Anda di halaman 1dari 10

Assalamualaikum Wr.

Wb

CLONING

By :
Avivatus sholikhah (06)
Nafis nuriz zakiyah (23)
Yullinar halimatus s (32)
Yuyun dianita (34)
Pengertian
Pengertian
Jenis kloning
1. Kloning DNA Rekombinan
Kloning DNA rekombinan prinsipnya yaitu memindahkan sebagian rantai DNA
yang diinginkan dari suatu organisme pada satu element replikasi genetik.
Misalnya, penyisihan DNA plasmid bakteri untuk mengklon satu gen.

2. Kloning Reproduktif
Prinsip kloning reproduktif yaitu menghasilkan hewan yang identik dengan sel
donor. Misalnya, kloning pada domba Dolly melalui proses SCNT (Somatic
Cell Nuklear Transfer).

3. Kloning Terapeutik
Kloning terapeutik merupakan teknik kloning yang tujuannya berbeda dengan
dua jenis kloning sebelumnya. Teknik ini dilakukan bukan untuk
menghasilkan spesies baru, tetapi untuk memproduksi embrio manusia
yang nantinya akan dijadikan bahan penelitian dalam menilai
perkembangan manusia serta penyembuhan penyakit.
Teknik kloning
Teknik Roslin
Teknik Roslin merupakan teknik pengkloningan yang
dikembangkan di Roslin Institute. Percobaan yang
dilakukan yaitu membuat boneka dengan
mengadaptasi pada teknik kloning. Tahapan yang
mereka lakukan yakni diawali dengan sel-sel somatik
yang dibiarkan untuk terus tumbuh dan membelah
sehingga kemuadia kehilangan nutrisi untuk
menginduksi sel-sel ke tahap ditangguhkan atau tidak
aktif. Kemudian, sel somatik ini didekatkan dengan sel
telur yang intinya telah dilepaskan yang kemudian
memanfaatkan pulsa listrik. Proses tersebut
memungkinkan akan berkembang menjadi embrio yang
kemudian ditanamkan ke pengganti.
Teknik Honolulu

Teknik Honolulu dikembangkan di University of Hawaii oleh


Dr. Teruhiko Wakayana. Prinsip Dr. Wakayana yakni
menghapus inti dari sel somatik yang kemudian dimasukkan
ke dalam telur yang intinya telah dihapus. Telur kemudian
ditetesi larutan kimia tertentu yang biasanya akan tumbuh
menjadi embrio. Embrio yang terbentuk ditanamkan ke
pengganti dan dibiarkan berkembang. Harapan
pengembangan teknik ini ialah dapat digunakan dalam
meneliti dan mengobati penyakit manusia dan mengubah
genetik hewan untuk produksi organ transpalntasi manusia.
pada prinsipnya suatu proses transfer nukleus dalam teknik
kloning sebaiknya dilakukan pada fase diam sel sehingga
tidak merusak siklus nukleus dan sub protein yang
mengelilinginya
SEJARAH PERKEMBANGAN
KLONING
Istilah kloning pertama kali diperkenalkan
oleh Gurdon dengan melakukan
percobaan pada berudu pada tahun 1960.
Dalam percobaannya tersebut, Gurdon
berhasil melahirkan berudu baru yang
identik dengan sel induk namun berudu
tersebut tidak dapat bermetamorfosis
menjadi individu dewasa yang akhirnya
mati terurai oleh air.

Percobaan kedua dilakukan pada tahun 1980 oleh sekelompok tim


ilmuwan di Granada yang mengadaptasi teknik kloning dengan
transfer nukleus pada ternak sapi u Willadsen mengembangkan
teknik kloning yang dilakukan Gurdon. Willdsen mencoba
melakukan kloning pada domba dengan menggunakan embrio
domba dan kemudian menanamnya ke dalam sel telur domba
target dengan membuang nukleusnya. Dari hasil kloningnya,
Willdsen berhasil menemukan lima embrio domba yang
kemudian teknik kloing tersebut juga diterapkannya pada
klonning sapi bekerja sama dengan perusahaan ternak di Texas
yang diwakili oleh Dr. Charles, Dr. Frank Barnes, dan Dr. Ian
Wilmuth. Hasil yang didapatkan dari percobaan tersebut tidak
berlangsung sesuai harapan. Spesies sapi yang baru dihasilkan
cenderung abnormal, ada yang bobotnya mencapai 180 pound
ntuk memperbanyak produksi daging sapi
Tahun 1997, dengan mengadopsi teknik kloning yang
pernah ia lakukan bersama timnya, setelah melakukan 277
kali percobaan Dr. Ian Willmuth berhasil membuktikan
bahwasanya teknik kloning dapat dilakukan pada mamalia
dewasa yaitu domba yang kita kenal sebagai domba Dolly.
Domba Dolly direproduksi tanpa bantuan domba jantan,
melainkan diciptakan dari sebuah kelenjar susu yang
diambil dari seekor domba betina. Dr. Willmuth
memeanfaatkan kelenjar susu dari domba finndorset
sebagai donor inti sel dan sel telur domba blackface
sebagai resipien. Penggabungan kedua sel tersebut
memanfaatkan tegangan listrik 25 Volt yang pada akhirnya
terbentuk fusi antara sel telur domba blackface tanpa
nukleus dengan sel kelenjar susu domba finndorsat.