Anda di halaman 1dari 24

PEMERIKSAAN CEA

(CARCINOEMBRYONIC
ANTIGEN)

MARIANA LOMO
1411C2003
PENDAHULUAN

Tumor marker adalah substansi yang dihasilkan oleh sel tumor atau oleh sel

lain di dalam tubuh akibat respon dari adanya sel kanker.(National Cancer

Institute). Substansi tersebut dapat ditemukan pada bermacam cairan tubuh atau

spesimen jaringan.

Tumor marker merupakan substansi protein ; hormon, enzim, atau antigen

yang dapat timbul dan meningkat secara signifikan pada berbagai tipe dari

kanker. Tumor marker sangat penting untuk memperkuat diagnosa, follow up,

dan melihat efektifitas pengobatan kanker.Setiap tumor marker memiliki profil

yang berbeda.
KLASIFIKASI LAIN DARI PETANDA
TUMOR
Produk yang dihasilkan oleh sel Tumor itu sendiri (tumor-derived
product)

Berupa antigen onkofetal, yang terdiri dari senyawa-senyawa


yang dihasilkan oleh sel embrio dan sel tumor. Senyawa ini juga
dihasilkan oleh sel normal yang undifferentiated tetapi dalam
jumlah yang sangat kecil. Kadar senyawa ini akan meningkat
secara bermakna pada penderita kanker. Contoh :
Carcinoembryonic Antigen (CEA), Alfa Fetoprotein (AFP).
CARCINOEMBRYONIC ANTIGEN
(CEA)
Carcinoembryonic antigen (CEA) adalah protein yang dihasilkan

oleh epitel saluran cerna janin yang juga dapat diekstraksi dari tumor

saluran cerna orang dewasa. Ditemukan tahun 1965 oleh Gold &

Freedman. Glikoprotein dengan BM 180.000 dalton. CEA di bentuk di

saluran gastro-intertinal dan pancreas sebagai antigen pada

permukaan sel yang selanjutnya disekresikan ke dalam cairan

tubuh. CEA sebagai petanda tumor untuk kanker kolorektal,

oesofagus, pankreas, lambung, hati, payudara, ovarium dan paru-paru.


Pemeriksaan CEA ini bertujuan untuk mengetahui adanya
kanker usus besar, khususnya ardenocarcinoma. Pemeriksaan
CEA merupakan uji laboratorium yang tidak spesifik karena hanya
70% kasus didapatkan peningkatan CEA pada kanker usus besar
dan pankreas. Peningkatan kadar CEA dilaporkan pula pada
keganasan esophagus, lambung, usus halus, dubur, kanker
payudara, kanker serviks, sirosis hati, pneumonia, pankreatitis
akut, gagal ginjal, penyakit inflamasi dan trauma pasca operasi.
Yang penting diketahui pula bahwa kadar CEA dapat meningkat
pada perokok.
MANFAAT PEMERIKSAAN
DIANTARANYA :
1. Bersama dengan penanda tumor lain untuk mendeteksi
karsinoma saluran cerna (CA 19-9), kanker payudara (CA 15-3
), kanker ovarium (CA 125), kanker paru (NSE), kanker
pankreas, kanker usus halus, dan kanker lambung,

2. Prognosis dan follow up kanker kolorektal,

3. Pemeriksaan pasca operasi dan pemantauan prognosis kanker.


PRINSIP
Perangkat CEA Rapid
Rapid Test mendeteksi antigen Carcinoembryonic manusia

(CEA) melalui
melalui interpretasi
interpretasi visual
visual pembangunan
pembangunan warna
warna pada
pada strip
strip internal.
internal.

Antibodi CEA bergerak


bergerak diwilayah
diwilayah uji membran. Selama pengujian, spesimen

berekasi dengan
dengan natibodi
natibodi CEA
CEA konjungasi
konjungasi partiker berwarna
berwarna dan precoated ke

sampel
sampel test.
test. Setelah
Setelah tercampur
tercampur bermigrasi/berpindah
bermigrasi/berpindah melalui
melalui membran
membran dengan
dengan

tindakan
tindakan kapiler,
kapiler, dan
dan berinteraksi
berinteraksi dengan
dengan reagen
reagen pada
pada membran.
membran. Jika
Jika ada
ada

antigen
antigen CEA
CEA cukup
cukup dalam
dalam spesimen,
spesimen, sebuah band berwarna
berwarna akan terbentuk
terbentuk di
di

wilayah uji
uji membran.
membran. Kehadiran
Kehadiran pita
pita berwarna
berwarna menunjukkan
menunjukkan hasil
hasil yang
yang positif,
positif,

