Anda di halaman 1dari 185

ULTRASONOGRAPHY

OBSTERI GINEKOLOGI
Bismillah
*Teknik imaging dengan menggunakan
gelombang suara

*Frekuensi yang digunakan untuk USG 1-10


MHz
P KERJA
Mengikuti hukum Snellius untuk suara

*Gelombang yang datang tegak


lurus dengaan bidang
tertentu dipantulkan tegak lurus

*Gelombang dihambat 100% bila mengenai


benda/organ keras di permukaan terlihat
arch sign + di belakang posteriornya membentuk
acoustic shadow
Probe/transducer
ditempel ke badan

Pancaran ultrasound
dipantul+diubah probe
arus listrik

Melalui generator
diperkuat

Ulrtasound yg
dipantul ditangkap
Kristal plumbum lagi oleh probe
zirconic titanate(PZT)
Bersifat
piezoelectricity:

*CARA KERJA USG


ultrasound yg
dipantul mampu
ditangkap lagi
diubah menjadi
arus listrik
Warna Term Benda/organ
Putih Hyperechoic/ Tulang,otot padat
hyperechogenic
Abu-abu Hypoechoic Hepar, otak, uterus, renal
Hitam Anechoic/ Cairan dan sejenisnya
Anechogenic

Standar isoechoic: liver

Warna Term Benda/organ


Putih Hyperechoic/ Pancreas, tulang
hyperechogenic
Abu-abu Hypoechoic Cortex of kidney, spleen
Hitam Anechoic/ Gallbladder, bladder
anechogenic

*HASIL PEMERIKSAAN
UTERUS
UTERUS

Uterus
* terletak di bagian tengah dari pelvis

* posterior dari buli-buli

* cephalad (kepala) dari vagina

* Biasanya antefleksi dan sedikit rotasi ke kanan.


Transabdominal scan Uterus

* Buli-buli harus penuh.


1. Sebagai acoustic window

2. Mendorong uterus keluar dari pelvis sehingga


terhindar dari acoustic shadow yg disebabkan oleh
symphisis pubis

3. Menempatkan usus-usus lebih ke superior, shg


terhindar dari pengaruh gas yg mengganggu jeli
Ultrasound.
Potongan longitudinal Uterus
*Letakkan probe pada midline untuk mendapatkan
potongan longitudinal.

*Potongan longitudinal :
*Buli-buli terlihat di bagian kanan monitor
*Uterus : terdapat garis linier di bagian tengah (atau
kita sebut dengan cavity line ).
*Vagina : 3 garis paralel terang di posterior buli-buli
*Jika hanya bagian bawah uterus terlihat, putar probe
sedikit ke arah kanan pasien kompensasi
dextrorotasi uterus.
*Cervix : sering sulit terlihat baik pd wanita nongravid.
Posisi ostium uteri internum pas di bawah titik di mana
dinding posterior buli2 berubah arah
Gambaran Longitudinal (sagittal) pelvis normal
Potongan transversal Uterus

*probe diputar 90o sampai terlihat cavity line .

*Kemudian geserkan probe ke atas dan ke bawah


abdomen sehingga tampak uterus potongan
transversal dari cervix sampai fundus.
Gambaran transversal uterus pada
hari ke 16 menggambarkan
endometrium yang tebal dan cerah
Transvaginal scan Uterus

*Keuntungan : lebih dekat dengan


organ2 pelvik, shg digunakan transducer
frekuensi tinggi (6-7,5 MHz) resolusi
lebih baik

*Kekurangan : lapang pandang


lebih sempit.
Gambaran Longitudinal (sagittal) uterus
melalui transvaginal
Perubahan Endometrium
*Endometrium : terletak di antara myometrium dan uterine
cavity.

*Berubah sesuai siklus menstruasi.

*Siklus awal daerah hipoekoik tipis jk dibanding


dgn myometrium

*Estrogen meningkat endometrium menjadi


lebih echoic, lebih tebal, tetapi masih tetap kurang
terang dibanding myometrium.

*Saat ovulasi endometrium menjadi lebih


echogenic dibanding myometrium.
Gambaran longitudinal hari ke 3 siklus menstruasi. Gambaran
cavity line tampak jelas namun endometrium tipis dan sulit
dibedakan dengan myometrium sekitarnya
Gambaran longitudinal
endometrium pada hari ke10
Gambaran transversal uterus pada
hari ke 16 menggambarkan
endometrium yang tebal dan cerah
Pengukuran uterus
*Terbaik dengan pencitraan transabdominal

*Ukuran uterus bertambah sesuai paritas, berkurang jika


postmenopause.

*Pengukuran diambil dari 3 bidang :


*Longitudinal : fundus ostium internum

*Transversal : bagian terlebar dari corpus


uteri

*Anteroposterior : tebal uterus


Gambaran bagaimana menghitung ukuran uterus
AP : Anteroposterior
T : Transverse
L : longitudinal

Normal uterine measurement (mm)


OVARIUM
OVARIUM

Letak Ovarium

*posterolateral uterus

*di anterior a.iliaka interna, vena dan ureter

*medial dari pembuluh darah ovarium.


