Anda di halaman 1dari 16

Struktur dan Mekanisme

Kerja Jantung
skenario
Seorang perempuan berusia 55th datang ke
klinik dengan keluhan berdebar sejak seminggu
yang lalu. Dari anamnesis diketahui bahwa ia
baru saja kehilangan suaminya yang meninggal
tiba-tiba karena serangan jantung. Pada
pemeriksaan fisik tidak temukan kelainan
apapun pada jantung dan paru-parunya.
Identifikasi istilah :
-
Rumusan Masalah :
Seorang perempuan berusia 55 th
datang ke klinik dengan keluhan
berdebar sejak seminggu yang lalu
Analisis masalah
Anatomi Jantung

Jantung terletak :
Dua pertiga jantung terletak di sebelah kiri garis
midsternal dan sepertiga terletak di sebelah kanan garis
midsternal

fungsi jantung :

sebagai alat /organ pemompa darah utk memompa darah ke seluruh tubuh
Anatomi Jantung
Batas Jantung :
Batas atas jantung : pembuluh darah besar (aorta, truncus
pulmonalis, dll)
bagian bawah : diafragma
batas belakang : aorta descendens, oesophagus, dan
columna vertebralis
di setiap sisi jantung adalah paru.
Jantung memiliki 4 ruangan:
Atrium kanan
Atrium kiri
Ventrikel kanan
Ventrikel kiri
Dinding Jantung memiliki 3 lapisan:
Epicardium
Myocardium
endocardium
Aktivitas Listrik Jantung
Dibagi 2 :

SelKontraktil (99%)
SelOtoritmik (1%)

Pemasukan kenegatifan
sel berkurang proses
depolarisasi lambat
mencaoai ambang letup
aktivasi channel Ca
pemasukan cepat Ca
fase naik potensial aksi
Fase turun: aktivasi
channel K pengeluaran
cepat K repolarisasi
Aliran listrik jantung

Potensial aksi dimulai dinodus SA pertama kali Atrium


(melalui jalur antar atrium dan jalur antar nodus) Nodus
AV (karena konduksi nodus AV lambat, maka terjadi
perlambatan 0.1 detik sebelum eksitasi menyebar ke
Ventrikel. Dari Nodus Av, potensial aksi akan diteruskan ke
Berkas HIS sebelah kiri lalu kanan sel Purkinje

Potensial aksi yang yang ditimbulkan di Nodus SA akan


menghasilkan gelombang depolarisasi yang akan
menyebar ke sel kontraktil melalui gap junction.
Kendali Frekuensi Denyut Jantung

medulla oblongata (pusat pengatur jantung) mengirim


impuls listrik melalui saraf (saraf kranial vagus) mengatur
frekuensi rata-rata istirahat (70 kali per menit)
Saat aktivitas tinggi atau stress, sinyal saraf simpatis jantung,
dikendalikan oleh hipotalamus, menerima sinyal untuk
meningkatkan frekuensi denyut jantung.
Frekuensi juga dipengaruhi oleh hormon seperti oleh hormon
adrenalin, Olahraga, stress, obatan, gravitasi
Faktor yang mempengaruhi kerja jantung:
1. Istirahat menurunkan frekuensi denyut jantung,
sedangkan latihan fisik meningkatkannya.
2. Peningkatan usia menurunkan frekuensi denyut
jantung.
3. Wanita memiliki frekuensi denyut jantung sedikit lebih
cepat dibanding pria.
4. Emosi dan eksitasi akan mempercepat denyut jantung
Hukum Frank Starling
Makin besar isi jantung sewaktu diastol, semakin
besar jumlah darah yang dipompakan ke aorta.
dalam batas-batas fisiologis, jantung
memompakan ke seluruh tubuh darah yang
kembali ke jantung tanpa menyebabkan
penumpukan di vena.
jantung dapat memompakan jumlah darah yang
sedikit ataupun jumlah darah yang besar
bergantung pada jumlah darah yang mengalir
kembali dari vena
EKG
EKG merupakan voltmeteryang merekam aktivitas listrik
akibat depolarisasi sel otot jantung
EKG normal memperlihatkan tiga bentuk gelombang
tersendiri:
gelombang P merupakan depolarisasi atrium
kompleks QRS yang menutupi repolarisasi atrium merupakan
depolarisasi ventrikel
gelombang T merupakan repolarisasi ventrikel
EKG normal menunjukkan:
Gelombang P : dihasilkan oleh kontraksi atrium, selama
0,10 detik
Kompleks QRS : dihasilkan oleh kontraksi ventrikel,
berlangsung sampai 0,09detik
Gelombang T : dihasilkan oleh relaksasi ventrikel
Interval PR : waktu yang dibutuhkan impuls untuk melalui
berkas ventrikel
Kesimpulan
Debaran mungkin sekali berlaku kerana berlakunya
ketidak normalan pada aktiviti listrik jantung dan juga
mekanisme jantung.
juga mungkin kerana berlakunya kesalahan pada sistem
otonom yang mengawal pergerakan jantung itu sendiri
jantung merupakan salah satu organ yg sangat penting
dalam tubuh manusia dan kerusakan pada organ jantung
ini secara tidak langsung dapat menganggu sistem tubuh
dan juga mungkin boleh menyebabkan fatal