Anda di halaman 1dari 15

STABILITAS JALAN DENGAN

BAHAN ADITIVE SEMEN

Arief Rachmat D. P.
1315011015
Atreyu Alfarido 1315011019
Jamaludin 1315011085
PENGERTIAN STABILISASI

Penggunaan bahan penstabilisasi untuk


konstruksi jalan telah dilakukan sejak zaman
Romawi. Stabilisasi dapat dilakukan di tempat
pada posisi asli, juga dapat dilakukan di pabrik
lalu diangkut ke tempat yang dimaksud dan
dipadatkan.
Yang dimaksud stabilisasi adalah suatu proses
yang dilakukan sedemikian rupa yang akan
meningkatkan load bearing capacity dan
stabilitas dari material.
Walaupun stabilisasi perkerasan sudah
dikenal sejak lama, ada berbagai faktor
yang menyebabkan perlunya peninjauan
konsep-konsep yang ada. Faktor
tersebut antara lain :
Adanya kendaraan kendaraan dengan
muatan berlebih munculnya konsep
pendekatan rasional dalam
perhitungan tebal perkerasan
Perkembangan jenis bahan pengikat
(binder) karakterisasi material yang
semakin baik serta keberadaan
Stabilisasi dapat dilakukan di
tempat pada posisi asli tanah
atau sebagai timbunan, juga
dapat dilakukan di pabrik lalu
diangkut ke tempat yang
dimaksud dan dipadatkan.
PERKEMBANGAN STABILISASI

Stabilisasi berkembang dengan sangat


cepat dikarenakan beberapa alasan :
Peningkatan volume lalulintas.
Peningkatan jumlah kendaraan berat.
Perbaikan teknik perancangan
perkerasan.
Perbaikan pabrik dan peralatan
stabilisasi.
Biaya rehabilitasi jalan yang lebih
murah.
Peningkatan keuntungan sosial dan
lingkungan berkaitan dengan daur
ulang dan efisiensi konstruksi.
Adanya pengakuan kecepatan dan
berkurangnya hambatan lalu lintas
selama proyek konstruksi.
Perbaikan pengertian industri pada
proses stabilisasi.
Peningkatan jumlah bahan pengikat
TUJUAN STABILISASI

Stabilisasi tanah merupakan upaya untuk merubah


sifat sifat tanah yang bertujuan untuk menigkatkan
nilai teknisnya, seperti :
Meningkatkan atau menurunkan kekuatan tanah,
atau mengurangi sensitivitas kekuatan terhadap
perubahan lingkungan, khususnya perubahan
kelembapan.
Meningkatkan atau menurunkan permeabilitas
tanah.
Mengurangi kompressibilitas.
Mengurangi dampak pengaruh dari pembekuan.
Terdapat beberapa alasan
konvensional yang
melatarbelakangi stabilisasi :

Kondisi tanah dasar yang jelek.


Stabilisasi tanah dasar adalah
untuk meningkatkan mutunya,
sehingga tebal perkerasan dapat
dikurangi.
Bahan lapis pondasi yang terbatas.
Tingginya plastisitas bahan yang sering
dijumpai pada bahan lapis pondasi
marjinal memerlukan semen atau kapur
untuk dapat menurunkannya.

Pengendalian debu.
Beberapa negara telah
mengembangkannya, sementara di
Indonesia belum begitu popular.
Pengendalian kadar air.
Terdapat beberapa bahan kimia yang
dapat menahan air di dalam tanah,
sehingga pada musim kemarau tanah
mudah untuk dipadatkan, demikian
sebaliknya.

Mendapatkan bahan lapis pondasi


yang lebih unggul.
MANFAAT UTAMA STABILISASI

Penggunaan kembali material perkerasan


yang ada, yang mana mengurangi landfill
dan penggunaan sumber daya alam yang
terus berkurang.
Memperkuat perkerasan yang telah ada.
Meningkatkan permeabilitas perkerasan,
mengurangi penyebab utama kerusakan
perkerasan tempat masuk air.
Mengurangi waktu pembangunan dn
penutupan area secara drastic.
Mengurangi biaya konstruksi karena
penggunaan material baru,
pengangkutan material dan
penggunaan energi yang lebih sedikit.
Perbaikan tanah dasar dalam hal
peningkatan kekuatan untuk waktu
yang lama.
Perbaikan karakteristik lelah dari
jalan yang tidak diaspal.
SEMEN

Semen atau campuran semen dengan bahan


pozolanik lainnya sangat efektip digunakan untuk
menstabilisasi bahan yang memiliki nilai indeks
plastis (IP) lebih kecil dari 10. Untuk bahan yang
lebih bersifat plastis, proses stabilisasi akan
sangat efektip bila digunakan kapur atau
campuran kapur dengan bahan pozolanik lainnya.
Material yang distabilisasi menggunakan semen
atau kapur akan akan bersifat semi kaku atau
bahkan cenderung getas, semakin tinggi
perentase pemakaian semen atau kapur, semakin
getas bahan yang dihasilkan, sehingga bahan
yang distabilisasi memiliki daya tahan terhadap
KESIMPULAN

Yang dimaksud dengan stabilisasi adalah


upaya - upaya yang dilakukan untuk
meningkatkan load bearing capacity dan
stabilitas dari material. Untuk pemeliharaan,
peningkatan dan pembangunan jalan
diperlukan agregat dalam jumlah besar,
sementara sumber daya alam terbatas,
sehingga diperlukan metode yang ramah
lingkungan dan hemat energi dengan
memanfaatkan material yang ada.
TERIMA KASIH