Anda di halaman 1dari 44

LAPORAN KASUS

Gangren Fournier + DM
Oleh:
RIZQA ALFA YUSRO MS
16710260

Dokter Pembimbing:
dr. Arief Suseno Sp.PD

SMF ILMU PENYAKIT DALAM


RSD dr.Soebandi JEMBER
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS WIJAYA
KUSUMA
SURABAYA
2016
STATUS PASIEN

IDENTITAS
Nama: Tn. M
Umur: 77 tahun
Jenis kelamin : Laki-laki
Alamat : Dusun Krajan Panti Jember
Pekerjaan : Petani
Suku : Jawa
Agama : Islam
Tanggal MRS : 9 November 2016
Tanggal pemeriksaan : 9-23 November 2016
Tanggal KRS : 23 November 2016
No. RM : 145703
Ruangan : Mawar
ANAMNESIS
Keluhan Utama:
Nyeri pada daerah kemaluan
Riwayat Penyakit Sekarang
Laki-laki, 77 tahun, datang ke IGD RSD dr. Soebandi Jember dengan penurunan
kesadaran, setelah ditangani oleh dokter IGD pasien tersadar dan langsung rawat inap di
RSUD soebandi ruang mawar. Pada saat diruangan pasien mengeluh lemas dan merasa
nyeri pada daerah kemaluan sejak +/- 7 hari SMRS tetapi selama tujuh hari yang lalu
rasa nyeri tersebut di biarkan oleh pasien. Sebelum dirujuk ke RSD dr Soebandi pada
tanggal 8 november 2016 pasien di bawa ke puskesmas oleh keluarga karena mengalami
penurunan kesadaran. Pasien juga mengeluhkan lemas sejak +/- 1 bulan yang
lalu.Sebelum di bawa kepuskesmas nafsu makan pasien menurun dan pasien mengeluh
demam. Pasien memakai pempers sejak +/- 2 tahun karena sering kencing tetapi
keluarnya sedikit-sedikit.
Pasien baru mengetahui mempunyai Diabetes militus pada saat MRS. Pada saat datang
di RSD dr Soebandi GDA pasien 409. Keluhan lain sebelum terdiagnosis DM yaitu
sering buang air kecil sedikit-sedikit, sering banyak minum, berat badan menurun,sering
kesemutan,dan lemas.
Riwayat Penyakit Dahulu
Hipertensi dan DM disangkal.
Riwayat Pengobatan
Pasien belum pernah berobat sebelumnya
Riwayat Penyakit Keluarga
Keluarga tidak ada yang memiliki riwayat sakit serupa.
Riwayat Sanitasi Lingkungan
Riwayat sanitasi lingkungan cukup.
Riwayat Gizi
Sehari pasien makan 3 kali, dengan porsi yang
sedikit. Rata-rata menu setiap harinya adalah
nasi, kadang-kadang sayur, ikan, tempe, tahu,
daging, dan kadang makan buah-buahan.
Status Gizi : IMT = BB (kg) / TB (m)2
BB sekarang : 50 kg
TB sekarang : 160 cm
IMT : 19.53
Kesan : status gizi normal dan baik
Anamnesis Sistem
Sistem serebrospinal :nyeri kepala (+), demam (-), kejang (-),

Sistem respirasi: Sesak nafas (+), batuk (-), dahak (-), batuk
darah (-), mengi (-), tidur mendengkur (-).
Sistem kardiovaskuler: Berdebar-debar (-), sesak nafas (-), nyeri
dada (+), keringat dingin (-)
Sistem gastrointestinal: Mual (-), muntah (-), perut mules (-),
diare (-), nafsu makan menurun (+)
Sistem muskuloskeletal: Nyeri otot (-), nyeri sendi (-), kaku otot
(-)
Sistem genitourinaria : Sering kencing (+),nyeri saat kencing
keluar darah (-) berpasir (-), kencin nanah (-), sulit memulai
kencing (-), warna kencing kuning jernih,anyang-anyangan (+)
Sistem Genetalia : gangren pada penis (+)
Sistem neuropsikiatri : Kejang (-), gelisah (-), kesemutan (+),
mengigau (-), emosi tidak stabil (-)
PEMERIKSAAN FISIK
9 November 2016

Keadaan Umum : lemah


Kesadaran : Compos mentis, E4V5M6
Vital Sign :
Tekanan darah : 80/50 mmHg
Nadi : 76 x/menit, reguler
RR : 20 x/menit
Suhu axilla : 36 0C
PEMERIKSAAN FISIK
9 November 2016

