Anda di halaman 1dari 74

KLASIFIKASI TANAH

USDA
PEMAHAMAN GENESIS
KUNCI MEMAHAMI LOGIKA KLASIFIKASI

Logika wilayah beriklim basah


perkembangan tanah sebagai akibat dari
gerakan air infiltrasi-perkolasi
Logika wilayah beriklim kering
perkembangan tanah sebagai akibat
gerakan air secara kapiler
Perekembangan akibat pengaruh kuat bahan
induk tanah:
Abu gunungapi
Bahan organic
Material gampingan
Perkembangan oleh proses-proses khusus
PERKEMBANGAN TANAH DI
WILAYAH BERIKLIM BASAH
Air infiltrasi perkolasi dapat bertindak sebagai
agen:
Pelarut basa-basa tanah (Ca, Na, Mg, K, .)
Translokasi basa tanah dari lapisan permukaan ke
lapisan bawah permukaan
Translokasi partikel tanah berukuran Klei dan Debu
halus (fine silt) dari lapisan permukaan ke lapisan
bawah permukaan
Lapisan tanah bawah permukaan menjadi lebih tinggi
persentasi Klei dan Fine Silt nya dan kandungan
basa-basa -nya
Air perkolasi menyebabkan basa tanah hilang dari
profil tanah shg tanah wilayah beriklim basah relative
rendah pH -nya
PERKEMBANGAN TANAH DI
WILAYAH BERIKLIM KERING
Air kapiler dapat bertindak sebagai agen:
Pelarut basa-basa tanah (Ca, Na, Mg, K, .)
Translokasi basa tanah dari lapisan bawah permukaan
ke lapisan permukaan
Lapisan tanah permukaan menjadi lebih tinggi
persentasi basa-basa -nya
Air kapiler menyebabkan basa tanah tetap tinggal di
dalam profil tanah shg tanah wilayah beriklim kering
relative tinggi pH -nya
Dalam kondisi kering ekstrim, basa-basa tanah dapat
menjadi semen sehingga membentuk lapisan kedap /
tidak tembus air (padas)
TANAH BERBAHAN INDUK
ABU GUNUNGAPI
Abu gunungapi berukuran debu
mempunyai karakteristik:
Tersusun atas bahan yang relative mudah
lapuk baik karena ukuran maupun
komposisi kimia
Lapisan material tanah yang porous
Material tanah dapat mengalami
pelapukan yang relative serentak
Banyak mengandung glas vulkanik
Tersusun atas mineral berstruktur amorf
(short order range minerals)
TANAH BERBAHAN INDUK
BAHAN/SISA ORGANIK
Sisa organik yang tebal, proses
pembentukannya jika dan hanya jika:
Kondisi lingkungan yang anaerob, dan atau
Kondisi lingkungan yang sejuk-dingin
Sisa organik yang tebal, menyebabkan:
Proses dekomposisi tidak sempurna
Kandungan mineral pembentuk kerangka
dasar tanah (Si dan Al) yang sangat rendah
Terjerapnya unsur-unsur logam tertentu di
dalam kompleks senyawa sisa pelapukan
organik
TANAH BERBAHAN INDUK
LAPUKAN BATUAN GAMPINGAN
Batuan gamping akan cenderung mengalami
proses pelapukan secara kimia (di wilayah
humid tropic) sehingga tidak menghasilkan
bahan induk tanah yang signifikan
Batuan gampingan, juga terbentuk di zone
laut neritic) yang mengandung banyak
pengotor disamping material gamping,
cenderung menghasilkan BIT berukuran
halus Klei
Klei yang terbentuk di lingkungan hangat
(tropic) dan secara kimia kaya basa (Ca2+)
akan membentuk klei smektite (swelling
clay)
PERKEMBANGAN TANAH
KHUSUS
Pengolahan tanah:
Irigasi
Pembajakan
Pemupukan
Rotasi tanaman
Pemangkasan dan penimbunan permukaan
tanah
Pemadasan sementasi:
Besi
Silika
Kompaksi dan sementasi lemah
PEMAHAMAN HORISON DIAGNOSTIK DAN
SIFAT DIAGNOSTIC MENURUT LOGIKA
GENESIS
Epipedon:
Molik material abu gunungapi dengan kandungan
organic tinggi; material lapukan batuan gampingan
dengan kadungan organic tinggi dan terletak di wilayah
dengan periode kering pendek (< 3 bulan)
Umbrik berkembang dari bahan induk yang sama
dengan Molik tetapi telah mengalami pelapukan lebih
lanjut, kandungan organic rendah, periode kering panjang
Melanik abu gunungapi, tersusun atas mineral allophane
Fibrik bahan induk organic dengan tingkat dekomposisi
relative tinggi (kadang tergenang kadang tidak)
Folistik bahan induk organic dengan tingkat dekomposisi
relative rendah (relative tergenang secara permanen)
Antropik dan plagen horison yang terbentuk oleh
aktivitas manusia; sisa-sisa organic menyebabkan
kandungan P2O5 menjadi sangat tinggi
ENDOPEDON

