Anda di halaman 1dari 38

DISLIPIDEMIA

Nurul Istiqomah Zulma


2011 031 0040
IDENTITAS PASIEN
Nama : Ny. H
Jenis kelamin : Perempuan
Usia : 66 tahun
Alamat : Jl. Kalikepuh 10B
Pekerjaan :-
Status perkawinan : Kawin
Agama : Islam
ANAMNESIS
Keluhan Utama : kontrol rutin

Pasien datang ke RS untuk kontrol rutin


dislipidemia, DM, dan HT. Riwayat Dislipidemia,
DM dan HT sejak pasien umur 35 tahun.
Kebiasaan : Makan makanan yang digoreng
dan berlemak (+), jarang olah raga (+),
merokok (-), alkohol (-)
Aktifitas : Ringan
Riwayat gizi : Pola makan 3 x sehari, tidak
teratur, Jarang makan sayur & sering
ngemil.
Riwayat Penyakit Keluarga :
Orang tua : DM (+), HT (+)
Suami : CKD
PEMERIKSAAN FISIK
Keadaan Umum
Keadaan umum : Sedang
Kesadaran : Compos mentis
IMT : 27,34 (Pra-Obes)

Vital Sign
Tekanan Darah : 150/90 mmHg
Nadi : 85 kali per menit, reguler, isi dan tegangan
cukup
Pernafasan : 20 kali per menit
Suhu : 36,5 C
Kepala dan Leher
Edem palpebra (-/-)

Konjungtiva anemis (-/-)

Sklera ikterik (-/-)

Pembesaran KGB di leher (-)

Thorax
Paru-paru

Inspeksi : Thorax simetris, retraksi (-)

Palpasi : Vokal fremitus kanan = kiri

Perkusi : Sonor pada kedua lapangan paru

Auskultasi : Vesikuler (+/+), wheezing (-/-), rhonki


(-/-)
Jantung
Inspeksi : Iktus kordis tidak terlihat
Palpasi : Iktus kordis tidak teraba
Perkusi: Batas atas SIC II linea parasternalis sinistra, batas
kanan SIC IV linea parasternalis dextra, batas kiri SIC IV linea
midclavicularis sinistra.
Auskultasi : Bunyi jantung I & II reguler, mumur (-)

Abdomen
Inspeksi : Flat (+), distensi (-)
Auskultasi : Bising usus (+) normal 8x/menit
Palpasi : Supel, nyeri tekan (-), hepar dan lien tidak teraba
Perkusi: Timpani
Ekstremitas :
Akral hangat

Edema (-)

Sianosis (-)

Deformitas (-)
DIAGNOSIS
DISLIPIDEMIA
DM
HT I
PEMERIKSAAN
PENUNJANG
Kimia Klinik : Profil Lipid
GDP
HASIL PEMERIKSAAN PENUNJANG

Cholesterol 320 < 220 mg/dL


Total
Trigliserida 232 70,0 140,0
mg/dL
HDL cholesterol 52 > 35 mg/dL
LDL 222 < 130 mg/dL
cholesterol
GulaDarahPu 80 76,0110mg/
asa dL
DISLIPIDEMIA
Dislipidemia suatu kelainan yang terjadi pada
metabolisme lipoprotein, baik itu berlebihan
ataupun kekurangan. Keadaan yang mungkin
timbul dapat berupa peningkatan dari kadar
kolesterol total, kadar low density lipoprotein (LDL),
dan kadar trigliserida serta penurunan dari kadar
high density lipoprotein (HDL) di dalam darah.

