Anda di halaman 1dari 29

Skenario 10

Seorang pria 60 tahun datang ke poliklinik


dengan keluhan sakit pada pinggang kanan
yang menjalar hingga ke kantong kemaluan
sejak 1 minggu yang lalu. Sakit dirasakan
mendadak dan dapat hilang sendiri.
Rumusan Masalah
Laki-laki 60 tahun dengan keluhan sakit
pinggang kanan yang menjalar hingga ke
kantung kemaluan. Sakit hilang timbul.
Hipotesis
Laki-laki 60 tahun menderita batu ureter
karena gangguan dari
Analisis Masalah
Pencegahan
Komplikasi Anamnesa

Pemeriksaan :
Prognosis Laki-laki 60 tahun - Fisik
dengan keluhan sakit - Penunjang
pinggang kanan yang
menjalar hingga ke
Etiologi kantung kemaluan. Diagnosa :
Sakit hilang timbul.
-Kerja
- Banding
Penatalaksanaan
- Medika mentosa
Epidemiologi Patofisiologi dan
-- Non medika
dan faktor resiko manifestasi klinis
mentosa
Anamnesis
Keluhan utama
Sejak kapan mulai sakit?
Adakah ada nyeri atau kesulitan saat berkemih?
Adakah nyeri lokal atau nyeri dari tempat lain, nyeri
ginjal, nyeri kolik?
Apakah berkemih tidak puas dan menetes?
Adakah urin berwarna merah dan adakah ada nyeri
suprapubik?
Adakah disertai gejala penyerta lain seperti demam,
berkeringat, lemas, menggigil?
Berapa kali berkemih dalam sehari?
Apakah harus terbangun pada malam hari dan berapa
kali?
Pemeriksaan Fisik
Keadaan umum, kesadaran & TTV
Ginjal:
Perkusi pada sudut kosto vertebra dengan telapak tangan.
Di bagian depan dilakukan palpasi bimanual dan
balotemen
Sudut kosto vertebra : nyeri tekan , nyeri ketok,
pembesaran ginjal.
Kadang-kadang teraba ginjal yang mengalami
hidronefrosis/obstruktif.
Genitalia eksterna : teraba batu di uretra anterior.
Colok dubur : teraba batu pada buli-buli.
Supra simfisis : nyeri tekan, teraba batu, buli-buli
penuh.
Pemeriksaan Penunjang
Laboratorium
Urinalisis
Kultur urin
Darah lengkap
Radiologi
Foto polos abdomen (BNO) ada batu opak pada
ureter dextra
USG
CT scan !
MRI
Radio isotop
IVP/IVU
Gambaran USG

Gambaran BNO-IVP
GINJAL
Panjang: 4 5 ( 11 cm )
Lebar : 2 ( 6 cm )
Tebal :1 ( 4 cm )
Berat : 130 150 g
Terdapat :
- kutub : atas : Th.XII (di bawah iga ke-12)
bawah : 2cm di atas bidang transumbilical
- permukaan : depan+belakang
- tepi : medial + lateral
- hilus : setinggi bidang transpylorik (L 1)
Bagian-Bagian Ginjal
Cortex
renis
Medulla
renis
Ureter
Dua bagian :
pars abdominalis
pars pelvina
Panjang : 25 30 cm
Merupakan lanjutan pelvis renis, menuju
distal & bermuara pada vesica urinaria
Ureter
Tiga tempat penyempitan pada ureter :
1. uretero- pelvic junction
2. tempat penyilangan ureter dg.vasa iliaca
= flexura marginalis (di p.a.p.)
3. muara ureter ke dalam vesica urinaria

Persarafan ureter : plexus


hypogastricus inf. T11- L2 melalui
neuron simpatis.
Laboratorium
a. Urinalisis
Warna urin
PH urin
pH<7: Pembentukan batu Ca, asam
urat dan batu sistin
pH> 7 :Pembentukan batu struvit
Pemeriksaan urin 24 jam :
Ekskresi Ca (hiperkalsiuria)
Ekskresi oksalat (hiperoksaturia)
Ekskresi sitrat (hiposituria )
Kultur urin : infeksi atau tidak
Sedimen urin : kristal +/- ,leukosit
b. Darah
Pemeriksaan darah lengkap (CBC)
Hemoglobin (Hb) : pada anemia
Leukosit : pada infeksi saluran kemih

Pemeriksaan faal ginjal


Ureum kreatinin
Kalsium ( Ca serum)
Fosfor
Asam urat
DIAGNOSIS KERJA
Uretorlithiasis
Suatu keadaan dimana terdapat
batu atau calculi pada saluran
kemih.
Berdasarkan letak :
- Batu ginjal (nephrolithiasis)
- Batu ureter (ureterolithiasis)
- Batu vesika urinaria
(vesikulolithiasis)
- Batu urethra (urethrolithiasis)
DIAGNOSIS BANDING
Gejala Klinis
Batu Ginjal(nefrolitiasis) a. Rasa nyeri yang berat dan tiba-
tiba di daerah pinggang yang
menjalar sampai pangkal paha.
b. Mual dan muntah.
c. Hematuria
d. Perasaan terbakar di saluran
kemih saat kencing.
e. Rasa sangat ingin kecing.
f. Demam.