Kepala
Kepala
Bentuk mesocephal, rambut warna hitam,
Mata
Konjungtiva anemis (-/-), sclera ikterik (-/-), mata cekung (-/-), perdarahan
subkonjungtiva (-/-),), reflek cahaya (+/+) normal, katarak (-/-)
Telinga
Sekret (-/-), darah (-/-), gangguan fungsi pendengaran (-/-)
Hidung
Napas cuping hidung (-/-), sekret (-/-), epistaksis (-/-), fungsi pembau baik
Mulut
Sianosis (-), bibir kering (-), stomatitis (-), mukosa basah (-) gusi berdarah (-), lidah
kotor (-), lidah hiperemis (-), lidah tremor (-), papil lidah atrofi (-)
Leher
Simetris, deviasi trakea (-), KGB membesar (-),tiroid membesar (-), nyeri tekan (-)
Thorax
Cor
Inspeksi : ictus cordis tidak tampak
Palpasi : ictus cordis teraba di ICS V MCL S
Perkusi ` : Batas jantung normal
Auskultasi : S1S2 tunggal, reguler
Pulmo
Abdomen
Inspeksi : cembung, spider nevi (-), sikatriks (-),
striae (-)
Auskultasi: peristaltik (+) normal, Bising usus (+)
normal
Perkusi :timpani
Palpasi :nyeri tekan epigastrik (-), soepel,
hepatomegaly (-)
Genetalia
Terdapat gangren
Ekstremitas

PEMERIKSAAN PENUNJANG
RESUME

Anamnesis:
Pasien mengeluh lemas dan merasa nyeri pada daerah
kemaluan sejak +/- 7 hari SMRS. Sebelum dirujuk ke RSD
dr Soebandi pada tanggal 8 november 2016 pasien di bawa
ke puskesmas oleh keluarga karena mengalami penurunan
kesadaran. Pasien juga mengeluhkan lemas dan dema sejak
+/- 1 bulan yang lalu. Pasien memakai pempers sejak +/- 2
tahun karena sering kencing tetapi keluarnya sedikit-sedikit.
Pasien baru mengetahui mempunyai Diabetes militus pada
saat MRS. Pada saat datang di RSD dr Soebandi GDA
pasien 409.
Pemeriksaan Fisik:
Didapatkan keadaan umum pasien lemah, kesadaran compos mentis, thorax (cor
dalam batas normal, pulmo dalam batas normal), dan pada abdomen dalam batas
normal. Di dapatkan gangren pada daerah penis.

Pemeriksaan Laboratorium: hiperglikemia, leukositosis,peningkatan kreatinin


serum.

DIAGNOSA KERJA
Fournier Gangren + DM type 2

DIAGNOSA BANDING
Selulitis
Planning Diagnostik
Darah Lengkap
Glukosa
Planning Terapi
Inf. PZ 500 cc/24 jam
Inj Ceftriaxon 1x1 gram/hari
Inj Metronidazole 3x500mg
Inj Ondancentron 3x4mg
Noveramid 3x8 UI
Planning Monitoring
Keadaan umum
Vital sign
Monitoring
Glukosa Darah
Planning Edukasi
Istirahat
Menjelaskan tentang penyakit yang diderita pasien kepada
keluarga (penyebab, perjalanan penyakit, perawatan,
prognosis, komplikasi serta usaha pencegahan komplikasi)
Menjaga kondisi lingkungan sekitar pasien agar mendukung
penyembuhan pasien
Hindari makanan yang tinggi Gula

PROGNOSIS
Dubia ad bonam
FOLLOW UP
PEMBAHASAN
Diabetes Mellitus
Textbook Kasus
Poliuria +
Polidipsia +
Polifagia -
BB menurun +
Lemas +
kesemutan -
gatal -
Mata kabur -
Fournier Gangren
Textbook Kasus
Demam +
Malaise +
Nyeri non spesifik +
Peningkatan kreatinin serum +
Anemia +
Nekrosis pada kulit +
Tanda-tanda sepsis +
Pembengkakan +
Diabetes Mellitus

Definisi
Diabetes Mellitus merupakan suatu
kelompok penyakit metabolik yang
ditandai dengan hiperglikemia akibat
defek pada:
1. Kerja insulin (resistensi insulin) di hati
(peningkatan produksi glukosa hepatik)
dan jaringan di jaringan perrifer (otot
dan lemak)
2. Sekresi insulin oleh sel berta pankreas.
Diagnosis
Tanda dan gejala
Hiperglikemi
Glukosuria,
Poliuria
Polidipsi
Polipaghi
Penurunan BB
ataupun gejala kronik atau kadang-kadang tanpa
gejala (Tjokroprawiro, 2007).
Kriteria Diagnosis Diabetes Mellitus
Glukosa Plasma Puasa 126g/dl (7,0 mmol/L). Puasa diartikan
pasien tidak mendapat kalori tambahan setidaknya 8 jam.*
Atau

Glukosa plasma 2 jam 200mg/dL (11,1 mmol/) pada TTGO.


