Anda di halaman 1dari 17

Materia Medika Terapi

ASSALAMUALAIKUM
WARAHMATULLAHI
WABARAKATUH

By : Zulkifli B,S.Farm
PENDAHULUAN
Sejarah telah mencatat bahwa obat malaria yang sangat manjur
pada waktu itu ditemukan secara tidak sengaja karena penderita
malaria minum air danau yang merendam batang tanaman
Cinchona ledgeriana yang tumbang, dan terbukti kemudian bahwa
kulit batang pohon kina mengandung kuinina yang merupakan racun
protozoa.
Masyarakat di pedesaan membakar tumbuhan untuk mengusir
nyamuk dan ternyata kemudian di antara tumbuhan yang digunakan
penduduk itu memang mengandung senyawa racun untuk nyamuk.
Dalam perkembangannya, melalui berbagai penelitian telah
ditemukan bahan alam yang mengandung senyawa fisiologis aktif
dan digunakan untuk mengobati penyakit yang disebabkan karena
parasit
OBAT ANTIMALARIA
1. KULIT KINA (Chinae cortex)
- Tanaman asal : C.pubescens, C.calisaya, C.officinalis, C.Pubescens
- Familia : Rubiaceae
- Asal tanaman : Pegunungan Asia Andes Amerika Selatan
- Jenisnya : Kulit merah dari C.pubescens dan kulit kuning dari
C.calisaya yang mengandung alkaloid paling tinggi
kadarnya dalam bentuk kuinina (80% alakaloid
total)
- Identifikasi : Larutan asam sulfat alkaloid kuinina dan kuinidina
memberi fluoresensi warna biru terhadap campuran
air bromin dan amoniak.
- Kandungan : - Alkaloid kuinolin, kadar 4-12%, sebagian besar
terikat oleh asam kuinat, suatu asam
tetrahidroksisikloheksan-monokarbonat,
dan asam sinkotanat.
- Alkaloid utamanya adalah isomer ruang kuinina &
kuinidina dan turunan 6-demetoksi-nya,
sinkonidin & sinkonin
- Kuinovin (2%), suatu glikosida pada hidrolisis
menghasilkan asam kuinovat dan kuinovosa
Perbandingan 4 Alkaloid Utama Kina

Kadar
No Alkaloid Kina R
resmi (%)
1. Kuinina -OCH3 25
2. Kuinidina -OCH3 5
3. Sinkonina -H 45
4. Sinkonidina -H 25
- Guna : - Antipiretik dan analgetik
- Racun protoplasma penyebab malaria
- Mencegah demam
- Memperkuat kontraksi uterus (0,2 g)
- Meningkatkan nafsu makan
- Obat jantung untuk profilaksi aritmia jantung &
penyembuhan fibrilasi atrial

2. Artemisinin, Qinghaosu (QHS)

- Tanaman asal : Artemisia annua L, Artemisia apiaceae L


- Familia : Asteraceae
- Kandungan : Artemisinin (0,01-0,6%)
- Asal tanaman : Cina
- Guna : Antimalaria
- Kelarutan : Larut dalam hampir semua pelarut aprotik, tapi hanya
sedikit larut dalam minyak dan air. Larutan dalam
etanol mudah terurai.
Labil dalam larutan asam atau basa, tapi stabil dalam pelarut netral sampai suhu 150
derajat.
-Turunan : - artemeter (turunan metil eter)
- artesunat (turunan setengah ester suksinat
yang larut di dalam air)
- natrium artelinat
- Efek samping : - neurotoksisitas jika penggunaan lama

3. BABAKAN PULE, Alstoniae cortex

Tanaman asal : A.scholaris L


Familia : Apocynaceae
Asal tanaman : Asia Tenggara dan Asia Selatan seperti
Indonesia, Filipina, Thailand, Taiwan, Pakistan
Guna : Obat antimalaria, amara, antidiare termasuk
antidisentri, obat dari gigitan ular. Ekstrak
alkoholnya berkhasiat antikanker terhadap
sarkoma dalam embrio telur,
Isi : Alkaloid indol seperti skolarisin,skolarin, ektamin,
ektamidain, ekitamin dan 17-O-asetilektamin
Jenis lain : - A.quaternata dengan 11 alakaloid indol
- A.vitiensis dengan sejumlah alkaloid antara
lain 11-metoksikompaktinervin
- A.muelleriana dengan alakaloid utama:
vilalstonin, alstonerin, alstonisin, alstonisidin
dan makralstonin.
A.venenata. Di dalam kulit akarnya ditemukan
venenetin alstovenin, venoksidin, 5,22 oksokopsan,
16-epifenenati 16-epialstovenin.
- A. lanceolifera
- A.undulata
- A.sphaerocapitata
- A.lenormandii
- A.lanceolata
- A.plumosa
- A.macrophylla
INSEKTISIDA