Kawasan beriklim basah:


Albik lapisan yang hampir semua basa telah terlindi
sehingga berwarna pucat - putih
Kambik ada perbedaan kandungan klei antara lapisan
tanah atas dan lapisan tanah bawah namun < 3%; tdk ada
cutan / clay bridge
Argilik perbedaan kandungan klei > 3% antara lapisan
tanah atas dan lapisan tanah bawah; pada jarak < 15 cm;
ada cutan / clay bridge
Kandik argilik dengan CEC yang sangat rendah
Glosik -- argilik yang rusak karena tererosi
Spodik - argilik yang bercampur dengan organic
Sombrik spodik yang mempunyai CEC yang sangat rendah
ENDOPEDON

Kawasan beriklim kering:


Natrik terjadi pengkayaan garam Na
Kalsik terjadi pengkayaan garam Ca
Gipsik terjadi pengkayaan garam CaSO4
Salik terjadi pengkayaan garam-garam lain yang
lebih mudah larut dari gypsum
Petrokalsik terjadi sementasi lapisan oleh garam Ca
Petrogipsik terjadi sementasi lapisan oleh garam
CaSO4
Kawasan terpengaruh oleh pengolahan tanah
Agrik proses mirip dengan perkembangan tanah oleh
air infiltrasi-perkolasi, namun sebagai akibat dari
pengolahan sehingga kandungan pasir halus dan debu
menjadi dominan pada endopedonl proses dipercepat
ENDOPEDON

Kawasan beriklim tropik dan basah


Oksik seluruh lapisan mengalami pelapukan lanjut shg
tidak ada lagi mineral dapat lapuk; warna tanah lebih
merah dari 7.5YR; CEC dan KB rendah; masam
Kawasan beriklim kering:
Natrik terjadi pengkayaan garam Na
Kalsik terjadi pengkayaan garam Ca
Gipsik terjadi pengkayaan garam CaSO4
Salik terjadi pengkayaan garam-garam lain yang lebih
mudah larut dari gypsum
Petrokalsik terjadi sementasi lapisan oleh garam Ca
Petrogipsik terjadi sementasi lapisan oleh garam
CaSO4
ENDOPEDON

Kawasan terpengaruh oleh proses-proses khusus:


