Anda di halaman 1dari 11

ASSALAMUALAIKUM WR WB

RANGKUMAN HASIL PEMBELAJARAN KELAS


OLEH:
DIKA AGI ADRIAN
BATUBARA
- Batubara adalah salah satu bahan bakar fosil yang
terbentuk dari endapan, batuan organik yang terutama
terdiri dari karbon, hidrogen dan oksigeN.
- Batubara berasal dari sisa-sisa tumbuhan yang
terakumulasi didalam suatu cekungan dan kemudian
mengalami proses pembatubaraan (coalification) yang
disebabkan oleh faktor tekanan, suhu dan waktu geologi.
- Proses Pembentukan batubara itu sendiri dimulai sejak
zaman batubara pertama (Carboniferous Period/ Periode
Pembentukan Karbon atau Batubara), yang berlangsung
antara 360 juta sampai 290 juta tahun yang lalu.
Kualitas dan Klasifikasi Batu Bara
Kualitas batubara ditentukan dengan analisis proksimat dan
analisis ultimat.
Analisis proksimat dilakukan untuk menentukan jumlah air,
zat terbang, karbon padat, dan kadar abu.
Analisis ultimat dilakukan untuk menentukan kandungan
unsur kimia pada batubara seperti : karbon, hidrogen,
oksigen, nitrogen, sulfur, unsur tambahan dan juga unsur
jarang.
Kualitas batubara ini diperlukan untuk menentukan apakah
batubara tersebut menguntungkan untuk ditambang selain
dilihat dari besarnya cadangan batubara di daerah penelitian.
MASERAL PADA BATUBARA
Di dalam batubara terdapat unsur-unsur organik yang disebut
maseral.Maseral terbagi atas tiga grup, yaitu :

1.Maseralvitrinite berasal dari bahan sel dinding ataupun serat-serat kayu


dari suatu tumbuhan.
2.Maseral Liptiniteberasal dari unsur-unsur yang mengandung lilin dan
resin suatu tumbuhan, seperti halnya spora, kutikula, ganggang (algae)
dan getah.
3.Maseralinertinitesebenarnya berasal dari bahan yang sama dengan
bahan pembentuk maseralvitrinite, akan tetapi bahan tersebut telah
mengalami proses oksidasi.

Metoda pengukuran reflektan dari vitriniote adalah salah satu metoda yang
umumnya dipergunakansaat ini untuk mengukur derajat kematangan
daripada bahan organik/maseral.
PENGGOLONGAN BATUBARA
Pada proses pembentukan batubara, dengan bantuan faktor fisika dan
kimia alam, cellulosa (C49H7O44) yang berasal dan tanaman akan
mengalami perubahan menjadi Lignite (C70H5O25), Subbituminous
(C75H5O20), Bituminous (C80H5O15) atau Anthracite (C94H3O3).
1. PEAT

Peat ditandai dengan kondisi fisik berwarna kecoklatan


dan struktur berpori, memiliki kadar air sangat tinggi,
nilai kalori sangat rendah, kandungan sulfur sangat
tinggi, dan kandungan abu sangat tinggi. Nilai kalori peat
adalah 1.700-3.000 kcal/kg
2. Lignite

Lignite ditandai dengan kodisi fisik berwara hitam dan


sangat rapuh, nilai kalori rendah, kandungan air tinggi,
kandungan abu tinggi, dan kandungan sulfur tinggi. Nilai
kalori lignite adalah 1.500-4.500 kcal/kg.
3.Sub-Bituminous / Bitumen
Menengah
Golongan ini memperlihatkan ciri-ciri tertentu yaitu
warna yang kehitam-hitaman dan sudah mengandung
lilin. Endapan ini dapat digunakan untuk pemanfaatan
pembakaran yang cukup dengan temperatur yang tidak
terlalu tinggi.
4. Bituminous

Golongan ini dicirikan dengan sifat-sifat yang padat, hitam,


rapuh (brittle) dengan membentuk bongkah-bongkah
prismatik. Berlapis dan tidak mengeluarkan gas dan air bila
dikeringkan. Endapan ini dapat digunakan antara lain untuk
kepentingan transportasi dan industri.
5. Anthracite

Golongan ini berwarna hitam, keras, kilap tinggi, dan


pecahannya memperlihatkan pecahan chocoidal. Pada
proses pembakaran memperlihatkan warna biru dengan
derajat pemanasan yang tinggi. Digunakan untuk berbagai
macam industri besar yang memerlukan temperatur tinggi.
SEKIAN

TERIMA KASIH
WASALAMUALAIKUM WR.WB