1. PYRETHRI FLOS (OAB)


2. DERRIDIS RADIX
3. LONCHOCARPUS RADIX
4. TEPHROSIAE RADIX
5. SABADILLAE SEMEN
6. NICOTIANAE FOLIUM
Pyrethri flos (OAB)
- Tanaman asal : Chrysanthemum cinerariifolium,
C.marschalli
- Suku : Compositae
- Asal tanaman : Balkan
- Isi : Senyawa ester yang diproduksi oleh
berbagai jaringan sel (sel minyak,
saluran resin dan jaringan mesofil).
- Guna : Racun kontak bagi serangga, dengan
zat aktif terutama piretrin dan sinerin.
Biasanya digunakan dalam bentuk
serbuk atau semprotan.
Derridis Radix,
Lonchocarpus Radix,
Tephrosiae Radix
- Tanaman asal : Derris elliptica,
D.malaccensis, Lonchocarpus
utilis, L.urucu, Tephrosia sp.
- Familia : Leguminosae
- Guna : Insektisida karena
mengandung retinon
- Asal tanaman : Malaysia
- Isi : 3-10% rotenon, suatu kristal
tak- berwarna yang tidak
larut di dalam air, tapi larut
di dalam berbagai pelarut
organik.
Sabadillae Semen
Tanaman asal : Schoenocaulon officinale
Familia : Liliaceae
Asal tanaman : Amerika Tengah, Meksiko,
Guatemala, dan Venezuela, bagian utara Amerika
Selatan, dan kepulauan Karibia
Isi : Mengandung 2,5% campuran alkaloid
veratrum dari C-nor-homojolestan.
Alkaloid utama: Sevadin dan veratridin
Guna : Larutan biji sabadila di dalam asam
cuka digunakan sebagai insektisida
untuk beberapa jenis ektoparasit.
Nicotianae Folium
Tanaman asal : Nicotianae tabacum, A.rustica, N.latissima
Familia : Solanaceae
Asal tanaman : Amerika Utara dan Amerika Selatan
Isi : Mengandung alkaloid dengan berbagai
variasi.
Alakaloid utama : Alakaloid piridin S(-)-nicotin yang kadarnya
dapat mencapai 13%
Aksi farmakologi : Daya kerja nikotin mencakup saraf pra dan
post ganglion. Penggunaan dengan takaran
kecil dapat menstimulasi sistem saraf
sentral dan sistem saraf vegetatif. Takaran
lebih besar bersifat melumpuhkan,
menyerang ganglion simpatis dan
para simpatis,seperti kerja
muskarin dan adrenalin.
Guna : Ekstrak daun,alakaloid
nikotin, dan larutan nikotin-
sulfat digunakan sebagai
insektisida alami.
Insektisida ini menyerang
sel-sel neurosekresi otak
(racun saraf) dari
serangga, menghambat
pembentukan pupa dan
hormon tumbuh sehingga
memotong atau
menghentikan daur larva .S
OBAT CACING
1. Cinae flos (OAB)
2. Oleum chenopodii
3. Tanaceti flos
4. Arecae semen (OAB), Biji pinang
5. Granati cortex
6. Filicis rhizoma
7. Ekstrak Azadirachta (ekstrak mindi)
Simplisia Berkhasiat Obat Cacing
SIMPLISIA TAN ASAL FAMILIA A.T ISI

Cinae flos Artemisia cina Asteraceae Persia dan Atsiri 1%,


Turkestan santonin2,%
Oleum Chenopodium Chenopo-diaceae USA, Amerika M.Atsiri 0,6%,
chenopodii ambrosioides tengah,Eropa askaridol 65% -70%

Tanaceti flos Tanacetum Asteraceae M.Atsiri 0,51,5%


vulgare ,asetilena, poliena

Arecae semen Areca catechu Arecaceae Indonesia, Alkaloid 0,4% yaitu


Filipina arekolin, arekain,
arekaidin, guvasin,
guvakolin
Granati cortex Punica granatum Punicaceae Pakistan, India, Alkaloid cair 0,5-
Cina 0,9%, alkaloid utama
piperidin
Ekstrak Azadirachta sp Meliaceae Indonesia, Senyawa limonoid
Azadirachta Malaysia

Filicis rhizoma Dryopteris filix- Polypodiaceae Filisin kasar 1,5%,


mas senyawa turunan
floroglusinol
OBAT ANTIJAMUR
Galangae Rhizoma (Laos, Lengkuas)
Tanaman asal : Alpinia officinarum, Languas galanga,
A.pyramidata, Galanga officinalis
Suku : Zingiberaceae
Isi : 0,5-1% minyak atsiri, resin, galangol,
kaemferid, galangin, alpinin, amilum
Asal tanaman : Jawa dan Cina
Penggunaan : Obat panu atau kadas dengan menggosok
kulit yang terinfeksi jamur dengan potongan
rimpang . Rimpang laos juga berkhasiat
sebagai stimulans dan karminatif,
digunakan teutama untuk mengobati perut
kembung, muntah-muntah, dispepsia
maupun untuk mabuk perjalanan.
Sekian
&
TERIMA KASIH