TTGO dilakukan dengan standar WHO, menggunakan beban
glukosa yang setara dengan 75 gram glukosa anhidrus yang
dilarutkan ke dalam air.*

Gejala klasik DM (hiperglikemia) + glukosa plasma acak


200g/dL (11,1 mmol/L).
Penatalaksanaan DM

Edukasi
Terapi nutrisi medis
Latihan jasmani
Terapi Farmakologis
Fournier Gangren
Fournier gangren adalah bentuk dari fascitis nekrotikan yang
terdapat di sekitar genitalia eksterna. Fournier's gangren
terjadi ketika bakteri menginfeksi tubuh melalui luka,
biasanya di uretra, perineum, penis atau daerah rektum.
Fournier's gangren adalah sebuah fasciitis agresif dan cepat
menyebar ke jaringan lunak sekitarnya .
Gangren sendiri adalah proses atau keadaan yang ditandai
dengan adanya jaringan mati atau nekrosis namun secara
mikrobiologis adalah suatu proses nekrosis yang disebabkan
oleh beberapa infeksi kuman.
Etiologi

Penyebab paling umum dari gangren


Fournier adalah infeksi anorektal,
infeksi Genitourinary atau trauma, atau
cedera kulit perineum dan kelamin.
Fournier gangren disebabkan oleh
bakteri anaerob yang merupakan strain
streptococcus beta hemolitikus.
Diagnosa
Fournier gangren biasanya dimulai dengan nyeri
perianal atau perineum, sering tidak proporsional
dengan temuan fisik seperti pembengkakan atau
pruritus pada daerah yang terkena.
Pasien mengalami demam, malaise selama
beberapa hari, nyeri nonspesifik , secara umum
gejala infeksi tanpa spesifik sym-ptoms dari
daerah perineum , atau tanda-tanda sepsis dengan
takikardia, anemia, dan peningkatan kreatinin
serum.
Memburuknya dari kulit dan peradangan subkutan
dan dengan adanya nekrosis kulit
Terapi

Prinsip terapi pada Fournier gangren


ada terapi suportif memperbaiki
keadaan umum pasien, pemberian
antibiotik, dan debridemen.
Hubungan Diabetes Mellitus
dengan Fournier gangren.
Pada Pasien DM kepekaan terhadap infeksi lebih tinggi
dibandingkan dengan pasien non DM.
Terjadinya perubahan aspek imunitas pada pasien DM
mendasari hal tersebut, diantaranya: depresi fungsi sel PMN
terutama bersamaan dengan kondisi asidosis, gangguan
perlekatan leukosit, gangguan kemotaksis dan fagositosis,
gangguan sistem anti oksidan terkait aktifitas bakterisidal,
gangguan cell-mediated immunity, serta penurunan jumlah
limfosit.
Gangguan terhadap fungsi PMN dan monosit memudahkan
invasi bakteripiogenik dan bakteri yang lain
(Joshi,1999;Tjokroprawiro, 2001;ADA, 2011).
Bosgluz dkk menyimpulkan bahwa seseorang dengan DM
akan meningkatkan risiko menderita Fournier's gangren.
Dimana 10% sampai 60% dari penderita DM bisa mengalami
penyakit ini.
Faktor jenis kelamin dan genetik bukan faktor resiko penyakit
ini namun compromised immune system, poor self care dan
poor nutritional yang cenderung mempengaruhi timbulnya
penyakit ini. Kondisi sosial-ekonomi yang buruk
berkontribusi pada pengembangan Fournier's gangren
(Bhatnagar, 2008).
Hubungan antara infeksi dan hiperglikemi seperti vicious
circle. Infeksi pada pasien DM dapat mencetuskan
terjadinya krisis hiperglikemi pada DM, bahkan infeksi
ringan sekalipun dapat meningkatkan kebutuhan insulin.
Kondisi stress berat termasuk infeksi dapat meningkatkan
glukoneogenesis dan resistensi insulin, sedangkan
hiperglikemi bersifat pro-inflamasi yang
memperburuk kondisi infeksinya itu sendiri. Pengendalian
faktor metabolik serta kontrol infeksi lokal yang adekuat
akan memperbaiki kondisi klinis pasien DM dengan
infeksi yang mengancam (Tjokroprawiro, 2001).
Meningkatnya kepekaan terhadap infeksi pada
DM disebabkan oleh berbagai faktor
(multifaktorial), baik yang disebabkan oleh
hiperglikemi maupun gangguan immunitas. Salah
satu bukti bahwa hiperglikemi sebagai salah
satu penyebab rentannya infeksi pada DM ialah
pada penderita dengan ketoasidosis dimana
ditemukan hiperglikemi berat sering ditemukan
komplikasi infeksi.
Beberapa hal dapat menerangkan hiperglikemi sebagai penyebab
kerentanan infeksi pada diabetes melitus, yaitu :
1. Pembawa kuman Penderita DM ternyata membawa lebih banyak kuman
dan jamur yang mengidap di tubuhnya.
2. Gangguan fungsi sel neutrofil dan monosit .Status hiperglikemi sendiri
dapat mengganggu berbagai fungsi dari neutrofil dan monosit (makrofag)
meliputi proses kemotaksis, perlekatan (adherence), fagositosis dan proses
membunuh mikroorganisme intraseluler (intracellular killing).
. Semua proses ini terutama penting untuk membatasi invasi bakteri
piogenik dan bakteri yang lain. Empat tahapan tersebut diawali dengan
kemotaksis,kemudian terjadi perlekatan (adherence) mikroorganisme pada
leukosit, lalu terjadi fagositosis dan mulailah proses intra seluler untuk
bunuh -kuman tersebut oleh radikal bebas oksigen dan hydrogen
peroksida.
THANK YOU