Anda di halaman 1dari 45

Efusi Pleura et

causa
Ca Paru
Fatahillah
0307101050014

Dosen Pembimbing :
dr. Luthfi Helmi,Sp.p
PENDAHULUAN

Definisi :
Keadaan terdapat jumlah cairan
dalam rongga pleura lebih dari
normal.
Normal : 10-20 ml.
ETIOLOGI

Tuberculosis adalah penyebab


utama ; terbanyak pada umur 21-30
tahu.
Keganasan ; terutama pada usia
diatas 50 tahun
Etiologi
Berdasarkan Cairan yang terbentuk :
Eksudat
Transudat
Hemmorhagis
Perbedaan transudat dan
eksudat
No Parameter Transudat Eksudat
1. warna jernih keruh
2. Protein <30 % >30 %
Protein c p./protein < 0,5 > 0,5
plasma
3. Berat jenis < 1, 016 > 1,016
4. LDH < 200 iu >200 iu
Ratio LH c.pl/LDH < 0,6 > 0,6
plasma
5. Leukosit < 1000 / m3 > 1000 /m3
5. pH < 7,3 < 7,3
6. Glukosa = plasma
PATOGENESIS
Normalnya tekanan hidrostatis pleura
parietalis 9 cmH2O dan tekanan
osmotik koloid pleura visceralis 10 cmH2O.
Dan akumulasi cairan terjadi apabila :

1. Tek. Osmotik menurun


2. Bertambahnya permeabilitas kapiler, Tekanan
hidrostatis, Tekanan negatif intra pleura.
Penegakkan Diagnosis
Gejala Klinis
- Nyeri pleuritik terutama pada akhir
inspirasi bertambah pada
pergerakkan nafas sehingga
penderita menahan nafas, nyeri di
daerah aksila dan menjalar
sepanjang n.intercostalis, febris dan
batuk nonproduktif.
- Tanda fisik tampak sakit, suara
nafas menurun
Penegakkan Diagnosis
Pemeriksaan Fisik

- Dada yang terkena


cembung,melebar kurang bergerak
pada pernapasan.
- Fremitus vokal melemah
- Redup sampai pekak pada perkusi
- Suara napas lemah atau menghilang.
Penegakkan Diagnosis
Foto Thorak
- Cairan pleura tampak berupa
Perselubungan homogen
- Sinus costophrenicus
tumpul sisi yang sakit
tajam sisi yang sehat
- Mediastinum dan trakea terdorong
kesisi yang sehat
Penegakkan Diagnosis
Pemeriksaan FNAB
?
Torakosentesis
Mencari penyebab ataupun
menghilangkan rasa mengeluarkan
cairan serta memasukan antibiotik
dan antiseptik ke rongga pleura
pasien.

Analisa cairan pleura


Normal cairan pleura seperti air,
tidak berwarna dan tidak berbau.
Warna Cairan
Cairan transudat : jernih dan kekuning-
kuningan. cairan eksudat : banyak
mengandung protein dan sel serta cairan
makin keruh

Kultur Bakteriologi
Cairan pleura kadang-kadang dapat
mengandung mikroorganisme

Sitologi
Penting untuk diagnosis penyakit pleura,
terutama bila ditemukan sel-sel patologis
atau sel-sel tertentu
PENATALAKSANAAN
Tergantung 2 aspek :
Penyakit yang
mendasarinya
Pengobatan lokal
antara lain :
Atasi sesak
berikan oksigen
Torakosentesis
(Punksi pleura) , < 1L
Pasang water
(WSD )
Operasi
Status Pasien

IDENTITAS PENDERITA
Nama : Tn.J
Jenis kelamin : Laki-laki
Umur : 62 tahun
Status : sudah menikah
Suku : Aceh
Agama : Islam
Alamat : Desa Tibang
Pekerjaan : Pensiunan
Tanggal masuk : 23 Juli 2009
Tanggal pulang : 03 Juli 2009
ANAMNESA
99 bulan
bulan SMRS
SMRS 11Hari
HariSMRS
SMRS
Sesak
Sesak nafas
nafas Sesak
Sesaknafas
nafas
Nyeri dada memberat
memberat
Nyeri dada Lemah
Batuk Lemah
Batuk Batuk
Dada sebelah kiri Batuk
Dada sebelah kiri
terasa
terasa panas
panas &&
menonjol
menonjol
Pernah kemoterapi
Pernah kemoterapi
66 siklus
siklus Di
Di RSUZA
RSUZA

