Anda di halaman 1dari 40

Praktek Kerja Profesi

Apoteker di RSUD
Kabupaten Subang
INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL
Rizky Islamy Ramadhan
Syamsuri Sidik
Yosep Firmansyah
Uca sutisna
Berdasarkan Peraturan menteri Kesehatan
Nomor 147 tahun 2010, rumah sakit adalah
institusi pelayanan kesehatan yang
menyelenggarakan pelayanan kesehatan
perorangan secara paripurna yang
menyediakan pelayanan rawat inap, rawat
jalan, dan gawat darurat. Selain itu rumah
sakit memiliki peran yang sangat strategis
dalam mempercepat peningkatan derajat
kesehatan.
RSUD kabupaten Subang

Rumah Sakit Umum Daerah Kelas B


Kabupaten Subang merupakan
rumah sakit milik pemerintah
Kabupaten Subang, dan salah satu
aset pemerintah yang berfungsi
memberikan pelayanan kesehatan
bagi masyarakat Kabupaten Subang
khususnya.
NO NAMA PIMPINAN RS TAHUN KETERANGAN
1. dr. Soekono 1948 1955

2. dr. Gabirino (Italia) 1956

3. dr. Bailley (Austria) 1956 1957

4. dr. Punchera (Jerman) 1958 1959

5. dr. Musa 1959 1962

Tahun 1965 RSU Subang pindah ke Pasir Kareumbi


6. dr. Agustina LK 1962 - 1967
7. dr. Yuniar 1967 1977

8. dr. Koentjoro 1977 1980

9. dr. Sopandi W 1981 - 1984

Tanggal 20 November 1985 RSU Subang pindah ke Jln.


Brigjen Katamso No. 37 (Ciereng) diresmikan oleh Bupati
10. dr. Ade LRG 1984 - 1997
Subang Ir. Sukanda Kartasasmita dan kakanwil Kesehatan
Propinsi Jawa Barat dr. Rustandi MPH

11. dr. H. Gunawan D, SpTHT, MARS 1997 2004

12. dr. H. Soedibjo SA, SpOG (K) 2004 2006

13. dr. H. Guntur Setyono, MARS 2006 2009

14. Drs. H. Aseng Junaedi, M.Si 2009 2010

15. dr. H. Nunung Syuhaeri, MARS 2010 Sampai sekarang


VISI
Terwujudnya Rumah Sakit
Daerah Pilihan dan Terpercaya
melalui Pelayanan Prima
MISI
Menyelenggarakan pelayanan rumah sakit
yang berkualitas dengan berorientasi pada
kepuasan pelanggan;
Meningkatkan sumber daya dalam rangka
pengembangan bisnis Rumah Sakit;
Mengembangkan sistem manajemen yang
profesional, transparan dan akuntable;
Membangun rumah sakit dengan konsep
persyaratan keselamatan,
kesehatan,kenyamanan dan kemudahan;
MOTTO
SEHAT
S = Senyum, Sapa dan Sopan
E = Efisien dan Efektif
H = Harapan Masyarakat
A = Aman
T = Terjangkau
RAWAT JALAN
1. Poliklinik Umum Meliputi :
Poliklinik Dewasa
Poliklinik KIA/KB
Poliklinik Gigi
2. Jenis pelayanan telah sesuai dengan standar
pelayanan rumah sakit umum Daerah Kelas B,
yaitu dapat memberikan pelayanan dasar
minimal untuk 4 dasar bidang:
. Penyakit Dalam,
. Bedah Umum
. Kesehatan anak,
RAWAT JALAN
Pelayanan medik lainnya sebagai berikut :
a)
Pelayanan Saraf
b)
Pelayanan Kesehatan Jiwa
c)Pelayanan Mata
d)
Pelayanan Bedah Ortopedi
e)
Pelayanan THT
f)Pelayanan Anastesi
g)
Pelayanan Rehabilitasi Medik
h)
Pelayanan Kulit & Kelamin
i)Pelayanan Gizi
j)Pelayanan Bedah Mulut
k)Pelayanan Haemodialisa
l)Klinik Tumbuh Kembang
m)Klinik VCT dan Klinik CST
n)Klinik Akupunture
o)Unit Medical Check up
p)Klinik KIA/KB
q)Klinik DOTS
r)Klinik Endoscopy
RAWAT JALAN
Berdasarkan laporan tahunan tahun
2015 kunjungan pasien rawat jalan pada
tahun 2015 sebesar 130.559 orang.
Berdasarkan data dari jumlah resep dari
tanggal 1 sampai dengan tanggal 23
November 2016 jumlah resep yang ada
di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Rawat
jalan berjumlah 5894 resep dengan nilai
rata-rata per hari sekitar 257 resep.
RAWAT INAP
Pasen rawat inap meliputi pasen umum/non operasi, pasen anak, pasen
kebidanan dan pasen operasi yang terbagi dalam beberapa kelas yaitu:
Kelas VVIP;
Kelas VIP;
Kelas I;
Kelas II;
Kelas III;
Ruang Khusus HIV/AID
Ruang Khusus Flu Burung

