Anda di halaman 1dari 31

PERSENTASI KASUS

SINDROMA NEFROTIK

oleh:
Windy Nugraha Pratama 110.2010.289

PEMBIMBING :
Dr. SYIBLI, Sp.PD

KEPANITERAAN KLINIK ILMU PENYAKIT DALAM


RSUD ARJAWINANGUN
Pendahuluan
Kumpulan manifestasi klinis yang ditandai dengan:
Proteinuria masif lebih dari 3,5 gram per 1,73 m2 luas
permukaan tubuh per hari
Hipoalbuminemia kurang dari 3 gram per milliliter
Oedema anasarka
Lipiduria yang terlihat sebagai oval fat bodies
Kenaikan serum lipid, kolesterol, trigliserida, lipoprotein, dan
globulin

Berhubungan dengan kelainan glomerulus akibat penyakit-penyakit


tertentu atau tidak diketahui (idiopatik)
Klasifikasi
Sindrom nefrotik primer :
terbatas hanya di dalam
Berdasarkan etiologi ginjal dan idiopatik
Sindrom nefrotik sekunder :
penyakit berasal dari luar
ginjal
Etiologi
Penyakit Ginjal Primer Penyakit
Penyakit Metabolik Keganasan
dan Sistemik Penyakit Infeksi
Gangguan Sirkulasi Toksin Spesifik
Mekanik Kelainan
Kongenital
Berdasarkan Pengobatan

Steroid responsif : terdapat remisi setelah


pemberian steroid

Steroid non responsif : kegagalan mencapai


remisi dengan pengobatan
steroid selama 4 minggu
Patofisiologi
Perubahan permeabilitas
membran basalis Proteinuria
glomerulus

Tekanan osmotik
Hipoalbuminemia
koloid plasma

oedema
IDENTITAS PASIEN
Nama :Tn. M
Usia : 19 Tahun
Jenis kelamin : Laki laki
Alamat : Jagapura Kidul
Status : Belum Menikah
Pendidikan : SMP
Pekerjaan : Buruh
Masuk RS : 14 April 2015
Keluar RS :16 April 2015
ANAMNESA

Keluhan utama:

Bengkak di seluruh tubuh


Sejak 3 minggu SMRS
RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG

Bengkak pada mata, perut dan kaki sejak 3 minggu SMRS, semakin memburuk
sejak 5 hari yang lalu hingga pasien tidak bisa membuka matanya
Bengkak menjalar sampai ke kaki sejak 2 minggu SMRS
Nyeri ulu hati dan muntah > 5 kali/hari berisi makanan
BAK tidak lancar, disertai rasa nyeri, jumlahnya sedikit, 1 2
kali/hari, dan berwarna kuning keruh
Riwayat Penyakit Dahulu

Riwayat penyakit DM (-)

Riwayat tekanan darah tinggi (-)

Riwayat asthma (-)

Riwayat sakit kuning (-)

Riwayat Penyakit Keluarga

Riwayat penyakit DM (-)

Riwayat tekanan darah tinggi (+)

Riwayat asthma (-)

Riwayat sakit kuning (-)


PEMERIKSAAN FISIK

Kesadaran : Compos mentis


Tekanan darah : 160/90 mmHg
Nadi : 104 x/menit
Pernafasan : 28 x/menit
Suhu : 36,5 C
Status gizi : Gizi lebih
(TB 152 cm, BB 65 kg, IMT: 28,13)
STATUS GENERALISATA

Kulit
Warna sawo matang, efloresensi dan jaringan parut (-),
pigmentasi masih dalam batas normal, keringat umum dan
lokal (+), turgor tidak menurun.

Kelenjar Getah Bening


Kelenjar getah bening submandibula, leher, axilla dan
inguinal tidak ada pembesaran.
KEPALA

Bentuk
Normal, simetris
Rambut
Hitam, tidak mudah rontok
Mata
konjungtiva anemis +/+
sklera ikterik -/-
reflex cahaya +/+
pupil isokor kanan=kiri
edema palpebra +/+
Telinga
Bentuk normal, simetris
Hidung
Bentuk normal, septum ditengah, tidak deviasi
Mulut
Bentuk normal, lidah tidak kotor, tidak hiperemis
LEHER

Kelenjar getah bening tidak teraba


Trakhea berada di tengah
Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid
JVP tidak meningkat
THORAKS

Paru- paru

Inspeksi:
Bentuk dada simetris kanan dan kiri
Pergerakan dinding dada simetris kanan dan kiri

Palpasi:
Fremitus taktil dan vocal simetris kanan dan kiri, tidak ada
krepitasi

Perkusi:
Suara sonor pada kedua lapang paru

Auskultasi:
Suara vesikuler dan bronkial normal, ronkhi -/-, wheezing -/-
Jantung