Pemadasan sementasi
Fragipan sementasi lemah; lebih bersifat karena
pemadatan
Duripan sementasi oleh silica dan besi
Placic sementasi oleh silica
Konkresi
Ortstein bongkah-bongkah besi
Pengolahan tanah
Agrik proses mirip dengan perkembangan tanah oleh
air infiltrasi-perkolasi, namun sebagai akibat dari
pengolahan sehingga kandungan pasir halus dan debu
menjadi dominan pada endopedonl proses dipercepat
SIFAT DIAGNOSTIC
YANG HANYA BERLAKU UNTUK
TANAH MINERAL
Perkembangan di wilayah iklim basah:
Albik materials dimungkinkan juga karena
genangan kemudian terjadi pengangkatan
Interfingering albic materials permukaan
tererosi kemudian terisi oleh albik materials
Lamellae argilik yang tipis; tebal lapisan <
7.5 cm
Spodic materials
SIFAT DIAGNOSTIC
YANG HANYA BERLAKU UNTUK
TANAH MINERAL
Perkembangan di wilayah iklim kering:
Anhydrous conditions
Identifiable carbonates
Perkembangan di wilayah berdrainase buruk
Plinthite
Perkembangan khusus karena sementasi
Durinodes
Fragic soil properties
Perwatakan khusus lapisan tanah:
n-value
Coefficient of Linear Extensibility (COLE)
Linear Extensibility (LE)
SIFAT DIAGNOSTIC
YANG HANYA BERLAKU UNTUK
TANAH MINERAL
Pengaruh Bahan Induk:
Andik soil properties abu gununapi
Resistant mineral silica
Slickenside bahan induk lapukan batuan
gampingan, terletak di dataran / cekungan
Weatherable minerals mineral-mineral lain
selain silica
Lithologic discontinuity dua bahan induk
berbeda jenis dan umur sehingga ada kontras
warna, tekstur, mineralogy
Abrupt tekstural change dimungkinkan
berkaitan dengan lithologic discontinuity
Petroferric contact
SIFAT DIAGNOSTIC
YANG HANYA BERLAKU UNTUK
TANAH ORGANIK
Kind of soil organic materials:
Fibers
Fibric soil materials
Hemic soil materials
Sapric soil materials
Humiluvic materials
Limnic materials:
Coprogenous earth
Diatomaceous earth
Marl
SIFAT DIAGNOSTIC
YANG HANYA BERLAKU UNTUK
TANAH ORGANIK
Thickness of Organic Soil Materials (control
section for Histosols and Histels):
Surface tier
Subsurface tier
Bottom tier
SIFAT DIAGNOSTIC
YANG BERLAKU UNTUK
TANAH ORGANIK DAN TANAH
Aquic conditions MINERAL
Densic contact
Densic materials high density materials
Lithic contact
Paralithic contact
Paralithic materials soft rocks / para-rocks
Cryoturbation
Gelic materilas evident of cryoturbation
Glacic layer ice layer
Permafrost permanently frozen
SIFAT DIAGNOSTIC
YANG BERLAKU UNTUK
TANAH ORGANIK DAN TANAH
Soil moisture regime MINERAL
Aquic inundated soils
Udic humid with dry period < 90 days
cumulative
Ustic - humid with dry period > 90 days
cumulative
Xeric mediteranean climate
Aridic and Torric moist condition < 90 days
consecutive
SIFAT DIAGNOSTIC
YANG BERLAKU UNTUK
TANAH ORGANIK DAN TANAH
Soil temperature regime MINERAL
Cryic mean annuall < 8 oC
Frigid mean annuall < 8 oC; the different between mean
summer and wither is more than 6 oC
Mesic mean annuall 8 15 oC
hermic mean annuall 15 22 oC
Hyperthermic mean annual temperature > 22 oC
iso-concept is the different between summer and winter is
< 5 oC
Sulfidic materilas
Soil materials that have pH > 3.5
Sulfuric materials
Soil materials that have pH < 3.5
GELISOLS
Mencakup semua tanah yang mempunyai
lapisan es permanen atau horison yang
selalu dalam kondisi beku (permafrost) di
dalam profil.
Mencakup semua tanah yang mempunyai
ciri teraduk (pedoturbasi) oleh proses
pembekuan air pada musim dingin dan
pencairan es pada musim panas
Tidak terdapat Gelisols di Indonesia. Di
Puncak Jaya tidak terdapat musim panas
dan musim dingin, tetapi selalu dingin
karena elevasinya di atas 5000 m dpal
USDA SOIL TAXONOMY