OVARIUM
Petunjuk USG Ovarium

*Petunjuk yang berguna Pembuluh darah dan


ureter :

*Arteri iliaka interna terdapat pulsasi

*Ureter adalah struktur berlumen free-echoic kadang


terlihat aliran urine

*Vaskular ovarium juga terdapat pulsasi membentuk


lapisan garis hitam halus yang masuk ke ovarium dari
lateral.
Potongan Transversal Transabdominal
Scan

Ovarium

*Terletak lateral dari uterus

*Struktur oval hipoekoik

*kurang homogen dibanding uterus.


Potongan Longitudinal Transabdominal
Scan
Prosedur

*putar probe perlahan2 ke 90o sambil pertahankan


ovarium tetap terlihat

Ovarium

*Terletak anterior dari ureter dan arteri iliaka interna


Anatomi Ovarium. Arteri iliaka interna tidak bisa
ditampakkan pada gambaran ini karena ini gambar ini
berada pada sisi kanan terhadap the plane of the pape
Gambaran Transversal dari pelvis
menggambarkan pembuluh darah ovarium
memasuki ovarium kiri.
Gambran transversal dari pelvis
menggambarkan uterus dan kedua ovarium
Gambaran Longitudinal dari pasien 62 tahun
postmenopause dengan ovarium yang atropi
Transvaginal scan Ovarium

Ovarium

*Lokalisasi ovarium lebih sulit lapang pandang


sempit dan ovarium belum tentu pada posisi
standard.

*Jika tidak ditemukan probe diarahkan ke dinding


pelvis sampai vaskular ovarium terlihat ikuti
sampai ke ovarium.

*Ovarium lebih mudah dilihat jika berisi folikel-folikel.


(A) Gambaran transversal ovarium kiri
menggambarkan folikel 6 mm pada
hari ke-8.
(B) Gambaran transversal ovarium
mengagambarkan folikel 25 mm pada
hari ke-14
(C) Ovarium dan Folikel yang sama dengan
gambar C melalui gambaran
transvaginal
Gambaran ovarium transvaginal yang telah
tampak multifolikular
Pengukuran ovarium

*Volume : P (cm) X L (cm) X AP (cm) X 0,52

*AP didapat dari gambaran longitudinal


* Volume normal pada wanita premenopausal tergantung ada
atau tidaknya folikel.

* Volume normal wanita postmenopausal, tiap ovarium


volumenya tidak lebih dari 10 ml.

* Ovarium kiri dan kanan hampir sama.

* Pembesaran ovarium dan atau gambaran USG yg tidak


biasanya pada 1 atau kedua ovarium pemeriksaan lebih
lanjut singkirkan malignansi
USG
OBSTETRI
TRIMESTER PERTAMA
TUJUAN USG AWAL KEHAMILAN
*Untuk mengetahui hamil/tidak

*Untuk menentukan kehamilan intrauterin


atau ekstrauterin

*Bila intrauterin : Lokasi?

*Jumlah kehamilan

*Usia kehamilan

*Kelainan kehamilan
TRIMESTER PERTAMA

*Tanggalan kehamilan secara klinis didasarkan pada


hari pertama haid terakhir (HPHT)
sebelum terjadinya konsepsi.

*Konsepsi biasanya terjadi antara hari ke 13


sampai hari ke 17 dari siklus haid.
TRIMESTER PERTAMA
Anatomi
TRIMESTER PERTAMA
ANATOMI

Uterus :
* Posisi dan bentuk uterus dapat dinilai terutama jika dlm
keadaan VU penuh.

Ovarium :
* Kedua ovarium biasanya terlihat, terutama dengan
transvaginal scan.
* Bentuknya oval
* Diameter 2-3 cm
TRIMESTER PERTAMA
ANATOMI
Uterus

Bladder
Bladder

Uterus
Chorionic Sac

Embryo
Embryo

Uterus

Chorionic Sac

Sagital Transversal
TRIMESTER PERTAMA
ANATOMI
Ovarium
TRIMESTER PERTAMA
Embriologik
TRIMESTER PERTAMA
Embriologik
*Dua struktur embriologik pada trimester I
digunakan untuk tanggal kehamilan :

1. Gestational sac (chorionic sac) : terlihat pertama


kali sekitar minggu ke 5 menstruasi.

2. Embrio : terlihat pertama kali sekitar minggu ke 6


menstruasi

* Dua Struktur ini dapat terlihat dengan baik jika menggunakan


transvaginal ultrasound
TRIMESTER PERTAMA
Embriologik

Chorionic Sac Bladder


Bladder

Cervix

Potongan sagital
Transabdominal
TRIMESTER PERTAMA
Embriologik

Yolk Sac

Embryo

Transvaginal
TRIMESTER PERTAMA
Kehamilan 5 minggu

Struktur pertama terlihat pada trimester I adalah


Gestasional Sac (GS) yang dikelilingi oleh
membran chorionic dan vili chorionic :

*Gestasional Sac (GS) terlihat sebagai daerah


hipoekoik (struktur hitam) bulat di dalam cavum
uteri.

