Anda di halaman 1dari 13

SISTEM TRANSMISI DAYA

KELOMPOK :

SUWANDI 2013440096
Sistem transmisi
Sistem transmisi, adalah sistem yang berfungsi untuk konversi torsi dan kecepatan
(putaran) dari mesin menjadi torsi dan kecepatan yang berbeda-beda untuk diteruskan ke
penggerak akhir. Konversi ini mengubah kecepatan putar yang tinggi menjadi lebih
rendah tetapi lebih bertenaga, atau sebaliknya.

FUNGSI TRANSMISI

Secara umum transmisi sebagai salah satu komponen sistem pemindah tenaga (power train)
mempunyai fungsi sebagai berikut :
1. Meneruskan tenaga / putaran mesin dari kopling ke poros propeler.
2. Merubah momen yang dihasilkan mesin sesuai dengan kebutuhan
(beban mesin dan kondisi jalan).
3. Merubah momen yang dihasilkan mesin sesuai dengan kebutuhan
(beban mesin dan kondisi jalan).
TRANSMISI MANUAL
Transmisi manual adalah sistem transmisi otomotif yang memerlukan pengemudi sendiri
untuk menekan/menarik seperti pada sepeda motor atau menginjak kopling seperti pada
mobil dan menukar gigi percepatan secara manual. Gigi percepatan dirangkai di dalam kotak
gigi/gerbox untuk beberapa kecepatan, biasanya berkisar antara 3 gigi percepatan maju
sampai dengan 6 gigi percepatan maju ditambah dengan 1 gigi mundur (R). Gigi percepatan
yang digunakan tergantung kepada kecepatan kendaraan pada kecepatan rendah atau
menanjak digunakan gigi percepatan 1 dan seterusnya kalau kecepatan semakin tinggi,
demikian pula sebaliknya kalau mengurangi kecepatan gigi percepatan diturunkan,
pengereman dapat dibantu dengan penurunan gigi per
PRINSIP KERJA TRANSMISI MANUAL

Transmisi bekerja berdasarkan prinsip Perubahan Momen.


Saat mobil menempuh jalan yang rata, momen mesin cukup untuk menggerakkan mobil.
Transmisi digunakan untuk merubah momen dengan cara memindah perbandingan roda gigi
sehingga dihasilkan momen yang sesuai dengan beban mesin dan kondisi jalan , dan
memindahkan momen tersebut keroda roda. Bila kendaraan harus mundur, arah putaran
dibalik oleh transmisi sebelum dipindah keroda-roda.

Dimana: N = kecepatan putar


(rpm)
T = jumlah gigi
Komponen sistem transmisi manual
1. Transmission Case, berfungsi sebagai tempat
berdiamnya semua komponen transmisi
2. Shift Fork, berfungsi sebagai garfu pemindah gigi
3. Input Shaft, berfungsi untuk meneruskan putaran
dari kopling ke transmisi / counter gear
4. Counter Gear, berfungsi untuk meneruskan putaran
dari inputshaft ke gigi percepatan
5. Gigi percepatan, berfungsi untuk merubah momen
yang dihasilkan mesin sesuai dengan kebutuhan
(beban mesin dan kondisi jalan)
6. Hub Sleave, berfungsi untuk mengunci singkromes
dengan gigi percepatan sehingga memungkinkan
output shap bisa perputar dan berhenti
7. Sinkronizer ring / Singkromes, berfungsi sebagai
komponen transmisi yang memungkinkan
perpindahan gigi pada transmisi dapat bekerja/hidup
8. Reverse Gear, berfungsi sebagai gear perubah arah
putaran output shaft sehingga memungkinkan
kendaraan bisa bergerak mundur
9. Main Bearing, berfungsi sebagai bantalan output
shaft
10. Output shaft, berfungsi untuk meneruskan putaran
dari transmisi ke propeller shaft
11. Extension Housing, berfungsi sebagai penutup
output shaft sekaligus dudukan tongkat perseneling.
MACAM-MACAM TRANSMISI MANUAL

TRANSMISI SLIDING MESH


Sliding mesh merupakan jenis awal transmisi manual dan paling mudah untuk dimengerti.
Transmisi jenis ini, karena memang memiliki banyak kekurangan dalam cara kerjanya.
Diantaranya adalah karena mengeluarkan suara yang kasar saat perpindahan gigi, perpindahan
gigi membutuhkan waktu yang cukup lama, hanya dapat menggunakan salah satu dari roda
gigi.
Mekanisme dasar pada transmisi sliding mesh ditunjukkan pada gambar-5. Dimana poros input
(input shaft) dan poros output (output shaft) dihubungkan melalui sebuah counter shaft. Hanya
dengan menggeser (sliding) gear pada poros output , maka akan menghasilkan rasio gear yang
berbeda . Arah dari alur daya direpresentasikan sebagai garis putus-putus merah pada gambar-
5.
Transmisi Tipe Constant Mesh.
Transmisi tipe constant mesh adalah jenis
transmisi manual yang cara kerja dalam
pemindahan giginya memerlukan bantuan
kopling geser agar terjadi perpindahan tenaga
dari poros input ke poros out put. Transmisi jenis
constant mesh antara roda gigi input dan out put
nya selalu berkaitan, tetapi roda gigi out put tidak
satu poros dengan poros out put transmisi. Tenaga
akan diteruskan ke poros out put melalui
mekanisme kopling geser. Transmisi jenis ini
memungkinkan untuk menggunakan roda gigi
lebih dari satu jenis.

