Anda di halaman 1dari 10

Mekanisme penglihatan

dan adaptasi cahaya


Stefi Tauran
102013397
Skenario 4

Seorang laki-laki berusia 20 tahun sedang berada di tempat yang terang


dan kemudian berpindah ke ruangan yang gelap. Sesaat laki-laki
tersebut tidak dapat melihat tetapi lama-kelamaan secara berangsur-
angsur laki-laki tersebut dapat melihat dalam gelap.
Struktur Mata
3 lapisan bola mata

Tunika Fibrosa Tunika Nervosa


Retina
Kornea

Limbus kornea

Sklera

Tunika Vaskulosa

Iris
Korpus siliaris
Koroidea
Mekanisme Penglihatan

Cahaya yang masuk melalui kornea diteruskan ke pupil


Setelah melalui pupil dan iris, maka cahaya sampai ke retina
Bila cahaya sampai ke retina, maka selsel batang dan selsel kerucut yang
merupakan selsel yang sensitif terhadap cahaya akan meneruskan sinyal
sinyal cahaya tersebut ke otak melalui saraf optik
Bayangan atau cahaya yang tertangkap oleh retina adalah terbalik, nyata, lebih
kecil, tetapi persepsi pada otak terhadap benda tetap tegak, karena otak sudah
dilatih menangkap bayangan yang terbalik itu sebagai keadaan normal. 6
Siklus penglihatan
Adapatasi Gelap & Terang

Adaptasi Gelap

Beberapa saat tidak dapat melihat ketika pindah dari tempat terang ke tempat yang gelap

Berlangsung selama 20 menit

Cahaya pada ruangan terang memecah banyak fotopigmen


sehingga sensitivitas reseptor menurun dan perlu waktu untuk
membentuknya kembali sampai akhirnya lama kelamaan orang
tersebut dapat melihat dalam gelap
Adaptasi Terang

Mata sangat sensitif terhadap cahaya ketika berpindah dari tempat yang gelap ke tempat yang terang sehingga merasakan sensasi berupa cahaya
yang sangat menyilaukan

Berlangsung selama 5 menit

Banyak fotopigmen yang dibentuk pada saat gelap sehingga


sensitivitas meningkat, ketika terkena sinar maka banyak
fotopigmen yang terpecah pada waktu bersamaan, lama
kelamaan sensitivitas menurun dan mata kembali dapat melihat
dengan baik pada tempat yang terang
Kesimpulan

Seorang laki-laki berusia 20 tahun berada di tempat yang terang dan


kemudian berpindah ke ruangan yang gelap. Sesaat lelaki tersebut tidak
melihat tapi lama-kelamaan secara berangsur-angsur laki-laki tersebut
dapat melihat dalam gelap. Hal tersebut terjadi karena cahaya pada
ruangan yang terang memecah banyak fotopigmen sehingga
sensitivitas reseptor menurun dan perlu waktu untuk membentuknya
kembali sampai akhirnya lama kelamaan orang tersebut dapat melihat
dalam gelap.