*Cairan dalam Gestasional Sac (GS)


bukanlah cairan amnion, karena kantong amnion
belum berkembang. Tapi cairan tersebut kita kenal
dengan nama extraembryonic coelom.
TRIMESTER PERTAMA

Kehamilan 5 minggu

Extraembryonic
coelom

Uterine cavity

Chorionic
villi
TRIMESTER PERTAMA
Embriologik

Ciri Khas Gestational/Chorionic Sac :

*Berada di dalam fundus uteri

*Bentuknya bulat

*Dikelilingi oleh chorionic villi yang sehat,


dengan gambaran cincin ekogenik yang terang.

Jika ada di antara gambaran ini yang tidak ada, berarti


kehamilan abnormal harus dicurigai.
TRIMESTER PERTAMA
Embriologik
Gestational Sac minggu 6 & 8

Chorionic
villi
TRIMESTER PERTAMA
Kehamilan 5-6 minggu

* Gestasional Sac (GS) dan Yolk Sac:

* Gestasional Sac tumbuh cepat, rata-rata pertumbuhan


dalam diameter : 1 mm/hari.

* Dalam minggu ke 5-6 : yolk sac terlihat.

* Karena yolk sac adalah awal mula embrio, maka


dengan terlihatnya yolk sac di dalam uterus
membuktikan adanya kehamilan intrauterin.
TRIMESTER PERTAMA
Kehamilan 5-6 minggu

Extraembryonic
Yolk Sac coelom

Uterine cavity

Chorionic
villi
TRIMESTER PERTAMA
Yolk Sac

Yolk sac :

* Dapat tampak bahkan sebelum embrio terlihat.

* Sebuah struktur spheris terletak di dalam GS tapi di


luar amniotic sac (walaupun amniotic sac sendiri sulit
dilihat).

* Diameternya tidak pernah melebihi 6 mm.

* Terlihat sampai kehamilan sekitar 10 minggu.


TRIMESTER PERTAMA
Yolk Sac

Embryo

Yolk Sac

Embryo + Yolk Sac


TRIMESTER PERTAMA
Yolk Sac

Amnion

Embryo
TRIMESTER PERTAMA
Yolk Sac

Embrio akhir trimester pertama


TRIMESTER PERTAMA
* Mengukur Gestasional Sac (GS) atau
Chorionic Sac :

* GS diukur dalam 3 dimensi menggunakan :


* panjang (L)
* lebar (W)
* tebal/tinggi (H).

* jika menggunakan transabdominal dihitung dari


gambaran sagital dan transversal.

* Jika menggunakan transvaginal dihitung dari


gambaran sagital dan coronal
TRIMESTER PERTAMA
MENGUKUR GESTATIONAL
SAC

L W

Sagital Transversal
TRIMESTER PERTAMA
Penentuan usia kehamilan melalui
Gestasional Sac (GS)

*Usia kehamilan dihitung dengan menggunakan


diameter rata-rata GS.

*Diameter rata-rata GS = L+H+W


3
*Menggunakan satuan mm.

*Jika telah diperoleh diameter rata2 GS, maka :


Diameter rata-rata GS + 30 = usia
kehamilan (dalam hari) +/- 4 hari
TRIMESTER PERTAMA
Kehamilan 6-7 minggu
Identifikasi embrio :

* Embrio pertama kali terlihat sebagai node kecil antara yolk


sac dan dinding GS.

* Node ini disebut juga fetal pole

* Embrio yang sangat kecil dikelilingi


oleh membran amnion,
tapi membran ini sendiri belum dapat terlihat.
TRIMESTER PERTAMA
Kehamilan 6-7 minggu
Extraembryonic
coelom
Yolk Sac

Uterine cavity

Embryo Chorionic
Amniotic villi
Membrane
TRIMESTER PERTAMA
Kehamilan 6-7 minggu

Fetal pole dengan denyut jantung + yolk


sac

QT 3
TRIMESTER PERTAMA
Kehamilan 7-8 minggu
Identifikasi embrio yang lebih besar:

* Pada minggu ke 7-8 : embrio sudah lebih jelas


terlihat di dalam GS dikelilingi oleh kantong amnion, terpisah
dari yolk sac.

* DJJ (+)

* Penting untuk membedakan yolk sac sebagai bagian


yang terpisah dari embrio, agar tidak terjadi kesalahan pada
waktu pengukuran embrio.
TRIMESTER PERTAMA
Kehamilan 7-8 minggu

Extraembryonic
coelom
Yolk Sac

Uterine cavity

Yolk Sac

Embryo is
between
calipers

Chorionic Amniotic
villi membrane
Embryo
TRIMESTER PERTAMA
Kehamilan 8 minggu

Chorionic Sac

Yolk Sac

Embryo
TRIMESTER PERTAMA
* Pengukuran embrio :

* Embrio diukur dalam dimensi terpanjangnya, dengan menggunakan


kaliper elektronik. Pengukuran ini disebut crown-rump length
(CRL)

* Yolk sac tidak boleh ikut terukur.


