Anda di halaman 1dari 62

Peran PS dalam

OSCE
Apa Pasien Standar (PS)?
Orang-orang yang terlatih untuk menjadi pasien untuk
tujuan mendidik dan mengevaluasi peserta didik

PS adalah seseorang yang dilatih untuk


memperagakan seorang pasien secara konsisten
dengan sikap terstandar (Oregon Health and science
University).

PS mempelajari suatu kasus yang didasari pada kasus


pasien sebenarnya, PS akan di wawancara dan
diperiksa oleh mahasiswa selayaknya di poliklinik,
selain itu PS akan memberikan riwayat pasien dan
memerankan gejala fisik seperti rasa nyeri atau sulit
berjalan
Terstandarisasi karena ...
1. PS dilatih untuk bertindak dan
bereaksi dengan cara yang spesifik
dapat direncanakan, sesuai dengan
tujuan program
2. Kasus sering digambarkan oleh
lebih dari satu PS untuk program
yang sama
7 alasan penggunaan PS
1. Lebih sedikit pasien yang nyata
digunakan untuk mengajar
2. Menggunakan dosen mahal
3. Memberikan pengalaman yang
konsisten
4. Memberikan lingkungan
pembelajaran yang aman
7 alasan penggunaan PS
5. Institusi pendidikan memerlukan
media untuk penilaian
6. Membantu peserta didik
mempersiapkan diri untuk ujian
7. PS memberikan umpan balik
PS dapat menilai pengetahuan
aplikasi klinis, meliputi anamnesis,
pemeriksaan fisik, kemampuan
komunikasi, tatalaksana pasien,
serta aspek perilaku profesional
Keuntungan PS
1. Bagi mahasiswa
2. Bagi kurikulum
3. Bagi institusi pendidikan kedokteran
Keuntungan bagi Mahasiswa
Selalu tersedia
Mengurangi ketegangan
Memberikan umpan balik konstruktif
Menyerupai pasien sesungguhnya
Konsisten dan akurat
Memacu belajar aktif
Mengajarkan topik dan pemeriksaan
yang sensitif
Keuntungan bagi Kurikulum
Memacu pencapaian kurikulum
Memperoleh umpan balik tetang
efektifitas pembelajaran
Menekankan pada tujuan
pembelajaran yang telah ditentukan
Kritis terhadap kurikulum
Membuka kesempatamn penilaian
kurilukm keseluruhan
Keuntungan bagi Institusi
Pendidikan
Fakultas dapat mengontrol isi dan kompleksitas
Menyediakan pengajaran yang produktif,
pengalaman belajar yang sama untuk semua
mahasiswa dan penilaian keterampilan inti
Menyediakan umpan balik terhadap
penampilan mahasiswa
Mampu mampraktekkan keterampilan yang
tidak bisa diujikan dengan metode lain
Mengevaluasi kesesuaian pengajaran dengan
kurikulum yaitu membandingkan hasil
penampilan mahasiswa (berdasarkan ceklist),
dan juga membandingkan antar kelas/
angkatan
Kelemahan penggunaan PS

Sumber daya yang besar (dana, SDM)


Rumit
Memakan waktu
Tidak sama persis dengan pasien asli
Pasien asli vs Pasien Standar
Faktor Pasien asli Pasien Standar

