Laki-Laki Ditemukan

dengan Lehernya Terikat Lengan


Baju

MODUL ORGAN: FORENSIK


KELOMPOK I

A.A. Putu Sandra P. (03012001)


Amabel Karamina (03012011)
Angeline (03012021)
Aulia Wiratama Putra (03012041)
Bina Lauringga Andora (03012051)
Claraiva Mayung (03012061)
Dimas Kurnia (03012071)
Devi April (03012081)
Fateha Putri Hakim (03012101)
Franki Susanto (03012111)
Harry Nugraha (03012121
KASUS
Seorang laki-laki ditemukan di sebuah sungai kering yang
penuh batu-batuan dalam keadaan mati tertelungkup. Ia
mengenakan kaos dalam (oblong) dan celana panjang yang di
bagian bawahnya digulung hingga setengah tungkai
bawahnya. Lehernya terikat lengan baju (yang kemudian
diketahui sebagai baju miliknya sendiri) dan ujung lengan baju
lainnya terikat ke sebuah dahan pohon perdu setinggi 60 cm.
Posisi tubuh relatif mendatar, namun leher memang terjerat
oleh baju tersebut. Tubuh mayat tersebut telah membusuk,
namun masih dijumpai adanya satu luka terbuka di daerah
ketiak kiri yang memperlihatkan pembuluh darah ketiak yang
putus, dan beberapa luka terbuka di daerah tungkai bawah
kanan dan kiri yang memiliki ciri-ciri yang sesuai dengan
akibat kekerasan tajam.
Perlu diketahui bahwa rumah terdekat dari TKP adalah 2
km. TKP adalah suatu daerah perbukitan yang berhutan cukup
lebat
dentifikasi Masalah
ditemukan di sebuah sungai kering
yang penuh batu-batuan dalam
keadaan mati tertelungkup

Ia mengenakan kaos dalam (oblong)


Seorang Laki dan celana panjang yang di bagian
laki bawahnya digulung hingga setengah
tungkai bawahnya
Lehernya terikat lengan baju
dan ujung lengan baju lainnya terikat ke
sebuah dahan pohon perdu setinggi 60
cmadanya satu luka terbuka di daerah
Perlu diketahui
bahwa rumah ketiak kiri yang memperlihatkan
terdekat dari TKP pembuluh darah ketiak yang putus, dan
adalah 2 km. TKP beberapa luka terbuka di daerah
adalah suatu tungkai bawah kanan dan kiri yang
daerah perbukitan memiliki ciri-ciri yang sesuai dengan
yang berhutan akibat kekerasan tajam
dan beberapa luka terbuka di daerah tungkai
cukup lebat bawah kanan dan kiri yang memiliki ciri-ciri
yang sesuai dengan akibat kekerasan tajam
Aspek Hukum

