Anda di halaman 1dari 10

ORGANISASI SEKTOR

PUBLIK
PENGERTIAN ORGANISASI
SEKTOR PUBLIK
Organisasi Sektor Publik (OSP) adalah sebuah entitas
ekonomi yang menyediakan barang dan/atau jasa publik untuk
meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan bukan untuk
mencari keuntungan finansial *

(*)
Dikutip dari buku Akuntansi Sektor Publik edisi 2 Salemba Empat: Deddi
Nordiawan dan Ayuningtyas Hertianti: Hal 4
SEJARAH ORGANISASI
SEKTOR PUBLIK
Sejak awal 1990-an, paradigma pemerintahan di berbagai negara bergeser dari pemerintah formal (riling government),
menuju ke tata pemerintahan yang baik (good governance), dalam rangka menempatkan administrasi pemerintah menjadi
lebih berhasil guna, berdaya guna, dan berkeadilan bagi setiap warga masyarakat. Aparat pemerintah rubah menjadi tanggap
akan tuntutan lingkungannya, sehingga pelayanan yang diberikan yang terbaik dengan prosedur yang transparan dan
berakuntabilitas.

Mesir
Organisasi kementrian didirikan untuk mengadministrasikan laporan untuk perdana menteri
Menteri membuat laporan bulanan terkait dengan hasil pemungutan pajak.
Distrik menyimpan catatan kekayaan sebagai dasar pemungutan pajak.
Babilonia
Praktik pencatatan telah dilakukan dalam berbagai kegiatan untuk menghasilkan pendapatan dan
produksi
Yunani
Pemerintah membagi secara adil sumber pendapatan yang diterima oleh Phartenon
Telah mengembangkan berbagai metode pencatatan barang yang berharga.
Praktik akuntansi digunakan untuk mendukung mekanisme pajak
PERANAN ORGANISASI
SEKTOR PUBLIK
Pelayanan masyarakat oleh sektor publik secara keseluruhan
memainkan peran vital dalam perekonomian negara. Pemerintah
pusat maupun daerah cenderung berfokus pada pengeluaran
nasional dan memproyeksikan sektor publik sebagai kran
ekonomi, yang menyerap sumber daya yang dapat digunakan
lebih baik di sektor lain. Dalam kenyataanya, peranan swasta
maupun kerja sama publik swasta yang tidak mengubah porsi
ekonomi agensi publik.
CIRI-CIRI ORGANISASI
SEKTOR PUBLIK
1. Sumber daya entitas berasal dari para penyumbang yang tidak
mengharapkan pembayaran kembali atau manfaat ekonomi
yang sebanding dengan jumlah sumber daya yang diberikan.
2.Menghasilkan barang dan/ atau jasa tanpa bertujuan memupuk laba,
dan kalau suatu entitas menghasilkan laba, maka jumlahnya tidak
pernah dibagikan kepada para pendiri atau pemilik entitas tersebut.
3. Tidak ada kepemilikan seperti lazimnya pada organisasi bisnis, dalam
arti bahwa kepemilikan dalam organisasi nirlaba tidak dapat dijual,
dialihkan, atau ditebus kembali, atau ditebus kembali, atau kepemilikan
tersebut tidak mencerminkan proporsi pembagian sumber daya entitas
pada saat likuidasi atau pembubaran entitas.
JENIS-JENIS ORGANISASI
SEKTOR PUBLIK
1. Instansi Pemerintah

2. Organisasi Nirlaba Milik Pemerintah


3. Organisasi Nirlaba Milik Swasta
PERSAMAAN SEKTOR PUBLIK
DAN SEKTOR SWASTA
Memberikan informasi mengenai posisi keuangan dan hasil operasi
Mengikuti prinsip-prinsip dan standar akuntansi yang diterima umum; Objectivity, Cosistency,
Materiality, Full Disclosure.
Merupakan bagian integral sistem ekonomi di suatu negara dan keduanya menggunakan sumber
daya yang sama untuk mencapai tujuan organisasi.
Menghadapi masalah yang sama yaitu kelangkaan sumber daya (scarcity of resources),sehingga
baik sektor publik maupun sektor swasta dituntut untuk menggunakan sumber daya organisasi
secara ekonomis, efektif dan efisien.
Proses pengendalian manajemen, termasuk manajemen keuangan; membutuhkan informasi
yang handal dan releven untuk melaksanakan fungsi manajemen, yaitu: Perencanaan,
pengorganisasian, dan pengendalian.
Pada beberapa hal, kedua sektor menghasilkan produk yang sama, misalnya: baik pemerintah
maupun swasta sama-sama bergerak di bidang transportasi massa,pendidikan, kesehatan,
penyediaan energi, dan sebagainya.
Terikat pada peraturan perundangan dan ketentuan hukum lain yang diisyaratkan.
PERBEDAAN SEKTOR PUBLIK
DAN SEKTOR SWASTA
1. Tujuan organisasi
2. Sumber Pembiayaan
3. Pola Pertanggungjawaban
4. Struktur Organisasi
5. Karakteristik Anggaran dan Stakeholder
6. Sistem Akuntansi
RUANG LINGKUP ORGANISASI
SEKTOR PUBLIK
Bergerak dalam lingkungan yang sangat kompleks dan variatif
Sektor publik menyerap banyak tenaga kerja
Faktor Lingkungan
Perbedaan Sektor publik Sektor swasta

Tujuan organisasi Nonfrofit motive Profit motive


Sumber pendanaan Pajak, retribusi, hutang, obligasi Pembiayaan internal: modal
pemerintah, laba BUMN/BUMD, sendiri, laba ditahan, penjualan
penjualan aset negara, dsb. aktiva.
Pembiayaan eksternal : utang
bank, obligasi, penerbitan saham.

Pertanggungjawaban Pertanggungjawaban kepada Pertanggungjawaban kepada


masyarakat (publik) dan pemegang saham dan kreditor
parlemen (DPR/DPRD)

Struktur organisasi Birokratis, kaku, dan hierarkis Fleksibel: datar, piramid, lintas
fungsional, dsb.

Karakteristik anggaran Terbuka untuk publik TeRtutup untuk publik


Sistem akuntansi Cash accounting Accrual accounting