Anda di halaman 1dari 29

CASE :

KANKER KULIT
(KARSINOMA SEL BASAL)
Zahra Afifa 030.12.295
Tn. A
Identitas Nama
85 tahun
Usia
Sarjana
Pendidikan
Pensiun
Pekerjaan
Jawa
Suku
Islam
Agama
Menikah
Status
Jl. Kebon Sirih III no. 9, Jakarta
Alamat Pusat
21 Desember 2016
Tanggal Masuk
16.95.41
Nomor RM
Anamnesis RPS
(autoanamnesis)
Timbul benjolan pada
bawah mata kiri.
Keluhan Utama Awalnya seperti tahi
lalat berwarna hitam
Benjolan pada
bawah mata kiri namun ukurannya
semakin membesar.
Keluhan Kemudian setelah 3
Tambahan minggu benjolan
pecah.
Benjolan teraba keras,
permukaan tidak rata,
tidak berambut, nyeri
(+), gatal (-).
Riwayat Penyakit Dahulu

Riwayat Hipertensi (+), DM (-)

Riwayat Penyakit Keluarga

Hipertensi (+)

Riwayat Kebiasaan

Pasien rutin berolahraga pada pagi hari namun tidak


pernah menggunakan sunblock setiap kali keluar rumah
saat terpapar sinar matahari.

Riwayat Alergi

Riwayat alergi (-)


Anamnesis Thoraks
(menurut sistem)
Tidak ada keluhan.
Umum

Sadar, tampak sakit ringan Abdomen


Kulit
Tidak ada keluhan.
Benjolan berwarna hitam dibawah mata
kiri.
Saluran kemih
Kepala

Tidak ada keluhan.


Tidak ada keluhan.

Mata Genital
Tidak ada keluhan.
Tidak ada keluhan.
THT

Tidak ada keluhan. Ekstremitas


Leher
Tidak ada keluhan.
Tidak ada keluhan.
Pemeriksaan Fisik
(22 Desember 2016)
Kulit
Warna sawo matang, pucat (-), ikterik (-),
Keadaan Umum turgor kulit baik, efloresensi (+)

Kesan Sakit : Tampak sakit Kepala


ringan
Normochepali, deformitas (-), rambut hitam
Kesadaran : Compos distribusi merata, tidak mudah dicabut.
Mentis Mata : Konjungtiva pucat -/-, Sklera Ikterik
-/-, reflex cahaya langsung dan tidak
langsung (+/+), ptosis (-), palpebra oedem
Tanda Vital (-).
Telinga : Normotia, nyeri tarik/ nyeri tekan
Tekanan Darah : 180/120 (-/-), liang telinga lapang (+/+), serumen (-/-)
mmHg Hidung : Deformitas (-), krepitasi (-), nyeri
tekan (-), kavum nasi lapang (+/+).
Nadi : 84 x / menit Mulut dan Tenggorok : sianosis (-), bibir dan
Pernapasan : 18 x/menit mukosa mulut tidak kering, tidak ada
Suhu : 36,7oc efloresensi yang bermakna, oral hygiene
baik, uvula letak di tengah, tidak hiperemis,
Antropometri : BB : 70 kg, arkus faring tidak hiperemis dan tidak
TB : 165 cm BMI : 25.7 tampak detritus.
Pemeriksaan Fisik
(22 Desember 2016)

Leher

Inspeksi : KGB dan kelenjar tiroid tidak tampak membesar


Palpasi : Kelenjar getah bening dan kelenjar tiroid tidak teraba membesar.
JVP : 5+2 cm H2O

Thorax

Inspeksi : Tidak tampak efloresensi yang bermakna, gerak pernafasan simetris,


retraksi otot-otot pernapasan (-).
Palpasi : Ictus cordis teraba setinggi ICS 5 1 cm dari garis midclavicula kiri.
Perkusi : Didapatkan perkusi sonor pada kedua lapang paru.
batas paru dengan hepar : setinggi ICS 5 linea midclavicula kanan dengan suara
redup
batas paru dengan jantung kanan : setinggi ICS 3 hingga 5 linea sternalis kanan
dengan suara redup
batas paru dengan jantung kiri : setinggi ICS 5, 1 cm linea midclavicula kiri dengan
suara redup
batas atas jantung : setinggi ICS 3 linea parasternal kiri dengan suara redup
Auskultasi :
Jantung : Bunyi jantung I & II irregular, murmur (-) gallop (-).
Paru : Suara napas vesikuler (+/+), wheezing (-/-), Ronki (-/-).
Pemeriksaan Fisik
(22 Desember 2016)

