Anda di halaman 1dari 32

SURVEILANS

KESEHATAN KERJA

Ika Ratnawati, SKM, M.KKK

Disampaikan pada Peningkatan Kapasitas Petugas Puskesmas


dalam bidang Kesehatan Kerja
Aceh, 11 Juni 2015
Pokok Bahasan

Pendahuluan
Pengertian
Surveilans Kesehatan Kerja
Perencanaan dan Pelaksanaan Surveilans
Kesehatan Kerja
PENDAHULUAN
Latar Belakang:
Tempat Kerja merupakan suatu SISTEM yang td:
INPUT (pekerja,mesin,dana.organisasi)
PROSES (interaksi antara pekerja dan lingkungan
kerja)
OUTPUT (produk/jasa berkualitas,pekerja
sehat,tempat kerja aman)
outcome: PAK & KK,adanya Interaksi, hazard/
faktor Risiko Kesehatan & Keselamatan Pekerja
Maka,untuk PENCEGAHAN/DETEKSI DINIperlu
suatu strategi/metodaSURVEILANS
Pengertian & Difinisi

Surveilans:strategi atau metoda


Surveilans: pengawasan
Surveilans (NIOSH):
usaha pengumpulan data secara sistimatis
dan berkelanjutan, melakukan analisis data
yg diperoleh serta interpretasi dengan
tujuan untuk perbaikan dari segi
keselamatan dan kesehatan kerja
Tujuan:
Mengetahui seberapa jauh permasalahan
kesehatan kerja yang ada dikalangan pekerja,
melalui:
Identifikasi adanya bahan berbahaya atau faktor
risiko
Identifikasikelompok pekerja mana yang berisiko
(population at risk)
Deteksi Dini Penyakit Akibat Kerja (PAK)
Melihat trendpenyakit dikalangan pekerja
berdasarkan waktu,geografis dsb
Manfaat:
Sebagai baseline data
Sebagaialat ukur keberhasilan
program kesehatan kerja
Untuk
mendisain program promosi
kesehatan di tempat kerja
SURVEILANS KESEHATAN KERJA

Ruang lingkup
Surveilans Efek Kesehatan dan
Keselamatan Kerja
Pengumpulan, analisis & diseminasi/komunikasi data kesehatan (data penyakit)
dan data keselamatan (data kecelakaan kerja) spesifik untuk populasi pekerja
berisiko dengan cara sitematik dan berkesinabungan yang dapat digunakan bagi
perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi program K3 di dunia usaha dan dunia
kerja

Surveilans
Hazard Kesehatan dan
Keselamatan Kerja
Pengumpulan, analisis & diseminasi/komunikasi data hasil Identifikasi hazard,
pengukuran pajanan, analisis dan diseminasi atau komunikasi hazard kesehatan
dan keselamatan kerja yang spesifik bagi populasi pekerja berisiko dengan cara
sistematik dan berkesinambungan digunakan bagi perencanaan, pelaksanaan
dan evaluasi program K3 di dunia usaha dan dunia kerja
SURVEILANS KESEHATAN KERJA

Komponen SKK:
A. Surveilans lingkungan kerja (Monitoring
Lingkungan Kerja)identifikasi faktor risiko
B. Surveilans Medis (Medical surveilance)
Pemeriksaan Kesehatan Pekerja
C. Surveilans Biologis (Biomonitoring/Biomarker
Monitoring) pemeriksaan laboratorium
SURVEILANS LINGKUNGAN KERJA
(Monitoring lingkungan kerja)
F Risiko:
Melakukan: Fisik,kimia,biologi,
identifikasi faktor risiko di tempat kerja ergonomi

identifikasi Pekerja yang mempunyai risiko (population at risk)

Metoda: kualitatif/kuantitatif

Cara:
Walkthrough survey,
Inspeksi tempat kerja
DATA
Interview,checklist /wawancara
Tinjauan dokumen,MSDS
SURVEILANS MEDIS
(Medical Surveilance)
Survei efek kesehatan melalui pemeriksaan
(medis) pekerja atau early detection.
Hasil : dianalisa,diinterpretasikan,dikorelasikan
dng hsl monitoring ling PAK?
SURVEILANS MEDIS
(Medical Surveilance)
Pemeriksaan Kesehatan Pekerja (MCU)
Job related parameter pem disesuaikan dengan
jenis/jabatan pekerjaan dan faktor risiko

Jenis pemeriksaan
1. Awal prakerja(pra kerja,pra penempatan)
2. Selama bekerja (berkala/periodik,khusus)
3. Akhir(pasca penempatan,pensiun)
Pemeriksaan Kesehatan Khusus
(berdasarkan Risiko)