Ketersediaan Tidak selalu tersedia Selalu tersedia

Standarisasi Kurang penting Penting dan esensial

Frekuensi Sewaktu-waktu, Terus menerus; bisa


tergantung keadaan diperiksa kapan saja

Context Assessment on the job, Formal examination in


in practice arranged setting

Pembiayaan Tidak mahal Mahal

Simulation Tanda fisik/ klinis yang Pemeriksaan fisik atau


akan dinilai tidak mudah anamnesis mudah
disimulasi disimulasikan
Peran Pelatih
Menerjemahkan skenario untuk PS
menjadi peran pasien kasus dalam
ujian OSCE
Melatih PS memerankan peran tersebut
Mengevaluasi kesesuaian peran PS
dengan skenario soal
Memberikan umpan balik bagi PS
Ikut terlibat dalam pengelolaan PS
Video Contoh Peran PS
Video
References
Adamo, G. 2003. Simulated and Standardized Patients in OSCEs:
Achievements and Challenges 1992-2003. Medical Teacher, Vol.25, No.3,
pp.262-270.
http://www.aspeducators.org.
Ker, J., Dowie, A., Dewar, G., Dent, JA., Ramsay, J., Benvie, S., Bracher, L.,
Jackson, C. 2005. Twelve tips for developing and maintaining a simulated
patient bank. Medical Teacher, vol27, pp. 4-9.
Kneebone,R and Nestel, D. (2005). Learning clinical skills- the place for
simulation and feedback. Clinical Teacher, Vol 2; 2.
Kneebone, R., Kidd. J., Nestel, D., Asvall, S., Paraskeva, P., and Darzi, A.
(2002). An innovative model for teaching and learning clinical procedures.
Medical Education, 36, 628-634.
Wind LA, Van Dalen J, Muijtjens AMM, Rethans JJ. 2004. Assessing simulated
patients in an educational setting: the MaSP (Maastricht Assessment of
Simulated Patient). Medical Education. Vol 38: 39-44
PRINSIP PELATIHAN
PASIEN STANDAR
TUJUAN PELATIHAN PS
Pelatihan pengajaran keterampilan
komunikasi pada pasien standar (illness
perspective)
Pelatihan pengajaran cara mengungkapkan
tanda & gejala yang dirasakan pada pasien
standar (dari segi medis)
Pelatihan cara akting yang sesuai dengan
skenario kasus
Pembahasan skenario-skenario kasus
Pelatihan cara memberikan umpan balik
yang efektif bagi mahasiswa
POIN-POIN PELATIHAN
METODE FEEDBACK YANG CONSTRUCTIVE
DISKUSI PENGALAMAN SAKIT SEBELUMNYA
(ILLNESS PERSPECTIVE)
DISKUSI GEJALA SAKIT DARI SUDUT
PANDANG MEDIS (DISEASE PERSPECTIVE)
PENGENALAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI,
PEMERIKSAAN FISIK DAN PROSEDURAL
MEMBAHAS SKENARIO KASUS
Tehnik yang diajarkan adalah PS
berperan menjadi diri sendiri
(Neufeld and Norman, 1991).

PS -- Jangan diam saja dan jangan


takut berekspresi terhadap
mahasiswa!
KETERAMPILAN DASAR PS
MENYADARI KONSEP
PENDIDIKAN DENGAN PS

KEMAMPUAN AKTING
KEMAMPUAN MEMBERIKAN
FEEDBACK
(Wind et al, 2004)
Interaksi pasien
Aspek Interaksi Interaksi
rendah tinggi
Anamnesis menyampaikan merespon pertanyaan

Pemeriksaan fisik inspeksi pemeriksaan lain

Pendidikan pasien mendengarkan mendengarkan


dan bertanya

Prosedur Periksa TD injeksi iv


Penggunaan PS
Keterampilan komunikasi
Mahasiswa diharapkan mampu melakukan interaksi dokter-
pasien sesuai dengan prinsip dasar komunikasi dokter-
pasien

Keterampilan pemeriksaan fisik


Mahasiswa diharapkan terampil menggunakan indera secara
sistematik untuk memperoleh data tubuh pasien secara
objektif dan akurat.

Ketrampilan prosedural
Mahasiswa diharapkan terampil melakukan tindakan
tertentu dan menggunakan instrumen secara legeartis

PS perlu terampil menampilkan tanda, gejala, dan


respon saat dilakukan pemeriksaan
Cara Melatih PS

:: komunikasi :: pemeriksaan
fisik :: prosedural
PELATIHAN PS DALAM
LATIHAN KETERAMPILAN
KOMUNIKASI
Persiapan pasien
Disesuaikan dengan kasus (dekat dengan
kasus riil), termasuk penampilan
Profil pasien yang perlu diketahui (usia,
pendidikan, pekerjaan, gaya hidup yang
berkaitan dengan penyakit yang mungkin
diderita), gunakan data riil
Memberikan pengetahuan tambahan
Mempersiapkan memberikan umpan balik
kepada mahasiswa
Skenario interaksi
Riwayat sakit sekarang dan dahulu
Riwayat pengobatan
Sikap dan perilaku yang harus diperankan
Gejala dan tanda khas suatu penyakit tertentu
(pathognomonik) yang harus ditunjukkan
Kondisi emosi/ekspresi yang perlu ditunjukkan
Ungkapan/ekspresi yang mendukung karakter.
Bahasa tubuh
Cara melatih
Barrows (1993):
PS: Mempraktekkan penyampaian riwayat,
gejala/ pemeriksaan fisik, penampilan.
Pelatih: Memberi umpan balik

