Anda di halaman 1dari 31

LAPORAN KASUS

URTIKARIA

NURUL KHIKMAH HAYRANI MANIHURUK


210210019

PEMBIMBING :
dr. Dame Maria Pangaribuan, Sp. KK

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
2015
DEFINISI
Urtikaria merupakan reaksi
vaskular di kulit akibat bermacam
macam sebab, biasanya ditandai
dengan edema setempat yang cepat
timbul dan menghilang perlahan
lahan, berwarna pucat dan
kemerahan, meninggi di permukaan
kulit, sekitarnya dapat dikelilingi
halo.
EPIDEMIOLOGI

35 Tahun : sering Faktor pencetus


lain Urtikaria :

<10 Tahun : Jarang Wanita = laki


USIA
laki
Ras
>60 Tahun : Jarang jabatan /
pekerjaan
letak geografis
Lebih mudah Perubahan
Penderita Atopi mengalami musim
urtikaria

Bukan Jarang
Penderita Atopi mengalami
urtikaria
ETIOLOGI
OBAT MAKANAN
GIGITAN
INHALAN
FOTOSENSITIZER
TRAUMA FISIK
KONTAKTAN

PSIKIS INFEKSI DAN INFESTASI

PENYAKIT SISTEMIK GENETIK

REAKSI IMUNITAS

URTIKARIA
KLASIFIKASI
URTIKARIA
BERDASARKAN LAMANYA SERANGAN
KLASIFIKASI (MORFOLOGI KLINIS)

Urtikaria Urtikaria Urtikaria


papular Girata
Gutata
KLASIFIKASI (MENURUT LUASNYA)

Lokal Generalisata Angioedema


BERDASARKAN LAMANYA SERANGAN
Faktor non imunlogik PATOFISIOLOGI Faktor imunologik : reaksi
: Bahan kimia tipe I (IgE) (inhalan, obat,
pelepas mediator makanan, infeksi)
(morfin, kodein) SEL MAS
BASOFIL
Reaksi Tipe IV :
(Kontaktan)
Faktor fisik (panas,
dingin, trauma, sinar Pengaruh komplemen
x, cahaya) PELEPASAN
MEDIATOR Aktivasi-komplemen
Klasik-alternatif (Ag-
H, SRSA,
Serotonin, Ab, venom, toksin)
kinin, PEG,
Efek kolinergik PF Reaksi Tipe II
VASODILATASI
PRMEABILITAS Reaksi Tipe III
KAPILER
Alkohol, emosi, MENINGKAT
demam Faktor genetik
Defisiensi C1 esterase
inhibitor
Idiopatik ? URTIKARIA Familial cold urticaria,
familial heat urticaria
MANIFESTASI KLINIS

GEJALA
gatal, rasa terbakar, rasa tertusuk
Biduran berwarna merah muda sampai
merah
menghilang dalam 24 jam atau lebih.

TANDA
Tampak eritem dan edema setempat
berbatas tegas, kadang bagian tengah
tampak lebih pucat.
Bentuknya dapat papular, lentikular,
numular dan plakat.
DIAGNOSIS
1. Pemeriksaan darah, urin dan feses rutin
2. Pemeriksaan gigi, telinga, hidung, tenggorokan serta usapan vagina
3. Pemeriksaan kadar IgE , eosinofil.
4. Tes kulit. Uji gores (scratch test) dan Uji tusuk (prick test).

5. Tes eliminasi makanan dengan cara menghentikan semua makanan yang


dicurigai untuk beberapa waktu.
6. Pemeriksaan histopatologi.
7. Foto tempel
8. Suntikan mecholyl intradermal
9. Tes dengan es (ice cube test)
10. Tes dengan air hangat.
DIAGNOSIS BANDING

