Anda di halaman 1dari 26

ANEMIA

OLEH :
M U H A M MA D AV I N Z AM R ON I 1 2 2 0 1 1 1 0 1 0 2 7

PEMBIMBING:

dr. Arif Suseno, Sp.PD

FA KU LTA S K E D O K T E R A N U N I V E R S I TA S J E M B E R
K S M I L M U P E N YA K I T D A L A M
RSD DR. SOEBANDI JEMBER 2017

1
PENDAHULUAN
Sindroma klinik yang ditandai oleh adanya penurunan
hematokrit, hemoglobin, dan jumlah eritrosit dalam darah.
Cutt of WHO untuk anemia (1968)
oLaki-laki dewasa : Hb<13 g/dl
oPerempuan tak hamil : Hb<12g/dl
oPerempuan Hamil : Hb<11g/dl
oAnak 6-14 th : Hb<12g/dl
oAnak 6bln-6thn : Hb<11g/dl
Dipengaruhi oleh umur, jenis kelamin, ketinggian tempat tinggal, dll.

Kriteria Klinik di indonesia pada umumnya,


HB< 10 g/dl.
HCT <30%, Eritrosit <2.8juta/mm3

2014. Hematologi klinik 2


PATOFISIOLOGI
Sel induk hematopoietic Lingkungan Mikro
Pluripoten stem cell, Mikrosirkulasi tulang
Commited stemcell Sel-sel stroma: endotel,
Oligopotent stem cell lemak, fibroblas, makrofag,
Unipotent stemm cell sel retikulum
Matriks ekstraselular

Bahan-bahan Mekanisme regulasi


pembentuk darah Faktor pertumbuhan
Asam folat & B12 hemopoesis
Besi Sitokin : IL-3, IL-4, dll
Asam amino Hormon spesifik
(eritropoietin)
Hormon non spesifik
(androgen, estrogen,
glukokortikoid, glukokortikoid,
dll)
2014. Hematologi klinik 3
KLASIFIKASI ANEMIA
KEPARAHAN
Hb 10-cut off point ringan sekali
Hb 8-9,9 g/dl ringan
Hb 6-7,9 g/dl sedang
Hb <6 berat

MORFOLOGIK
Anemia hipokromik mikrositer (MCV <80 fl, MCH <27 pg)
Anemia normokromik normositer (MCV 80-95 fl, MCH 27-34 pg)
Anemia makrositer (MCV >95 fl)

ETIOPATOGENESIS
Produksi eritrosit menurun
Kehilangan eritrosit dari tubuh (perdarahan)
Peningkatan penghancuran eritrosit dalam tubuh
Campuran, dan belum jelas

2014. Hematologi klinik 4


Anemia Anemia
hipokromik Normokromik Anemia makrositer
mikrositer normositer
Anemia defisiensi Anemia pasca Megaloblastik
besi perdarahan akut Defisiensi folat
Thallasemia Anemia aplastik- Defisiensi vit
Anemia akibat hipoplastik B12
penyakit kronis Anemia hemolitik Non-megaloblast
Anemia Anemia akibat Pada penyakit
sideroblastik penyakit kronik hati kronik
Anemia Hipotiroid
mieloptisik Sindroma
Anemia pada mielodisplastik
gagal ginjal
kronis
Anemia pada
mielofibrosis
Anemia pada
sindrom
mielodisplastik
Anemia pada
leukimia akut
2014. Hematologi klinik 5
Produksi eritrosit Kehilangan eritrosit dari
Peningkatan hemolisis
menurun tubuh
Kekurangan bahan Anemia pasca Faktor ekstra
Besi perdarahan akut korpuskular
Vit B12 dan asam Anemia pasca Antibodi terhadap
folat perdarahan kronis eritrosit
Gangguan utilisasi AIHA
besi HDN
Anemia penyakit Hipersplenisme
kronis Pemaparan bahan
Anemia sideroblastik kimia
Kerusakan jaringan Infeksi
tulang bakteri/parasit
Atrofi diganti jar Kerusakan mekanik
lemak, aplastik- Intrakorpuskular
hipoplastik Membranopati
Diganti oleh jar Spherositosis
tumor/fibrotik, Elliptositosis
anemia mieloptisik Ensimopati
Fungsi jaringan tulang
Def G6PD
kurang baik karena
tidak diketahui Def piruvat kinase
Hemoglobinopati
Thalasemia
Hemoglobinopati
struktural
2014. Hematologi klinik 6
GEJALA KLINIS
Gejala klinis yang timbul akibat
1. Anoksia organ target
2. Mekanisme adaptasi / kompensasi thd.
Anemia
Meningkatkan CO
Redistribusi aliran darah
Menurunkan tekanan oksigen vena

Gejala timbul apabila Hb< 7 gr/dl.