Bising Audiometry
Debu Spirometry, Chest X-ray
Suhu extrem Harvard Step Test; ECG
Neurological, Renal
(Heat / Cold
Stress) function, LFTs, Spirometry,
Bio-monitoring
Pelarut organik
Pemeriksaan Kesehatan Khusus
(berdasarkan Jabatan)
Respirator (SCBA) Lung function
Penjamah makanan Personal Hyg., Feces culture, X-ray
Off-shore Audiogram, Lung function, drugs & alkohol
Sopir Vision, Audiogram, drugs & alkohol
VDU Visual acuity
Divers Spesifik (Kedokteran Kelautan)
Pilots Spesifik (Kedokteran Penerbangan)
Pemadam kebakaran Audiogram, Lung function
Operator alat berat Vision (Visual field, acuity, depth, colour vision,
peripheral vision), ergonomic
Welders Urinalysis, Bio-monitoring
Petugas medis Serology for Hep-B, LFTs, Chest X ray
SURVEILANS BIOLOGIS
(Biomonitoring/Biomarker Monitoring)
NIOSH-OSHA:penilaian ttg keberadaan substansi tt atau
metabolitnya dalam tubuh untk mengevaluasi pemaparan
dan risiko kesehatan dengan membandingkannya terhdp
nilai ambang yg tepat.
Pengukuran kadar toksikan atau metabollitnya dlm
sampel biologik pekerja
Tujuan untuk evaluasi pajanan bahan kimia&risiko
kesehatan pekerja
Hasil yg didapat dibandingkan terhadap suatu nilai baku
yg disepakati (Index Pemantauan Biologi)
Sampel biologi:urine,darah,feses,rambut,kuku,jaringan
lemak,, ludah,udara ekspirasi
SURVEILANS BIOLOGIS
(Biomonitoring/Biomarker Monitoring)
Ada dua macam, yaitu :
Monitoring paparan biologis
(biological exposure monitoring)Yang diukur adalah kadar bahan /
metabolit yang dihasilkannya, mis :
kadar Pb dalam darah.
2,5-hexana dione dalam urine (metabolit dari n-hexana).
COHb pada paparan methylene chloride
Monitoring efek biologis
(biological effect monitoring)Yang diukur adalah perubahan
biologis sbg akibat dari keberadaan bahan tersebut di dalam tubuh,
mis :
Cholin esterase pada paparan organophosphate
zinc protoporphyrin (ZPP) pajanan Pb
delta-aminolevulinic acid dehydrase (ALA-d). pajanan Pb
TAHAPAN
SURVEILANS KESEHATAN KERJA (SKK)

Komunikasi (dukungan &komitmen)


Tim,kompeten
Persiapan Penilaian,penetapan f. risiko kes &efek kes,pekerja berisiko

Data monitoring lingkungan wts,insp tk,msds,ceklist,interview,


Data monitoring kesehatan Pem kes pekerja (mcu)
Pengumpulan
data Data Biomonitoring biomarker

Analisis trend, interaksi pajanan,hsl biomonit,efek kes, ~NAB


Analisa,
Pelaporan tertulis, forum
Interpretasi.
Pelaporan
Menyusun perencanaan dan pelaksanaan
Surveillans Kesehatan Lingkungan Kerja

Baseline survey
secara komprehensif
persiapan
dan secara periodik
diperbaharui
Walk-through untuk
mengobservasi
tugas dan operasi
kerja

Field measurement atau


pengukuran di
lapangan/tempat kerja

Survey spesifik dan job hazard


analisis
Analisis perubahan
Evaluasi fasilitas terbaru atau perubahan operasi
kerja atau penambahan kapasitas produksi.

Analisis bahaya pekerjaan/job hazard analisis


Dilaksanakan apabila terdapat perubahan metode
kerja atau suatu operasi kerja yang baru.

Inspeksi Keselamatan dan Kesehatan Kerja


Meliputi inspeksi ruang kerja, inspeksi peralatan,
inspeksi praktek kerja, inspeksi fasilitas, sarana dan
prasarana K3 dengan menggunakan ceklist yang
telah disediakan.
Pelaporan bahaya
dilatih tanggap terhadap bahaya yang timbul dan
segera melaporkan kepada HSE officer atau P2K3

Investigasi kecelakaan maupun kejadian


(obyektif)
kecelakaan maupun hampir celaka atau accident
and near misses harus segera diselidiki.

Analisis trend cidera, perlukaan dan kesakitan


list dan catatan yang ada berdasarkan survey
terdahulu. Trend bisa berupa prosentase, rate
maupun grafik.
Indikator tempat kerja yang tidak aman
(exposure to unsafe workplace)

Fungsi:
mengukur tingkat potensi pemaparan terhadap
kondisi tidak aman di tempat kerja.

Definisi:
Persentase pekerja yang terpapar kondisi tidak
aman, tidak sehat atau lingkungan kerja yang
berbahaya.
Perhitungan:
100% (H/W) atau 100% jumlah pekerja yang
terpapar kondisi tidak aman, tidak sehat atau
lingkungan kerja yang berbahaya (H) dibagi total
jumlah pekerja (W)

Contoh:
Industri A adalah industri pengecoran logam
dengan karaktersitik sebagai berikut mempunyai
3.000 pekerja, bagian pengecoran berjumlah
1800, bagian pencetakan berjumlah 600 maka
H/W= 2400/3000 x 100%
Indikator kejadian perlukaan akibat kerja (incidence of
occupational injury)

Fungsi:
Menggambarkan ukuran secara umum tentang efek dari
perlukaan akibat kerja, sekaligus memonitor trend
perlukaan akibat kerja.

