Anda di halaman 1dari 21

ASUHAN KEPERAWATAN

MENINGITIS

DISUSUN OLEH
KELOMPOK 9
EMA YULIA
RAHMI NIZAR
PENGERTIAN
Meningitis adalah suatu
infeksi/peradangan dari
meninges,lapisan yang
tipis/encer yang mengepung
otak dan jaringan saraf dalam
tulang punggung, disebabkan
oleh bakteri, virus, riketsia, atau
protozoa, yang dapat terjadi
secara akut dan kronis.
(Harsono., 2003)
ETIOLOGI
Penyebab paling umum meningitis
neonatus adalah SGB,E.coli K1 dan
Listeria. Streptokokus lain, Haemophilus
influenzae yang tidak dapat digolongkan,
stafilokokus koagulase-positif maupun
koagulase-negatif. Klebsiella,
Enterobacter, Pseudomonas, Treponema
pallidum, dan Mycobacterium tuberculosis
dapat juga menyebabkan meningitis
Citrobacter diversus merupakan
penyebab abses otak yang penting
MANIFESTASI KLINIS
Keluhan pertama biasanya nyeri kepala.
Rasa ini dapat menjalar ke tengkuk dan
punggung. Tengkuk menjadi kaku. Kaku
kuduk disebabkan oleh mengejangnya
otot-otot ekstensor tengkuk. Bila hebat,
terjadi opistotonus, yaitu tengkuk kaku
dalam sikap kepala tertengadah dan
punggung dalam sikap hiperekstensi.
Kesadaran menurun. Tanda Kernigs
dan Brudzinky positif. (Harsono., 2003)
PATOFISIOLOGI
Meningitis pada umumnya sebagai akibat
dari penyebaran penyakit di organ atau
jaringan tubuh yang lain. Virus / bakteri
menyebar secara hematogen sampai ke
selaput otak, misalnya pada penyakit
Faringitis, Tonsilitis, Pneumonia,
Bronchopneumonia dan Endokarditis.
Penyebaran bakteri/virus dapat pula secara
perkontinuitatum dari peradangan organ
atau jaringan yang ada di dekat selaput
otak, misalnya Abses otak, Otitis Media,
Mastoiditis, Trombosis sinus kavernosus
dan Sinusitis. Penyebaran kuman bisa juga
terjadi akibat trauma kepala dengan fraktur
BAGAN WOC
KOMPLIKASI
cairan subdural.
Hidrosefalus.
Sembab otak
Abses otak
Renjatan septic.
Pneumonia (karena aspirasi)
Koagulasi intravaskuler
menyeluruh.
UPAYA PENCEGAHAN
Vaksin konjugat pneumokokus dianjurkan
untuk diberikan kepada bayi dan anak yang
berusia 2 bulan hingga 9 tahun. Pemberian
vaksin lebih baik dilakukan pada usia 2 bulan,
4 bulan, 6 bulan, 12 bulan dan 15 bulan.
Vaksin konjugat pneumokokus juga hanya
menimbulkan efek samping yang ringan
seperti kulit kemerahan, sedikit bengkak dan
nyeri pada daerah sekitar suntikan. Gejala
umum setelah pemberian vaksin seperti
demanm, mengantuk, nafsu makan berkurang,
jarang ditemukan npada bayi gejala tersebut.
UPAYA PENGOBATAN DAN
PERAWATAN
Terapi antimikroba dugaan pada
meningitis bakteri harus terdiri
dari ampisilin dan sefotaksim
atau ampisilin dan
gentamisin,kecuali kalau
kemungkinannya stafilokokus
yang merupakan indikasi untuk
vankomisin. Uji kerentanan
organisme enterik gram-negatif
penting karna telah terjadi
PEMERIKSAAN
DIAGNOSTIK
1. Pemeriksaan Lab
Laju endap darah meninggi, jumlah sel berkisar
antara 200-500/mm3, mula-mula sel PMN dan limfost
dalam proporsi sama atau kadang-kadang sal PMN
lebih banyak, selanjutnya limfosit yang lebih banyak.
Kadang-kadang jumlah sel pada fase akut dapat
mencapai kurang lebih 1000/mm3. Kadar protein
meninggi dan glukosa menurun.
2. CT-Scan, X-Ray
Cairan serebrospinal berwarna jernih atau
xantokrom, bila dibiarkan mengendap akan
membentuk batang-batang, kadang-kadang
ditemukan mikroorganisme di dalamnya.
3. Lumbal fungsi
Fungsi lumbalpenting sekali untuk pemeriksaan
bakteriologik dan laboratorium lainnya. Likuor
serebrospinalis berwarna jernih, opelesen atau
ASUHAN KEPERAWATAN
Pengkajian
Riwayat keperawatan : riwayat kelahiran, penyakit kronis,
neoplasma riwayat pembedahan pada otak, cedera kepala
Pada neonatus : kaji adanya perilaku menolak untuk
makan, refleks menghisap kurang, muntah dan diare, tonus otot
kurang, kurang gerak dan menagis lemah
Pada anak-anak dan remaja : kaji adanya demam tinggi,
sakit kepala, muntah yang diikuti dengan perubahan sensori,
kejang mudah terstimulasi dan teragitasi, fotofobia, delirium,
halusinasi, perilaku agresif atau maniak, penurunan kesadaran,
kaku kuduk, opistotonus, tanda kernig dan Brudzinsky positif,
reflex fisiologis hiperaktif, petchiae atau pruritus.
Bayi dan anak-anak (usia 3 bulan hingga 2 tahun) : kaji
adanya demam, malas makan, muntah, mudah terstimulasi,
kejang, menangis dangan merintih, ubun-ubun menonjol, kaku
kuduk, dan tanda kernig dan Brudzinsky positif.
DIAGNOSA KEPERAWATAN
1.Gangguan perfusi jaringan berhubungan dengan
peningkatan tekanan intracranial
2.Nyeri berhubungan dengan adanya iritasi lapisan
otak
3.Resiko terjadinya injuri berhubungan dengan
adanya kejang, perubahan status mental dan
penurunan tingkat kesadaran
4.Hipertermia berhubungan dengan proses infeksi
5.Perubahan persepsi sensoro berhubungan dengan
penurunan tingkat kesadaran
6.Resiko (penyebaran) infeksi berhubungan dengan
penurunan daya tahan terhadap infeksi
7.Resiko perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan
tubuh berhubungan dengan anoreksia, mual,
muntah
8.Ansietas berhubungan dengan pemisahan dari
system pendukung (hospitalisasi)
INTERVENSI KEPERAWATAN