sementara ketiadaan
ketiadaan menunjukkan
menunjukkan hasil
hasil negatif.
negatif. Penampilan
Penampilan band
band berwarna
berwarna di
di

wilayah kontrol
kontrol berfungsi
berfungsi sebagai
sebagai kontrol prosedural,
prosedural, menunjukkan
menunjukkan bahwa
bahwa

volume tepat
tepat dari spesimen
spesimen telah
telah ditambahkan dan wicking membran telah
telah
PENGUMPULAN DAN
PENYIMPANAN SAMPEL :
1.
1. CEA
CEA rapid
rapid Test
Test menggunakan
menggunakan spesimen
spesimen darah
darah manusia,
manusia, serum,
serum, plasma,
plasma,

2.
2. Tidak
Tidak hemolisis
hemolisis baik
baik darah,
darah, serum,
serum, dan
dan plasma
plasma

3.
3. Spesimen
Spesimen serum
serum dan
dan plasma
plasma sebaiknya
sebaiknya tetap
tetap diseimpan
diseimpan di
di 2-8C
2-8C untuk
untuk selama
selama 33

hari.
hari. Untuk
Untuk penyimpanan
penyimpanan yanglama,
yanglama, sebaiknya
sebaiknya spesimen
spesimen disimpan
disimpan di
di bawah
bawah di
di

-20C.
-20C. Whole
Whole Blood
Blood dari
dari venipuncture
venipuncture sebaiknya
sebaiknya disimpan
disimpan di
di 2-8C
2-8C jika
jika

pemeriksaan
pemeriksaan dilakukan
dilakukan dengan
dengan 22 hari.
hari. Spesimen
Spesimen Whole
Whole Blood
Blood jangan
jangan disimpan
disimpan

pada
pada freezer.
freezer. Dapat
Dapat menggunakan
menggunakan Whole
Whole Blood
Blood yang
yang berasal
berasal dari
dari kapiler
kapiler

(Fingerstick).
(Fingerstick).

4.
4. Antikoagulan
Antikoagulan yang
yang dapat
dapat digunakan
digunakan berupa
berupa EDTA,
EDTA, sitrat,
sitrat, atau
atau heparin
heparin

5.
5. Sebelum
Sebelum pengujian
pengujian letakkan
letakkan pada
pada suhu
suhu kamar,
kamar, saat
saat spesimen
spesimen beku
beku harus
harus di
di

cairkan
cairkan dan
dan di
di campur
campur terlebih
terlebih dahulu
dahulu sebelum
sebelum digunakan
digunakan untuk
untuk pengujian.
pengujian.
6. Jika spesimen untuk dikirim, kemas sampel sesuai dengan semua

peraturan yang berlaku untuk transportasi.

7. Sampel yang ikterik, lipemik, hemolisis dapat menyebabkan hasil yang

salah.

8. Catatan kriteria penolakan sampel Hemolisis : Mutlak; Beku ulang :

Mutlak. Sampel tidak boleh mengandung fibrin, sel darah merah atau

partikel lain.
PROSEDUR :
1. Dibuka rapid test dari segelnya dan diletakkan pada permukaan yang

bersih, diberi label pasien dan uji kontrol.

2. Diteteskan 3 tetes darah/serum/plasma untuk spesimen menggunakan

pipet sekali pakai yang telah disediakan, dan mulai timer

3. Jika pengujian gagal untuk bermigrasi atau berpindah melintasi membran

setelah 1 menit, tambahkan 1 tetes buffer untuk spesimen dengan baik (S).

4. Tunggu band berwarna (s) muncul. Hasilnya harus dibaca pada 15 menit.

Jangan menginterpertasika hasil setelah 20 menit.


INTERPRETASI HASIL :
Positif : dua band berwarna muncul pada membran. Salah satu band yang muncul di

daerah kontrol (C) dan band lain muncul di wilayah uji (T).

Negatif : hanya satu band/pita berwarna muncul, di daerah kontrol (C). Tidak ada

pita/band berwarna jelas muncul di wilayah uji (T).

Invalid : kontrol band/pita gagal untuk muncul. Hasil dari setiap tes yang belum

menghasilkan band/pita kontrol pada saat membaca ditentukan harus dibuang.

Harap tinjau prosedur dan ulangi pemeriksaan baru. Jika terjadi masalah terus-

menerus, hentikan menggunakan alat/kit segera hubungi distributor.