Abdomen

Inspeksi :Tidak tampak efloresensi bermakna,


datar.
Auskultasi: BU (+)
Perkusi : Timpani
Palpasi : Supel

Ekstremitas

Inspeksi : Simetris, tidak tampak efloresensi


bermakna, oedem (-)
Palpasi : Akral hangat, oedem (-), CRT < 2 detik.
STATUS LOKALIS

Inspeksi : Tampak benjolan berwarna hitam, tidak


berambut
Palpasi : Teraba keras dengan permukaan tidak
rata, nyeri (+), gatal (-)
Pemeriksaan Penunjang (14 Desember 2016)
RONTGEN THORAX (13 Desember 2016)
HASIL: JANTUNG CTR > 50%
CORAKAN BRONKOVASKULAR NORMAL
TIDAK TAMPAK BERCAK-BERCAK KESURAMAN
SINUS COSTOFRENIKUS DAN DIAFRAGMA BAIK
KOSTAE DAN TULANG-TULANG BAIK

KESAN: JANTUNG LVH, PARU-PARU NORMAL


Resume
Seorang pasien laki-laki berumur 85 tahun datang ke UGD RSAL
Mintohardjo dengan keluhan terdapat benjolan berwarna hitam dibawah mata
sebelah kiri. Awalnya berupa seperti tahi lalat namun ukuran semakin
membesar. Setelah 3 minggu benjolan pecah dan berbentuk krusta dengan
permukaan tidak merata. Keluhan tersebut disertai dengan rasa nyeri. Rasa
gatal disangkal. Pasien memiliki kebiasaan sering berolahraga lari pada pagi
hari namun tidak pernah menggunakan sunblock setiap aktivitas diluar
rumah.
Pemeriksaan fisik pada tanggal 22 Desember 2016 TD 180/120, N 84x,
S 36,7, RR 18x. Status generalis dalam batas normal. Status lokalis pada
bawah mata terdapat benjolan berwarna hitam, teraba keras dengan
permukaan tidak rata dan tidak berambut. Pada pemeriksaan laboratorium
darah rutin tanggal 14 Desemer 2016 didapatkan penurunan eritrosit (4.56
juta/ul), hemoglobin (13.4 g/dL) dan Hematokrit (40%).
Diagnosis Kerja

Ca Kulit (Karsinoma Sel Basal)


Pre Operatif

Inj. Ceftriaxon 2 gr
Alprazolam 1 x 0,26

Tatalaksana

Bisoprolol 1 x 5
Candesartan 1 x 16

Operatif : Eksisi pada tgl 04 Januari


2017

Post operatif

Ciprofloxacin 2 x 1
Asam Mefenamat 2 x 1

Prognosis Ad Vitam : Ad Bonam


Ad Fungsionam : Dubia Ad Bonam
Ad Sanationam : Ad Bonam
Follow Up
Tanggal S O A P
22/12/16 09.30 Benjolan pada KU : TSR Ca kulit pro eksisi IVFD RL 14 tpm
bawah mata kiri Kesadaran : CM, TD : 180/120 Alprazolam 1 x 0,26
N : 70 x, Rr : 20 x, S : 36.7 mg
Thorax: Bisoprolol 1 x 5 mg
Cor : s1s2 irreg, m (-), g (-) Tandesartan 1 x 16
Pulmo : snv +/+ mg
Abdomen: supel, BU (+)

04/01/16 08.00 Tidak ada keluhan KU : Baik Post op eksisi Alprazolam 0,25mg
Kesadaran : CM, TD : 120/80 tab II
N : 80 x, Rr : 20 x, S : 36,5 Bisoprolol 5mg tab II
Thorax: Condesartan 16mg
Cor : s1s2 irreg, m (-), g (-) tab II
Pulmo : snv +/+ Perdipin amp II
Abdomen: BU (+), supel
TINJAUAN PUSTAKA
Definisi
The American Cancer Society mendefinisikan kanker sebagai perkumpulan dari
penyakit dengan karakter pertumbuhan tak terkontrol dan penyebaran dari sel
yang abnormal. Neoplasma ganas atau kanker umumnya tumbuh cepat, kecuali
karsinoma sel basal, dengan gambaran mitosis yang abnormal.