Pasal 338 KUHP


Barangsiapa dengan sengaja merampas nyawa orang
lain, diancam karena pembunuhan, dengan pidana
penjara paling lama lima belas tahun.
Pasal 339 KUHP
Pembunuhan yang diikuti, disertai atau didahului oleh
suatu perbuatan pidana, yang dilakukan dengan
maksud untuk mempersiapkan atau mempermudah
pelaksanaannya, atau untuk melepaskan diri sendiri
mupun peserta lainnya dari pidana dalam hal tertangkap
tangan, ataupun untuk memastikan penguasaan barang
yang diperolehnya secara melawan hukum, diancam
dengan pidana penjara seumur hidup atau selama
waktu tertentu, paling lama dua puluh tahun.
Pasal 340 KUHP
Barangsiapa dengan sengaja dan dengan rencana lebih dahulu
merampas nyawa orang lain, diancam, karena pembunuhan dengan
rencana (moord), dengan pidana mati atau pidana penjara seumur
hidup atau selama waktu tertentu, paling lama dua puluh lima
tahun.
Pasal 354 KUHP
(1)Barang siapa dengan sengaja melukai berat orang lain, diancam,
karena melakukan penganiayaan berat, dengan pidana penjara
paling lama delapan tahun.
(2)Jika perbuatan mengakibatkan mati, yang bersalah dikenakan
pidana paling lama sepuluh tahun
Pasal 355 KUHP
(1)Penganiayaan berat yang dilakukan dengan rencana lebih dahulu,
diancam dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun.
(2)Jika perbuatan mengakibatkan mati, yang bersalah dikenakan
pidana penjara paling lama lima belas tahun.
Prosedur Medikolegal
Peraturan medikolegal diatur dalam KUHAP.
Penemuan dan Pelaporan: oleh warga masyarakat yg
melihat, mengetahui, dan mengalami. Melapor ke
pihak berwajib (kepolisian)
Penyelidikan: oleh penyelidik
Penyidikan: oleh penyidik, dapat minta bantuan ahli
(dokter)
Kewajiban Dokter: melakukan pemeriksaan
kedokteran terhadap korban, jika menolak dikenai
pidana selama-lamanya 9 bulan
Pemberkasan Perkara: oleh penyidik, mengimpun
semua hasil penyidikannya, lalu diteruskan ke
penuntut umum
Penuntutan: oleh penuntut umum di sidang
pengadilan
Persidangan: dipimpin oleh hakim/majelis hakim,
dilakukan pemeriksaan terhadap terdakwa, para saksi,
dan para ahli
Vonis: dilakukan oleh hakim dengan ketentuan
keyakinan diri hakim dan ditunjang dengan minimal 2
alat bukti yang sah
Interpretasi Temuan

Mati tertelungkup : diperkirakan pada tubuh


mayat terdapat lebam mayat di daerah dada
dan perut
Pakaian kaos oblong dan celana panjang :
diduga korban adalah warga pedesaan yang
sedang mencari kayu bakar di hutan
Leher terikat lengan baju : tidak ditemukan
adanya tanda-tanda kematian akibat jeratan
berupa tanda-tanda asfiksia maupun resapan
darah pada otot-otot leher sebelah dalam.
Diperkirakan baju digunakan sebagai alibi
bunuh diri, tetapi mungkin sebenarnya adalah
cara penghilangan jejak pelaku.
Interpretasi Temuan
Tubuh mayat telah membusuk : diperkirakan
mayat sudah lebih dari 24 jam
-dimana sudah terjadi pembusukan: yaitu proses
degenerasi jaringan yang terjadi akibat autolisis
dan kerja bakteri
- pada pembusukan ditemukan bercak kehijauan
pada perut kanan bawah dan makin menjalar
serta timbul perubahan pada kulit : timbul vesikel
dan bulla berisi cairan hitam kehijauan.
-bila tubuh menggembung akibat pemecahan
protein oleh bakteri dan menghasilkan cairan dan
gas pembusukan berarti sudah 48 72 jam pasca
mati
Interpretasi Temuan
Satu luka terbuka di daerah ketiak kiri
mengakibatkan pembuluh darah besar aksila
putus akibat kekerasan tajam, menyebabkan
perdarahan massif
Beberapa luka terbuka di daerah tungkai kanan
dan kiri yang sesuai dengan akibat kekerasan
tajam diduga ada penganiayan dan perlawanan
terlebih dahulu. Menyingkirkan asumsi bunuh diri.
Identifikasi Forensik

