Anda di halaman 1dari 5

SIKLUS HIDUP

Prevalensi
Prevalensi Toxoplasmosis di Indonesia cukup tinggi. Di beberapa daerah di
Indonesia angka kejadian toxoplasmosis bervariasi antara 2-63 %. Pada
orang Eskimo prevalensinya 1% dan di El Savador, Amerika Tengah 90%.
Pada manusia prevalensi zat anti T. gondii yang di periksa dengan tes warna
di berbagai negara adalah: USA 13-68 %, Austria 7-62 %, El Salvador 40-93
%, Finlandia 7-35 %, Inggris 8-25 %, Paris 33-87 %, Tahiti 45-77 %. Adapun
di Jepang 59-78 % pada pekerja rumah potong hewan dan 21,7 % pada
populasi penduduk dengan umur sama (Gandahusada S, 1991).
Prevalensi zat anti Toxoplasma gondii pada hewan di Indonesia antara lain
sebagai berikut : Pada kucing 35-73%, babi 11-36%, kambing 11-61%,
anjing 75% dan pada ternak lain kurang dari 10%. Kemudian prevalensi
toxoplasmosis kongenital di beberapa negara diperkirakan sebagai berikut :
Belanda 6,5 dari 1000 kelahiran hidup, New york 1,3%, Paris 3% dan Vienna
6-7%
Lanjutan..
Kemudian penelitian oleh Mastra (2011) menunjukkan bahwa 41.8 % ( 146
dari 349 ) seropositif antibodi terhadap Toxoplasma gondii. Bukti ini
mengindikasikan bahwa prevalensi antibodi terhadap toxoplasmosis pada
ayam buras di Bali rata-rata sebesar 41.8% dengan variasi berkisar antara
32.4. % - 51.2 %.
Pada penelitian Wirata (2014) pada babi yang diteliti sebanyak 171 ekor.
Hasil penelitian didapatkan prevalensi bahwa 9 ekor babi terinfeksi T. gondii
atau sebesar 5,26 % yaitu pada organ jantung sebesar 4,09 %, sedangkan
pada diafragma 1,17 %. Jumlah sista T. gondii per gr masing-masing organ
yaitu pada jantung rata-rata 30,86 21,38 sista/gr organ dan pada
diafragma rata-rata 24 sista/gram organ.
Predileksi
Toxoplasma gondii dapat menyerang semua organ dan jaringan tubuh
hospes, kecuali sel darah merah (tidak berinti).

Setelah invasi yang biasanya terjadi di usus, maka parasit memasuki sel
berinti atau difagositosis. Sebagian parasit mati setelah difagositosis,
sebagian lain berkembang biak dalam sel, menyebabkan sel hospes
pecah dan menyerang sel-sel lain.

Adapun kista dalam tubuh hospes dapat ditemukan seumur hidup


terutama di otak, otot jantung, dan otot bergaris. Di otak bentuk kista
lonjong atau bulat, tetapi di dalam otot bentuk kista mengikuti bentuk sel
otot
Infeksi T.gondii ke
Parasitemia
dalam tubuh

Pembentukan
Fase Kronik
antibodi