RUANG
RUANG IGD
IGD
PARU
PARU
ANAMNESA

Riwayat
Penyakit DM dan batuk-batuk
Dahulu

Riwayat Kemoterapi 6 siklus


Pengobatan

Riwayat
Penyakit Di Sangkal
keluarga
STATUS PRESENT

VS/KU :Compos Mentis


Tekanan darah : 110/70 mmHg
Nadi : 98 x/menit, regular
Frekuensi napas : 18 x/menit
Temperatur : 36,5 0C
Pemeriksaan fisik
Kepala
Mata : Refleks cahaya (-/+), pupil kanan
tampak putih, Konjungtiva palpebra inf pucat
(+/+), sklera ikterik (-/-)
Telinga : sekret (-), perdarahan (-) tanda
radang (-)
Hidung : sekret (-), perdarahan (-),NCH(-).
Lidah : beslag (-), tremor (-), papil lidah
atropi (-)
Tenggorokan : tonsil dalam batas normal,
faring hiperemis (-)
Pemeriksaan fisik

Leher
Pembesaran KGB : (+) Axilla
Kelenjar thyroid : tidak teraba
Trakea : medial
Tekanan vena jugularis : kesan normal
Axilla
Dada Anterior

Inspeksi

Simetris (-), Retraksi (+)


DADA ANTERIOR
PALPASI
Stem Fremitus Paru Kanan Paru Kiri
Lap. Paru Atas Normal Menurun

Lap. Paru Tengah Normal Menurun

Lap. Paru Bawah Normal Menghilang

PERKUSI

Paru Kanan Paru Kiri

Lap. Paru Atas Sonor Redup

Lap. Paru Tengah Sonor Redup

Lap. Paru Bawah Sonor Pekak


AUSKULTASI

Suara Nafas Pokok Paru Kanan Paru Kiri

Lap. Paru Atas Vesikuler Vesikuler menurun

Lap. Paru Tengah Vesikuler Vesikuler menurun

Lap. Paru Bawah Vesikuler Vesikuler menghilang


DADA POSTERIOR
Inspeksi
- Simetris (-), Retraksi (+)
Palpasi

Stem Fremitus Paru Kanan Paru Kiri

Lap. Paru Atas Normal Menurun

Lap. Paru Tengah Normal Menurun

Lap. Paru Bawah Normal Menghilang


PERKUSI

Paru Kanan Paru Kiri


Lap. Paru Atas Sonor Redup

Lap. Paru Tengah Sonor Redup

Lap. Paru Bawah Sonor Pekak


AUSKULTASI

Suara Nafas Pokok Paru Kanan Paru Kiri

Lap. Paru Atas Vesikuler Vesikuler menurun

Lap. Paru Tengah Vesikuler Vesikuler menurun

Lap. Paru Bawah Vesikuler Vesikuler menghilang


Jantung
Inspeksi : ictus cordis tidak terlihat
Palpasi : ictus cordis teraba
Perkusi : batas-batas jantung :
Atas : ICS III
Kanan: ICS V garis mid clavikula
sinistra.
Kiri : sulit dinilai
Auskultasi: BJ I > BJ II. -
Bising (-)
PEMERIKSAAN FISIK
ABDOMEN
Inspeksi : Simetris(-), distensi (-)
Palpasi : Nyeri tekan (-),
Hepar : tidak teraba
Lien dan ginjal : tidak teraba.
Perkusi : Tympani (+)
Auskultasi : Peristaltik (+)

EKSTREMITAS
Ekstremitas Superior : Edema (-), sianosis (-),
Clubbing (-)
Ekstremitas Inferior : Edema (-), sianosis (-),
Clubbing (-)
Pemeriksaan Laboratorium
Jenis Pemeriksaan 24 Juli 2009

Haemoglobine 11,8 g/dl


Leukosit 11,4 x 103/l
Trombosit 430 x 103/l
Hitung jenis 4 / 0 / 2 / 74 / 15 / 5
LED 45 mm/jam

Hematokrit 33 %
Protein Total 7,0 U/I
Albumin 3,8 g/dl
Globulin 3,2 g/dl
Ureum darah 27 mg/dl
Creatinine Darah 0,9 mg/dl
Uric Acid Darah 5,0 mg/dl
KGD PP 154 mg/dl
Foto thorak PA / Lateral
Pemeriksaan penunjang
foto thorax (23 Juli 2009)
KV : cukup
Soft tissue : ada massa, paru kiri.
Tulang-Tulan : Intak, tidak ada yang
fraktur
Klavikula : Kiri tampak tertarik ke bawah
Sela Iga : Normal
Trakea : Normal
Jantung : Sulit dinilai
Diafragma : Tidak dapat dinilai
Sinus Kostofrenikus Kanan : Tumpul
Kiri : Tidak dpt dinilai
Hilus Paru : Tidak dapat dinilai
Paru Kanan : tampak radiolusen
Kiri : perselubungan massif.
Kesan : 1. Efusi pleura dekstra
CT Scan 29 Juli 2009
Differential Diagnosa