pada tahun 2015 berdasarkan data dari hasil laporan tahunan tahun 2015,
bahwa jumlah Tempat Tidur yang ada diseluruh ruangan rawat inap
berjumlah 288 TT dengan proporsi terbesar untuk kelas III sebanyak 188
TT atau 65,28%.
Berdasarkan data dari SIM RS, jumlah pasien yang dirawat di RS dalam
periode Oktober-23 November 2016 berjumlah 4321 pasien dengan
terdiri dari pasien yang bayar sendiri berjumlah 1027 pasien dan pasien
yang kontrak atau bpjs berjumlah 3294 pasien.
INSTALASI FARMASI RS
Pelayanan farmasi rumah sakit
merupakan salah satu kegiatan di
rumah sakit yang menunjang
pelayanan kesehatan yang bermutu.
Hal tersebut diperjelas dalam
Undang-Undang RI Nomor 44 Tahun
2009 tentang Rumah Sakit. Sistem
pelayanan kesehatan rumah sakit
yang berorientasi kepada pelayanan
farmasi klinik, yang terjangkau bagi
IFRS
Instalasi Farmasi Rumah Sakit (IFRS)
dipimpin oleh seorang kepala
instalasi yang berada di bawah UPT
Farmasi & Penunjang RS, Kepala
Bidang Penunjang Medik, Wakil
Direktur Pelayanan dan Direktur.
Kepala IFRS dibantu oleh 4 bagian,
yaitu administrasi, pengelolaan
perbekalan, pelayanan dan
manajemen mutu, yang masing-
FUNGSI IFRS
Fungsi IFRS Kabupaten Subang meliputi
pelayanan farmasi klinik dan farmasi non klinik.
Pelayanan farmasi non klinik diantaranya adalah
mengelola seluruh perbekalan farmasi yang
meliputi perencanaan, pengadaan, penyimpanan,
penyaluran, pencatatan, pelaporan, pengawasan
dan pemberian informasi mengenai seluruh
perbekalan farmasi.Sedangkan pelayanan farmasi
klinik yang baru dilaksanankan di IFRS Kabupaten
Subang adalahpengkajian dan pelayanan resep,
Pelayanan Informasi Obat (PIO), konseling, visite.
PELAYANAN FARMASI NON-
KLINIK
1. Pengelolaan perbekalan farmasi
Pengelolaan Perbekalan Farmasi di
RSUD Kabupaten Subang dipimpin
oleh seorang apoteker dan bertugas
untuk membantu dan menunjang
fungsi Instalasi Farmasi Rumah Sakit
dalam hal perencanaan, pengadaan,
dan penyimpanan perbekalan
farmasi sesuai kebutuhan rumah
sakit.
1. Pengelolaan perbekalan farmasi

a) Pemilihan dan perencanaan obat di RSUD Subang


menggunakan metode konsumsi yaitu didasarkan pada
analisis data konsumsi obat periode sebelumnya, merujuk
pada Formularium Nasional (Fornas), harga obat E-Katalog
tentang Harga Obat untuk Pengadaan Pemerintah.
Pengadaan obat di RSUD Subang menggunakan metode
pembelian langsung untuk pembelian obat plafon di bawah
50 juta dan melakukan tender untuk pembelian di atas 100
juta. Direktur RSUD Kabupaten Subang menunjuk PPK dan
PPTK untuk hal pengadaan perbekalan farmasi baik obat
maupun Bahan Medis Habis Pakai. Merencanakan seluruh
kebutuhan rumah sakit mulai dari perbekalan farmasi serta
alat kesehatan berdasarkan pada Surat Permintaan Barang
dari tiap ruangan atau setiap pelayanan IFRS.
ALUR PENGADAAN OBAT
Form N-5 di
ttd Ka. IFRS

psikotropi
Surat permintaan k
Pelayanan farmasi, GUDAN Jika barang akan habis Surat
barang pengada
ruang perawatan, G
permintaa an
radiologi, serta
n barang
poliklinik
NARKOTIK