Thew & Worral (1998):


Menggunakan rekaman video konsultasi aktual
Mendiskusikan penampilan dan interaksi
Mencoba pada 3-4 sesi
Membuat ceklis
Contoh: Menyampaikan
berita buruk

PERSIAPAN
Seleksi pasien: usia reproduktif
Profil pasien: menikah 10 th, tamat S1,
bekerja di bank, merokok,
Kostum dan molase
Handout tentang IA, pembuahan tidak baik
(BO)
Tata cara memberikan umpan balik pd mhs:
aspek yg dinilai seperti empati, kejelasan
Contoh: Menyampaikan
berita buruk
SKENARIO INTERAKSI
Riwayat sakit sekarang: mens terlambat 2 bln,
ada flek-flek
Riwayat pengobatan: tidak pernah
Gejala dan tanda khas suatu penyakit tertentu
(patognomonik) yang harus ditunjukkan: perut
tidak sakit, ada flek-flek kecoklatan
Sikap dan perilaku yang harus diperankan:
wanita yang sangat khawatir dan cemas
terhadap hasil pemeriksaan
Contoh: Menyampaikan
berita buruk
SKENARIO INTERAKSI
Kondisi emosi/ekspresi yang perlu ditunjukkan:
mengerutkan dahi, menangis, memohon
pertolongan
Ungkapan/ekspresi yang mendukung karakter:
tolong dok bagaimana caranya, bantu saya
dok
Bahasa tubuh: seperti menutup muka,
memukul meja, meremas-remas tangan
PELATIHAN PS DALAM
LATIHAN KETERAMPILAN
PEMERIKSAAN FISIK
Kemampuan yang perlu dilatihkan
dalam skenario pemeriksaan fisik
Bagaimana harus berjalan?
Bagaimana harus duduk?
Bagaimana harus berkata?
Bagaimana harus bernapas?
Bagaimana harus berbaring?
Bagaimana harus mengekpresikan wajah?
Bagaimana harus mengatur posisi tubuh dan
bagian-bagian tubuh?
Bagaimana harus me-make-up bagian-bagian
tubuh?
Bagaimana tubuh harus merespon selama
dilakukan pemeriksaan fisik?
PELATIHAN PS DALAM
LATIHAN KETERAMPILAN
PROSEDURAL
Kekhususan pada latihan
prosedural:
Sebagian bersifat invasif sehingga tidak layak
menggunakan probandus murni atau
langsung sebagai nara coba
Prosedur tindakan mempunyai standar
tertentu yang dibakukan (legeartis)
Diperlukan latihan berulang-ulang pada
manikin untuk mengembangkan kemahiran
tindakan
Membaca melihat latihan pada
manikin latihan pada PS dan manikinpada
pasien.
Melakukan inform consent sebelum tindakan
Kemampuan yang perlu dilatihkan :
dalam skenario tindakan prosedural
Bagaimana posisi manikin terhadap tubuh PS?
Bagaimana harus berjalan?
Bagaimana harus duduk?
Bagaimana harus berkata?
Bagaimana harus bernapas?
Bagaimana harus berbaring?
Bagaimana harus mengekpresikan wajah?
Bagaimana harus mengatur posisi tubuh dan
bagian-bagian tubuh?
Bagaimana tubuh atau bagian tubuh dan ekspresi
wajah harus merespon selama dilakukan
tindakan?
Bagaimana harus menjawab dan bertanya
selama dan sesudah dilakukan tindakan.
PS dalam kombinasi dengan manikin