Faktor Risiko
Jenis
Genetik Imunologik Kelamin

Bahan
Sinar UV Radiasi
Karsinogenik
Patogenesis
Kerusakan
DNA Apoptosis

Mutasi gen p53


UV Light
(kontrol apoptosis dari
DNA yang rusak)

Menekan ekspresi FasL


(Fas-ligand) pada Tranformasi sel
keratinosit dan melanosit
Ada tiga jenis kanker kulit yang sering ditemukan, yaitu:

Karsinoma
Karsinoma
Sel
Sel Basal
Skuamosa

Melanoma
Maligna
Gambaran Klinis
Karsinoma Sel Basal:
1. Bentuk nodulus
Gambaran klinis yang khas berupa Karsinoma Sel
gambaran tidak berambut, berwarna
coklat/hitam, tidak berkilat (keruh) Pada Skuamosa: Melanoma Maligna:
perabaan terasa keras dan berbatas
tegas. Mula-mula tumor ini Umumnya kelainan
2. Bentuk Kistik
Permukaanya licin, menonjol di berupa nodus yang berupa bercak
permukaan kulit berupa nodus atau
nodulus. Pada perabaan keras dan keras dengan batas- dengan ukuran
mudah digerakkan dari dasarnya.
3. . Bentuk Superfisial
batas yang tidak beberapa mm
Ditemukan di badan serta umumnya tegas, permukaanya sampai cm dengan
multiple. Ukurannya dapat berupa plakat
dengan eritema, skuamasi halus mula-mula licin warna bervariasi, tak
dengan pinggir yang agak keras dan
agak meninggi. Warnanya dapat hitam seperti kulit normal teratur, berbatas
berbintik-bintik atau homogen yang
kadang menyerupai melanoma maligna. yang akhirnya tegas dengan sedikit
4. Bentuk Morfea berkembang menjadi penonjolan
Secara klinis menyerupai morfea akan
tetapi ditemukan tanda-tanda berupa verukosa atau dipermukaan kulit
kelainan yang datar, berbatas tegas,
tumbuhnya lambat, berwarna menjadi papilloma
kekuningan dan pada perabaan
pinggirnya keras.
STADIUM
Stage 0: Kanker hanya pada epidermis dan tidak menyebar sampai ke dermis.

Stage I: Kanker kurang < 2 cm dan tidak menyebar ke kelenjar getah bening
atau organ lainnya

Stage II: Lesi > 2 cm dan tidak menyebar ke kelenjar getah bening atau organ
lainnya

Stage III: Kanker telah menyebar ke jaringan dibawah kulit (otot, tulang) dan/
atau kelenjar getah bening setempat dan tidak menyebar ke organ lain.

Stage IV: Kanker dapat dalam ukuran berapa saja dan telah menyebar ke
organ lain
Pemeriksaan
Penunjang

Biopsi Kulit
Penatalaksanaan

Non-Bedah Operatif
Radiasi Eksisi biopsi
Topikal Bedah Minor
Sistemik (curettage/cautery)
Cryotheraphy
Terima Kasih
Daftar Pustaka
Sherwood L. Fisiologi Manusia: Dari Sel ke Sistem. 2 nd ed. Jakarta: EGC;
2001.
Price, Sylvia Anderson. Patofisiologi: Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit.
Ed 6. Jakarta: EGC, 2005.
Goklsmith, Connie. Skin Cancer. USA Today Health Report: Disease and
Disorders. USA: 2011.
Bailey & Loves. Short Practice of Surgery. 25 th Ed. Hodder Education: UK.
2008.
Sjamsuhidajat, R. Buku Ajar Ilmu Bedah Sjamsuhidajat-de Jong. Ed 3.
Jakarta: EGC, 2010.
Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Jakarta: Badan Penerbit FKUI, 2013.
Blackwell, Wiley. TNM Classification of Malignant Tumours. 8 th Ed. UICC:
2017.
Erb P, Ji J, Kump E, Mielgo A, Wernli M. Apoptosis and pathogenesis of
melanoma and nonmelanoma skin cancer. Adv Exp Med Biol. 2008;624:283-
95 [PubMed]