* CRL : kalkulasi usia kehamilan

Usia kehamilan (dlm minggu) = CRL (dlm cm) + 6,5


TRIMESTER PERTAMA
Crown-Rump Length

CRL

Yolk Sac

- Panjang terjauh embryo

- Yolk sac tidak boleh ikut terukur


TRIMESTER PERTAMA
Crown-Rump Length
TRIMESTER PERTAMA
Aktivitas jantung embrio

Aktivitas jantung embrio:

*Gerakan jantung harus sudah terlihat pada embrio


yang mempunyai CRL > 5 mm.

*Dapat digunakan M-mode.


TRIMESTER PERTAMA
Aktivitas jantung embrio

Aktivitas jantung embryo


TRIMESTER PERTAMA
Aktivitas jantung embrio

Aktivitas jantung embryo + M-Mode


TRIMESTER II DAN III
TRIMESTER II DAN III
Biometri Fetus
TRIMESTER II DAN III
Biometri Fetus

Perhitungan yang digunakan di trimester II dan III :

* BPD (Biparietal diameter)

* HC (Head circumference)

* AC (Abdominal circumference)

* FL (Femur Length)
TRIMESTER II DAN III
Biometri Fetus

Biparietal Diameter (BPD) Head Circumference (HC)

Abdominal Circumference (AC) Femur Length (FL)


TRIMESTER II DAN III
Biometri Fetus

*Pengukuran circumference :

* Head Circumference (HC) dapat diukur langsung atau


dihitung dari BPD (Biparietal diameter) dan OFD

* Abdominal Circumference (AC) juga dapat diukur langsung


atau dihitung dari diameter abdomen secara AP dan
transversal.

*C = (D1 + D2) X 1,57


* Keterangan :
*C : Circumference
*D : Diameter
TRIMESTER II DAN III
Biometri Fetus
Perhitungan Circumference

D1

D2

C=(D1+D2) X 1,57

C=circumference dan D1 & D2 adalah diameter


TRIMESTER II DAN III
Biometri Kepala Fetus
TRIMESTER II DAN III
Biometri Kepala Fetus
* Level yang tepat untuk mengukur kepala fetus adalah
potongan transversal di mana terlihat thalamus
dan cavum septum pellucidum yang berada di
antara falx cerebri.

* Jika level terlalu tinggi akan terlalu banyak


potongan ventrikel yang terambil.

* Jika level terlalu rendah yang tampak adalah orbita


atau fossa posterior termasuk hemisfer cerebellum
TRIMESTER II DAN III
Biometri Kepala Fetus

Thalamus Cavum Septum


Pellucidum

Falx
TRIMESTER II DAN III
Biometri Kepala Fetus

QT7
TRIMESTER II DAN III
Biometri Kepala Fetus

Orbit

Cerebellum

Level pengambilan gambar yang terlalu rendah


TRIMESTER II DAN III
Biometri Kepala Fetus
PENGUKURAN KEPALA:
* BPD (Biparietal Diameter) diukur dari tepi dalam ke
tepi dalam (leading edge to leading edge).

* OFD diukur dari tepi luar ke tepi luar.

* HC (Head Circumference) diukur pada level yang sama


dengan BPD & OFD :

*HC = (BPD + 3mm + OFD) X 1,57


TRIMESTER II DAN III
Biometri Kepala Fetus

BPD dan OFD Kepala Fetus


Biparietal Diameter (BPD)
BPD

OFD

Pengukuran transversal, leading


edge to leading edge, pada
level thalamus dan cavum septum
pellucidum.
TRIMESTER II DAN III
Biometri Kepala Fetus
Lingkar Kepala Fetus

Head Circumference

- Satu level dengan BPD

- Perhitungannya :
(BPD+3mm+OFD) X 1,57
TRIMESTER II DAN III
Bentuk Kepala Fetus
TRIMESTER II DAN III
Bentuk Kepala Fetus
Bentuk kepala :

* Kepala fetus normalnya berbentuk oval, dengan rasio


BPD dan OFD berkisar antara 0,7-0,87.

* Rasio ini disebut juga cephalic index

* Bentuk kepala yang lebih bulat brachycephaly


(Cephalic index > 0,87)

* Bentuk yang lebih memanjang dolicocephaly


(Cephalic index < 0,7)
TRIMESTER II DAN III
Bentuk Kepala Fetus

Bentuk Kepala Fetus : BPD/OFD

Normal :
> 0,7 dan < 0,87

Brachycephalic :
> 0,87

Dolicocephalic :
< 0,7
TRIMESTER II DAN III
Biometri Femur
TRIMESTER II DAN III
Biometri Femur
Prinsip biometri femur :

* Akurat Jika dihitung tegak lurus dari trochanter


sampai ujung distal tulang

* Tidak termasuk epifisis dan periosteum yang


berbentuk spike di ujung distal.
TRIMESTER II DAN III
Biometri Femur

Femur Length (FL)

FL

-Perhitungan tegak lurus


-Epipfisis dan spike tidak dihitung
TRIMESTER II DAN III
Biometri Femur
TRIMESTER II DAN III
Biometri Femur

QT8
TRIMESTER II DAN III
Biometri Abdomen
TRIMESTER II DAN III
Biometri Abdomen

Biometri abdomen sangat kompleks karena :

*Level potongan bervariasi.