Deislipidemia faktor risiko terjadinya


aterosklerosis sehingga bisa menyebabkan stroke,
Penyakit Jantung Koroner (PJK), Peripheral Arterial
Disease (PAD), Sindroma Koroner Akut
Faktor Resiko
Umur pria 45 tahun dan wanita 55 tahun
Riwayat keluarga dengan penyakit arteri koroner dini yaitu usia
ayah < 55 th dan ibu < 65 th.
Kebiasaan merokok
Hipertensi (140/90 mmHg atau sedang mendapat obat anti
hipertensi)
Kolesterol HDL < 40 mg/dL
Riwayat keluarga dengan hiperlipidemia
Obesitas
Diet kaya lemak
Kurang melakukan olah raga
Penyalahgunaan alkohol
Merokok
Diabetes yang tidak terkontrol dengan baik
Hipotiroidisme
Sirosis
Jenis lipoprotein
Kilomikron
Kilomikron membawa makanan ke jaringan lemak dan
otot rangka serta membawa kolesterol kembali ke
hepar.

VLDL
VLDL digunakan untuk mengangkut trigliserida ke
jaringan

IDL
IDL merupakan zat perantara sewaktu VLDL
dikatabolisme menjadi IDL.
LDL
Lipoprotein pengangkut kolesterol terbesar (70%). Hidrolisis LDL
menghasilkan kolesterol bebas yang berfungsi untuk sintesis sel
membran dan hormone steroid.

HDL
HDL yang merupakan inverse predictor untuk resiko penyakit
jantung koroner. Kadar HDL menurun pada kegemukan, perokok,
pasien diabetes yang tidak terkontrol dan pemakai kombinasi
estrogen-progestin. HDL memiliki efek protektif yaitu
mengangkut kolesterol dari perifer untuk di metabolisme di hepar

Lipoprotein (a)
Terdiri atas partikel LDL dan apoprotein sekunder selain apoB-
100. Lipoprotein jenis ini menghambat fibrinolisis atau bersifat
aterogenik.
Klasifikasi
Klasifikasi Fenotipik
a. Klasifikasi EAS (European
Atheroselerosis Society).
b. Klasifikasi NCEP (National Cholesterol
Education Program).
c. Klasifikasi WHO (World Health
Organization).
Klasifikasi Patogenik
1. Primer Dislipidmia primer memiliki
penyebab yang tidak jelas. Contoh dari
dislipidemia primer adalah
hiperkolesterolemia poligenik,
hiperkolesterolemia familial, hiperlipidemia
kombinasi familial, dan lain-lain.
2. Sekunder Dislipidemia sekunder
memiliki penyakit dasar seperti sindroma
nefrotik, diabetes melitus, hipotiroidisme.
Gejala Klinis
Kebanyakan pasien adalah asimptomatik
selama bertahun-tahun sebelum
penyakit jelas secara klinis.

Gejala-gejala yang bisa tampak


diantaranya berkeringat, jantung
berdebar, nafas pendek dan cemas.
Diagnosis
Pada anamnesis biasanya didapatkan faktor
resiko seperti kegemukan, diabetes mellitus,
konsumsi tinggi lemak, merokok dan faktor
resiko lainnya.
Pada pemeriksaan fisik sukar ditemukan
kelainan yang spesifik kecuali jika didapatkan
riwayat penyakit yang menjadi faktor resiko
dislipidemia.
Kelainan mungkin didapatkan bila sudah terjadi
komplikasi lebih lanjut seperti penyakit jantung
koroner.
Pemeriksaan Laboratorium
Pemeriksaan yang dilakukan adalah
pemeriksaan kadar kolesterol total,
kolesterol LDL, kolesterol HDL dan
trigliserid
Kadar LDL dapat dilakukan secara
langsung atau menggunakan rumus
Friedewaid jika didapatkan kadar
trigliserida < 400mg/d
Penatalaksanaan
Dimulai dengan melakukan penilaian jumlah faktor resiko
koroner pada pasien untuk menentukan kolesterol-LDL
yang harus dicapai.