Perlu ditulis dengan detail apa yang


seharusnya dilakukan oleh mahasiswa
Perlu ditulis apa dan bagaimana PS harus
berkomplementer dengan manikin
Beberapa cara merespon selama mahasiswa
memberlakukan tindakan pada manikin
Beberapa tindakan yang sering dilakukan
tidak akurat oleh mahasiswa dan sekaligus
cara meresponnya.
Cara memberikan umpan balik yang
membangun
PENGELOLAAN
PASIEN STANDAR
KRITERIA PS
Individu yang tertarik untuk menjadi
Pasien Standar
Bisa aktor/aktris, bisa juga bukan
Tidak perlu memiliki latar belakang
medis sebelumnya
Pria dan wanita dari segala usia dan
latar belakang etnis
PERSYARATAN PS
Dapat melakukan acting
Memiliki kemampuan membaca yang baik
Kemampuan komunikasi yang baik
Memiliki kemampuan untuk mengikuti
skenario
Dapat diandalkan dan disiplin
Kemampuan menghafal, konsentrasi, dan
tingkat kenyamanan yang tinggi dalam
berhubungan dengan profesi medis.
MANFAAT PS
1. Lebih sedikit pasien yang nyata
digunakan untuk OSCE
2. Valid, reliable, praktis dalam
pelaksanaan OSCE
3. Sebagai media untuk penilaian
OSCE
4. Peserta didik diuji secara objektif
5. PS dapat memberikan umpan balik
ALUR PENGELOLAAN PS
new SPs Lecturing, example
from the community now adapt
& contract/ agreement 4C/ID MOdel

Recruitment Training

Evaluation and Play Role


Feedback as SPs

adapt from MaSP


REKRUTMEN PS
Pengumuman di media massa
Kerjasama
Audisi
PELATIHAN PS
Berperan sebagai pasien
Memberikan umpan balik
(feedback)
PROSES PELATIHAN PS
1. Menyediakan buku panduan (manual
book)
2. Pelatihan dengan fasilitator
a. memahami peran PS
b. memberikan feedback yang tepat
3. Menonton video atau demonstrasi
4. Berlatih berpasangan sesama PS
5. Tambahan (pelatihan khusus)
BERMAIN PERAN PS
Sesuai dengan skenario
- Sikap tubuh,
- Intonasi suara,
- Mimik
- Kostum
Latihan rutin
EVALUASI dan UMPAN BALIK
Setiap kali setelah pelaksanaan OSCE
Meliputi:
- Kandidat
- Skenario
- Fasilitas pendukung
EVALUASI TERHADAP PS
1) Akurat

2. Konsisten

3) Pengulangan

4) Dapat digunakan di tempat ujian yang


berbeda
TIPS PENGELOLAAN PS
(Kerr, et al, 2005)

1. Identifikasi staf yang berdedikasi


untuk bertanggung jawab atas PS
2. Anggaran perekrutan dan
pemeliharaan PS
3. Kebijakan proses rekrutmen dan
seleksi PS
4. Mengembangkan sistem untuk
Pelatihan PS
TIPS PENGELOLAAN PS....2

5. Pengembangan Karakteristik khusus


PS
6. Aturan tentang peran PS
7. Pengembangan skenario
8. Berikan umpan balik reguler
terhadap PS dan pelaksanaan OSCE
9. Menyediakan sistem untuk
pentahapan PS
TIPS PENGELOLAAN PS...3

