Anda di halaman 1dari 28

Panduan Penatalaksanaan

DM Tipe 2 pada Individu


Dewasa di Bulan Ramadan

Presented By :
Letkol CKM dr. Wendy Budiawan, Sp. PD-FINASIM
CURRICULUM VITAE
1. Nama Lengkap : dr. Wendy Budiawan, Sp. PD-FINASIM
2. Pangkat / Corps : Letkol / CKM
3. Alamat : Jln. Rajawali no. 30 RT 10 RW 07,
Sukun,
Malang
4. Tempat / Tgl Lahir : Jambi, 1 September
5. Kewarganegaraan : Indonesia
6. Agama : Kristen Protestan
7. Jenis Kelamin : Laki-laki
8. Status : Menikah / 2 orang anak
9. Jabatan : SMF Gol. IV Departemen Penyakit
Dalam, Jantung & Paru RS Tk II dr.
Soepraoen, Malang
PENDIDIKAN FORMAL
1. 1990 : Dokter Umum
5. 2004 : Dokter Ahli Penyakit Dalam
6. 2014 Sekarang : Program Pasca Sarjana (Doktoral)
FK
Universitas Brawijaya, Malang

PENDIDIKAN NON-FORMAL
7. ATLS tahun 1998, Jakarta
8. Pelatihan Perawatan Penderita AIDS tahun 2007, Malang
9. Kursus Hemodialisa tahun 2008, Malang
10. ACLS tahun 2008, Malang
11. Pelatihan Penatalaksanaan Penderita TB tahun 2009,
Malang
TANDA JASA
1. GOM (Gerakan Operasi Militer) X Raksasa Dharma
2. Satya Lencana Kesetiaan VIII th
3. Satya Lencana Kesetiaan XVI th

RIWAYAT PENUGASAN
4. Operasi Teritorial Rajawali VI / Irian Jaya tahun 1993 / 1995
5. Dokter Batalyon Infanteri 713 / PSY Kupang NTT tahun
2004
6. Koordinator Timkes Bencana Gempa Bumi di Alor, NTT
tahun 2004
7. Tim Kesehatan Bencana Gempa Bumi Nias, tahun 2005
PENDAHULUAN
1,7 miliar
PENDUDUK DUNIA MERUPAKAN PEMELUK AGAMA ISLAM
BULAN RAMADAN
Bulan Ramadan bulan ke-9 dari sistem
bulan dalam penanggalan tahun Arab.
Umat Islam wajib berpuasa karena
perintah agama. Secara fisik

PUASA : tidak makan, tidak minum, tidak


merokok / menelan apapun termasuk
minum obat, menyuntikkan obat secara
parenteral sejak 75 menit sebelum
matahari terbit sampai 15 menit / segera
sesudah terbenam
Berpuasa tidak memiliki konsekuensi kesehatan
jangka panjang untuk meyoritas populasi
muslim, namun bias menimbulkan konsekuensi
kesehatan yang penting bagi pasien DM 2

PUASA tidak makan siang hari cenderung


makan berlebih pada malam hari

Hal ini berpotensi mengalami risiko :


1. Hiperglikemia 5 kali lebih berisiko
2. Hipoglikemia 7 kali lebih berisiko
Puasa Ramadan DAPAT TIMBUL
TANTANGAN
MASALAH
DIABETISI TERSENDIRI KESEHATAN

Pemahaman ilmiah yang kuat bermanfaat


menghindarkan / meminimalisir risiko yang
tidak diharapkam
ISU PENTING SAAT PUASA RAMADAN :

HINDARI GANGGUAN METABOLIK


AKUT
HIPOGLIKEMI
HIPERGLIKEMI SIMTOMATIK / NYATA
STATUS HIPEROSMOLAR
HIPOVOLEMIA
RASA HAUS (TERUTAMA PEKERJA
FISIK BERAT DI DAERAH PANAS)
ADAPTASI METABOLIK PUASA
Puasa

Glukosa yang Glukagon Glukoneogenesis


bersirkulasi Katekolamin mulai

Sekresi insulin Pemecahan


glikogen
Pelepasan
asam lemak dari
adiposit Penyimpanan
glikogen
terganggu
Oksidasi asam
lemak
Hiperglikemia

Keton
Ketoasidosis
(ketogenesis)
Potensi Risiko Utama pada Pasien Diabetes yang
Berpuasa

1 Hipoglikemi

2 Hiperglikemi (KHONK)

3 Ketoasidosis Diabetik (KAD)

Dehidrasi dan
4
Trombosis
1 Hipoglikemi

Studi EPIDIAR hipoglikemi di bulan Ramadan


meningkat pada :
DM tipe 1 4,7 kali lipat
DM tipe 2 7,5 lebih sering

Resiko hipoglikemi berat dikaitkan dengan :


1. Penggunaan Insulin, sulfonilurea dan
glinid
2. Perubahan dosis obat
3. Perubahan gaya /aktivitas hidup yang
drastis
2 Hiperglikemi (KHONK)

Studi EPIDIAR :
menunjukkan bahwa pada bulan Ramadan,
angka kejadian kendali sangat memburuk (Hi) :
DM tipe 1 3 kali lipat
DM tipe 2 5 kali lipat
3 Ketoasidosis Diabetik (KAD)

Pasien diabetes, terutama pasien DM


tipe 1 memiliki risiko ketoasidosis
yang dapat meningkat. Terlebih bila
pasien mengurangi dosis insulin secara
berlebihan saat puasa.
4 Dehidrasi dan Trombosis