Faktor Resiko (Selain Kolesterol LDL) yang Menentukan


Sasaran Kolesterol LDL yang Ingin Dicapai
Umur pria 45 tahun dan wanita 55 tahun.
Riwayat keluarga PAK (Penyakit Arteri Koroner) dini yaitu ayah
usia < 55 tahun dan ibu < 65 tahun.
Kebiasaan merokok
Hipertensi (140/90 mmHg atau sedang mendapat obat
atihipertensi)
Kolesterol HDL rendah ( <40 mg/dl). Jika didapatkan kolesterol
HDL 60mg/dl maka mengurangi satu faktor resiko
Target penurunan kolesterol
LDL
Target penurunan kolesterol LDL
dikategorikan sebagai berikut:
Tatalaksana resiko tinggi
Tatalaksana resiko sedang
Tatalaksana resiko rendah
Penatalaksanaan secara
umum
Pilar utama pengelolaan dislipidemia
adalah : modifikasi diet, latihan jasmani
serta pengelolaan berat badan. terapi
diet memiliki tujuan untuk menurunkan
resiko PKV dengan mengurangi asupan
lemak jenuh dan kolesterol serta
mengembalikan kesimbangan kalori,
sekaligus memperbaiki nutrisi.
Tatalaksana farmakologis
Pengobatan farmakologi dilakukan bila terjadi
kegagalan dengan pengobatan non-farmakologis.

Obat lini pertama yang danjurkan oleh NCEP-ATP III


adalah HMG-CoA reductase inhibitor

kadar trigliserid >400mg/dl pengobatan dimulai


dengan golongan asam fibrat untuk menurunkan
trigliserid.
namun kadar kolesterol LDL belum mencapai sasaran
maka HMG-CoA reductase inhibitor akan
dikombinasikan dengan asam fibrat.
Pemantauan profil lipid dilakukan setiap
6 minggu. Bila target sudah tercapai,
pemantauan dilanjutakan setiap 4-6
bulan.

Bila setelah 6 minggu terapi target


belum tercapai, intensifkan/naikkan
dosis statin atau kombinasi dengan yang
lain.
Derivat penghambat HMGCoA Reduktase
Simvastatin (Cholexin, Ethicol, Lesvatin,
Lipinorem, Mersivas, Normofat)
Lovastatin (Cholvastin, Lovacol, Lipovas,
Justin)
Pravastatin (Cholespar, Gravastin,
Koleskol)
Fluvastatin (Lescol)
Atorvastatin (Truvaz, Stator, Lipitor)
GOLONGAN SEKUESTRAN ASAM
EMPEDU

Kolestiramin
GOLONGAN OBAT ASAM NIKOTINAT

Acipimox (Olbetam)
Komplikasi -
Aterosklerosis
Aterosklerosis (atherosclerosis) merupakan istilah
umum untuk penyakit-penyakit, dimana dinding
arteri menjadi lebih tebal dan kurang lentur.

Gejala awal dari penyempitan arteri bisa berupa


nyeri atau kram yang terjadi pada saat aliran
darah tidak dapat mencukupi kebutuhan akan
oksigen. Tetapi jika penyumbatan terjadi secara
tiba-tiba (misalnya jika sebuah bekuan
menyumbat arteri), maka gejalanya akan timbul
secara mendadak.
DIAGNOSIS
ATEROSKLEROSIS
Pemeriksaan yang bisa dilakukan untuk mendiagnosis
aterosklerosis:
ABI (ankle-brachial index), dilakukan pengukuran tekanan darah di
pergelangan kaki dan lengan
Pemeriksaan Doppler di daerah yang terkena
Skening ultrasonik Duplex
CT scan di daerah yang terkena
Arteriografi resonansi magnetik
Arteriografi di daerah yang terkena
IVUS (intravascular ultrasound)

Tatalaksana:
Bisa diberikan obat-obatan untuk menurunkan kadar lemak dan
kolesterol dalam darah (contohnya Kolestiramin, kolestipol,
asam nikotinat, gemfibrozil, probukol, lovastatin), Aspirin,
ticlopidine dan clopidogrel atau anti-koagulan bisa diberikan
untuk mengurangi resiko terbentuknya bekuan darah.