NILAI RUJUKAN :

Dewasa:

1. Tidak merokok : <2,5 ng/ml,

2. Merokok : <3,5 ng/ml,

3. Gangguan inflamasi akut : 10 ng/dl,

4. Neoplasma : 12 ng/dl.
Hal-hal yang harus diperhatikan yaitu kriteria
penolakan sampel seperti hemolisis, beku, sampel tidak
boleh mengandung fibrin, sel darah merah atau partikel
lain.

Persyaratan dan jenis sampel yaitu 0,25-0,50 ml Serum,


dengan stabilitas sampel berada pada 2-8C selama 48
jam, -20C selama > 48 jam.
PEMERIKSAAN CARCINOEMBRYONIC ANTIGEN (CEA) YANG
MENGGUNAKAN ELISA BERDASARKAN DIAGNOSTIC
AUTOMATION, INC :

Test : CEA ELISA

Metode : ELISA: Enzyme Linked Immunosorbent ELISA

Prinsip : Peroksidase-konjugasi ELISA


BAHAN DAN KOMPONEN
Material yang disediakan dalam kit test Material yang tidak disediakan

1. Antibody-coated microtiter plate dalam kit test


with 96 wells 1. Precision pipettes : 0,04 ml
2. CEA standards containing; 0, 3, 0,2 ml
12, 30, 60, and 120 ng/ml 2 set
2. Tip pipet disposible
of 0,5 ml
3. Distilled water
3. Enzyme Conjugate Reagent 12 ml
4. Vortex mixer or equivalent
4. Substrate TMB 12 ml
5. Absorbent paper or paper
5. Stop Solution 12 ml
towel
6. Wash buffer concentrate (50X) 15

ml 6. Graph paper

7. Microtiter plate reader


PERSIAPAN SAMPEL
(BERDASARKAN KIT)
1. Darah harus diambil dengan menggunakan teknik
venipuncture standar dan serum harus dipisahkan dari sel
darah merah sesegera mungkin. Hindari lipemik atau sampel
keruh

2. Sampel plasma dikumpulkan dalam tabung yang berisi EDTA,


heparin, atau oksalat dapat mengganggu tes prosedur dan
harus dihindari.

3. Spesimen harus ditutup dan dapat disimpan hingga 48 jam


pada 2-8C.
PENYIMPANAN TEST KIT DAN
INSTRUMENTASI
Ketika test belum dibuka harus disimpan pada 2-8C setelah

menerima. Pelat microtiter harus disimpan pada 2-8C, dalam segel

didalam bag, untuk meminimalkan paparan lembab udara. Membuka

test kit akan tetap stabil sampai tanggal kadarluasa, asalkan kits

disimpan seperti dijelaskan diatas. Sebuah microtiter plate reader

dengan bandwidth 10 nm atau kirang dan optik berbagai kepadatan

0-2 OD atau lebih besar, di 450 nm panjang gelombang, dapat

diterima untuk digunakan dalam absorbansi pengukuran.


PROSEDUR

1. Ambil 50l dari standar spesimen, dan kontrol ke sumur yang sesuai.

2. Tambahkan 100 l enzim konjugat reagen untuk setiap sumur.

3. Homogenkan selama 10 menit.

4. Inkubasi pada suhu kamar (18-22C) selama 60 menit.

5. Hapus campuran inkubasi dengan mengosongkan isi piring ke dalam


wadah limbah.

6. Bilas dan mengosongkan sumur mikrotiter 5 kali dengan mencuci


penyangga (1x).
7. Lap tetesan yang tersisa dengan kertas serap atau dengan kertas

handuk.

8. Tambahkan 100 l larutan TMB ke masing-masing dengan baik.

Homogenkan selama 5 detik

9. Inkubasi pada suhu kamar selama 20 menit.

10. Untuk menghentikan reaksi dengan larutan stop solution sebanyak

100 l.

11. Homogenkan selama 30 detik untuk memastikan bahwa warna biru

benar-benar berubah menjadi kuning.

12. Baca pada panjang gelombang 450 nm dengan pembaca microtiter

plate dalam waktu 15 menit.


HAL-HAL YANG HARUS
DIPERHATIKAN

Hal-hal yang harus diperhatikan yaitu kriteria penolakan


sampel seperti hemolisis, beku, sampel tidak boleh mengandung
fibrin, sel darah merah atau partikel lain.
KESIMPULAN

Tumor marker adalah substansi yang dihasilkan oleh

sel tumor atau oleh sel lain di dalam tubuh akibat

respon dari adanya sel kanker. Substansi tersebut dapat

ditemukan pada bermacam cairan tubuh atau spesimen

jaringan dan dapat dideteksi secara radioimmunoassai,

immunoradiometric assay dan enzyme-linked

immunosorbent dan pemeriksaan imunohistokimia.


Terima kasih