Anda di halaman 1dari 17

www.themegallery.

com

KOROSI

Micro Teaching
Rosmawati
Korosi

Korosi : Kerusakan atau


degradasi logam akibat reaksi
redoks antara suatu logam
dengan berbagai zat di
lingkungannya yang
menghasilkan senyawa-senyawa
yang tidak dikehendaki. Dalam
bahasa sehari-hari, korosi
disebut perkaratan. Contoh
korosi yang paling lazim adalah
perkaratan besi.
Korosi

Contoh: Korosi dari logam yang disebabkan oleh


air pada umumnya merupakan hasil dari reaksi
kimia dimana permukaan logam teroksidasi
membentuk iron oxide (rust).
Korosi
Korosi merupakan proses oksidasi yang
terjadi pada suhu yang rendah

Korosi merupakan proses elektrokimia


Adanya kontak secara kimia dan elektrik
antara
Anode, electrode pada sel elektrolit yang
memberikan elektron.

Cathode, electrode pada sel elektrolit yang


menerima elektron
Elektron mengalir dari anoda ke katoda, sehingga
terjadilah peristiwa korosi.

ION BESI (II)YANG TERBENTUK PADA ANODA SELANJUTNYA TEROKSIDASI MENJADI


ION BESI (III) YANG KEMUDIAN MEMBENTUK SENYAWA OKSIDA TERHIDRASI
(KARAT BESI), FE 2O 3.XH 2O.
Korosi

Korosi dapat terjadi karena:


-- Karakteristik dari logam yang memberikan elektron.
-- Adanya reaksi oksidasi dan reduksi yang disebakan oleh
electron tersebut.

1.
Faktor yang berpengaruh
1. Kelembaban udara
2. Elektrolit
3. Zat terlarut pembentuk asam (CO2, SO2)
4. Adanya O2
5. Lapisan pada permukaan logam
6. Letak logam dalam deret potensial reduksi
Korosi
Tipe tipe korosi:

1) Uniform or general attack corrosion


2) Galvanic or two-metal corrosion
3) Pitting corrosion
4) Crevice corrosion
5) Intergranular corrosion
6) Stress corrosion
Korosi
1. Uniform/general attack (korosi umum)

Korosi yang umum terjadi pada baja.


Akibat adanya reaksi kimia atau elektro kimia yang merata
pada permukaan logam
Pencegahannya :
a. penggunaan material yang tepat dan pelapisan (coating),
b. inhibitor (suatu zat yang ditambahkan dalam konsentrasi
yang kecil ke lingkungan untuk menurunkan laju korosi),
c. proteksi katodik.
Korosi
1. Uniform/general attack (korosi umum)
Korosi
2. Galvanic corrosion (korosi galvanis)

Terjadi akibat adanya beda


potensial antara dua benda yang
terhubung secara elektrolit.
Logam yang ketahanan korosinya
kurang: anodik
logam yang ketahanan korosinya
tinggi : katodik
Korosi
3. Crevice corrosion (korosi celah)
Korosi lokal yang sering terjadi
pada celah atau daerah yang Daerah yang kemungkinan
terkena korosi.
dilindungi.
Penyebabnya: adanya larutan yang
terjebak pada lubang dari
permukaan gasket, lap joint, atau
kotoran yang terjebak dibawah
baut atau pada kepala rivet.
Pencegahannya: sangat sulit. Cara
lain dengan mengkondisikan dalam
kelembaban yang rendah (low
humidity)
Korosi
4. Pitting corrosion (korosi sumur)
Serangan korosi mengakibatkan
terjadinya lubang-lubang pada logam.
Diameter lubang relatif kecil.
Korosi
5. Erosion corrosion (korosi erosi)
Proses korosi yang dipercepat
dengan adanya gesekan antara
fluida korosif dengan permukaan
logam.

Pencegahannya:
Pelapisan (coating) dengan
permukaan yang keras.
Proteksi katodik.
Korosi
6. Stress corrosion (korosi tegangan)
Sering juga disebut stress corrosion cracking, yaitu retak
(crack) yang disebabkan oleh tegangan tarik (tensile stress)
dan korosi yang spesifik. Contoh : hydrogen embrittlement
Pencegahan besi dari perkaratan bisa dilakukan dengan cara
berikut:

1. Proteksi katiodik
Untuk mencegah terjadinya proses korosi maka dipasanglah suatu anoda
buatan di luar logam yang akan diproteksi. Daerah anoda adalah suatu
bagian logam yang kehilangan elektron. Jadi anoda dikorbankan untuk
melindungi katoda.

2. Coating
Cara ini sering dilakukan dengan melapisi logam (coating) dengan suatu
bahan agar logam tersebut terhindar dari korosi.
www.themegallery.com
www.themegallery.com

3. Pemakaian bahan-bahan kimia (chemical Inhibitor)


Untuk memperlambat reaksi korosi digunakan bahan kimia yang disebut inhibitor
corrosion yang bekerja dengan cara membentuk lapisan pelinsung pada permukaan
metal. Lapisan molekul pertama yang terbentuk mempunyai ikatan yang sangat kuat
yang disebut chemis option. Corrosion inhibitor umumnya berbentuk fluid atau cairan
yang diinjeksikan pada production line. Karena inhibitor tersebut merupakan masalah
yang penting dalam menangani korosi maka perlu dilakukan pemilihan inhibitor yang
sesuai dengan kondisinya.
Material Corrosion inhibitor terbagi 2 (dua), yaitu
Organik inhibitor
Inhibitor yang diperoleh dari hewan dan tumbuhan yang mengandung unsur karbon
dalam senyawanya. Material dasar organik inhibitor antara lain ; turunan asam lemak
alifatik, yaitu monoamine, diamine, amida, asetat dan oleat.
Inorganik inhibitor
Inhibitor yang diperoleh dari mineral-mineral yang tidak mengandung unsur karbon
dalam senyawanya. Material dasar ini inorganik inhibitor antara lain kromat, nitrit,
silikat, dan posfat.
Membuat alloy atau paduan logam yang bersifat tahan karat.
Misalnya besi dicampur dengan logam Ni dan Cr menjadi baja tahan karat (stainless
steel)