Pemeriksaan Sidik Jari


Pemeriksaan dokumen
Pemeriksaan Pakaian dan perhiasan
idententifikasi medis
Pemeriksaan Gigi
Pemeriksaan serologis
Pemeriksaan Medis
Pemeriksaan Luar
Label mayat : sehelai karton berwarna merah muda
dengan materai lak merah, terikat pada ibu jari kaki
kanan mayat.
Tutup mayat : -
Bungkus mayat : -
Pakaian : kaos dalam (oblong) berwarna putih yang
berlumuran darah dan celana panjang kain yang
dibagian bawahnya digulung hingga setengah tungkai
bawahnya. Lehernya terikat lengan baju dan ujung
lengan baju lainnya terikat ke sebuah dahan pohon
perdu setinggi 60 cm.
Perhiasan : tidak ditemukan
Benda di samping mayat: pohon perdu setinggi 60 cm
dan bebatuan
Pemeriksaan Medis
Tanda kematian :
Lebam mayat
Dilakukan pencatatan letak dan distribusi lebam. Pada kasus ini korban
ditemukan dalam posisi tertelungkup, sehingga lebam mayat akan ditemukan
pada bagian perut dan dada korban. Dan lebam mayat tidak hilang pada
penekanan dan tidak dapat berpindah. Lebam mayat biasanya mulai tampak
20-30 menit pasca mati dan akan menetap 8-12 jam.
Kaku mayat
Kaku mayat mulai tampak kira-kira 2 jam setelah mati klinis, dan
distribusinya dimulai dari kepala ke kaki. Setelah mati klinis 12 jam kaku
mayat menjadi lengkap.
Suhu tubuh
Suhu tubuh menurun akibat berhenti nya proses metabolisme, hal ini
dipengaruhi juga oleh suhu lingkungan sekitar korban dan keadaan korban
yang hanya menggunakan kaos dalam.
Pembusukan
Tanda pembusukan tampak pertama kali pada kulit perut sebelah kanan
bawah yang berwarna kehijau-hijauan. Pembusukan baru tampak kira-kira 24
jam pasca mati. Pada kasus ini telah ditemukan adanya pembusukan, jadi
perkiraan saat kematian pada korban ini adalah lebih dari 24 jam.
Pemeriksaan Medis
Identifikasi umum:
Jenis kelamin :
Bangsa :
Ras :
Umur :
Warna kulit :
Keadaan gizi :
Tinggi badan:
Berat badan :
Identifikasi khusus:
Tattoo : -
Jaringan parut : -
Anomali : -
Pemeriksaan rambut:
Pemeriksaan Medis
Pemeriksaan mata : tertutup, tidak ada gambaran perbendungan mata dan
tidak ada bintik-bintik perdarahan pada konjungtiva bulbi dan palpebra.
Pemeriksaan daun telinga dan hidung : tidak terdapat busa/cairan dan darah
Pemeriksaan terhadap mulut dan rongga mulut :
Pemeriksaan alat kelamin dan lubang pelepasan : tidak ada kelainan
Pemeriksaan terhadap tanda-tanda kekerasan :
Letak luka: ditemukan adanya satu luka terbuka didaerah ketiak kiri dan
beberapa luka terbuka di daerah tungkai bawah kanan dan kiri.
Jenis luka: luka terbuka yang memperlihatkan pembuluh darah ketiak yang
putus dan luka terbuka di daerah tungkai bawah kanan dan kiri yang
memiliki ciri-ciri yang sesuai dengan akibat kekerasan tajam.
Arah luka: melintang
Tepi luka: rata dan teratur
Sudut luka: kedua sudut luka lancip
Dasar luka: dalam luka tidak melebihi panjang luka
Ukuran luka: 10 cm
Pemeriksaan terhadap patah tulang: tidak ada tanda patah tulang

