Anda di halaman 1dari 15

HIPOKSIA

Agneska Ernestia Lastasa


111 0211 018
DEFINISI
Hipoksia adalah keadaan tubuh kekurangan oksigen

untukmenjamin keperluan hidupnya.

Dengan menipisnya udara pada ketinggian, maka

tekanan parsial oksigen dalam udara menurun atau

mengecil.

Mengecilnya tekanan parsial oksigen dalam

udarapernapasan akan berakibat terjadinya hipoksia.


SIFAT HIPOKSIA
Tidak terasa datangnya, sehingga orang awam
tidak tahubahwa bahaya hipoksia initelah
menyerangnya.
Tidak memberikan rasa sakit pada seseorang,
bahkan sering menimbulkan euphoria saat
permulaan serangannya, kemudian timbul gejala-
gejala lain yang lebih berat sampaipingsan dan
bila dibiarkan dapat menyebabkan kematian.
JENIS HIPOKSIA
Berdasarkan Penyebab

Hypoxic-Hypoxia,
yaitu hipoksia yang terjadi karena menurunnya tekanan parsial oksigen

dalam paru-paru atau karena terlalu tebalnya dinding paru-paru.

sering dijumpai pada penerbangan

Anaemic-Hypoxia,
yaitu hipoksia yang disebabkan karenaberkurangnya hemoglobin dalam

darah baik karena jumlah darahnya sendiri yang kurang (perdarahan)

maupun karena kadarHb dalam darah menurun (anemia).


Stagnant Hypoxia
yaitu hipoksia yang terjadi karena adanyabendungan
sistem peredaran darah sehingga aliran darah tidaklancar,
maka jumlah oksigen yang diangkut dari paru-paru
menuju sel per satuan waktu menjadi kurang.
sering terjadi pada penderita penyakitjantung.

Histotoxic Hypoxia,
yaitu hipoksia yang terjadi karena terdapatnya bahan
racun dalam tubuh sehingga mengganggu
kelancaranpernapasan dalam.
Berdasarkan Ketinggian

The Indifferent Stage,


yaitu ketinggian dari sea level sampaiketinggian 10.000 kaki.

Biasanya yang terganggu olehhipoksia di daerah ini hanya

penglihatan malam dengan daya adaptasi gelap terganggu.

pada umumnya gangguan ini sudah mulai nyatapada

ketinggian di atas 5.000 kaki; oleh karena itu pada

latihanterbang malam para awak pesawat diharuskan

memakai oksigensejak di darat.


Compensatory Stage,

yaitu ketinggian dari 10.000 sampai 15.000 kaki.

pada daerah ini sistem peredaran darah dan pernapasan telah

mengadakan perubahan dengan menaikkan frekuensi nadi

danpernapasan, menaikkan tekanan darah sistolik dan

cardiac out-putuntuk mengatasi hipoksia yang terjadi.

pada daerah ini sistemsaraf telah terganggu, oleh karena itu

tiap awak pesawat yang terbang di daerah ini harus

menggunakan oksigen.
Disturbance Stage,
yaitu ketinggian dari 15.000 kaki sampai 20.000 kaki.

pada daerah ini usaha tubuh untuk mengatasi hipoksia sangat terbatas

waktunya, jadi pada daerah ini orang tidak akan dapat lama tanpa bantuan

oksigen.

biasanya tanda-tanda serangan hipoksia ini tidak terasa hanya kadang-

kadang saja timbul rasa malas, ngantuk, euphoria, hingga pingsan.

gejala-gejala obyektif antara lain pandangan menjadi menyempit (tunnel

vision), kepandaian menurun,judgementterganggu.

pada daerah ini merupakan keharusan mutlak seluruh awak pesawat

maupun penumpang untukmenggunakan oksigen.


Critical Stage,
yaitu daerah dari ketinggian 20.000 kakisampai
23.000 kaki.
pada daerah ini dalam waktu 3 5 menit saja orang
sudah tidak dapat menggunakan lagi pikiran dan
judgementlain tanpabantuan oksigen.
TIME OF USEFUL CONSCIOUSNESS
(TUC)
Adalah waktu yang masih dapat digunakan bila kita menderita

serangan hipoksia pada tiap ketinggian; di luar waktu itu kita akan

kehilangan kesadaran.

Waktu itu berbeda-beda pada tiap ketinggian, makin tinggi, TUCmakin

pendek.

Dipengaruhi oleh kondisi badan dan kerentanan seseorang terhadap

hipoksia.
Perlu diperhatikan oleh para awakpesawat agar mereka dapat

mengetahui berapa waktu yang tersedia baginya bila mendapat

serangan hipoksia padaketinggian tersebut.

Contoh : TUC pada ketinggian :


22.000 kaki = 10menit

25.000 kaki = 5 menit

28.000 kaki = 2,53 menit

30.000 kaki = 1,5 menit

35.000 kaki = 0,5 1 menit

40.000 kaki = 15 detik

65.000 kaki = 9 detik.


GEJALA HIPOKSIA
Gejala Objektif
Air hunger

Frekuensi nadi dan pernapasan naik

Gangguan pada cara berpikir dan berkonsentrasi

Gangguan dalam melakukan gerakan koordinatif

Cyanosis, Lemas

Kejang-kejang

Pingsan
Gejala Subjektif
malaise

mengantuk

euphoria harus mendapat perhatian yang besar


pada awak pesawat, karena euphoria ini
banyakmembawa korban akibat tidak adanya
keseimbangan lagi antara kemampuan yang mulai
mundur dan kemauan yang meningkat.
PENGOBATAN
yang paling baik adalah pemberian oksigen
secepat mungkin sebelum terlambat, karena bila
terlambat dapat mengakibatkan kelainan (cacat)
sampai ke kematian.
pada penerbangan bila terjadi hipoksia harus
segera menggunakan masker oksigen atau
segera turun pada ketinggian yang aman, yaitu
di bawah 10,000 kaki.
PENCEGAHAN
dapat dilakukan dengan beberapa cara mulai dari penggunaan

oksigen yang sesuai dengan ketinggian tempat kita berada,

pernapasan dengan tekanan dan penggunaan pressure suit,

pengawasan yang baik terhadap persediaan oksigen pada

penerbangan, pengukuran pressurized cabin, mengikuti

ketentuan-ketentuan dalam penerbangan dan sebagainya.

cara lain untuk pencegahan yaitu latihan mengenal

datangnyabahaya hipoksia agar dapat selalu siap menghadapi

bahayatersebut.