Efusi pleura Sinistra ec suspect ca paru


Efusi Pleura Sinistra ec TB paru

Daignosa Sementara :
Efusi pleura Sinistra ec causa ca paru
Diagnosa Sementara
Efusi pleura Sinistra ec suspect ca.paru

Diagnosa Kerja
Efusi pleura Sinistra ec suspect ca.paru

Prognose
Dubia at malam
PENATALAKSANAAN

Planning Terapi :
Bed rest
Pemberian oksigen 3 liter/i
IVFD RL s/s kalbamin 20 gtt/menit
Injeksi vancep 0,5 mg/12 jam
Inj Ranitidine 1 amp/12 jam
Torasic tab 10 mg 2X1
Planning Edukasi

Penjelasan tentang penyakit dan


pengobatan kepada pasien.
Makan makanan bergizi dan minum
yang banyak
Minum obat teratur.
PEMBAHASAN

GEJALA KLINIS:
Sesak napas

Efusi pleura Sinistra


Et causa
Ca paru
FOTO THORAX
Perselubungan di paru
Kiri
ANAMNESA
PEMERIKSAAN FISIK Efusi pleura Sinistra
PEMERIKSAAN PENUNJANG Et causa ca.paru
FOLLOW UP PASIEN (Tn. J,62 tahun)

Tgl/Hari S O A P
Rawatan
24/07/09 Nyeri serta rasa Vital Sign : Efusi Pleura Therapi :
H-1 panas pada Kes : CM sinistra e.c suspect - IVFD RL 20 gtt/I S/S
dada kiri TD : 110/65 mmHg ca paru Kalbamin /24 jam (H1)
belakang N : 80 x/mnt
RR : 20 x/mnt - inj. Vancep 0,5 g
T : 36,7 oC amp /12 jam
PF : - inj. Ranitidine 1
Mata : konj. Palp. Inf. Pucat (-/-) amp/12 jam
Telinga, Mulut, Leher:dbn Torasic tab 2x10 mg
Toraks
Planning :
I : Simetris, Retraksi (-)
P: SF Kanan (N/)SF Kiri - Lab Lengkap
SF Kanan (N/) SF Kiri - periksa sputum
SF Kanan (N/) SF Kiri Foto thorax :
P: Sonor / Redup
Sonor/ Redup - Cor :Bentuk dan
Sonor/ pekak ukuran normal
A:Ves (+/), Rh (-/-) , Wh (-/-) - Pulmo
Abdomen : Distensi (-), NT (-), :Tampak fibroinfiltrat
Peristaltik (+), Tympani (+) pada paru kiri
Extremitas : dbn - Sinus
phrenicostalis kanan dan
kiri tajam
Kesimpulan : Efusi
pleura
Tgl/Hari S O A P
Rawatan

25/07/09 Sakit berat di Vital Sign : Efusi Pleura Therapi :


H-2 dada kiri Kes : CM sinistra e.c
TD : 140/80 mmHg suspect ca paru - IVFD RL 20
N : 86 x/mnt gtt/I S/S Kalbamin /24
RR : 26 x/mnt jam (H2)
T : 36,8 oC
PF : - inj. Vancep 0,5
Mata : konj. Palp. Inf. Pucat (-/-) g amp /12 jam
Telinga, Mulut, Leher:dbn - inj. Ranitidine
Toraks
I : Simetris (-), Retraksi (+)
1 amp/12 jam
P: SF Kanan (N/)SF Kiri Torasic tab 2x10
SF Kanan (N/) SF Kiri mg
SF Kanan (N/) SF Kiri
P: Sonor / Redup
Sonor/ Redup
Sonor/ pekak
A:Ves (+/), Rh (-/-) , Wh (-/-)
Abdomen : Distensi (-), NT (-),
Peristaltik (+), Tympani (+)
Extremitas : dbn
Tgl/Hari S O A P
Rawatan

26/07/09 Malam susah Vital Sign : Efusi Pleura Therapi :