Inspeksi:
Ictus cordis tidak terlihat

Palpasi:
Ictus cordis teraba pada ICS 5 linea midclavicula sinistra

Perkusi:
Batas atas : ICS 3 linea parasternalis sinistra
Batas kanan : ICS 4 linea sternalis dextra
Batas kiri : ICS 5 linea midclavicula sinistra

Auskultasi:
Bunyi jantung I-II murni regular, murmur ( - ), gallop ( - )
ABDOMEN

Inspeksi:
Bentuk abdomen cembung tegang, simetris, striae

Auskultasi:
Bising usus ( + ) normal

Perkusi:
Terdengar suara redup mendominasi lapang abdomen
Shifting dullness ( + )

Palpasi:
Hepar sulit dinilai
Lien sulit dinilai
Ginjal sulit dinilai
Vesica urinaria sulit dinilai
Undulasi ( + )
Nyeri tekan ( - )
EKSTREMITAS

Superior:
Akral hangat, Udema +/+

Inferior :
Akral hangat, Pitting udema pretibial +/+

GENITALIA

Tidak diperiksa
PEMERIKSAAN PENUNJANG
LAB RESULT FLAGS UNIT NORMAL

WBC 20,08 H 10^3/ 4.0-12.0

LYM 1,5 10^3/ 1.0-5.0

MON 0,9 10^3/ 0.1-1.0

GRANUL 17,9 H 10^3/ 2.0-8.0

LYM % 7,2 L % 25.0-50.0

MON% 4,6 % 2.0-10.0

GRANUL% 88,2 H % 50.0-80.0

RBC 4,47 10^6/ 4.0-6.20

HGB 7,9 L g/dl 11.0-17.0

HCT 26,8 L % 35.0-55.0

MCV 62,2 L 80.0-100.0

MCH 19,9 L Pg 26.0-34.0

MCHC 32,0 g/dl 31.0-35.0

RDW 17,7 % 10.0-16.0

PLT 482 H 10^3/ 150.0-400.0

MPV 0,9 7.0-11.0

PCT 0.441 % 0.200-0.50

POW 16,9 % 10.0-18.0


GDS: 96 mg/dL

FUNGSI GINJAL
PEMERIKSAAN HASIL METODE NILAI SATUAN
NORMAL
Ureum 52,03 Urease UV 10 - 50 mg/dL
Liquid
Kreatinin 0,98 Jaffe Corpt 0,6 1,38 mg/dL
STA
Uric Acid 10,73 UA Plus 3,34 7,0 mg/dL
FUNGSI HATI
PEMERIKSAN HASIL METODE NILAI SATUAN
NORMAL
Protein Total 4,06 Biuret 7,0 9,0 gr/dl
Albumin 1,34 BCG Alb Plus 3,5 5,0 gr/dl
Globulin 2,65 1,5 3,0 gr/dl

SGOT 26 IFCC2 0 38,0 U/I


SGPT 27 IFCC2 0 - 41 U/I

LIPID PROFIL
PEMERIKSAN HASIL METODE NILAI SATUAN
NORMAL
Cholesterol total 464 CHOD PAP (-220/resiko tnggi) mg/dl
HDL Cholesterol 75 45 65 / 35 - 55 mg/dl

LDL Cholesterol 332 < 100 mg/dl

Trigliserida 255 GPO - PAP (-150/resiko tinggi) mg/dl


URIN RUTIN

PEMERIKSAN HASIL METODE NILAI SATUAN


NORMAL
Warna Kuning Carik celup Kuning jernih -
pH 5 Carik celup 5,0 8,0 -
Berat Jenis 1.000 Carik celup 1.005 1.080 -
Nitrit Negative Carik celup - -
Protein (+) 4 Carik celup Negative -
Glukosa Negative Carik celup - -
Keton Negative Carik celup - -
Bilirubin Negative Carik celup Negative -
Urobilinogen Negative Carik celup - -
SEDIMEN
PEMERIKSAN HASIL METODE NILAI SATUAN
NORMAL
Leukosit (+) 2-3 - /LPB
Eritrosit (+) 1-3 - /LPB
Epitel (+) 3-5 - /LPB
Kristal Negative - /LPB
Silinder Sil granula - /LPB
(+) 2-4
RESUME

Pasien Tn. M, 19 tahun datang dengan keluhan bengkak pada


mata, perut dan kaki. Mual (+), muntah (+) >5x/hari, konjungtiva
anemis +/+, sesak (+), asites (+), edema anasarka (+), urin warna
keruh (proteinuria +4), shifting dullness (+), undulasi (+), anemia
(hb: 7,9 g/dl), leukositosis (20.080), trombositosis (482.000),
hipoalbuminemia (1,34 gr/dl), hipercholesterolemia.
DAFTAR MASALAH

Sindroma Nefrotik
Hipoalbuminemia
Proteinuria masif
Edema anasarka

Anemia mikrositik hipokrom


PENGKAJIAN
Sindrom Nefrotik
Atas dasar:
Mual (+), muntah (+) >5x/hari, edema palpebra (+), asites (+),
edema anasarka (+), urin warna keruh (proteinuria +4), shifting
dullness (+), undulasi (+), hipoalbuminemia (1,34 gr/dl),
hipercholesterolemia,.