It is a multi-hierarchy classification six levels


started from ORDER SERIES
From the top to the lowest category, the requirement
is getting more detail
It is designed for soil mapping from the global scale
to the detail scale
USDA SOIL TAXONOMY
STRUCTURES
KLASIFIKASI TINGKAT
ORDO
Berdasarkan ada / tidak adanya horison
diagnostic dan/atau sifat diagnostic
Berdasarkan susunan horison diagnostic
dan/atau sifat diagnostik
KLASIFIKASI TINGKAT
ORDO
Apakah tanah mempunyai permafrost?
Ya Gelisols
Tidak pertanyaan berikut:
Apakah tanah mempunyai Histik dan/atau
Folistik Epipedon ?
Ya Histosols
Tidak pertanyaan berikut:
KLASIFIKASI TINGKAT
ORDO
Apakah tanah mempunyai Spodik
Endopedon?
Ya Spodosols
Tidak pertanyaan berikut:
Apakah tanah mempunyai Melanik Epipedon
dan/atau Andic soil properties ?
Ya Andisols
Tidak pertanyaan berikut:
KLASIFIKASI TINGKAT
ORDO
Apakah tanah mempunyai Oksik Endopedon?
Ya Oksisol
Tidak pertanyaan berikut:
Apakah tanah mempunyai Slickenside ?
Ya Vertisols
Tidak pertanyaan berikut:
KLASIFIKASI TINGKAT
ORDO
Apakah tanah mempunyai regim kelembaban
Aridik / Torik?
Ya Aridisols
Tidak pertanyaan berikut:
Apakah tanah mempunyai Argilik dengan
KB<35% ?
Ya Ultisols
Tidak pertanyaan berikut:
KLASIFIKASI TINGKAT
ORDO
Apakah tanah mempunyai Epipedon Molik?
Ya Molisols
Tidak pertanyaan berikut:
Apakah tanah mempunyai Argilik dengan
KB>35% ?
Ya Alfisols
Tidak pertanyaan berikut:
KLASIFIKASI TINGKAT
ORDO
Apakah tanah mempunyai Endopedon
Kambik?
Ya Inceptisols
Tidak pertanyaan berikut:
Apakah tanah mempunyai Epipedon,
Endopedon, dan sifat diagnostic lain?
Ya Entisols
KLASIFIKASI TINGKAT SUB-ORDO