FORM N-9
PEMESANA
Rangkap 4
N
di ttd Ka.
IFRS
Barang dan faktur Barang diperiksa
diserahkan ke bagian Dilaporkan ke Barang diantar
kesesuaiannya dengan faktur
gudang untuk dicatat bagian PPTK dan oleh PBF Ke
dan surat pesanan (jenis,
dan disimpan. bendahara barang jumlah, tgl daluarsa, no batch,
gudang dengan
untuk dicatat kondisi barang). faktur pembelian
Tidak
sesuai
Retur
Alur Pengelolaan Perbekalan Farmasi

User Instalasi Penunjang Wadir Direktur


Farmasi Medik Pelayanan
Menyusun Rekapitulasi Perencanaan Perencanaan Perencanaan
kebutuhan usulan perbekalan perbekalan perbekalan
perbekalan perbekalan farmasi farmasi farmasi
farmasi farmasi

Panitia
Pasien Penerima/
Tim
Instalasi Distributor Bendahara
Pemeriksa
farmasi Barang
Menerima & Gudang Penerimaan Pengiriman Proses
menggunakan farmasi Perbekalan pengadaan
perbekalan Farmasi
farmasi

Alur Pengelolaan Perbekalan Farmasi


ALUR PENERIMAAN BARANG
diperiksa kesesuiannya dengan petugas gudang menandatangani faktur
Petugas gudang menerima sesuai (rangkap empat), ditulis tanggal dan
faktur, kondisi fisik baik, waktu
PBF perbekalan kesehatan dari bendahara waktu penerimaan serta diberi stempel
barang dengan faktur, daluarsa minimal satu tahun,
kesesuaiannya dengan daftar gudang farmasi RSUD Subang.
pesanan dari petugas pembelian,
Diganti
sesuai
pesanan Faktur yang telah ditanda tangani oleh
Tidak sesuai petugas gudang diserahkan kepada
pesanan administrasi dan satu lembar sebagai arsip
di gudang farmasi, ke bagian akuntansi dan
dibuat surat retur barang yang asli dikembalikan lagi ke PBF.

Barang yang telah diperiksa


disimpan oleh petugas gudang
sesuai SOP.
PENDISTRIBUSIAN
Distribusi perbekalan farmasi dari
gudang harus dicatat dalam Buku
Besar Barang Masuk dan Barang
Keluar kemudian dicatat dalam kartu
stok gudang. Kartu stock terdiri dari
empat macam (merah utk generik,
kuning utk obat paten & sediaan
injeksi, biru untuk alkes &BMHP,
putih utk obat gigi).
PENDISTRIBUSIAN
Distribusi barang-barang farmasi dicatat ke
dalam :
Kartu stelling, yaitu kartu yang disimpan di gudang
farmasi, diletakkan pada tiap-tiap barang yang
berisi catatan keluar - masuk barang.
Kartu persediaan, yaitu kartu yang berisi catatan
keluar - masuk barang farmasi juga disertai harga
satuan.
Buku persediaan, yaitu buku yang berisi catatan
pengeluaran dan pemasukan barang farmasi.
Buku induk penerimaan barang, berisi catatan
pemasukan setiap barang farmasi.
PENDISTRIBUSIAN
Gudang mengeluarkan barang berdasarkan
permintaan dari unit pelayanan IFRS dengan
menggunakan SPB (Surat Permintaan Barang)
dimasukkan ke dalam masing-masing buku
pengeluaran dan kartu stock, kemudian distribusi ke
tiap unit di masukkan ke dalam sistem
billing.Pelayanan distribusi obat kepada pasien di
RSUD Kabupaten Subang menggunakan sistem
desentralisasi, karena dilakukan oleh beberapa bagian,
yaitu Pelayanan Farmasi Rawat Inap, Pelayanan
Farmasi Rawat Jalan, PelayananFarmasi IGD, Pelayanan
Depo IGD dan Pelayanan Depo Instalasi Bedah Sentral
(IBS).
IFRS RAWAT INAP
Pasien yang dilayani di Farmasi Rawat Inap adalah pasien bayar sendiri,
pasien KSO(perusahaan), BPJS, Jamkesmas dan Jamkesda.
Persediaan barang di Farmasi Rawat Inap berasal dari gudang farmasi,
sedangkan permintaan dilakukan setiap hari atau pada saat barang
kosong dengan menggunakan surat permintaan barang.Penyimpanan
barang berdasarkan bentuk sediaan, kemudian disusun menurut
alfabetis, obat generik, obat paten, narkotika dan psikotropik di
tempatkan terpisah. Barang yang memiliki expire date, dan
pengeluarannya menggunakan prinsip First Expired date First Out
(FEFO) serta First In First Out (FIFO).
Sistem distribusidi Farmasi Rawat Inap adalah sistem unit dose yaitu
sistem pemberian obat kepada pasien secara unit dosis untuk sekali
pakai dalam jangka waktu 24 jam dengan resep perseorangan.
Setiap penyerahan obat, apoteker melakukan Pelayanan Informasi Obat
kepada pasien terutama untuk obat yang memerlukan informasi khusus
dan untuk pasien dengan kriteria khusus.
IFRS RAWAT JALAN
Farmasi Rawat Jalan melayani pasien poliklinik yang terdiri
dari Poliklinik Penyakit Dalam, Bedah, Ortopedi, Umum,
Obgyn, Anak, THT, Mata, Kulit dan Kelamin, Gigi dan Mulut,
Saraf, Akupunktur, Dot, Gizi, VCT, Jiwa, EKG dan Anesthesi.
Persediaan barang berasal dari gudang farmasi.Permintaan
dilakukan setiap hari atau jika barang persediaan kosong.
Permintaan ke gudang farmasi menggunakan surat
permintaan barang (SPB).
Penyimpanan barang di FarmasiRawat Jalan disusun
berdasarkan bentuk sediaan, alfabetis, obat generik, obat
paten, narkotik dan psikotropik ditempatkan terpisah.
Barang yang memiliki waktu kadaluarsa, dan
pengeluarannya menggunakan prinsip First Expired date
First Out (FEFO) serta First In First Out (FIFO).
Alur Pelayanan Resep di IFRS rawat
jalan