*Gerakan fetus termasuk bernafas dapat


merubah tidak hanya lokasi tapi juga bentuk dari
abdomen.

*Acoustic shadow dari tulang belakang


dan anggota gerak dapat menyulitkan
identifikasi garis kulit.
TRIMESTER II DAN III
Biometri Abdomen

Petunjuk biometri abdominal potongan standard :

abdomen fetus adalah tegak lurus :

*lambung fetus (stomach)

*junction dari vena umbilikalis

*sinus portal (yang berbentuk J)


TRIMESTER II DAN III
Biometri Abdomen

Spine Bones

Junction dari vena


Umbilikal dan Portal
Stomach Sinus

Potongan standard untuk mengukur


abdomen fetus
TRIMESTER II DAN III
Biometri Abdomen

Spine

Umbilical Vein

Stomach
TRIMESTER II DAN III
Biometri Abdomen
Metode pengukuran AC (Abdominal Circumference) :

* Dihitung dari diameter AP (Anteroposterior) dan


transversal:

AC = (APD + TD ) X 1,57
TRIMESTER II DAN III
Biometri Abdomen

Abdominal Circumference

Potongan transversal dari Stomach dan Vena Umbilikal/ Portal Sinus AC=
(APD + TD) X 1,57 atau Perhitungan Langsung melalui alat USG
TRIMESTER II DAN III
Biometri Abdomen

QT9
TRIMESTER II DAN III
Biometri Abdomen
TRIMESTER II DAN III
Survey Anatomik
TRIMESTER II DAN III
Survey Anatomik

Anatomik Penting dalam USG :

*Bentuk Kepala sudah dibahas sebelumnya


menggunakan chepalic index

*Kelamin Fetus

*Placenta

*Cairan Amnion
TRIMESTER II DAN III
Kelamin Fetus
TRIMESTER II DAN III
Kelamin Fetus

KELAMIN FETUS (GENDER):

*Menentukan kelamin fetus dapat dilakukan sejak


kehamilan 14 minggu ke atas

*tergantung apakah fetus membuka paha atau


tidak.
TRIMESTER II DAN III
Kelamin Fetus

Genitalia laki-laki usia 20 minggu dan 32 minggu


kehamilan
TRIMESTER II DAN III
Kelamin Fetus

genitalia wanita usia 24 minggu dan 33 minggu kehamilan


TRIMESTER II DAN III
Placenta
TRIMESTER II DAN III
PLACENTA
*Daerah implantasi placenta secara sonografik dapat
terlihat sekitar minggu ke 8 kehamilan.

*Penilaian posisi placenta biasanya dilakukan pertama kali


pada scan rutin pada kehamilan 16-20 minggu.

*Placenta lebih echogenik daripada echo dinding


myometrium.

*95% wanita implantasi placenta di fundus uteri.


*5% placenta letak rendah pada minggu ke 16-20,
harus usg kembali pada trimester III (1 dari 5
placenta previa)
TRIMESTER II DAN III
PLACENTA

Placenta

Myometrium
TRIMESTER II DAN III
PLACENTA
GRADING PLACENTA (GRANNUM) :
*Merupakan klasifikasi perubahan normal dari
placenta selama kehamilan.

*Grade 0 placenta homogen

*Grade 1 random echogenik

*Grade 2 Basal echogenic areas, comma-like


indentations in the chorionic plate.

*Grade 3 Echo-poor areas, deep indentations


in the chorionic plate, and irregular echogenic
A B

A. A Grannum grade 0 anterior placenta


B. A Grannum grade II anterior placenta
C C. A Grannum grade III anterior
placenta
TRIMESTER II DAN III
Cairan Amnion
TRIMESTER II DAN III
Cairan Amnion

Volume cairan amnion : secara kualitatif

* Sbg panduan : jika tepi dari fetus sulit dipisahkan


(sangat berdekatan) dengan dinding uterus
oligohydramnion (cairan terlalu sedikit)

* Sebaliknya jika fetus bebas mengapung dan sedikit


sekali menyentuh dinding uterus polyhydramnion
(terlalu banyak cairan).
TRIMESTER II DAN III
Cairan Amnion

Volume cairan amnion secara kuantitatif

*Dua metode :

* Pengukuran kantong (pocket) terdalam


secara vertikal.

* Total jumlah kantong terdalam secara vertikal pada


empat kuadran uterus (Amniotic Fluid Index /
AFI).
TRIMESTER II DAN III
Cairan Amnion

Amniotic Fluid Index (AFI) : Teknik mengukur

* Transduser diletakkan tegak lurus dengan lantai (pasien


supine) temukan kantong terdalam cairan amnion
dari satu kuadran di antara 4 kuadran uterus, maka
gambar tersebut difreeze, lalu diukur kedalamannya.