Assessment: Sindroma Nefrotik

Planning:
Pemeriksaan darah lengkap
Pemeriksaan urin lengkap
Pemeriksaan fungsi ginjal
Pemeriksaan fungsi hati
Pemeriksaan lipid profil
USG renal
Terapi

Non farmakologis
Tirah Baring
Pengaturan makanan yang cukup dan seimbang:

Diet rendah protein 0,5 gr/kgBB/hari


Diet rendah garam

Farmakologis
Furosemid 1 x 3 mg/ KgBB/hari
Captopril 3 x 12,5mg
Spinorolakton 2-3 mg/kgBB/hari
Simvastatin 1 x 10 gr tab
prednison 125 mg setiap 2 hari sekali selama 2 bulan
kemudian dosis dikurangi bertahap
dan dihentikan setelah 1-2 bulan jika relaps,
terapi dapat diulangi
PENGKAJIAN
Anemia mikrositik hipokrom

Atas dasar:
Konjungtiva anemis +/+, hb: 7,9 g/dl, MCV 62,2, MCH 19,9

Assessment: Anemia mikrositik hipokrom

Planning: Periksa darah lengkap

Terapi
Non farmakologis: bed rest
Farmakologis: transfusi 2 labu
FOLLOW UP

14 April 2015
S:Bengkak pada O: A: P:
seluruh tubuh, asites, Cek:
BAK keruh, BAB T:160/90 mmHg SINDROMA Urin lengkap
hitam dengan lendir P: 114 x/menit NEFROTIK Fungsi hati
kuning, batuk kering, R: 24 x/menit Fungsi ginjal
muntah air >5x/hari, S: 36,5 Lipid profile
mual (+)
Terapi:
Infus RL 10 gtt/menit
Amlodipin 3x1
KSR 2x1
Furosemid 2x1
Sprinolakton 1x25mg tab
Ranitidine 3x1 amp iv
Ceftriakson 2x1
Dexametason 3x1
Vitamin B12 3x1
Metilprednisolon 3x16mg tab
Sangobion 3x1
Asam folat 3x1
15 April 2015
S:Bengkak pada seluruh O: A: P:
tubuh, asites, BAK keruh,
batuk kering, muntah air > T: 130/80 mmHg SINDROMA Terapi lanjutan
3x/hari, mual (+) P: 100 x/menit NEFROTIK
R: 20 x/menit
S: 36,7

16 April 2015

S: O: A: P:
Bengkak seluruh tubuh, tidak
bisa membuka mata, BAK T: 160/90 mmHg SINDROMA Terapi lanjutan
warna keruh, batuk kering, P: 88 x/menit NEFROTIK
mual (+), muntah (+) berisi R: 22 x/menit
air >5x S: 36,5
PROGNOSIS

Ad vitam : dubia ad bonam


Ad fungsionam : bonam
Ad sanactionam : bonam
DAFTAR PUSTAKA
Haznam, M.W. Ginjal dan Hipertensi dalam Diagnostik dan Terapi Ilmu
Penyakit Dalam, edisi 3, EGC. Jakarta 2009.P. 125-136

Price, Braunwald, Kasper, et al. Nephrotic SyndromeinHarrisons Manual Of


Medicine. 17thed.McGraw Hill. USA 2008. P. 803-806

Prodjosudjadi, W. Sindroma Nefrotik dalam Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam


Edisi editor Setiohadi, B. Interna Publishing, Jakarta2009, P.999-1003.

Scanlon VC, Sanders T. Physiology of Renal in Essential of anatomy and


physiology. 5th ed. US: FA Davis Company; USA 2007. P.433-435

Soegondo S. Mansjoer A. et al. Sindrom NefrotikdalamPanduan Pelayanan


Medik PAPDI.3rd ed. editor Aziz A.R. Interna Publishing, Jakarta2009. P 243-
251

Stephen JM, William G. Nephrotic Syndrome in Pathophysiology of Disease.


5th ed. Lange-Mc Graw Hill.USA2003. P.476-477

Sukandar Enday. Sindrom Nefrotik. Dalam : Ilmu Penyakit Dalam Jilid II.
Balai Penerbit FKUI . Jakarta : 1998 ; 282 305