Purpura Anafilatik
Pitiriasis rosea
Urtikaria pigmentosa
PENGOBATAN

First-line therapy :
Edukasi kepada pasien
Langkah non medis secara umum, meliputi:
- Menghindari faktor-faktor yang memperberat seperti
terlalu panas, stres, alcohol, dan agen fisik
- Menghindari penggunaan acetylsalicylic acid, NSAID,
dan ACE inhibitor
- Menghindari agen lain yang diperkirakan dapat
menyebabkan urtikaria
-Menggunakan cooling antipruritic lotion, seperti krim
menthol 1% atau 2%
Antagonis reseptor histamin
Second-line therapy :
Jika gejala urtikaria tidak dapat
dikontrol oleh antihistamin saja, second-
line therapy harus dipertimbangkan,
termasuk tindakan farmakologi dan non-
farmakologi.
Photochemotherapy
Antidepresan
Kortikosteroid
Leukotriene Receptor Antagonist
Antagonis Saluran Kalsium
Third-line therapy :
Third-line therapy diberikan kepada
pasien dengan urtikaria yang tidak
berespon terhadap first-line dan second-
line therapy Photochemotherapy.
Immunomudulatory Agents
Plasmapheresis
Obat lainnya
Pengobatan dengan cara DESENSITASI, Misalnya
dilakukan pada urtikaria karena dingin. Dengan melakukan
sensitisasi air pada suhu 100 c ( 1 2 menit) 2 kali seharin
selama 2 3 minggu. Pada alergi debu, serbuk sari bunga
dan jamur, desentisasi mula mulai dengan alergen dosis
kecil 1 minggu 2 kali, dosis dinaikkan dan di jarangkan
perlahan lahan sampai batas yang dapat ditoleransi oleh
penderita.
PROGNOSA
Urtikaria akut prognosis nya lebih baik
karena penyebabnya cepat dapat
diatasi. Urtikaria kronik lebih sulit
diatasi karena penyebabnya sulit dicari.
STATUS ORANG SAKIT

Identitas Pasien
Nama : Lady Grace Ambarita
Umur : 23 tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Agama : Kristen protestan
Pekerjaan : Mahasiswi
Alamat : Huta bayu
Tanggal Pemeriksaan : 21 oktober 2015
No. RM : 31.35.10
Keluhan Utama :
bintil-bintil merah gatal pada kedua tangan
perut,paha, dan kaki dialami sejak 10 bulan yang
lalu
Telaah :
Awalnya bintil merah diperut lama kelamaan
menyebar kebagian yang lain yaitu pada tangan dan
kaki. Os sudah pernah berobat ke dokter spesialis
kulit lalu diberi obat cream namun gejala tidak
berkurang. Os mengaku menggunakan lotion
Oriflame dan sabun cina keseluruh tempat yang
muncul bintil-bintil tersebut, dikeluarga hanya
pasien yang mengalami keluhan seperti ini
RPT : -
RPO : menggunakan cream dari dokter spesialis kulit
RPK : -
RPA : -
Status Dermatologi
ruam : papul eritematosa, urtika
lokasi : tangan perut kaki
Diagnosa Banding :

- Urtikaria
- skabies
Diagnosa Sementara :

Urtikaria
Terapi :

- Aerius 1 x 1
- Desolex cr atau bedak kocok
- Sabun oilum
KUNJUNGAN PASIEN 13 MEI 2015
RESUME
seorang perrempuan, umur 23 tahun. Datang dengan
keluhan bintil-bintil merah gatal pada kedua tangan
perut,paha, dan kaki dialami sejak 10 bulan yang lalu,
Awalnya bintil merah diperut lama kelamaan menyebar
kebagian yang lain yaitu pada tangan dan kaki. Os
sudah pernah berobat ke dokter spesialis kulit lalu diberi
obat cream namun gejala tidak berkurang. Os mengaku
menggunakan lotion Oriflame dan sabun cina keseluruh
tempat yang muncul bintil-bintil tersebut, dikeluarga
hanya pasien yang mengalami keluhan seperti ini
Ruam yang dijumpai ruam : papul eritematosa, urtika
lokasi : tangan perut kaki
Pasien didiagnosis dengan urtikaria dan selanjutnya
pengobatan yang diberikan
- Aerius 1 x 1
- Desolex cr atau bedak kocok
- Sabun oilum
KESIMPULAN

1. Urtikaria merupakan reaksi vaskular di kulit akibat


bermacam macam sebab, biasanya ditandai
dengan edema setempat yang cepat timbul dan
menghilang perlahan lahan, berwarna pucat dan
kemerahan, meninggi di permukaan kulit,
sekitarnya dapat dikelilingi halo.

2. Urtikaria di klasifikasikan berdasarkan : lamanya


serangan (akut,kronis), morfologi (papular, gutata,
anular), mekanisme terjadinya (imunologik dan
non imunologik, idiopatik).
3. Gejala : gatal, rasa terbakar, rasa tertusuk,
Biduran berwarna merah muda sampai merah,
menghilang dalam 24 jam atau lebih.
Tampak eritem dan edema setempat berbatas tegas,
kadang bagian tengah tampak lebih pucat.
Bentuknya dapat papular, lentikular, numular dan
plakat
4. Pengobatan dengan : first line
therapy, second line therapy, dan
Third line therapy