skrining resep yang Dilakukan billing


Pasien datang meminta
memuat nama di input kedalam
dari poliklinik persetujuan
dokter, nama dan system pasien
membawa resep umur pasien, nama informasi
dari dokter obat, cara terpusat
pemberian, dan
dosis

obat disiapkan
dan diberi etiket

penyerahan obat
disertai dengan
informai obat.
IFRS IGD
Pelayanan farmasi IGD buka 24 jam dan dipimpin oleh seorang
apoteker sebagai Koordinator Farmasi IGD dan dibantu oleh 8
tenaga teknis kefarmasian dan 4 orang tenaga administrasi.
Petugas yang melayani farmasi IGD dibagi atas 3 shift yaitu
pagi, sore dan malam hari.
Penyimpanan barang di Farmasi IGD disusun berdasarkan
bentuk sediaan, alfabetis, penataan obat dipisahkan untuk
pasien regular dan pasien non regular. Barang yang memiliki
expire date, pengeluarannya menggunakan prinsip First Expired
date First Out (FEFO) serta First In First Out (FIFO).
Tugas dari pelayanan farmasi di IGD adalah melakukan
pelayanan perbekalan farmasi untuk pasien yang masuk dari
IGD, baik pada jam kerja maupun diluar jam kerja dan hari libur.
Pasien yang dilayani adalah pasien umum, pasien BPJS, pasien
Jamkesmas, pasien KSO.
Alur pelayanan farmasi di IGD :
(PASIEN UMUM)
Petugas Farmasi IGD
Keluarga pasien menyiapkan langsung memberikan
memasukkan nama
membawa resep ke obat sesuai obat kepada keluarga
obat ke dalam sistem
Farmasi IGD resep pasien
dari dokter billing