Pemeriksaan Medis
Pemeriksaan Dalam
Kondisi kulit bagian dalam pada leher untuk
mengetahui ada tidaknya resapan darah
Kondisi otak
Kondisi tulang iga, dan semua organ vital yang
dapat menyebabkan kematian
Tanatologi
Aspek tanatologi pada kasus ini, yaitu:
Tubuh mayat ditemukan telah membusuk, sehingga perkiraan saat
kematian korban lebih dari 24 jam karena pembusukan baru tampak
kira-kira 24 jam pasca mati. Pembusukan ini awalnya berupa warna
kehijauan pada perut kanan bawah, yaitu daerah sekum yang isinya
lebih cair dan penuh dengan bakteri serta terletak dekat dinding
perut. Warna kehijauan ini disebabkan oleh terbentuknya sulf-met-
hemoglobin. Secara bertahap warna kehijauan ini akan menyebar ke
seluruh tubuh, dan bau busuk akan tercium.
Ditemukan lebam mayat tetap pada bagian dada dan perut karena
korban ditemukan dalam keadaan tertelungkup sebab setelah
kematian klinis, maka eritrosit akan menempati tempat terbawah
akibat gaya tarik bumi (gravitasi). Lebam mayat yang tetap ini
dikarenakan bertimbunnya sel-sel darah dalam jumlah yang cukup
banyak, sehingga sulit berpindah lagi, dan kekakuan otot-otot
dinding pembuluh darah ikut mempersulit perpindahan tersebut.
Dan lebam mayat yang menetap ini akan terjadi setelah 8-12 jam
pasca kematian.
Pada korban juga terdapat penurunan suhu tubuh
(algor mortis).
Pada korban tidak diketemukan kaku mayat (rigor
mortis) karena korban sudah meninggal kira-kira
24 jam, sedangkan kaku mayat akan timbul dan
menjadi lengkap pada 12 jam pertama, kemudian
menetap selama 12 jam dan akan menghilang
dalam urutan yang sama.
Penjelasan
Saat Kematian
Perkiraan waktu kematian korban adalah lebih dari 24 jam
karena tubuh korban telah mengalami pembusukan saat ditemukan
di TKP.
Sebab Kematian
Syok hipovolemik akibat kekerasan tajam yang memotong arteri
aksilaris.
J. Cara Kematian
Pada kasus ini, cara kematian korban adalah tidak wajar, dengan
dugaan pembunuhan oleh seseorang di hutan dengan
menggunakan kekerasan tajam. Hal ini juga berdasarkan hasil
temuan pada korban, yaitu ditemukan tanda-tanda kekerasan, yaitu
luka terbuka pada bagian ketiak dan luka benda tajam pada kedua
tungkai bawah.
K. Mekanisme Kematian
Perdarahan masif karena putusnya pembuluh darah ketiak kiri
akibat kekerasan tajam yang dilakukan terhadap korban.
Kesimpulan
Pada mayat laki-laki ini ditemukan luka terbuka di
daerah ketiak kiri yang menyebabkan
pendarahan, dan beberapa luka terbuka di
tungkai bawah kanan dan kiri yang disebabkan
kekerasan benda tajam .

Mayat telah membusuk menandakan korban


sudah meninggal lebih dari 24 jam .

Sebab kematian korban pada kasus ini adalah


kekerasan benda tajam pada daerah ketiak kiri
yang mengakibatkan pembuluh darah putus
sehingga terjadi perdarahan besar.
DAFTAR PUSTAKA

Staf Pengajar Bagian Kedokteran Forensik FKUI. Peraturan


Perundang-undangan Bidang Kedokteran. Hukum Acara Pidana,
Prosedur Medikolegal, dan Kejahatan terhadap Tubuh dan Jiwa
Manusia. Jakarta: Bagian Kedokteran Forensik FKUI; 1994.
Budiyanto A, Widiatmaka W, Sudiono S, et al. Ilmu Kedokteran
Forensik. Jakarta: Bagian Kedokteran Forensik FKUI; 1997.
Staf Pengajar Bagian Kedokteran Forensik FKUI. Teknik Autopsi
Forensik. Jakarta: Bagian Kedokteran Forensik FKUI; 2000.
Moore KL, Agur AMR. Anatomi Klinis Dasar. Jakarta: Hipokrates;
2002.
Perdarahan Aksila. Availaible at:
http://emedicine.medscape.com/article/760145-overview#showal
l
. Accesed on April 9th 2015