Anda di halaman 1dari 34

BAHAN PAKAN

SAPI PERAH
Bahan pakan

1. Makanan kasar (Roughage)


2. Makanan konsentrat (butiran)
3. Suplemen mineral
4. Suplemen vitamin
5. Bahan additive
Makanan kasar/Roughage

1. Bahan pakan yang sulit dicerna


2. Kandungan SK > 18%, TDN (Total
Digestible Nutrient) < 60%
3. Merupakan bagian terbesar pada ransum
ruminansia/Ternak Perah
4. Hijauan segar atau hijauan kering
MAKANAN KONSENTRAT

1. SK< 18%, TDN >60%


2. Mudah dicerna
3. Berfungsi sebagai sumber protein (Protein
kasar >20%) dan sumber energi (Protein
<20%)
Makanan kasar
A. Segar (kadar air 60 90%)
1. Rumput
2. hijauan leguminosa
3. daun-daun pohon
4. silase
B. Kering (kadar air 10-15%)
1. hay (legum dan non legum)
2.Jerami (legum dan non legum)
3. Limbah (perkebunan/Pertanian)
Rumput

1. Rumput padangan/Pastura (Padang


Penggembalaan)

2. Rumput potongan
MAKANAN KASAR:
>18% SK, >60% TDN

1. HAY
SK: 18-34%
TDN: 40-60%
>KAROTIN
LEGUM
protein > 10.5%
Ca > 0.9%
NON LEGUM
protein 6-10.5%
Ca < 0.9%
2. MK KUALITAS RENDAH
SK: >34%
PK ~ 6%
< karotin
LIMBAH PERTANIAN BASAH
1. BK 10-25%
2. SEDIKIT KAROTIN
3. SERAT KASAR >30%

UMBI-UMBIAN
BK 9-30%
SERAT 3%
Roughage (Hijauan)
mengandung serat kasar > 18% dalam keadaan
kering udara

1. Hijauan segar
2. Hijauan kering
3. silase
Pasture
Hay

Roughage

Silage
Legume

Hulls Straw
10
Sifat Umum
Hijauan/Pasture
1. Serat kasar tinggi, > 18 %
2. TDN (Total Digestible Nutrient) rendah
3. Protein kasar rendah
4. Kadar Ca > P
5. Hanya ternak ruminansia yg dapat
memanfaatkan hijauan dalam jumlah
besar
6. Beberapa ternak non ruminansia (kuda,
kelinci, keledai, onta, llama, dll) juga
dapat memanfaatkan hijauan, dalam
jumlah sedikit.
11
Hijauan Segar (succulent)

1. Kadar air tinggi, yaitu 60 95 %

2. Kualitasnya baik, jika dipotong pada


masa vegetatif (diawal fase berbunga)

3. Yang termasuk hijauan segar:


Rumput (graminae)
Daun kacang-kacangan (legumminosa)
Daun tanaman lain (daun pohon, semak,
sayuran)

12
A. Rumput (graminae)

Terdiri dari 2 jenis:


1. Rumput padangan (pastura = pdg penggembalaan)
2. Rumput potong

Rumput padangan (pastura) biasanya


. tumbuh pendek,
. menjalar dg stolon atau rizoma
. Tahan renggutan dan injakan
. Perakarannya kuat dan dalam

Rumput potongan/Rumput Potong


. Produksi per areal luas tanam Cukup tinggi
. Tumbuh tinggi secara vertikal
. Mempunyai banyak anakan
. Peka terhadap pemupukan 13
A1. Rumput Padangan
Biasanya dilakukan pengaturan tanam
berdasarkan petak padangan (paddock) untuk
mempertahankan kualitas dan ketersediaan
pakan sepanjang tahun

Biasa dilakukan penyisipan legum diantara


rumput, untuk meningkatkan kualitas

Jenis-enis rumput padangan:


Axonopus compressus (rumput pahit)
Brachiaria decumbens (rumput beda)
Brachiaria mutica (rumput para)
Chloris gayana (rumput rhodes)
Digitaria decumbens (rumput pangola)
Paspalum notatum 14
15
16
A2. Rumput potongan/Rumput
Potong, (rumput kultur)

Tumbuh tinggi vertikal : 3 4,5 meter

Produksinya tinggi, terutama jika


dilakukan pemupukan

Beberapa jenis rumput kultur/r.potong:


Panicum maximum (rumput benggala)
Pennisetum purpureum (rumput gajah)
Euchlaena mexicana (rumput meksiko)
Rumput raja ( King Grass ). Pennisetum
purpoides 17
B. Leguminosa
1. Buahnya berupa polong (kacang)

2. Lebih kaya nitrogen (protein), Phospor


dan Kalium daripada rumput

3. Tumbuh berupa: pohon, perdu (semak),


dan merambat

4. Terdiri dari dua jenis daun: daun


majemuk dan daun 3 helai (trifoliate)

18
Jenis leguminosa
merambat
Biasa disisipkan di pastura untuk
meningkatkan kualitas pastura

Biasanya ditanam tumpang sari dengan


rumput kultur ataupun tanaman pangan
(jagung)

Beberapa jenisnya:
Calopogonium mucunoides
Centrosema pubescens
Clitoria ternatea
Glycine javanica
19
Jenis leguminosa perdu

Biasa disisipkan di pastura untuk


meningkatkan kualitas pastura

Beberapa jenisnya:
Desmodium salicifolium
Desmodium uncinatum
Desmodium barbatum
Desmodium adcondens
Medicago sativa
Stylosanthes guyanensis
Stylosanthes humulis
20
Jenis leguminosa pohon
Merupakan hijauan potongan (cut and
carry)

Sebagai pohon pelindung (tempat


berteduh) di pastura

Beberapa jenisnya:
Leucaena leucocephala (petai cina)
Lamtoro gung
Sesbania (Turi)
Leucaena glauca
Angsana
Saga
21
C. Daun Tanaman Lain

Biasa diberikan pada ternak


Biasanya merupakan hasil ikutan

tanaman pangan
Beberapa jenisnya:

Daun singkong
Daun ubi jalar
Pucuk tebu
Daun bengkuang
Pod coklat

22
Hijauan Kering

Kadar air 10 15 %
Ada 2 jenis hijauan kering:

1. Hay
2. Jerami

Hay: hijauan yg sengaja diawetkan


melalui pengeringan

Jerami: tanaman yg telah dipanen bulir


atau buahnya
23
24
a. Hay
Dibuat karena hijauan dalam keadaan
surplus

Dibuat untuk dimanfaatkan dimusim


kemarau (atau dimusim dingin)

Tanaman dipotong sebelum masa


berbunga, untuk kemudian dikeringkan.

Dengan demikian kualitas gizi hay baik

25
Hay alfalfa

26
SILASE ALFALFA

27
Dilakukan dengan cara pengeringan yg
cepat

Menggunakan cahaya matahari yg


minimal

Dikeringkan diatas para-para yg diberi


atap. Hijauan yg dikeringkan harus sering
dibalik-balik

Dalam proses pembuatan hay, hijauan


harus dihindari dari terkena air hujan
28
B. Jerami
Merupakan hasil ikutan tanaman pangan
(setelah dipanen produk utamanya: padi,
jagung, sorghum, gandum, dll)

Kualitasnya rendah karena tanaman


tersebut telah tua (buahnya telah masak)

Sehingga serat kasarnya tinggi,


mengandung lignin yg tinggi, protein
rendah

29
HAY
30
Silase

Adalah: hijauan segar yg diawetkan dg


cara penyimpanan pada keadaan
anaerob di dalam silo
Silo: tempat membuat dan menyimpan
silase
Ensilase: proses pembuatan silase;
terjadi karena aktivitas bakteri penghasil
asam laktat (lactis acidi, streptococcus
lactis) pd pH 4 dan kondisi anaerob.

31
Dibuat karena hijauan segar surplus
disaat musim hujan atau musim semi
Dibuat untuk mengatasi kekurangan

makanan disaat musim dingin, atau


musim kemarau

Kelebihan hijauan segar tersebut


diawetkan dengan proses ensilase untuk
dimanfaatkan disaat kemarau atau
musim dingin
Kadar air tetap tinggi, yaitu 60-70%

32
proses ensilase, terjadi karena enzim yg
dihasilkan bakteri akan mendegradasi
karbohidrat dan protein bahan (rumput
/hijauan )

Sewaktu proses ensilase berlangsung, udara


dlm silo makin berkurang (oksigen semakin
habis) sehingga tercipta suasana anaerob.

Keadaan anaerob memungkinkan silase


menjadi awet untuk disimpan beberapa
bulan, karena pada kondisi ini jamur tidak
akan tumbuh
33
SEKIAN DAN
TERIMA KASIH

34