Transmisi Tipe Sincromesh.


Transmisi Tipe Sincromesh adalah transmisi
manual dengan cara kerja perpindahan giginya
dengan terlebih dahulu menyamakan putaran
antara roda gigi penggerak (input) dan kemudian
baru roda gigi yang di gerakkan (output)
TRANSMISI OTOMATIS
Transmisi otomatisadalah transmisi yang melakukan perpindahan gigi
percepatan secara otomatis. Untuk mengubah tingkat kecepatan pada
sistem transmisi otomatis ini digunakan mekanisme gesek dan tekanan
minyak transmisi otomatis. Pada transmisi otomatis roda gigi planetari
berfungsi untuk mengubah tingkat kecepatan dan torsi seperti halnya pada
roda gigi pada transmisi manual.
PRINSIP KERJA TRANSMISI OTOMATIS

Transmisi otomatik dikendalikan dengan hanya menggerakkan tuas


percepatan ke posisi tertentu. Posisi tuas transmisi otomatik disusun
mengikut formatP-R-N-D-3-2-L, sama ada dari kiri ke kanan ataupun dari
atas ke bawah. Mesin hanya bisa dihidupkan pada posisi P ataupun N saja.
Umumnya moda transmisi otomatik adalah seperti berikut:
1. P (Park) adalah posisi untuk kendaraan parkir, Transmisi terkunci pada posisi ini sehingga
kendaraan tidak bisa didorong.
2. R (Reverse) adalah posisi untuk memundurkan kendaraan.
3. N (Neutral) adalah posisi gir netral, hubungan mesin dengan roda dalam keadaan bebas.
4. D (Drive) adalah posisi untuk berjalan maju pada kondisi normal.
5. 2/S (Second) adalah posisi untuk berjalan maju di medan pegunungan .
6. 1/L (Low) adalah posisi maju pada gir ke satu, hanya digunakan pada saat mengendarai
pada medan yang sangat curam.
Sedangkan opsionalnya adalah :
3 adalah posisi untuk berjalan maju dan transmisi tidak akan berpindah pada posisi gir atas
Transmisi otomatis dapat dibedakan dalam sistem perpindahan gigi dan
waktu lock up yaitu :

Full hydraulic
Waktu perpindahan gigi dan waktu lock up diatur sepenuhnya secara
hidraulis.
Electronic Control Transmission (ECT)
Waktu perpindahan gigi dan waktu lock up diatur secara elektronik. Tipe
ini menggunakan data (shift and lock pattern) yang tersimpan dalam ECU
KEUNTUNGAN TRANSMISI OTOMATIS (FULL HYDRAULIC)
sebagai kontrolnya, juga terdapat fungsi diagnosa dan fail-safe.
Dibandingkan dengan transmisi manual, transmisi otomatis mempunyai beberapa keuntungan
sebagai berikut:
Mengurangi kelelahan pengemudi karena tidak ada pengoperasian pedal kopling dan
pemindahan gigi.
Perpindahan gigi terjadi secaraotomatis dan lembut.
Mengurangi beban mesin karena mesin dan pemindah daya dihubungkan melaluifluidasecara
hidraulis (torque converter).

3.KEUNTUNGAN ECT

Dibandingkan dengan transmisi otomatis full hydraulic, ECT mempunyai beberapa keuntungan
sebagai berikut:
Pengemudi dapat memilih mode penggendaraan.
Mengurangigetaran perpindahan gigi
Pemakaian bahan bakarlebih irit
Mempunyai fungsidiagnosadanmemori
Mempunyai fungsi fail safe
JENIS-JENIS TRANSMISI OTOMATIS
Transmisi otomatis dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu:
Automatic transaxle, digunakan untuk kendaraan FF (Front-engine, Front-
wheel-drive).
Automatic transmission, digunakan untuk kendaraan FR (Front-engine,
Rear-wheel-drive)
Komponen sistem transmisi Otomatis

KOMPONEN-KOMPONEN UTAMA
Transmisi otomatis terdiri dari beberapa komponen utama sebagai berikut:
Set Aksesoris planet yang merupakan sistem mekanik yang menyediakan berbagai
rasio roda gigi maju serta sebaliknya.
Sistem Hidrolik yang menggunakan cairan transmisi khusus yang dikirim di bawah
tekanan oleh Pump Oil melalui Badan Valve untuk mengontrol Kopling dan Band
untuk mengontrol gigi set planet.
Segel dan Gasket digunakan untuk menjaga minyak di mana seharusnya dan
mencegah dari bocor keluar.
Torque Converter yang bertindak seperti kopling untuk memungkinkan kendaraan
untuk datang ke berhenti di gigi saat mesin masih berjalan.
Modulator atau Throttle kabel yang memantau kecepatan dan posisi throttle untuk
menentukan kapan bergeser.
Pada kendaraan yang lebih baru, titik pergeseran dikendalikan oleh komputer yang
mengarahkan solenoida listrik untuk mengalihkan aliran minyak ke komponen yang
THANK YOU