* Bagian terdalam secara vertikal dari kantong yang difreeze


ini, tidak boleh berisi ekstremitas fetus atau
umbilical cord.

* Proses tersebut diulang masing-masing untuk tiga kuadran


lainnya.
TRIMESTER II DAN III
Cairan Amnion

K1 K2

K3 K4
TRIMESTER II DAN III
Cairan Amnion

nilai normal AFI :

*Pada trimester III : AFI 8 cm - 20 cm normal

*5 cm 8 cm : equivocal

*< 5 cm : oligohydramnion

*> 20 cm : polihydramnion
PATOLOGI OBSTERI
GINEKOLOGI
PATOLOGI GINEKOLOGI
UTERUS
PATOLOGI GINEKOLOGI
Uterus Myoma Uteri

Myoma Uteri

* Tumor jinak uterus, biasanya multipel (hanya 2%


yg soliter)

* Myoma submucosa terlihat baik dengan


transvaginal. Menyebabkan abortus berulang.

* Myoma intramural atau subserosa lebih mudah


terdeteksi transabdominal.
PATOLOGI GINEKOLOGI
Uterus Myoma Uteri
*Gambaran USG :
*Massa bulat dgn echo yang dapat hypoechoic,
hyperechoic, atau sama (echogenic) dibanding
myometrium.

*Sekitar 25% mengalami kalsifikasi dan terlihat


sebagai daerah dengan hyperechoic di dalam myoma.

*Bila jaringan fibrous yang dominan : echogenic

*Bila jaringan otot yang dominan : hypoechoic,


seperti kista ovari
PATOLOGI GINEKOLOGI
Uterus Myoma Uteri
BLADDER

FIBROID

Gambaran longitudinal uterus menggambarkan


myoma uteri. fundus yang fibroid dengan
komponen fibroid yang banyak
PATOLOGI GINEKOLOGI
Uterus Myoma Uteri

Gambran longitudinal uterus menampakkan myoma


uteri dengan jaringan fibroid yang minimal
PATOLOGI GINEKOLOGI
Uterus Myoma Uteri

Gmbaran transversal uterus myoma uteri Gambaran longitudinal uterus myoma uteri
dengan fibroid lateral kiri menggambarkan dengan fibroid dinding posterior mirip
kalsifikasi. seperti kista ovarium
PATOLOGI GINEKOLOGI
Uterus Myoma Uteri

Gambaran longitudinal myoma


uteri pada uterus ibu hamil
usia 36 minggu gestation
menampakkan fibroid
PATOLOGI GINEKOLOGI
OVARIUM
PATOLOGI GINEKOLOGI
Massa Ovarium
* Jinak :
* kista unilateral dinding tipis, tanpa area solid, diameter < 5 cm.
biasanya kista folikular atau kista corpus luteum.
* Scan kembali 6 minggu biasanya mengecil atau hilang.

* Ganas :
* Kista dinding tebal, bersepta tebal, bilateral.
* Ada bagian solid di dalam massa, dan melewati dindingnya.
* Ascites

* Tumor dermoid ovarium :


* Sulit dibedakan dengan kista simpel namun massa ini mempunyai echopattern
complex karena isinya yang heterogen.
* Berisi gigi, rambut, bahan sebaseus, usus yang mengandung
udara. Tapi usus memperlihatkan peristaltik.
PATOLOGI GINEKOLOGI
Massa Ovarium

Gambaran transversal pelvis menggambarkan kista


ovari simpel, ukuran 4,8 cm x 4,7 cm.
PATOLOGI GINEKOLOGI
Massa Ovarium

Gambaran longitudinal kanan ovarium tampak tumor


dermoid. Tampak gambaran echo yang kompleks.
PATOLOGI OBSTERI
TRIMESTER PERTAMA
PATOLOGI OBSTETRI
TRIMESTER PERTAMA
PERDARAHAN VAGINAL TRIMESTER I

* Abortus spontan (komplit/inkomplit)

* Blighted ovum

* Missed abortion

* Molahydatidosa

* Kehamilan ektopik
PATOLOGI OBSTERI
TRIMESTER PERTAMA
Abortus Spontan
PATOLOGI OBSTETRI TRIMESTER I
Abortus Spontan
Abortus spontan :

*Komplit :

*Uterus kosong, hanya terlihat penebalan echo


central.

