Anda di halaman 1dari 48

Kanker Paru, Pleura dan

Tumor Mediastinum
sertaDeteksi Dini

Dr. SABRINA ERMAYANTI, SpP(K)

Bagian Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi


FK Unand /RS M Djamil Padang

Tingkat
No Daftar Penyakit
Kemampuan

24 Karsinoma paru 2

43 Tumor mediastinum 2

Konsil Kedokteran Indonesia


Konsil Kedokteran Indonesia


Kanker
Paru

Definisi

MASSA
Perselubunga
NODULE

Perselubunga
n homogen,
n homogen, bulat, batas
bulat, batas tegas,
tegas, dengan >3
dengan 3 cm
cm ACCP
Definisi
TUMOR PARU/TUMOUR LIKE-

LESION

GANAS JINAK
PRIMER
- BRONCHIAL
PRIMER KANKER PARU
SEKUNDER
METASTASE KE
ADENOMA
KANKER PARU - HAMARTOMA
PARU
- LAIN-LAIN

Lynne Eldridge MD
DEFINISI
Definisi

Tumor yang
Kanker berasal dari Karsinoma
paru epitel bronkogenik
bronkus

Epidemiologi

Cancer Statistic, 2013


Epidemiologi
ecendrungan Kasus Kanker Paru di RS M Djamil Padang tahun 2004-201

40
35

30

25

20 Men
Women
15

10

0
2002 2004 2006 2008 2010 2012 2014

Sabrina E et al. Respirology 2014, Vol. 19, Suppl. 3: p. 161Respirology 2014, Vol. 19, Suppl. 3: p. 1
Faktor Resiko


Gambaran Klinis
Anamnesis

Pemeriksaan Fisik

s a
ik
e r i si k
e m F
P an
Pemeriksaan
Penunjang
RADIOLOGI

Ro toraks Lateral
PA
Perselubungan homogen, batas
tegas, pinggir irreguler
Pemeriksaan
Penunjang

Diagnosis

Diagnosis

JENIS SEL

KANKER STAGING
PARU

PERFORMANCE STATUS
Jenis Sel : WHO
2004

Diagnosis Banding
Tuberkulosis

Pneumonia

Abses paru

Tuberkuloma
Kanker
paru Fungus ball

Tumor mediastinum

Tumor metastasis ke paru


Tatalaksana


Stage I dan II
Pembedahan Combined modality
therapy.

Kuratif kemoradioterapi
Radioterapi neo-adjuvan
Paliatif SVCV, nyeri
tulang

Semua stage
Kemoterapi Combined modality
therapy.
Tatalaksana

01 02

Adjuvan Neo-
adjuvan
Pembedahan Kemoterapi
diikuti oleh dan/atau
kemoterapi radioterapi
dan/atau dilanjutkan dg
radioterapi pembedahan
Stage I & II Mulai dr stage IIIA
Komplikasi
1 Efusi pleura ganas

2

Sindroma vena cava superior

3 Obstruksi bronkus

4 Invasi ke dinding dada

5 Hemoptisis

6 Kompresi esofagus

7 Metastasis ke tulang, otak, ginjal & hati

8 Kompresi sumsum tlg ES kemoterapi


Tumor
Pleura



Manifestasi klinis

Mesotelioma ganas
Nyeri dada
Gejala efusi pleura
Tumor metastase ke pleura
Gejala dan tanda efusi pleura
Gejala dan tanda tumor primer
Pemeriksaan Penunjang

Ro toraks CT Scan toraks


Sitologi cairan pleura
Biopsi pleura
Tumor
Mediastinu

m
Tumor
Medisatinum
Massa

Rongga
Mediastinum

Sempit Penekanan pd organ sekitarny

Lambat Silent in early phase


Anatomi
Anatomical
Mediastinum
Surgical

Schwartz et al., 1999



Mediastinum
Posterior

Mediastinum Medial

Mediastinum Anterior
ANAMNESIS

Tanpa gejala
Terdeteksi saat
>> pemeriksaan
Ro toraks rutin

Penekanan pada
Jinak organ
sekitar

Penekanan &
invasi organ sekitar
Gambaran Klinis
Batuk, sesak/stridor trakea-
bronkus


Disfagia esofagus

SVCS >> tumor ganas

Suara serak & batuk n laringeus

Paralisis diafragma n frenikus

Nyeri dinding dada tumor


neurogenik dan penekanan sistem
syaraf
Diagnosis Banding

Tumor
Tumor Paru
Mediastinum
Diagnosis Banding
berdasarkan lokasi tumor

Baum and Crapo, 2004


Penatalaksanaan
JINAK GANAS
Tergantung jenis sel
Operasi
Limfoma
kemoterapi
Non limfoma
multi modaliti
o operasi resisten
radi terapi dan
kemo
o Adjuvan terapi
Penatalaksanaan
Syarat

KEMOTERAPI
BEDAH ELEKTIF RADIOTERAPI
Pilihan Spirometri Hb > 10 mg%
terapi Leuko
AGD > 4000- <
10.000
Tr > 10.000
PS > 70
Karnofsky
Penatalaksanaan
CARA
Kemoterapi &
Radioterapi

Concuran Alternating Sequential

berbareng bergantian Kemo > 2


an siklus
radioterapi
Atau
Radioterapi
kemoterapi

DETEKSI DINI
DETEKSI DINI

Sukardja IDG, Onkologi Klinik, Ed.2. Airlangga, Unive Press 200


DETEKSI DINI


Sasaran
Kelihatan sehat
Asimptomatik
Golongan
Resiko
Tinggi (GRT)

Sukardja IDG, Onkologi Klinik, Ed.2. Airlangga, Unive Press 2000


TUJUAN DETEKSI DINI

Sukardja IDG, Onkologi Klinik, Ed.2. Airlangga, Unive Press 2000


DASAR MENGADAKAN
DETEKSI DINI

1

Perjalanan kanker kanker in-situ
invasi
lama

2 Umumnya datang pada stadium lanjut


morbiditi & mortaliti

3 Hasil pengobatan kanker stadium dini


lebih baik dari stadium lanjut

Sukardja IDG, Onkologi Klinik, Ed.2. Airlangga, Unive Press 200


PDPI. Pedoman Penatalaksanaan Kanker Paru di Indonesia. 2011


Golongan Resiko Tinggi
(GRT)

Laki-laki, usia > 40 tahun, perokok
Paparan industri tertentu
Disertai dengan satu atau lebih gejala:
- batuk darah
- batuk kronik
- sesak napas
- nyeri dada
- BB
Golongan lain yang perlu
diwaspadai

FAKTOR KETERLAMBATAN
Keterlambatan
1. Merasa sehat
2. Kurang perhatian pd diri

penderita
4. Rasa takut
5. Tidak ada biaya
sendiri
6. Keluarga tidak izin ke
3. Tidak mengerti/kurang sadar dokter
bahaya kanker
7. Jauh

Keterlambatan dokter
1. Tidak memikirkan keluhan penderita kr kanker
2. Enggan mengadakan konsultasi / merujuk pasien
3. Belum Cancer minded

Keterlambatan rumah sakit


1. Kurang tempat pemondokan di RS
2. Kurang sarana diagnostik dan terapi
3. Kurang tenaga ahli onkologi