Tingkat sub-ordo diklasifikasikan atas dasar


pembatas-pembatas utama yang berupa regime
kelembaban dan regime suhu
Beberapa ordo diklasikasikan secara khusus
menurut:
Gelisols ada tidaknya material organic dalam
profil
Histosols tingkat kematangan bahan organic
Aridisols ada tidaknya horison dan/atau sifat
diagnostic
Entisols sebab-sebab tidak terbentuknya horiosn
dan/atau sifat diagnostic
KLASIFIKASI GELISOLS
DI TINGKAT SUB-ORDO
Gelisols diklasifikasikan atas dasar ada tidak-nya
bahan organic di dalam profil tanah
Histels
Turbels
Orthels
HISTOSOLS
Histosol (histos, jaringan
tanaman, solum, tanah).
Bahanorganicyangdidekomposisi
darijaringantanamanpada
umumnyamembentuktanahini.
BerdasarkanSoepraptohardjo
(1961a;1961b).Organosols
termasukdalamtipeini.
Jenistanahinilebihpopulardisebut
tanahgambut.
KebanyakanditemukandiRiau,
Sumatera(3.87jutaha),IrianJaya
(3.3juta),KalimantanTengah(1.99
juta),KalimantanBarat(1.70juta
ha)danSumateraSelatan(1.45
jutaha).
LANDSCAPE TANAH
HISTOSOLS
CONTOH TANAH
HISTOSOL
Organosol atau Tanah Gambut atau Tanah Organik
Jenis tanah ini berasal dari bahan induk organik seperti
dari
hutan rawa atau rumput rawa, dengan ciri dan sifat: tidak
terjadi deferensiasi horizon secara jelas, ketebalan lebih
dari
0.5 meter, warna coklat hingga kehitaman, tekstur debu
lempung, tidak berstruktur, konsistensi tidak lekat-agak
lekat,
kandungan organik lebih dari 30% untuk tanah tekstur
lempung dan lebih dari 20% untuk tanah tekstur pasir,
umumnya bersifat sangat asam (pH 4.0), kandungan unsur
hara rendah.
KLASIFIKASI HISTOSOLS
DI TINGKAT SUB-ORDO
Pada tingkat sub-ordo, Histosols diklasifikasikan atas
dasar tingkat kematangan material organic
penyusunya
Foliests
Fibrists
Hemists
Saprists
SPODOSOLS
Spodosols (spodos, wooden gray) adalah tanah-
tanah yang mempunyai tekstur lempung berpasir
dan dibentuk utamanya dari endapan pasir.
Warnanyaputihatauputihkeabua-abuan.Dan
mempunyaihorizonlapisanbawayangmerupakan
akumulasiFedanAl.Umumnyaditemukandidaerah
iklimbasadandibawahhutanhujantropis.Totalluas
sekitar2.16jutahaatau1.1%dariluasdaratan
IndonesiadanmenyebardiKalimantanTengah(1.51
jutaha),KalimantanBarat(0.42juta),dandi
KalimantanTimur(0.15jutaha).
KarenaSpodosoltermasuktanahyangmiskinunsur
haradanteksturtanahnyatergolongpasir,maka
pengelolaantanahiniharushati-hati.
LANDSCAPE TANAH
SPODOSOL
CONTOH TANAH
SPODOSOL :
Podsol
Jenis tanah ini telah mengalami perkembangan profil,
susunan horizon terdiri dari horizon albic (A2) dan
spodic (B2H) yang jelas, tekstur lempung hingga
pasir, struktur gumpal, konsistensi lekat, kandungan
pasir kuarsanya tinggi, sangat masam, kesuburan
rendah, kapasitas pertukaran kation sangat rendah,
peka terhadap erosi, batuan induk batuan pasir
dengan kandungan kuarsanya tinggi, batuan
lempung dan tuf vulkan masam. Penyebaran di
daerah beriklim basah, curah hujan lebih dari 2000
mm/tahun tanpa bulan kering, topografi
pegunungan. Daerahnya Kalimantan Tengah,
Sumatra Utara dan Irian Jaya (Papua).
KLASIFIKASI
SPODOSOLS DI TINGKAT
SUB-ORDO
Pada tingkat sub-ordo, Spodosols diklasifikasikan atas
dasar regim kelembaban dan regim suhu, serta
keberadaan material organic
Aquods
Gelods
Cryods
Humods
Orthods
ANDISOLS
Andisols (ando, tanah hitam) adalah
tanah yang berwarna gelap khususnya
pada lapisan atas.
Umumnyadibentukdariendapanvulkanik
olehkarenaitutanahinipadaumumnya
ditemukandidatarantinggidisekitar
gunungapi.Totalluassekitar5.39jutaha
atau2.9%darilahanyangadadiIndonesia
denganpenyebaranSumateraUtara(1.06
jutaha),JawaTimur(0.73juta),JawaBarat
(0.50juta),JawaTengah(0.45juta),dandi
Maluku(0.32jutaha).