Definisi:
incidence rate occupational injury pada jumlah pekerja
tertentu, jumlah kejadian, angka kematian karena bahaya
lingkungan kerja dalam permil (%o).

Perhitungan:
1/1000 (Mo/W) atau jumlah kejadian perlukaan karena
bahaya lingkungan kerja per jumlah seluruh pekerja
Indikator kematian akibat dari bahaya-bahaya
pekerjaan (Mortality from occupatinal Health Hazards)

Fungsi:
menggambarkan ukuran secara umum tentang efek dari
kematian akibat kerja, sekaligus memonitor trend
kematian akibat kerja.

Definisi:
angka kematian pekerja karena bahaya ditempat kerja

Perhitungan:
1/1000 (Mo/W) atau jumlah kejadian kematian karena
bahaya lingkungan kerja per jumlah seluruh pekerja.
DATA DALAM SURVEILLANS KESEHATAN KERJA

Nama variabel Definisi operasional


Karakteristik ciri khusus individu yang meliputi umur, jenis
individu kelamin, jenis pekerjaan, kerja, pendidikan dan
lama kerja, penghasilan serta keluhan subyektif
maupun hasil pemeriksaan kesehatan pekerja,
kecelakaan akibat kerja yang pernah dialami.

Karakteristik adalah suatu bahan/zat yang bersifat fisika,


bahaya potensial kimia, biologi, ergonomi, stress yang dapat
di tempat-tempat berefek akut maupun kronis bagi gangguan
kerja kesehatan pekerja.

Jenis pelayanan bentuk upaya layanan yang bersifat promotif,


kesehatan kerja preventif, kuratif, rehabilitatif
Contoh 1: Presentasi dalam bentuk grafik
Perbandingan antara yang pernah absen karena sakit pada
pekerja anak > pekerja usia muda

Absen sakit: ya
60

J Tidak
u 40

m
l 20% 15.6%
a 20

h
0

pekerja anak pekerja usia muda

Gambar 1. Absen karena sakit


Sumber, Data Primer Januri, 2008

Source: Hanifa M. Denny. OSH Assessment at Jepara, ILO-IPEC, Jakarta January 2008
Jenis
Rencana Sumber
pengumpulan data Teknik

Pengumpulan data

Pemberian kode

Entry; Editing

Analisa
Contoh 2: Presentasi dalam bentuk Grafik
Contoh 3: Presentasi dalam bentuk Tabel
JUMLAH KECELAKAAN KERJA TAHUN 2007

Tahun 2006 Tahun


Kecelakaan Kerja
No. 2007
1. Jumlah Kasus 1,240 65.474
2. Jumlah Korban 494 6.777
3. Akibat Kecelakaan
STMB 631 631
. Cacat 56 5.326
Meninggal Dunia 15 1.451

Sumber : Depnakertrans, Ditjen PPK 2007


KESIMPULAN
Surveilans Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SKK) :
strategi-strategi dan metode
deteksi dini, penilaian sistematis dampak dari suatu
pekerjaan terhadap kesehatan dan keselamatan pekerja.
pengumpulan, analisis, interpretasi data, dan penyebaran
informasi .
ruang lingkup SKK :
Surveilans Efek Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Surveilans Hazard Kesehatan dan Keselamatan kerja
Penutup
Surveilans kesehatan kerja merupakan bagian yang sangat penting
dari K-3.

Perundangan telah mengatur pentingnya pelaksanaan program ini.

Peningkatan kualitas pelaksanaan program ini dan


kesinambungannya perlu dijaga, agar menguntungkan kedua pihak
(pengusaha dan pekerja).

Pedoman ini disesuaikan dengan :


Peraturan perundangan di Indonesia,
Best practices yg berlaku.

! Pelaksanaan program harus terus dimutakhirkan shg


memenuhi kebutuhan operasi perusahaan dari waktu ke
waktu.
REFERENSI
ILO Encyclopaedia of Occupational Health and Safety

Zulmiar Yanri ,Dr,PhD,SpOK, Himpunan Peraturan Perundangan Kesehatan


Kerja 3rd ed. Lembaga ASEAN OSHNET, Indonesia. 2005.

Occupational Safety and Health (OSH) of Department of Labour. An


intoduction to the: Guidelines for workplace health surveillance. Wellington,
New Zealand. November 1997.

Kurniawidjaja, L.Meily. Teori dan Aplikasi Kesehatan Kerja. Jakarta : UI


Press. 2010

Depkes RI,pedoman Surveilans Kesehatan Kerja,2007

Depkes RI,Modul Pelatihan Kesehatan Kerja bagi petugas puskesmas,2008


TERIMA KASIH