Anda di halaman 1dari 20

Retardasi Mental

Oleh
Dini Kurniawati, S.Kep.,Ns.,M.Psi.
Pengertian

Retardasi mental adalah kemampuan


mental yang tidak mencukupi (WHO
Retardasi mental merupakan suatu
kondisi yang ditandai oleh intelegensi
yang rendah yang menyebabkan
ketidakmampuan individu untuk belejar
dan beradaptasi terhadap tuntutan
masyarakat atas kemempuan yang
dianggap normal (Carter CH).
Retardasi mental juga dapat disebut idiot
apabila jelas terdapat fungsi intelegensi
yang rendah, yang disertai adanya
kendala dalam penyesuaian perilaku,
dan dan gejalanya timbul pada saat
perkembangan.
Keadaan perkembangan jiwa yang tidak
lengkap, terutama ditandai oleh terjadinya
hendaya ketrampilan selama masa
perkembangan shg berpengaruh thp tk
kecerdasan sec menyeluruh (kemamp kognitif,
bahasa, motorik & sosial)
Dapat terjadi dengan atau tanpa gangguan
jiwa atau gangguan fisik lainnya
Hendaya perilaku adaptif selalu ada (PPDGJ)
Etiologi

Faktor penyebab sangat komplek


Integritas dan maturitas sistem syaraf
Gangguan prakonsepsi gangguan
kromoson, gene
Gangguan embrio awal infeksi
(rubella), teratogens (alkohol), disfungsi
plasenta
Gangguan otak janin malnutrisi janin,
infeksi, teratogen
Kesukaran perinatal prematuritas ekstrim,
jejas hipoksia iskhemi, peredaran darah
intrakranium terganggu
Gangguan pasca lahir infeksi (enchepalitis,
mengitis), trauma (CKB), asfiksia
Pengaruh lainnya kemiskinan dan
disorganisasi keluarga, disfungsi perawatan ,
psikopatologi orang tua
Pengaruh lain yang belum jelas diketahui
penyebabnya
Penegakan Diagnosa

Keterlembatan dalam perkembangan


dan pertumbuhan
Gangguan kognitif yang bermakna
intelejensi yang rendah (dibawah 75)
Tingkat kecerdasan (intelegensia) bukan satu-
satunya karakteristik, ttp harus dinilai
berdasarkan sejumlah gangguan ketrampilan
spesifik
Diagnosa pasti harus ada penurunan tingkat
kecerdasan yg mengakibatkan berkurangnya
kemampuan adaptasi terhadap tuntutan
lingkungan sosial (Mell. Pengukuran / test
intelegensi dan pengukuran kemampuan
adaptasi)
LEVEL OF
MENTAL
RETARDATION

Taraf perbatasan (IQ = 70 85)


Retardasi Mental Ringan (IQ = 50 69)
Retardasi Mental Sedang (IQ = 35 49)
Retardasi Mental Berat (IQ = 20 - 34
Retardasi Mental Sangat Berat (IQ < 20)
NAMA & TINGKAT RM
NAMA TINGKAT PATOKAN SOSIAL PATOKAN
INTELEGENSI PENDIDIKAN

BODOH, Taraf Perbatasan Tdk sanggup bersaing dlm Bbrp kali tdk naik
BEBAL mencari nafkah kls di SD

DEBILITAS Retardasi Mental Dpt mencari nafkah sec Dpt dilatih &
(TOLOL) Ringan sederhana dlm keadaan dididik di sekolah
baik khusus

IMBISILITAS Retardasi Mental Tdk dpt mencari nafkah, Tdk dpt dididik,
(DUNGU) Sedang mengenal bahaya dpt dilatih

Retardasi Mental Tdk dpt mencari nafkah, Tdk dapt dididik


Berat tdk mengenal bahaya & tdk dpt dilatih

IDIOSI/IDIOT RM Sangat Berat Tdk mengenal bahaya & Tdk dapt dididik
(PANDIR tidak dpt urus diri sendiri & tdk dpt dilatih
Penatalaksaan

Multidisiplin ilmu
Terapi kognitif
Terapi perilaku dalam pemenuhan
kebutuhan dasar
PERAN PERAWAT
DLM UPAYA
PENCEGAHAN

PREVENSI PRIMER
PREVENSI SEKUNDER
PREVENSI TERSIER
PREVENSI PRIMER
Tujuan mengurangi resiko / menurunkan
insiden
Promosi kesehatan : gizi, kebersihan, bahaya
zat / obat- obat terlarang (education the public)
Pencegahan penyakit : imunisasi & program
anak sehat, pencegahan kehamilan usia dini,
mengurangi kemungkinan kehamilan resiko
tinggi
PREVENSI SEKUNDER
Mengkaji resiko gangguan yg lama dengan
cara : penemuan dini kasus (diagnosa dini)
Penanganan kasus secara efektif untuk
mencegah terjadinya keadaan yang lebih berat

PREVENSI TERSIER
Tujuan mencegah & mengurangi
ketidakmampuan akibat gangguan yg terjadi
program after care, home visite, home
management : home environment, schedule
Rehabilitasi & sosialisai
Pencegahan

Deteksi dini prenatal tindakan


cepat