LANDSCAPE TANAH
ANDISOLS
KLASIFIKASI ANDISOLS
DI TINGKAT SUB-ORDO
Pada tingkat sub-ordo, Spodosols diklasifikasikan atas
dasar regim kelembaban dan regim suhu
Aquands
Gelands
Cryands
Torrands
Xerands
Vitrands
Ustands
Udands
OXISOLS
Oxisols (oxide, oksida) adalah tanah-
tanah yang telah mengalami pencucian
yang intensif dan miskin hara, tinggi
kandungan AL dan Fe.
SepertihalnyaUltisols,Oxisols
mendominasilahankeringdenganintensitas
curahhujanyangtinggi.Tanah-tanahini
sudahtua.Totalluastanahinisekitar14.11
jutahaatau7.5%daritotallahanIndonesia
danmenyebardiSumateraSelatan(2.82
jutaha),IrianJaya(2.41juta),Kalimantan
Tengah(2.06juta),KalimantanBarat(1.79
juta),Jambi(1.14juta),danLampung(1.01
jutaha).
LANDSCAPE TANAH
OXISOLS
CONTOH TANAH
OXISOL :
Latosol
Jenis tanah ini telah berkembang atau terjadi
diferensiasi horizon, kedalaman dalam,
tekstur lempung, struktur remah hingga
gumpal, konsistensi gembur hingga agak
teguh, warna coklat merah hingga kuning.
Penyebarannya di daerah beriklim basah,
curah hujan lebih dari 300 1000 meter,
batuan induk dari tuf, material vulkanik,
breksi batuan beku intrusi
KLASIFIKASI OXISOLS DI
TINGKAT SUB-ORDO
Pada tingkat sub-ordo, Oxisols diklasifikasikan atas
dasar regim kelembaban dan regim suhu
Aquoks
Torroks
Ustoks
Perroks
Udoks
VERTISOL
Vertisols (verto, reversed) adalah tanah-tanah
mineral yang mempunyai warna abu
kehitaman, bertekstur liat dengan kandungan
30% pada horizon permukaan sampai
kedalaman 50 cm.
Faktordominanyangmempengarugi
pembentukantanahiniadalahiklimutamanya
iklimkeringdanbatuantanahyangkayaterhadap
kation.Olehkarenaitutanah-tanahiniditemukan
kebanyakandiNTT(0.198juta),JawaTimur(0.96
juta),NTB(0.125juta),SulawesiSelatan(0.22
juta)danJawaTengah(0.4jutaha).Sifatfisik
Vertisolyangkurangbaikadalahpermeabilitas
rendah,infiltrasilambatdantekturyangberat
sehinggamengalamikesukarandalam
pengolahantanah.
LANDSCAPE TANAH
VERTISOLS
KLASIFIKASI VERTISOLS
DI TINGKAT SUB-ORDO
Pada tingkat sub-ordo, Vertisols diklasifikasikan atas
dasar regim kelembaban dan regim suhu
Aquerts
Cryerts
Xererts
Torrerts
Usterts
Uderts
ARIDISOLS
Aridisols mencakup semua tanah yang mungkin
mempunyai endopedon Argilik dan Kambik tetapi
mempunyai regim kelembaban Aridik
Aridisols mencakup semua tanah yang tidak
mempunyai horison penciri namun mempunyai regim
kelembaban Aridik
Di Indonesia tidak terdapat tanah Aridisols
KLASIFIKASI ARIDISOLS
DI TINGKAT SUB-ORDO
Pada tingkat sub-ordo, Aridisols diklasifikasikan atas
dasar regim suhu dan keterdapatan endopedon khas
terbentuk oleh proses kapilerisasi
Cryids
Salids
Durids
Gypsids
Argids
Calcids
Cambids
ULTISOLS
Ultisols (ultimus-selesai) adalah
tanah-tanah yang berwarna kuning
merah dan telah mengalami pencucian
yang sudah lanjut.
Dikenalluassebagaipodsolikmerah
kuning.Tanah-tanahinimendominasi
lahankeringyangadadiSumatera,
KalimantandanJawa.Totalluasadalah
sekitar45.79jutahaatau24.3%dari
lahanIndonesiadanmenyebardi
KalimantanTimur(10.04jutaha),Irian
Jaya(7.62juta),KalimantanBarat(5.71
juta),KalimantanTengah(4.81juta),dan
Riau(2.27jutaha).
LANDSCAPE TANAH
ULTISOLS
CONTOH TANAH
ULTISOL
Podsolik Merah Kuning
Tanah mineral telah berkembang, solum (kedalaman)
dalam, tekstur lempung hingga berpasir, struktur
gumpal, konsistensi lekat, bersifat agak asam (pH
kurang dari 5.5), kesuburan rendah hingga sedang,
warna merah hingga kuning, kejenuhan basa
rendah, peka erosi. Tanah ini berasal dari batuan
pasir kuarsa, tuf vulkanik, bersifat asam. Tersebar di
daerah beriklim basah tanpa bulan kering, curah
hujan lebih dari 2500 mm/tahun.
KLASIFIKASI ULTISOLS
DI TINGKAT SUB-ORDO
Pada tingkat sub-ordo, Ultisols diklasifikasikan atas
dasar regim kelembaban dan regim suhu
Aquults
Humults
Udults
Ustults
Xerults
MOLLISOLS
Mollisols (mollis-halus) adalah tanah-
tanah mineral yang mempunyai morfologi
serupa dengan tanah-tanah praire.
Lapisanatasnyatebal(10-40cm),dan
berwarnagelapatauabugelap,kayabahan
organicdanbasa-basadanpHnyanetral.