*Inkomplit :

*Selain penebalan echo central masih tampak sisa


produk konsepsi
PATOLOGI OBSTETRI TRIMESTER I
Abortus Spontan

Abortus Inkomplit dengan choriodecidua yang


iregular dan deflated sac
PATOLOGI OBSTETRI TRIMESTER I
Abortus Spontan

Abortus komplit. Tampak bentuk yang reguler dan


tipis dari endometrium (panah)
PATOLOGI OBSTERI
TRIMESTER PERTAMA
Blighted Ovum
PATOLOGI OBSTETRI TRIMESTER I
Blighted Ovum
*Blighted ovum = gestasi anembrionik
*Terdapat gestational sac yg kosong dalam cavum uteri
*Kecil untuk usia kehamilan

Gambaran USG :
*Dinding tidak jelas
*Tebal gestational sac tidak merata
*Echo bakal placenta tidak nampak

*Jika ragu blighted ovum usia 6-7 minggu : scan ulang 1 minggu
Bila besar GS tidak bertambah > 75% atau bila tetap
tidak terlihat fetal nodes : 100% BO.
PATOLOGI OBSTETRI TRIMESTER I
Blighted Ovum

Blighted ovum
PATOLOGI OBSTERI
TRIMESTER PERTAMA
Missed Abortion
PATOLOGI OBSTETRI TRIMESTER I
Missed Abortion

Missed abortion :

*Masih nampak echo fetus dalam gestational sac


tetapi sudah deformed/misshapened dan immobile
karena sudah mati.

*Uterus : kecil untuk massa kehamilan

*Echo placenta masih tampak (kadang2 menebal


karena perubahan hidropik)

*Tidak ada aktifitas jantung fetus


PATOLOGI OBSTETRI TRIMESTER I
Missed Abortion

Missed abortion. Tidak


ada aktivitas jantug fetus
PATOLOGI OBSTERI
TRIMESTER PERTAMA
Mola Hydatidosa
PATOLOGI OBSTETRI TRIMESTER I
Mola hydatidosa

Molahydatidosa :

* Uterus : besar untuk masa kehamilan

* Gambaran Vesicular dalam uterus. Ukuran vesikula : 3-5


mm, bisa lebih besar lagi.

* Snowstorm appearance

* 30% kasus : terdapat pula theca lutein cyst, bilateral,


multilocular cyst.
PATOLOGI OBSTETRI TRIMESTER I
Mola hydatidosa

Mola Hydatidosa trimester I


PATOLOGI OBSTETRI TRIMESTER I
Mola hydatidosa

Mola Hydatidosa trimester 2


PATOLOGI OBSTETRI TRIMESTER I
Mola hydatidosa

Mola hydatidosa dengan theca lutein cyst


PATOLOGI OBSTERI
TRIMESTER PERTAMA
Kehamilan Ektopik
PATOLOGI OBSTETRI TRIMESTER I
Kehamilan Ektopik
Kehamilan Ektopik :

* 1 dalam 400 kehamilan. 95% di daerah tuba


* Diagnostik USG : Accuracy : 80-90% saja.
* Gambaran USG :
* Uterus membesar, tetapi tidak ada gestational sac.

* Adanya massa bulat/irreguler dengan gestational sac di


dalamnya di daerah adnexa (cul-de-sac). Kadang-kadang terlihat
heartbeat/gerakan.

* Terlihat pula tanda-tanda perdarahan berupa massa kistik


yang berbatas iregular di daerah cul-de-sac
PATOLOGI OBSTETRI TRIMESTER I
Kehamilan Ektopik

Pada Transvaginal-Colour Doppler Scanning:

* Kehamilan Ektopik yang hidup :


menunjukkan cincin vaskular
yg mengelilingi suatu pusat hipoekoik aliran
peritrophoblastic fokal (ring of fire)
PATOLOGI OBSTETRI TRIMESTER I
Kehamilan Ektopik

Kehamilan Ektopik
PATOLOGI OBSTETRI TRIMESTER I
Kehamilan Ektopik

Bladder Uterus

Mass

Kehamilan Ektopik
PATOLOGI OBSTETRI TRIMESTER I
Kehamilan Ektopik

Ring of fire
PATOLOGI OBSTETRI TRIMESTER I
Kehamilan Ektopik

Ring of fire
PATOLOGI OBSTETRI TRIMESTER I
Kehamilan Ektopik

Doppler, massa adnexa (M).


Konfirmasi Kehamilan Ektopik
melalui doppler.
A.Gambaran Tranvaginal highly suspicious adnexal mass (M).
B. Doppler menunjukkan aliran peritrophoblastic
C. Doppler menunjukkanaliran diastolik yang kuat
PATOLOGI OBSTERI
TRIMESTER II DAN III
PATOLOGI OBSTETRI
TRIMESTER II DAN III
* Bentuk Kepala Abnormal
* Hidrosefalus
* Anencephal

* Placenta Abnormal
* Placenta previa
* Solutio Placenta

* Cairan Amnion Abnormal :


* Polihidramnion
* Oligohidramnion

* Chorioangioma, Hydrops Fetalis dan anomali lain


PATOLOGI OBSTERI
TRIMESTER II DAN III
Bentuk Kepala
Abnormal
PATOLOGI OBSTETRI TRIMESTER II & III
Bentuk kepala Abnormal

Normal Abnormal

Cephalic index= BPD/OFD X 100


PATOLOGI OBSTETRI TRIMESTER II & III
Bentuk kepala Abnormal
Hydrochepalus

Hydrocephalus :

*Ventrikel lebih besar dari yg normal.

*Bentuk kepala lebih bulat dari yg normal.

*Plexus choroideus menjuntai ke bawah.


