Anda di halaman 1dari 34

KINETIKA FERMENTASI

PERTUMBUHAN MIKROORGANISME
Definisi:
Penambahan ukuran sel

KAPANG
Penambahan massa sel

BAKTERI
Penambahan jumlah sel

Parameter pengukuran pertumbuhan:


Biomassa: bahan yang penting untuk reproduksi dan
struktur suatu organisme yang hidup.
Biomassa umumnya diekspresikan dalam konsentrasi (g
biomassa/L)
Pertumbuhan

Peningkatan ukuran
Jamur/Kapa dan kerapatan miselia
ng Belum tentu
penigkatan jumlah

Peningkatan jumlah
Organisme sel
uniseluler Peningkatan biomassa
Proses yang berasosiasi dengan pertumbuhan:
1. Pengambilan nutrisi dari lingkungan
2. Pelepasan produk akhir metabolisme ke lingkungan
SISTEM OPERASI PADA
FERMENTOR

Operasi secara batch


Medium ditambahkan di awal, produk dipanen
diakhir
Operasi secara fed-batch
Medium ditambahkan secara kontinu, produk
dipanen di akhir
Operasi secara kontinu
Medium ditambahkan secara kontinu, produk
dipanen kontinu
PERTUMBUHAN SECARA
BATCH
SISTEM TERTUTUP:
Tidak ada
penambahan
nutrien lagi
setelah inokulasi
(kecuali oksigen
utk yg aerob)
Pertumbuhan
berhenti setelah Contoh: pada produksi alga

bbrp saat
Batch Culture

Merupakan suatu sistem tertutup


Merupakan operasi reaktor yg sederhana.
bioreaktor diisi dg medium fermentasi dan
inokulum selanjutnya dibiarkan utk melakukan
proses hingga saat pemanenan.
Ketika fermentasi sudah berakhir, hasil
fermentasi dipanen dan dilakukan downstream
processing. Bioreaktor dibersihkan, disterilkan,
diisi,dan diinokulasi kembali, selanjutnya proses
fermentasi berjalan lagi.
Batch Culture
merupakan proses yg dinamik dimana
sistem tidak pernah mengalami steady
state
komponen media steril dimasukkan pd awal
fermentasi dg tidak ada penambahan
makanan lagi setelah inokulasi.
laju pertumbuhan mikroorganisme akan
berlangsung terus sehingga mencapai titik
nol seiring dengan semakin menurunnya
nutrien atau terakumulasinya produk toksik.
Keuntungan Sistem Batch
Sistem sederhana
sekali sterilisasi dan tidak
memungkinkan utk kontaminasi
biaya peralatan lebih rendah
Produksi seragam - consistency
Kerugian Sistem Batch
Terdapat lag time
Terbentuk Toxin
Utk produk-produk potensial,
produksinya terbatas
Tahap pertumbuhan dalam
sistem batch:
1. Lag phase
2. Exponential phase
3. Stationary phase
4. Death phase
1. Fase lag (Lag phase)
Faktor yang mempengaruhi
terjadinya fase lag:
Perubahan nutrien
Perubahan kondisi kultur
Adanya inhibitor
Germinasi spora
Efek inokulum
2. Fase Lag (Exponential
phase)
Laju pertumbuhan meningkat secara
bertahap
Pertumbuhan mikroba
uniseluler
Fase eksponensial sel tumbuh pada laju max.
Konstan, dapat digambarkan dengan persamaan:

Dengan: x= konsentrasi biomassa


t= waktu (h-1)
=laju pertumbuhan spesifik (h-1)

Fase eksponensial: nutrisi berlebih mikroba


tumbuh pada laju pertumbuhan spesifik
maksimum max
3. Fase stasioner (Stationary
phase)
Laju pertumbuhan turun mendekati
nol
Aktivitas metabolisme populasi
masih aktif
Memproduksi metabolit sekunder
Fase populasi maksimum (Bull, 1974)
Penurunan pertumbuhan terjadi karena:
Akumulasi produk toksik
Limitasi substrat hubungan antara dan
S (Monod, 1942)
max S