Pembatasan asupan cairan (minum), lebih-


lebih bila berlangsung lama, dapat
menyebabkan dehidrasi. Lebih lanjut,
hiperglikemi dapat menyebabkan diuresis
osmotic, dan hal ini dapat lebih meningkatkan
kekurangan cairan serta elektrolit.
Meningkatnya viskositas darah akan
meningkatkan risiko stroke dan trombosis
Kategori Risiko Terkait Puasa Ramadan pada
Pasien DM Tipe 1 dan DM Tipe 2

Risiko sangat tinggi pada pasien dengan :

Hipoglikemi berat dalam 3 bulan terakhir menjelang Ramadan


Riwayat hipoglikemi yang berulang
Hipoglikemi yang tidak disadari (unawareness hypoglicemia)
Kendali glikemi buruk yang berlanjut
DM tipe 1
Sakit (illness) akut
Koma hiperglikemi hiperosmoler dalam 3 bulan terakhir
menjelang Ramadan
Menjalankan pekerjaan fisik yang berat
Hamil
Dialisis kronik
Kategori Risiko Terkait Puasa Ramadan pada
Pasien DM Tipe 1 dan DM Tipe 2

Risiko tinggi pada pasien dengan :


Hiperglikemi sedang (rerata glukosa darah 150-300 mg/dL atau
HbA1c 7,5-9%)
Insufisiensi ginjal
Komplikasi makrovaskuler yang lanjut
Hidup sendiri dan mendapat terapi insulin atau insulin
sulfonilurea
Adanya penyakit yang menyertai (comorbid) yang menambah
risiko
Usia lanjut dengan ill health
Pengobatan yang dapat menganggu mentation
Kategori Risiko Terkait Puasa Ramadan pada
Pasien DM Tipe 1 dan DM Tipe 2

Risiko sedang pada pasien dengan :

Diabetes terkendali dengan glinid (short-acting insulin


secretagague)
Kategori Risiko Terkait Puasa Ramadan pada
Pasien DM Tipe 1 dan DM Tipe 2

Risiko rendah pada pasien dengan :

Diabetes sehat dengan glikemi yang terkendali


Terapi gaya hidup
Metformin
Acarbose
Thiazoidinedione
Penghambat ensim DPP-4
Masalah Umum yang Perlu Diperhatikan

1 Individualisasi

Pemantauan
2 Glikemi

3 Nutrisi

Aktivitas
4 Jasmani
Menghentikan
5
Puasa
Masalah Umum yang Perlu Diperhatikan

1 Individualisasi

Pemantauan Harus disadari bahwa perawatan


2 Glikemi kesehatan terutama perawatan
diabetes harus mengedepankan
3 Nutrisi individualisasi. Yaitu perencanaan
pengelolaan yang berbeda pada
Aktivitas setiap individu
4 Jasmani
Menghentikan
5
Puasa
Masalah Umum yang Perlu Diperhatikan

1 Individualisasi
Kemampuan pasien dan
Pemantauan
2 Glikemi
ketersediaan alat untuk memantau
kadar glukosa darahnya sendiri
3 Nutrisi tiap beberapa kali sehari sangatlah
penting. Hal ini terutama penting
Aktivitas untuk pasien DM type 1 dan DM
4 Jasmani type 2 yang menggunakan insulin

Menghentikan
5
Puasa
Masalah Umum yang Perlu Diperhatikan

1 Individualisasi
Seharusnya diet selama bulan
Pemantauan
2 Glikemi
Ramadan tidak terlalu berbeda
dengan diet sehat dan seimbang di
3 Nutrisi hari-hari biasa. Saran diet
sebaiknya disesuaikan dengan
Aktivitas keadaan klinis serta kebutuhan
4 Jasmani khas tiap individu.

Menghentikan
5
Puasa
Masalah Umum yang Perlu Diperhatikan

1 Individualisasi
Aktivitas jasmani yang berlebih
Pemantauan
2 Glikemi
sebaiknya dihindari karena dapat
meningkatkan risiko hipoglikemi,
3 Nutrisi namun pada pasien DM type 1
yang tidak terkendali, aktivitas
Aktivitas jasmani malah dapat menyebabkan
4 Jasmani hiperglikemi berat.

Menghentikan
5
Puasa
Masalah Umum yang Perlu Diperhatikan

1 Individualisasi

Pemantauan Terjadi hipoglikemi


2 Glikemi Kadar glikemi beberapa jam
sesudah puasa dimulai < 70
3 Nutrisi mg/dL.
Kadar glukosa > 300 mg/dL
Aktivitas
4 Jasmani Pasien Sakit

Menghentikan
5
Puasa
KESIMPULAN

1. Puasa Ramadan bagi pasien DM memerlukan


penyesuaian penanganan yang bersifat individual
(jenis dan dosis obat) untuk menghindari
peningkatan risiko komplikasi akut antara lain
hipoglikemi, hiperglikemi hiperosmoler (KHONK), KAD,
dehidrasi dan trombosis terutama yang berisiko
tinggi.
2. Pemantauan gula darah mandiri (SNBG) sangat
penting, terutama bagi yang berisiko tinggi, karena
dapat dilakukan setiap waktu sesuai kebutuhan.
3. Pentingnya menjaga keseimbangan nutrisi dan
pengaturan pola / gaya hidup dan pengaturan
aktivitas jasmani.
TERIMA KASIH