2015. Ugroseno YB. Anemia. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam UNAIR- 7
Gejala umum anemia
Sistem kardiovaskuler : takikardi, palpitasi, lesu
Sistem saraf: sakit kepala, iritabel, dll
Sistem GI tract: obstipasi, anoksia, nausea, flatulensi
Sistem Urogenital
Jar epitel pucat, rambut tipis dan halus

Gejala khas tiap anemia


Anemia def besi disfagia, atrofi papil lidah, stomatitis
angularis
Anemia def asam folat bufy tongue
Anemia hemolitik ikterus, hepatosplenomegali
Anemia aplastik perdarahan kulit, mukosa, tanda
Gejala
infeksi,akibat
dll penyakit dasar
Ca colon perubahan sifat defekasi, feses bercampur
darah/lendir
2014. Hematologi klinik 8
Gejala pada anemia defisiensi besi

Gejala anemia
Koilonychia (kuku
sendok)
Atrofi papil lidah
Stomatitis angularis
Ozaena
Disfagia
Atrofi mukosa gaster
aklorida
Gejala akibat penyakit
2015. Ugroseno YB. Anemia Defisiensi
dasar
Besi. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam
UNAIR-SUTOMO. Edisi 2

2012. Harrisons Principle of internal medicine, 18e. 9


10
Gejala pada anemia defisiensi As
folat dan vit B12

Anemia perlahan dan progresif


Buffy tongue
Kadang ikterus ringan
Pada def vit B12 gejala
neurologis seperti neuritis perifer,
gangguan columna posterior dan
lateralis

2014. Hematologi klinik 11


2012. Harrisons Principle of internal medicine, 18e. 12
2012. Harrisons Principle of internal medicine, 18e. 13
2012. Harrisons Principle of internal medicine, 18e. 14
Gejala pada anemia
Hemolitik

2012. Harrisons Principle of internal medicine, 18e. 15


Gejala pada Anemia
Aplastik
Perdarahan (ekimosis, ptekiae,
epistaksis)
Demam akibat infeksi
Tanda kegagalan sumsum tulang
seperti
Pigmentasi kulit
Postur pendek
Mikrosefali
Hipogonadisme
Retardasi mental
2015. Sugianto. Anemia Aplastik. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam UNAIR- 16
2012. Harrisons Principle of internal medicine, 18e. 17
2012. Harrisons Principle of internal medicine, 18e. 18
DIAGNOSIS
Langkah 1 membuktikan adanya anemia
Langkah 2 menetapkan jenis anemia
Langkah 3 menentukan penyebab anemia

3 langkah tersebut menggunakan pendekatan


Klinis
Laboratoris
epidemiologis
2014. Hematologi klinik 19
Anamnesis
Adanya gejala umum anemia
Riwayat penyakit sekarang, onset mendadak /
tidak
Riwayat penyakit dahulu
Riwayat gizi (diet)
Riwayat keluarga
Riwayat paparan obat, bahan kimia, lingkungan
Pikirkan juga keganasan

2015. Ugroseno YB. Anemia. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam UNAIR- 20
Pemeriksaan Fisik
Warna kulit anemis, ikterik, sianosis? Adanya purpura,
ptekiae, atau ekimosis
Kuku koilonychia
Mata ikterus, kunjungtiva pucat
Mulut ulserasi, hipertrofi gusi, perdarahan gusi, atrofi
papil lidah, glossitis, dan stomatitis angularis
Limfadenopati
Hepatomegali dan splenomegali
Nyeri tulang/sternum, hemartrosis?
Kelainan sistem saraf?

2015. Ugroseno YB. Anemia. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam UNAIR- 21
Pemeriksaan
Laboratorium
Lab Hematologis
oTes penyaring ( Hb, Indeks eritrosit, dan HDT)
oPemeriksaan rutin (LED, diff count, hitung
retikulosit)
oPemeriksaan sumsum tulang
oPemeriksaan atas indikasi khusus ( Serum
iron, TIBC, transferin dan feritin serum, hitung
retikulosit, tes coombs, elektroforesis hb)
Lab non-hematologis
Faal ginjal
Faal endokrin
Faalklinik
2014. Hematologi hati, dll 22
Hitung retikulosit normal = 0,8-
IR 2,5% (pria) dan 0,8-4,1% (wanita)

Indeks retikulosit >2-3% respon


adekuat, dibawah itu kegagalan
sumsum tulang

MCV
Ukuran rata-rata eritrosit, normal
85-100 fl

MCH
Jumlah hemoglobin rata-rata
dalam eritrosit, dalam pikogram,
normal 28-31 pg

MCHC
Konsentrasi rata-rata hemoglobin,
dalam persen, normal 30-35%.

2015. Ugroseno YB. Anemia. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam UNAIR- 23
2015. Ugroseno YB. Anemia. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam UNAIR- 24
Diagnosis Banding Anemia Hipokromik Mikrositer

2012. Harrisons Principle of internal medicine, 18e. 25


PRINSIP TERAPI
Mencari penyebab dan terapi yang rasional,
Jangan memberikan pengobatan anemia
tanpa mengetahui penyebab.
Memberikan bahan untuk produksi yang kurang
Menghambat pemecahan eritrosit
Bila anemia timbul sekunder akibat penyakit
lain, dengan pengobatan penyakit dasar
anemia akan membaik
Transfusi darah hanya pada
Perdarahan akut dengan perubahan hemodinamik
Anemia kronik, progresif, dan terdapat keluhan (PRC)

Apabila ada kegagalan faal jantung istirahat


totalYB.
2015. Ugroseno dan diuretika
Anemia. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam UNAIR- 26