Pielonefritis a. Demam tinggi


b. Menggigil
c. Nyeri didaerah perut dan
pinggang
d. Mual dan muntah
UROLITHIASI SISTITIS PIELONEFRI DIVERTIKULI
S TIS AKUT TIS

Nyeri Nyeri tiba-tiba Mungkin ada Nyeri pinggang Nyeri perut


dari pinggang rasa nyeri di dan nyeri ketok kuadran kiri
menjalar ke panggul dan CVA + bawah
anteroinferior, perut bagian
nyeri ketok CVA bawah
+
Hematuria Bisa + + Bisa + -

Gangguan Bisa + + Umumnya + -


miksi

Pemeriksaan Gambaran batu Penebalan Diferensiasi Penebalan


radiologik dinding korteks medula dinding kolon,
kandung kemih suram ,ginjal tanda abses
membesar
Leukositosis - + + +

Kultur urin - + + -
ETIOLOGI
o Gangguan aliran urine
o Gangguan metabolik
o Infeksi sal. kemih
o Dehidrasi
o Di pengaruhi oleh 2 faktor :

Intrinsik : Ekstrinsik :
herediter geografi,
iklim dan temperatur,
umur asupan air,

jenis kelamin Diet & pekerjaan


PATOFISIOLOGI
Kelainan / obstruksi sistem pelvikalises ginjal

batu sal. kemih

obstruksi saluran kemih

Batu kristal-kristal bahan organik maupun anorganik yang


terlarut dalam urine

Kristal presipitasi inti batu agregasi batu menjadi


lebih besar menempel pada sal. Kemih mengendap
obstruksi sal. kemih
usia profesi musim
nutrisi herediter
gender mentalitas ras

Kelainan Ggn aliran Kelainan


ISK Faktor genetik
morfologi kemih metabolik

Ekresi bahan pembentuk Ekresi inhibitor kristal


batu meningkat berkurang

Perubahan fisiko kimiawi supersaturasi

1. Kelainan kristaluria
2. Agregasi kristal
3. Pertumbuhan kristal

Batu saluran kemih


Patofisiologi
Batu-batu yang dapat terbentuk:
Batu kalsium
Batu asam urat
Batu struvit
Batu sistin
Epidemiologi
Penelitian Tarihoran YM pada tahun
2001-2002 di RSUP. H. Adam Malik Medan
terdapat 105 pasien BSK
Kelompok umur terbanyak 30-50 tahun
yaitu sebesar 46,6% dan jenis kelamin pria
lebih banyak daripada wanita dengan
proporsi 64,8%.
Manifestasi Klinik
Nyeri sering bersifat kolik(ritmik), terutama apabila
batu terletak di ureter atau di bawahnya. Nyeri
mungkin hebat. Lokasi nyeri akan bergantung pada
letak batu.
Penurunan pengeluaran urin apabila terjadi obstruksi
aliran terutama pada uretrovesicular junction.
Mual dan muntah sering terjadi.
Hematuria mikroskopik pada 75% pasien dan gross
hematuria pada 20% pasien.
Nyeri pinggang menjalar ke daerah pingggul, bersifat
terus menerus pada daerah pinggang
Rasa nyeri pada daerah pinggang, menjalar ke pe rut
tengah bawah, selanjutnya ke arah penis atau vulva.
Komplikasi
Komplikasi yang bias terjadi pada
pasien batu saluran kemih antara lain
seperti:
Hidronefrosis
Pielonefrosis
Uremia
Gagal ginjal
Penatalaksaan
a. Batu Kalsium Oksalat:
.Suplementasi sitrat
c. Batu Struvit(Mg-Sb
.Kolestiramin untuk Fosfat)
malabsorpsi lemak Mandelamin dan
.Tiazid(bila disertai Vitamin C
dengan adanya Antibiotik
hiperkalsiuria)
kotrimoksazol
.Allupurinol (bila
d. Batu Urat: Allupurinol
disertai dengan adanya
hiperurikosuria) e. Batu Sistin:
Alkalinisasi urin
b. Batu Kalsium Fosfat:
.Tiazid(bila disertai Penisilamin
adanya hiperkalsuria)
Penatalaksanaan
Selainan pemberian obat-obatan dapat
pula dilakukan dengan tindakan:
ESWL(Extracorporeal Shockwave Litotripsy)
URS
PNL (Percutaneous Nephro Litholapaxy)
Bedah laparoskopi
Pembedahan terbuka
Pencegahan
Pada umumnya pencegahan yang
dapat dilakukan berupa:
Menghindari dehidrasi, minum yang
banyak! (8-10 sehari)
Pola makan seimbang, berolahraga, dan
menjaga berat badan tetap ideal.
Jangan menahan kencing; kencing yang
tertahan dapat menyebabkan urin menjadi
lebih pekat, atau infeksi saluran kemih. Urin
yang pekat dan infeksi saluran kemih
merupakan faktor pendukung terbentuknya
batu.
Prognosis
Makin besar ukuran suatu batu,
makinburuk prognosisnya.
Makin besar kerusakan jaringan dan
adanya infeksi karena faktor obstruksi akan
dapat menyebabkan penurunan fungsi ginjal.
Kesimpulan
Berdasarkan gejala klinis, anamnesis,
pemeriksaan fisik maupun penunjang. Laki-
laki 60 tahun, dengan keluhan, dirasakan
tiba-tiba, hilang timbul, menjalar dari
pinggang kanan ke arah kemaluan, sejak 1
minggu yang lalu, menderita urolithiasis.