Ks S

Dengan:S = konsentrasi substrat sisa


Ks= konstanta penggunaan substrat
= konsentrasi substrat ketika =1/2 max
JIKA:
Ks rendah (afinitas mikroba terhadap substrat tinggi0
tidak terpengaruh sampai konsentrasi substrat
rendah fase perlambatan pendek
Ks tinggi (afinitas terhadap substrat rendah) fase
perlambatan panjang
4. Fase Kematian (Death
phase)
Jumlah sel yang mengalami kematian makin
lama makin banyak, sedangkan jumlah
pembentukan sel baru makin lama makin
menurun.
Tidak terjadi lagi perkembangbiakan sel, yang
terjadi adalah kematian sel dengan kecepatan
konstan.
PERTUMBUHAN SECARA FED-BATCH
FED-BATCH CULTURE
Merupakan modifikasi sistem batch culture.
fresh medium secara kontinyu dan periodik
ditambahkan, tanpa menghilangkan/
mengeluarkan medium kultur sampai
mencapai volume tertentu.
Fermentor didisain utk dpt mengakomodasi
peningkatan voliume medium. Pada sistem ini
tahap pertumbuhan adalah steady state semu.
Pada sistem ini dpt dicapai tingkat proses dan
produk yg cukup besar
FED-BATCH CULTURE
Kapasitas aerasi kultur dalam fermentor
dpt dipertahankan.
Dapat dihindari efek penghambatan dari
komponen medium spt : cepatnya
konsumsi karbon, nitrogen, atau fosfat;
Dapat dihindari efek toksik dari komponen
medium;
Dpt digunakan utk menyediakan tingkat
kebutuhan nutrisi yg terbatas utk strain
auxotrophic.
FED-BATCH CULTURE
Produksi ragi roti
Produksi penisilin
PERTUMBUHAN SECARA
KONTINU
Continuous Culture

proses fermentasi berkelanjutan


didisain sedemikian rupa shg
pemasukan nutrisi dikontrol dan
berlangsung secara konstan.
Tahap awal proses sama dg kultur
batch, namun ketika kultur sudah
mencapai tahap eksponensial,
maka dpt diperpanjang terus
sampai tak terbatas dg secara
kontinyu menambahkan medium
segar ke dalam sistem.
Continuous Fermentation

Bioreaktor secara terus menerus di stirer


dan volume konstan selalu dipertahankan
dengan cara medium baru secara konstan
selalu ditambahkan dan hasil fermentasi
juga secara konstan dipanen sebanding dg
volume yg ditambahkan.
Keadaan steady-state akan selalu tercapai,
dimana laju pertumbuhan mikrobia akan
sama dengan jumlah mikrobia yang
digantikan dari fermentor. Proporsional
dengan laju pelarutan oleh medium.
Continuous Culture
Merupakan sistem yg terbuka
Medium baru secara konstan
dimasukkan, dan medium lama
dikeluarkan
Memungkinkan terjadi pertukaran
gas
Memungkinkan utk pertumbuhan dan
produksi yg lama
Organisme yg memproduksi dpt
dipindahkan bersamaan dg medium
Continuous Culture
Sesuai utk produksi senyawa yg
disekresikan organisme ke dalam
medium
Memungkinkan utk memonitor secara
kontinyu dan memodifikasi lingkungan
kultur
Bermanfaat apabila produksi molekul
yg tidak perlu diatur ulang
Keuntungan continuous culture

Keadaan steady state mudah


dikontrol
Laju konsumsi nutrien dan laju
pemanenan dapat dipertahankan
pada kondisi optimal.
Selektivitas tinggi dan mendukung
perkembangbiakan mikroorganisme
dengan adaptasi terbaik dalam
kultur.
Kelemahan sistem
continuous
Pengoperasiannya mahal
Lebih sulit utk mempertahankan
sterilitasnya
Little value, apabila produknya tdk
disekresikan atau dihasilkan setelah
periode waktu tertentu yang
ditentukan
CONTOH SOAL
Tentukan jumlah pertumbuhan
generasi yang diperlukan untuk
melakukan GMO dari 1 mL kultur
menjadi 33.000.000 ml pada
produksi skala niaga. Konsentrasi
inokulum yang digunakan sebesar 3!
Pada kultur mikroba digunakan 4 g/L
glukosa dalam waktu 4 jam sehingga
diperoleh konsentrasi biomassa 2g/L.
Hitunglah laju konversi glukosa!