Umumnyadibentukdaribahanbatuankapur
danprosespembentukannyasangat
dipengaruhiolehiklim.Luastanahinisekitar
9.91jutahaatau5.3%daritotaldaratan
Indonesia.DitemukandiIrianJaya(5.75juta
ha),NTT(1.05juta),Maluku(0.53Juta),
KalimantanTimur(0.52juta),Sulawesi
Tengah(0.39million),danJawaTimur(0.37
jutaha).
LANDSCAPE MOLLISOLS
KLASIFIKASI MOLISOLS
DI TINGKAT SUB-ORDO
Pada tingkat sub-ordo, Molisols diklasifikasikan atas
dasar regim kelembaban dan regim suhu
Albolls
Aquolls
Rendolls
Gelolls
Cryolls
Xerolls
Ustolls
Udolls
ALFISOLS
Alfisols terbentuk dari bahan induk yang
mengandung Ca++ dan tidak lebih tua
dari Pleistosen (Kwarter). Di Indonesia
Alfisols banyak yang berasal dari abu
gunungapi intermediate dengan
kandungan Ca-plagioklas tinggi
Alfisols di Indonesia proses
pembentukannya dipengaruhi oleh iklim
tropic humid sehingga cenderung
mempunyai pH agak masam (</= 6)
ALFISOLS
Kendala-kendala yang dijumpai pada tanah Alfisol
antara lain :
Kondisi lahan yang berlereng miring - terjal
Horison B Argilik dapat mencegah distribusi
akar yang baik pada tanah dengan horison B
yang bertekstur berat.
Pengelolaan yang intensif dapat menimbulkan
penurunan bahan organik pada lapisan atas
Kemungkinan terjadinya fiksasi Kalium dan
Amonium
Kandungan unsur P dan K yang rendah.
KLASIFIKASI ALFISOLS
DI TINGKAT SUB-ORDO
Pada tingkat sub-ordo, Alfisols diklasifikasikan atas
dasar regim kelembaban dan regim suhu
Aqualfs
Cryalfs
Xeralfs
Ustalfs
Udalfs
INCEPTISOLS
Inceptisols (inceptum- mulai
mengembang) adalah tanah-tanah
mineral yang secara berangsur
memperlihatkan horizon pedogenik.
Termasuktanah-tanahyangmasih
mudahdanmempunyaidistribusiyang
luasyaituhampir70.52jutaha.Aluvial,
Regosol,Andosol,Latosoldanbrown
forestsoil,Humicgleydansolonsac
adalahtermasukdalamtipeini.Tanah
iniditemukanhampirdiseluruhdaratan
IndonesiayaituIrianJaya(15.49juta),
KalimantanTimur(6.12juta),
KalimantanTengah(4.21juta),dan
Maluku(4.0jutaha).
LANDSCAPE
INCEPTISOLS
CONTOH TANAH
INCEPTISOL
a. Mediteran Merah Kuning
Tanah mempunyai perkembangan profil, solum
sedang hingga dangkal, warna coklat hingga
merah, mempunyai horizon B argilik, tekstur
geluh hingga lempung, struktur gumpal bersudut,
konsistensi teguh dan lekat bila basah, pH netral
hingga agak basa, kejenuhan basa tinggi, daya
absorpsi sedang, permeabilitas sedang dan peka
erosi, berasal dari batuan kapur keras (limestone)
dan tuf vulkanis bersifat basa. Khusus tanah
mediteran merah kuning di daerah topografi
Karst disebut terra rossa.
b. Andosol
Jenis tanah mineral yang telah mengalami perkembangan
profil, solum agak tebal, warna agak coklat kekelabuan
hingga
hitam, kandungan organik tinggi, tekstur geluh berdebu,
struktur remah, konsistensi gembur dan bersifat licin
berminyak (smeary), kadang-kadang berpadas lunak, agak
asam, kejenuhan basa tinggi dan daya absorpsi sedang,
kelembaban tinggi, permeabilitas sedang dan peka
terhadap
erosi. Tanah ini berasal dari batuan induk abu atau tuf
vulkanik.
c. Tanah sawah (paddy soil)
Tanah sawah ini diartikan tanah yang karena sudah lama (ratusan
tahun) dipersawahkan memperlihatkan perkembangan profil khas,
yang menyimpang dari tanah aslinya. Penyimpangan antara lain
berupa terbentuknya lapisan bajak yang hampir kedap air disebut
padas olah, sedalam 10 15 cm dari muka tanah dan setebal 2 5
cm. Di bawah lapisan bajak tersebut umumnya terdapat lapisan
mangan dan besi, tebalnya bervariasi antara lain tergantung dari
permeabilitas tanah. Lapisan tersebut dapat merupakan lapisan
padas yang tak tembus perakaran, terutama bagi tanaman
semusim.
Lapisan bajak tersebut nampak jelas pada tanah latosol, mediteran
dan regosol, samara-samar pada tanah aluvial dan grumosol.
TANAH SAWAH (PADDY
SOIL)
KLASIFIKASI
INCEPTISOLS DI
TINGKAT
Pada tingkat sub-ordo, Inceptisols SUB-ORDO
diklasifikasikan
atas dasar regim kelembaban dan regim suhu
Aquepts
Anthrepts
Gelepts
Cryepts
Ustepts
Xerepts
Udepts
ENTISOL
Entisols(recent- Holosin berarti
tanah mineral yang masih mudah).

