Anda di halaman 1dari 21

METAMORFOSIS

Serangga
METAMORFOSIS
Metamorphosis berasal dari bahasa Yunani
yaitu Greek = meta (diantara, sekitar,
setelah), morphe`
( bentuk), osis (bagian dari).
Metamorphosis merupakan perubahan
bentuk selama perkembangan post-
embrionik.
Metamorfosis adalah suatu proses biologi
di mana hewan secara fisik mengalami
perkembangan biologis setelah dilahirkan
atau menetas. Proses ini melibatkan
perubahan bentuk atau struktur melalui
Jenis - jenis Metamorphosis
1. Metamorphosis tidak Sempurna
Merupakan metamorphosis yang
melewati 2 tahapan yaitu dari
telur menjadi nimfa kemudian
menjadi hewan dewasa.
Biasanya metamorfosis ini
terjadi pada serangga seperti
capung, belalang, jangkrik dan
lainnya.
Berikut adalah proses metamorfosis
tidak sempurna :
2. Metamorphosis
Sempurna
Merupakan metamorphosis
yang melewati tahapan-
tahapan mulai dari Telur
Larva Pupa - Imago
(dewasa).
Contoh metamorphosis
sempurna terjadi pada
katak dan kupu-kupu.
Berikut adalah proses metamorfosis
sempurna :
METAMORFOSIS SERANGGA
Metamorfosis pada serangga sering
kali diikuti dengan pengerusakan
pada jaringan-jaringan pada fase
larva digantikan dengan jaringan-
jaringan dari sel-sel yang baru yang
telah berdiferensiasi.
Insekta tumbuh dengan cara molting
yaitu pertumbuhan kutikula baru
dengan meningkatkan ukuran tubuh.
Ada tiga jenis pertumbuhan pada
insecta:
1. Ametabola
yaitu tahapan yang tidak melalui tahap
larva, contohnya pada ngengat dan kutu
loncat.
2. Hemimetabola
Yaitu metamorfosis yang melalui tahapan
pro-nimpha yang terjadi persis setelah
penetasan. Setelah itu, insekta mengalami
tahap nimpha.
Hemimetabola yaitu serangga yang
mengalami metamorfosis tidak sempurna.
Sambungan Hemimetabola

Tahapan perkembangan sebagai


berikut:
a. Telur
b. Nimfa, ialah serangga muda yang
mempunyai sifat dan bentuk sama
dengan dewasanya.
c. Imago (dewasa), ialah fase yang
ditandai telah berkembangnya
semua organ tubuh dengan baik.
Sambungan Hemimetabola

Pada metamorfosis hemimetabola,


sayap rudimen, organ genitalia, dan
struktur ciri-ciri perkembangan
lainnya sudah terbentuk tapi belum
sempurna.
Namun, organ-organ ini tumbuh
dengan sempurna pada akhir
molting. Contohnya dapat ditemui
pada belalang dan kutu busuk.
3.
Holometabola
yaitu metamorfosis yang dimulai
dengan tahapn larva setelah
penetasan.
Larva yang mengalami molting akan
tumbuh dan berukuran besar.
Tahapan diantara larva yang
mengalami molting dinamakan
instar.
Setelah tahap instar tahapan yang
terakhir terbentuk pupa. Selama
pembentukan pupa, terjadi proses
Sambungan
Holometabola
Tahapan dari metamorfosis sempurna adalah
telur larva pupa imago.
Larva adalah hewan muda yang bentuk dan
sifatnya berbeda dengan dewasa.
Pupa adalah kepompong dimana pada saat
itu serangga tidak melakukan kegiatan, pada
saat itu pula terjadi penyempurnaan dan
pembentukan organ.
Imago adalah fase dewasa atau fase
perkembangbiakan.
Perbandingan Lama
Metamorfosis
Spesies Telur Larva/Nimfa Pupa Dewasa

Lalat rumah 1 hari 2 minggu 1 minggu 2 minggu

Kepik 4 hari 2 minggu 2 minggu 3-9 bulan

Monarch
4 hari 2 minggu 10 hari 2-6 minggu
Butterfly

Periodical
1 bulan 13/17 tahun 2 bulan
Cicada tidak
melewati
Mayfly 1 bulan 3 tahun tahapan ini 1 hari
Kecoa 1 bulan 3 bulan 9 bulan
Hormon yang berpengaruh pada
metamorfosis kupu - kupu
Molting dan metamorfosis dikontrol oleh
beberapa hormon efektor diantaranya yaitu:
a) Juvennile hormon, disekresikan oleh corpora allata. Sel
sekretori corpora allataaktif selama larva molting. Selama
hormon juvennil terbentuk hidroksi ekdison menstimulasi
molting dan menghasilkan larva instar yang baru.hormon
juvennil juga berungsi untuk mencegah perubahan induksi
ekdison pada ekspresi gen yang penting saat terjadi
metamorfosis.
b)20-hidroxyecdysone, berfungsi untuk menginisiasi dan
mengkordinir atau mengatur tiap tahapan molting dan
meregulasi perubahan ekspresi gen yang terjadi selama
metamorfosis melalui proses ekdisis.
c) Prothoracicotropic (PTIH), proses molting diinisiasi di otak,
dimana sel neurosekretori menghasilkan hormon
Prothoracicotropic (PTIH) yang merespon neural, hormonal,
atau sinyal lingkungan. PTIH adalah hormon peptida yang
menstimulasi ekdison dari kelenjar prothoracic.
Peranan Hormon dalam Proses
Perkembangan Serangga
Sekian dan Terimakasih