pemberian
informasi obat

Pembayaran
dilakukan di kasir
pada saat pasien
tersebut akan
pulang.
Alur pelayanan farmasi di IGD :
(BPJS dan Kontraktor)
Persyaratan yang dipenuhi oleh
pasien BPJS yaitu pasien harus
membawa kartu BPJS atau kartu
anggota perusahaan bagi pasien
kontraktor.Perbekalan farmasi yang
diberikan untuk pasien BPJS harus
sesuai dengan Formularium Nasional
(Fornas) sedangkan pasien
kontraktor sesuai dengan daftar obat
perusahaan.
Alur pelayanan farmasi di IGD :
(BPJS dan Kontraktor)
Resep diserahkan ke Farmasi IGD oleh Petugas Ruang
IGD atau oleh keluarga pasien.
Petugas farmasi menginput resep ke billing system
kemudian menyiapkan obat dan menyerahkannya
kepada keluarga pasien.
Penagihan biaya obat dilakukan oleh Bagian
Penagihan Piutang dengan melampirkan kuitansi,
resep dan surat resmi dari instansi, untuk diberikan
kepada bagian keuangan Rumah Sakit.
Selanjutnya Bagian Penagihan Piutang mengklaim ke
perusahaan yang bersangkutan dan untuk pasien
BPJS dilakukan penagihan pada PT. ASKES.
Alur pelayanan farmasi di IGD :
(pasien JAMKESDA)
Resep dibawa oleh perawat atau
keluarga pasien ke Farmasi IGD.
Petugas Farmasi IGD menginput
resep ke billing system kemudian
menyiapkan obat dan
menyerahkannya kepada keluarga
pasien.
Pengklaiman obat dan alkes
dilakukan oleh petugas khusus.
PELAYANAN DEPO IGD
Depo IGD dikelola oleh seorang
tenaga teknis kefarmasian dan
berada dibawah pengawasan kepala
IFRS. Fungsi depo IGD adalah
menyiapkan obat-obatan dan alat
kesehatan yang bersifat emergensi
secara konstan. Obat yang harus
tersedia diantaranya adalah
diazepam inj, tramadol inj,
phenobarbital inj dan lain-lain.
PENCATATAN DAN
PELAPORAN
PENCATATAN
Pencatatan dan pelaporan semua kegiatan IFRS
dilakukan oleh Bagian Administrasi IFRS.
Bagian Administrasi IFRS mempunyai tugas sebagai
berikut :
Menyimpan dan mengarsipkan resep-resep
berdasarkan bulan,
Membuat laporan penggunaan narkotika dan
psikotropika per-bulan
Membuat laporan penggunaan obat generik dan non
generik, berserta dokter yang menuliskan obat
generik dan prosentase pemakaian obat generik dan
non generik.
PELAPORAN
Pelaporan yang dilaksanakan di IFRSUD Subang adalah :
Laporan pengeluaran atau penggunaan atau penjualan
obat/alkes (resep), dibuat laporan setiap harinya dan dibuat
laporan bulanannya.
Laporan penggunaan obat generik dan non generik setiap bulan
dan per-tiga bulanan.
Laporan narkotika dan psikotropika dilaporkan satu bulan sekali.
Laporan dibuat rangkap empat yang ditujukan kepada Kepala
Dinas Kesehatan Subang dengan tembusan kepada Kepala
Dinas Propinsi Jawa Barat dan Kepala Badan Pengawasan Obat
dan Makanan Bandung disimpan sebagai arsip. Pelaporan
narkotika dan psikotropika telah menggunakan sistem pelaporan
narkotika dan psikotropika (SIPNAP).
Laporan stock opname yang dilakukan setiap bulan.
PELAYANAN FARMASI KLINIK
PENGKAJIAN DAN PELAYANAN RESEP

Setiap pelayanan farmasi melakukan


pengkajian dan pelayanan resep
dimulai dari penerimaan,
pemeriksaan ketersediaan,
pengkajian resep, penyiapan
perbekalan farmasi termasuk
peracikan obat, pemeriksaan,
penyerahan disertai pemberian
informasi.
PELAYANAN INFORMASI
OBAT
Memberikan dan menyampaikan informasi
kepada pasien secara aktif dan pasif, tentang
cara penggunaan obat terutama untuk obat
dan pasien dengan kriteria khusus,
Menjawab pertanyaan dari pasien maupun
tenaga kesehatan melalui telepon dan tatap
muka,
Menyediakan informasi bagi Panitia Farmasi
dan Terapi sehubungan dengan penyusunan
Formularium Rumah Sakit,
KONSELING
Pasien kondisi khusus (pediatri, geriatri, gangguan
fungsi ginjal, ibu hamil dan menyusui);
Pasien dengan terapi jangka panjang/penyakit kronis
(TB, DM, epilepsi);
Pasien yang menggunakan obat-obatan dengan
instruksi khusus (penggunaan kortiksteroid dengan
tappering down/off);
Pasien yang menggunakan Obat dengan indeks terapi
sempit (digoksin, phenytoin);
Pasien yang menggunakan banyak Obat (polifarmasi);
dan
Pasien yang mempunyai riwayat kepatuhan rendah.
VISITE
Visite sudah dilaksanakan untuk semua pasien di
ruangan Mawar, Ruang Dahlia, Ruang Melati,
Ruangan Teratai Atas dan Teratai Bawah, Ruang
Aster Ruang Tulip, Ruang Kemuning.
TERIMAKASIH