Umumnyadibentukdarisedimen
vulkanik,batuankapurdanmetamorfik.
Aluvial,RegosolandLitosoltermasuk
dalamjenisini.Jenistanahini
kebanyakanditemukandiIrianJaya
(5.6jutaha),KalimantanTengah(1.54
jutaha),SumateraSelatan(1.27juta)
danNTT(0.91jutaha).
LANDSCAPE TANAH
ENTISOLS
CONTOH TANAH ENTISOL ANTARA
a. Aluvial LAIN :
Jenis tanah ini masih muda, belum mengalami
perkembangan, berasal dari bahan induk aluvium.
Penyebarannya di daerah dataran aluvial sungai, dataran
aluvial pantai dan daerah cekungan (depresi).
b. Regosol
Jenis tanah ini masih muda, belum mengalami diferensiasi
horizon, tekstur pasir, berasal dari bahan induk material
vulkanik piroklastis atau pasir pantai.
Penyebarannya di daerah lereng vulkanik muda dan di
daerah beting pantai dan gumuk-gumuk pasir pantai.
c. Litosol
Tanah mineral tanpa atau sedikit perkembangan profil,
batuan induknya batuan beku atau batuan sedimen keras,
kedalaman tanah dangkal (< 30 cm) bahkan kadang-
kadang merupakan singkapan batuan induk (outcrop).
KLASIFIKASI ENTISOLS
DI TINGKAT SUB-ORDO
Pada tingkat sub-ordo, Entisols diklasifikasikan atas
dasar sebab-sebab tidak adanya horison diagnostic:
Aquents
Arents
Psamments
Fluvent
Orthents