Anda di halaman 1dari 21

Course : S0743 - Traffic Engineering

Year : 2011

Traffic Signal
Session 7 - 8
BASIC PRINCIPLE

Pengenalan Simpang Bersinyal


Teori Antrian
Rencana Fase Sinyal
Interval Antar Hijau
Interval Hijau Minimum
Laju Arus Jenuh
Kapasitas Simpang
Laju Arus Rencana
Bina Nusantara University
3
SAMPLE
Simpang 3 Lengan dan 4 Lengan

1 2 1 3

3
4
Simpang 3 Lengan Tidak Bersinyal
Simpang 4 Lengan Bersinyal

Bina Nusantara University


4
TERM

Interval Hijau
Periode dari fase dimana sinyal hijau menyala
Interval Kuning (Amber)
Bagian dari fase dimana selama waktu tersebut sinyal kuning menyala
Waktu Hijau Efektif
Adalah interval hijau ditambah interval kuning. Pada suatu fase adalah waktu
dimana kendaraan berjalan melewati simpang.
Interval Semua Merah
Adalah perioda setelah interval kuning dimana semua sinyal merah menyala.
Interval Antar Hijau
Adalah interval antara akhir sinyal hijau untuk satu fase dan permulaan sinyal
hijau untuk fase lain, atau dengan kata lain merupakan jumlah Interval Kuning
dan Semua Merah.
Interval Pedestrian
Adalah perioda dimana sinyal pedestrian menyala, biasanya berkisar sekitar 4
7 detik yang seluruhnya berada dalam interval hijau untuk kendaraan, kecuali di
beberapa kota besar.

Bina Nusantara University


5
JUNCTION U

sinyal

Jalur pemisah

B T

Jalur pedestrian

Konflik Utama

Konflik Kedua
S
6
QUEUING THEORY
TINJAU ARUS LALU LINTAS DI PERSIMPANGAN BERSINYAL

Gb 1: Arus Kedatangan Konstan


Gb 2: Arus Keberangkatan v/s Waktu Gb 3: Panjang Antrian v/s Waktu

Bina Nusantara University


7
QUEUING THEORY

TINJAU KARAKTERISTIK GRAFIK BERIKUT

Gb 4: Kendaraan v/s Waktu


Gb 5: Karakteristik Grafik

Bina Nusantara University


8
SIGNAL TIME PLANNING

Tahap Pra Design (Pengumpulan Data)


1. Karakteristik Fisik Simpang
Jumlah Lajur
Lebar Lajur
Lebar Simpang
Lebar Bahu, dsb.
2. Karakteristik Lalu Lintas di Simpang
Komposisi Lalu Lintas (%Bus dan %Truck)
Volume Jam Puncak
Volume 15 menit Puncak

Bina Nusantara University


9
PLANNING PROCESS

Tahap Design (Menurut Metoda Webster RRL 1966)


1. Buat Rencana Fase Sinyal
2. Hitung Interval Antar Hijau Tiap Fase
3. Hitung Interval Hijau Minimum Tiap Fase Berdasarkan Waktu
Menyeberang Pedestrian
4. Hitung Laju Arus Jenuh Tiap Pendekat (Lajur)
5. Hitung Laju Arus Rencana Tiap Pendekat (Lajur) Menggunakan Volume
Jam Sibuk dan Faktor Jam Sibuk
6. Tentukan Pergerakan Kritis atau Pendekat Kritis dan Hitung Rasio Arus
Kritis
7. Hitung Waktu Siklus Optimum
8. Hitung Interval Hijau Untuk Tiap Pendekat Menggunakan Rasio Arus
Kritis (step 6)
9. Hitung Kapasitas Tiap Pendekat (Lajur)
10.Check Rasio Tiap Kapasitas Pendekat/Laju Arus Rencana, dan
Check Rasio Tiap Interval Hijau/Interval Hijau Minimum
11.Sesuaikan Skema Waktu Siklus Bila Diperlukan
Bina Nusantara University
10
1. PHASE PLANNING

Sinyal 2 Fase:
Simpang US & BT Fase 1 : US Fase 2 : BT
U

B T

Sinyal 3 Fase:
Fase 1 : US Fase 2 : US Fase 3 : BT

terlawan terlindung

Bina Nusantara University


11
4 ARM TWO PHASE

Skema
U U U

B T B T B T

S S S
Simpang 4 Lengan Bersinyal Fase 1 : U - S Fase 2 : B - T

Simpang US & BT Fase 1 : US Fase 2 : BT


U

B T

Bina Nusantara University


12
U U U

B T B T B T

S S S
Simpang 4 Lengan Bersinyal Fase 1 : U - S
Fase 2 : B - T

Simpang US & BT Fase 1 : US Fase 2 : BT


U

B T

Interval Antar Hijau Interval Antar Hijau Interval Antar Hijau


US --> BT BT --> US US --> BT

Interval Kuning Interval Kuning


Interval Hijau Interval Hijau
Merah Semua Merah Semua Merah Semua
US --> BT BT --> US US --> BT
Interval Hijau
Interval Kuning