H-3 tidur karena Kes : CM sinistra e.c suspect
sesak TD : 120/80 mmHg ca paru - IVFD RL 20 gtt/I
N : 92 x/mnt S/S Kalbamin /24 jam
RR : 24 x/mnt (H2)
T : 36,8 oC
PF : - O2 3 ltr
Mata : konj. Palp. Inf. Pucat (-/-) - inj. Vancep 0,5
Telinga, Mulut, Leher:dbn g amp /12 jam
Toraks
I : Simetris (-), Retraksi (+) - inj. Ranitidine 1
P: SF Kanan (N/)SF Kiri amp/12 jam
SF Kanan (N/) SF Kiri
Torasic tab 2x10
SF Kanan (N/) SF Kiri
P: Sonor / Redup mg
Sonor/ Redup
Sonor/ pekak
A:Ves (+/), Rh (-/-) , Wh (-/-)
Abdomen : Distensi (-), NT (-),
Peristaltik (+), Tympani (+)
Extremitas : dbn
Tgl/Hari S O A P
Rawatan

27/07/09 Agak mual, Vital Sign : Efusi Pleura Therapi :


H-4 susah bernafas Kes : CM sinistra e.c suspect
TD : 120/80 mmHg ca paru - IVFD RL 20 gtt/I
N : 106 x/mnt S/S Kalbamin /24 jam
RR : 36 x/mnt (H2)
T : 36,1 oC
PF : - O2 3 ltr
Mata : konj. Palp. Inf. Pucat (+/+) - inj. Vancep 0,5
Telinga, Mulut, Leher:dbn g amp /12 jam
Toraks
I : Simetris (-), Retraksi (+) - Ranitidin tab
P: SF Kanan (N/)SF Kiri 2x1
SF Kanan (N/) SF Kiri
- Dexamethason
SF Kanan (N/) SF Kiri
P: Sonor / Redup 0,5 mg 3x1
Sonor/ Redup
Sonor/ pekak
A:Ves (+/), Rh (-/-) , Wh (-/-)
Abdomen : Distensi (-), NT (-),
Peristaltik (+), Tympani (+)
Extremitas : dbn
Pembahasan Kasus
sesuai dengan teori yang mengemukakan orang dengan
efusi pleura dapat kita ketahui dari gejala nya yaitu sesak
nafas, Rasa berat pada dada, berat badan menurun
gejala ini hanya bagi efusi pleura yang penyebabnya
neoplasma,batuk berdarah yaitu pada Ca bronchus atau
metastasis, demam subfebris pada TBC, demam
menggigil pada empiema dan ascites pada sirosis
hepatis.
Efusi pleura adalah suatu keadaan dimana terdapatnya
cairan pleura dalam jumlah yang berlebihan di dalam
rongga pleura, yang disebabkan oleh ketidakseimbangan
antara pembentukan dan pengeluaran cairan pleura.
Dari Anamnesis didapatkan beberapa keterangan penting, antara
lain : keluhan sesak napas dan dada berat. Batuk juga dikeluhkan pasien
dan dirasakan sekali-sekali . dahak (-). Riwayat merokok (+) selama kira-
kira 40 tahun.
Dari hasil pemeriksaan fisik didapatkan pada toraks: inspeksi
terlihat asimetris, pergerakan dada pada sisi kiri tertinggal. Pada palpasi
didapatkan bahwa stem fremitus menurun dilapangan atas, tengah dan
bawah paru kiri. Pada perkusi didapatkan redup pada seluruh lapangan
paru kiri dan sonor pada seluruh lapangan paru kanan. Pada auskultasi
didapatkan suara nafas vesikuler melemah pada lapangan atas dan
tengah paru kiri. Sedangkan suara nafas tambahan tidak ditemukan,
sedangkan pemeriksaan lain dalam batas normal.
Dari pemeriksaan laboratorium,Leukosit 11,4X103, trombosit 430 x
103 /uL dan sedangkan nilai lainnya dalam batas normal
Dengan adanya perselubungan di lapangan bawah dan tengah
paru kanan maka dapat ditentukan bahwa pasien ini menderita
Efusi pleura. Umumnya pada pendeirta Efusi pleura, Foto polos
dada bisa menunjukkan daerah opaq yang menggambarkan
adanya konsolidasi.
Adapun tujuan pemberian Infus RL diberikan untuk menggantikan
cairan tubuh yang tidak cukup dimasukkan melalui oral.
Vancomycin digunakan sebagai antibiotik pilihan pertama pada
kasus ini yang bertujuan untuk anti infeksi saluran nafas.
Torasic tab diberikan untuk mengurangi rasa nyeri yang kadang
tarasa (diberi jika perlu).
Drip kalbamin diberikan untuk kebutuhan nutrisi pasien karena
pasien nafsu makan kurang.
Ranitidin diberikan untuk menetralkan asam lambung yang
berlebihan.
Dexamethason diberikan untuk meningkatkan daya tahan tubuh
terutama pada saluran nafas.
Diazepam diberikan untuk membuat pasien tidak tampak gelisah.
Dextromethorpan diberikan untuk meredakan batuk.
Terima Kasih