Too round

Ventricles
too big

Hydrocephalus

Choroid Plexus
Dangles down
PATOLOGI OBSTETRI TRIMESTER II & III
Bentuk kepala Abnormal
Anenchepal

Anencephaly :

*Hilangnya lengkungan cranium ini dapat


terdeteksi sejak kehamilan 14 minggu.

*Frogs eye appearance

*Diagnosis ini tidak boleh terlewatkan


sesudah kehamilan 14 minggu.
PATOLOGI OBSTETRI TRIMESTER II & III
Bentuk kepala Abnormal
Anenchepal
ABSENT
CRANIAL
VAULT

Fetus Anenchepal.tampak frogs


eye appearance.
PATOLOGI OBSTERI
TRIMESTER II DAN III
Placenta Abnormal
PATOLOGI OBSTETRI TRIMESTER II & III
Placenta Abnormal Placenta Letak
Rendah dan Placenta Previa

Placenta letak rendah dan placenta previa :

*Perdarahan selama kehamilan : suspek placenta


letak rendah, placenta previa, atau abrupsi
placenta.

*Placenta previa komplit atau marginal


didiagnosis dengan terlihatnya jaringan
placenta yang menutupi ostium cervical
internum.
PATOLOGI OBSTETRI TRIMESTER II & III
Placenta Abnormal Placenta Letak
Rendah dan Placenta Previa
PATOLOGI OBSTETRI TRIMESTER II & III
Placenta Abnormal Placenta Letak
Rendah dan Placenta Previa

Placenta

Placenta letak rendah


PATOLOGI OBSTETRI TRIMESTER II & III
Placenta Abnormal Placenta Letak
Rendah dan Placenta Previa

Placenta
PATOLOGI OBSTETRI TRIMESTER II & III
Placenta Abnormal Placenta Letak
Rendah dan Placenta Previa

Head

Cervix

Placenta
PATOLOGI OBSTETRI TRIMESTER II & III
Placenta Abnormal Abruptio Placenta
Abrupsi placenta :

* Perdarahan disertai rasa nyeri yang sangat.


(Perdarahan placenta previa tidak disertai rasa
nyeri)

* USG mungkin bisa terdiagnosis. Tapi banyak kasus abrupsi


yang tidak terlihat.

* Jika terlihat, gambaran sonografiknya dapat berubah


tergantung lamanya hematoma.

* Hasil ultrasound yang negatif belum tentu menyingkirkan


adanya abrupsi placenta, sehingga penatalaksanaan
klinis harus didasarkan pada kondisi pasien.
Placenta
Abruption

Fetal Head

Abrupsi Placenta
PATOLOGI OBSTERI
TRIMESTER II DAN III
Cairan Amnion
Abnormal
PATOLOGI OBSTETRI TRIMESTER II & III
Cairan Amnion Abnormal Polihidramnion

*Kondisi abnormal yang berhubungan dengan


polyhydramnion, antara lain :

* Diabetes pada ibu


* Anomali fetus : obstruksi gastrointestinal,
kelainan kepala dan leher yang mengganggu
fetus menelan.
* Kelainan cardiovascular dan skeletal.

*Dampak polyhydramnion intrapartum :


*fetus terus mengapung kepala sulit
engaged malpresentasi.
*Prolaps corda
PATOLOGI OBSTETRI TRIMESTER II & III
Polyhydramnion
PATOLOGI OBSTETRI TRIMESTER II & III
Cairan Amnion Abnormal Oligohidramnion

*Kondisi abnormal yang berhubungan dengan


oligohydramnion antara lain :
*Renal agenesis

*Anomali yang mengobstruksi aliran urine.

*Growth retardation

*Preeclampsia

*Serotinitas
PATOLOGI OBSTETRI TRIMESTER II & III

Oligohydramnion

Placenta Placenta

Fetal Head

Fetal Chest
PATOLOGI OBSTERI
TRIMESTER II DAN III
Chorioangioma
PATOLOGI OBSTETRI TRIMESTER II & III
Chorioangioma

*Chorioangioma:

*Tumor vaskular placenta yang sangat jarang


terjadi

*Jinak, dan jika diameternya < 5 cm, jarang


memberi arti klinis.

*Tumor yang besar biasanya berhubungan dengan


polyhydramnion dan hydrops fetalis.
PATOLOGI OBSTETRI TRIMESTER II & III
Chorioangioma

CHORIOANGIOMA

POLYHYDRAMNION

USG chorioangioma
PATOLOGI OBSTERI
TRIMESTER II DAN III
Hydrops Fetalis
PATOLOGI OBSTETRI TRIMESTER II & III
Hydrops fetalis

*Hydrops fetalis :
*Gambaran USG Hydrops fetalis :
Penebalan kulit sec.menyeluruh > 5 mm
dan atau >= 2 keadaan di bawah ini:
- Pericardial effusion

- Pleural Effusion

- Ascites

- Placental Enlargement
Penebalan kulit >5 mm Pleural Effusion & ascites Placenta edema

Pericardial effusion
Ascites
Alhamdulillah