10.Bekerja sama dengan PS untuk


mengembangkan kebersamaan,
konsisten dan spesifik
11.Mengembangkan sistem untuk
evaluasi
12.Mengembangkan sistem
penghargaan dan pengakuan yang
sesuai
PS OSCE NASIONAL
INDONESIA
PERSYARATAN PS OSCE
NASIONAL
Sudah mengikuti pelatihan pasien standar dan
mendapatkan sertifikat sebagai pasien standar
Usia minimal 21 tahun atau telah menikah
Jenis kelamin dan kondisi fisik sesuai skenario
Tidak buta huruf
Dapat memahami dan menandatangani kontrak
dengan institusi penyelenggara OSCE
Dapat berkomunikasi dua arah
Mempunyai kemampuan berakting
Bisa bekerja sama
Tidak berasal dari profesi kesehatan (dokter,
residen, bidan, perawat, atau mahasiswa
kedokteran)
PERSYARATAN PS OSCE
NASIONAL
PS berasal dari institusi pelaksana OSCE
yang telah mendapatkan pelatihan PS.
PS mendapatkan kontrak dengan institusi
OSCE Center yang mencantumkan
kewajiban untuk menjaga kerahasiaan soal
serta bersedia bekerja pada jadwal yang
telah ditentukan, termasuk didalamnya
masa kontrak, hak dan kewajiban,
penghargaan dan ketentuan jika melanggar
kontrak.
PS juga menandatangani informed consent.
TATA TERTIB PS
Datang tepat waktu
Tidak meninggalkan tempat saat ujian
Tidak boleh menggunakan alat komunikasi
apapun saat ujian
Menjalankan tugas sebagaimana instruksi
untuk PS
Mengikuti briefing persiapan
penyelenggaraan OSCE satu hari sebelum
hari pelaksaaan ujian
Memberikan umpan balik pada lembar yang
telah dipersiapkan oleh panitia nasional
PENGGUNAAN PS
Kontrak dibuat antara institusi pendidikan
penyelenggara ujian dengan PS dalam
jangka waktu 1 tahun
Penyediaan PS menjadi tanggung jawab
institusi penyelenggara ujian OSCE
Setiap OSCE Center harus menyediakan PS
sesuai jumlah station dengan 25%
cadangan pada setiap pelaksanaan
Seorang PS dalam setiap pelaksanaan ujian
OSCE maksimal memerankan 3 peran
Dalam satu hari, 1 PS maksimal terlibat
dalam 3 putaran ujian (seri)
HAK PS
Mendapatkan Honorarium PS sesuai
ketetapan Panitia Nasional
Mendapatkan pelatihan PS
Mendapatkan kompensasi biaya
perawatan dan pengobatan terhadap
penyakit yang timbul akibat
penugasan sebagai PS
PELATIHAN PS
Diselenggarakan oleh OSCE Center
dengan pelatih memiliki sertifikat
dari HPEQ
Mengikuti Pelatihan SP yang sesuai
SOP HPEQ dengan pelatih yang
bersertifikat
KODE ETIK PS
Bertanggung jawab
Menjaga norma-norma kesusilaan &
kemanusiaan
Membantu kelancaran proses pendidikan
Tidak membocorkan soal
Tidak membantu atau merugikan kandidat
Disiplin dan bertanggung jawab
Melatih diri sesuai dengan peran yang sudah
ditentukan
Komitmen untuk menjadi PS
Bersedia memberi dan menerima umpan balik
INSTRUKSI PS
Kejelasan instruksi, khususnya dalam:
Peran yang harus dilakukan
Informasi yang harus dikomunikasikan
Template mengikuti template soal OSCE
Dalam kondisi tertentu, PS tidak
melaksanakan tugasnya sesuai instruksi,
maka penguji dapat memberikan
intervensi berupa ralat/revisi informasi
DAFTAR PUSTAKA
Adamo, G. 2003. Simulated and Standardized Patients in OSCEs:
Achievements and Challenges 1992-2003. Medical Teacher, Vol.25, No.3,
pp.262-270.
http://www.aspeducators.org.
Ker, J., Dowie, A., Dewar, G., Dent, JA., Ramsay, J., Benvie, S., Bracher, L.,
Jackson, C. 2005. Twelve tips for developing and maintaining a simulated
patient bank. Medical Teacher, vol27, pp. 4-9.
Kneebone,R and Nestel, D. (2005). Learning clinical skills- the place for
simulation and feedback. Clinical Teacher, Vol 2; 2.
Kneebone, R., Kidd. J., Nestel, D., Asvall, S., Paraskeva, P., and Darzi, A.
(2002). An innovative model for teaching and learning clinical procedures.
Medical Education, 36, 628-634.
Wind LA, Van Dalen J, Muijtjens AMM, Rethans JJ. 2004. Assessing simulated
patients in an educational setting: the MaSP (Maastricht Assessment of
Simulated Patient). Medical Education. Vol 38: 39-44