13
WAKTU SIKLUS
2. GREEN INTERVAL

Bila Tanpa Sinyal Pedestrian, interval antar hijau (I) berkaitan dengan:
a. Jarak Henti (SD)
b. Waktu Pengosongan Simpang (Tk)
Ambil harga terbesar sbg. I
c. Waktu Menyeberang Pedestrian (Tp)

Zona Dilema

Zona Dilema
Untuk menghindari konflik yang menimbulkan tundaan maka
diusahakan agar zona dilema dihilangkan (minimized)

Bina Nusantara University


14
A. STOP DISTANCE

Jarak Henti dihitung sesuai dengan ketentuan Bina Marga


2

SD V 0

254 f G

Dimana:
SD = Jarak henti (m = 3.28 ft )
V0 = Kecepatan kendaraan (km/jam)
f = Koefisien gesekan
G = Koefisien medan simpang

Bina Nusantara University


15
B. CLEARENCE TIME

Waktu untuk pengosongan simpang


SD l W
T
k
1.47V 0
Dimana:
Tk = Waktu pengosongan simpang (detik)
SD = Jarak henti (ft)
l = Panjang kendaraan (ft)
W = Lebar simpang (ft)
V0 = Kecepatan kendaraan (mph)

Bina Nusantara University


16
C. PEDESTRIAN CROSSING TIME

Waktu menyeberang pedestrian


W
T
V
p
p

Dimana:
Tp = Waktu menyeberang (detik)
W = Lebar simpang (ft)
Vs = Kecepatan pedestrian (ft/det), biasanya diambil harga 4 ft/det

Bina Nusantara University


17
3. MINIMUM GREEN TIME INTERVAL

Interval hijau minimum (gmin) diperoleh dari hubungan:

gmin = Z+Tp-I (detik)

dimana:
gmin = Waktu hijau minimum (detik)
Z = Interval hijau untuk pedestrian (detik)
Tp = Waktu menyeberang pedestrian (dari step 2)
I = Interval antar hijau (dari step 2)
Nilai Z ambil harga yang pantas (5 7 det).
Bila nilai gmin yang diperoleh < Z, ambil gmin=Z

gmin I

Bina Nusantara University


z Tp
18
4. SATURATION FLOW

Jumlah maksimum kendaraan yang dapat melewati simpang selama interval hijau
menerus 1 jam dalam kondisi lalu lintas dan jalan yang ada pada suatu group
lajur.

Nilai s sangat tergantung keadaan lalu lintas dan jalan dan berbeda untuk tiap
daerah dan negara.

Untuk suatu nilai headway (h) keadaan jenuh


maka
s = 3600 / h

Nilai yang umum dipakai


s = 1900 kendaraan/jam/lajur

dengan headway keadaan jenuh 1.9 detik.

Untuk masing-masing daerah terdapat Design Manual yang memberikan faktor


penyesuaian terhadap nilai umum diatas dengan memasukkan parameter lebar
lajur, gradien, belok kanan-kiri, lalu lintas pedestrian, dan komposisi lalu lintas.

Laju arus jenuh berkaitan dengan kapasitas.


Bina Nusantara University
19
4. CAPACITY(c) untuk check

Penyesuaian terhadap laju arus jenuh guna perhitungan waktu sinyal


sebenarnya.

Adalah jumlah maksimum arus kendaraan tiap jam yang dapat melewati
simpang pada keadaan lalu lintas, jalan, dan sinyal yang ada.

Nilai kapasitas:

c = (g / C) s (kend/jam)
dimana:
c = kapasitas
g = Interval hijau efektif (det)
C = Panjang siklus sinyal (det)
s = Laju arus jenuh (kend/jam)

Bina Nusantara University


20
5. FLOW RATE (F)

Tinjau hasil pengamatan pada Pendekat Utara dan Selatan


suatu simpang pada jam sibuk Jam Sibuk Volume (smp)
disamping: 17.00 17.15 120
Pendekat US PHF = 0.91 17.15 17.30 135

Pendekat BT PHF = 0.89 17.30 17.45 150

17.45 18.00 140

Volume Jam Sibuk 545


Maka Laju Arus Rencana :
Volume 15 menit puncak 150

PHF 545/(4*150) = 0.91


Pendekat US
Fu = Fs = 545/0.91 = 599 smp/jam
Pendekat Barat dan Timur

Jam Sibuk Volume (smp)


Pendekat BT
17.00 17.15 130
Fb = Ft = 570/0.89 = 640 smp/jam
17.15 17.30 135

17.30 17.45 160

17.45 18.00 145

Volume Jam Sibuk 570

Volume 15 menit puncak 160

PHF 570/(4*160) = 0.89

Bina Nusantara University


21