Anda di halaman 1dari 18

Abses Payudara Sinistra pada

perempuan 28 tahun
Kasus
Seorang wanita berusia 28 tahun datang ke
poliklinik dengan keluhan payudara kirinya
dirasakan membengkak, terasa sakit
disertai demam sejak 1 minggu yang lalu.
Pasien sedang menyusui. Pada
pemeriksaan fisik, tanda-tanda vital dalam
batas normal.
Rumusan Masalah dan
Hipotesis
Wanita 28 tahun dengan keluhan payudara
kirinya membengkak sejak 1 minggu yang
lalu

Hipotesis:
Pasien ini berkemungkinan menderita abses
payudara kiri
Analisis Masalah
Anamnesis
Prognosis
Komplikasi

Pemeriksaan
fisik
Penatalaksanaan

Payudara kiri Pemeriksaan


membengkak penunjang
Patofisiologi

Manifestasi Working
klinis diagnosis
Etiologi

Epidemiologi Differential
diagnosis
Anamnesis
Identitas
Keluhan utama payudara kiri bengkak
sejak 1 minggu
RPS sekret? Luka atau trauma?
Keluhan tambahan nyeri, demam
RPD pernah mastitis? Penurunan berat
badan?
RPK riwayat kanker?
R obat
R sosial sedang menyusui, kebersihan?
Pemeriksaan Fisik
Keluhan utama dan kesadaran
TTV dalam batas normal
Inspeksi
4 posisi - kedua lengan di samping, lengan di atas
kepala, tangan menekan pinggul, dan posisi
membungkuk ke depan.
merah dan terlihat seperti ada benjolan
Palpasi
Payudara, aksila, puting
benjolan pada kuadan lateral bawah berukuran
4x3, hiperemis, hangat, teraba fluktuasi, dan
terdapat nyeri tekan pada payudara kiri
Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan darah rutin
Mammografi
Usg payudara
Working Diagnosis
Abses payudara sinistra.
Penimbunan nanah di dalam payudara.
2 tipe :
abses payudara laktasi
abses payudara non-laktasi.
Salah satu komplikasi yang terjadi akibat
dari infeksi payudara yang kronis dan tidak
mendapatkan pengobatan yang benar.
Differential Diagnosis
Fibroadenoma Mastitis Abses Payudara

tidak nyeri Nyeri payudara Nyeri payudara

Benjolan pada payudara Benjolan pada payudara Benjolan pada payudara


bulat dan berbatas tegas
Pembengkakan pada Jaringan payudara
mudah digerakkan salah satu payudara membengkak dan teraba
hangat.
keras Jaringan payudara
membengkak, nyeri bila Fluktuasi
ditekan, kemerahan dan
Nipple discharge (keluar
teraba hangat
cairan dari putting susu,
Gatal-gatal bisa mengandung nanah)

Pembesaran kelenjar
getah bening ketiak pada
sisi yang sama
Etiologi Epidemiologi
Staphylococcus Abses payudara
aureus umumnya dari
Streptococcus komplikasi mastitis
Ibu menyusui 2 33 % wanita
Trauma atau luka menyusui
atau cracking pada mastitis
putting 10 % kasus
mastitis abses
payudara
Patofisiologi
Lesi pada puting organisme masuk
sumbat duktus peradangan abses.
Penatalaksanaan
Medika mentosa
Penisilin
flucloxacillin atau dicloxacillin (125-500 mg peroral,
4 kali sehari).
Alergi penisilin
Eritromisin (250 mg peroral, 3 kali sehari),
clarithromysin, atau sefalosporin.
Kontraindikasi
Tetrasiklin, siprofloksasin, kloramfenikol
Acetaminophen atau ibuprofen
Paracetamol
Non medika mentosa
Insisi atau penyaliran (anestesi umum)
Aspirasi dengan guidance dari USG (anestesi
lokal)
Komplikasi
Infeksi rekurens
Ukuran payudara yang mengecil dan terdapat
scarring setelah penanganan secara operasi
Payudara akan terlihat asimetris kanan dan kiri
Terbentuk fistula jika abses pecah secara
spontan Hal ini dikarenakan oleh
mengeringnya sinus yang menyebabkan
terbentuknya fistula
Komplikasi ini hanya terjadi pada 1-2% pasien
abses payudara
Pencegahan
Puting susu dan payudara harus
dibersihkan sebelum dan setelah menyusui
Hindari dari memakai pakaian yang dapat
menyebabkan iritasi pada payudara
Jika sudah terjadi mastitis atau abses,
harus menghentikan menyusui pada
payudara yang terkena, namun susu harus
tetap dikeluarkan dengan cara memompa.
Oleskan krim lanolin pada puting dan
areola untuk mencegah daripada cracking.
Prognosis
Pasien yang memperoleh perawatan
biasanya memperoleh hasil yang baik.
Namun pada abses mammae dapat
terulang kembali bahkan setelah
pengobatan dengan antibiotik.
Pembedahan mungkin diperlukan untuk
menghilangkan kelenjar yang terkena
dampak untuk mencegah terjadinya
kembali.
Kesimpulan
Abses payudara merupakan komplikasi dari
mastitis kronis atau akibat dari mastitis yang
tidak dirawat dengan adekuat.
Abses payudara biasa terkena pada wanita yang
sedang laktasi atau menyusui.
Bakteri penyebab yang paling sering adalah
Staphylococcus aureus.
Pengobatannya adalah dengan melakukan
tindakan insisi dan drainase serta pemberian
antibiotik.
Prognosis pada kasus ini baik namun angka
rekurensnya sangat tinggi.