Anda di halaman 1dari 22

Struktur Organ

yang Terkait Dalam


Proses Berkemih

10.2013.475
Skenario 5

Seorang laki-laki berusia 35 tahun meminta izin ke toilet


sewaktu rapat. Sebelumnya, saat rapat belum dimulai ia telah
minum 3 gelas air putih
Identifikasi
istilah

Rumusan Masalah
Laki-laki berusia 35 tahun ke toilet setelah minum 3 gelas air.
Analisis Masalah
Organ-organ pembentukan urin

Ginjal
Ureter
Vesica Urinaria
Urethra
Struktur Makroskopis Ginjal
a. renalis,

Ureter
a vesicales superior dan inferior,
a. spermatica (L) a. Ovarica (P)
a. iliaca communis.
Pembuluh balik nya sesuai dengan
arterinya.

A. renalis

A.
spermatica/ovarica
A. Iliaca communis
Vesika Urinaria.
A. vesicalis inferior:
Fundus&collum. A.
vesicalis
superior:anterosuperior.
A.obturaturia. A.glutea
inferior. V. Dorsalis penis
profunda.

Terletak tepat di
belakang simphisis
pubis dan di
depan rektal. Jika
penuh mampu
mencapai
umbilikus di
rongga
abdominopelvis
URETRA
Pada laki-laki, 4
bagian:
-Pars Prepostatika
-Pars Prostatika
-Pars Membranasea Apex Prostat

-Pars Spongiosa
HISTOLOGI

Vesika urinaria:
epitel
transisional
berbentuk
kubah,inti dua
Jaringan ikat
subepitel
menjadi lamina
propria dan
tunika
submukosa
Struktur Mikroskopis Ginjal
GLOMERULUS TKP

TKD
Struktur mikro genitalia
pria
Fungsi Ginjal

Mempertahankan keseimbangan air


Mempertahankan osmolaritas dan cairan tubuh
Mengatur jumlah dan konsentrasi elektrolit cairan
Mempertahankan volume plasma dan keseimbangan asam
basa
Mengekskresi sisa-sisa metabolisme
Mengeluarkan zat-zat asing
Memproduksi eritropoietin dan renin
Mengubah vitamin D menjadi bentuk aktif.
Pembentukan urine
REFLEK DAN
KONTROL
VOLUNTER KEMIH
Faktor faktor yang mempengaruhi
jumlah urin:

1. Hormon antidiuretik (ADH)


ADH berperan dalam penyerapan air dari tubulus ginjal. ketika kita berolah raga, keluar
banyak cairan tubuh, maka hipotalamus akan mensekresikan ADH, untuk
memperbanyak penyerapan air di ginjal. sehingga urine yang diasilkan sedikit dan lebih
pekat. demikian pula sebaliknya.
2. Stres psikologis
Meningkatnya stres dapat mengakibatkan meningkatnya frekuensi keinginan berkemih.
Hal inikarena meningkatnya sensitivitas untuk keinginan berkemih dan jumlah urine
yangdiproduksi.
3. Jumlah air yang di minum
jika jumlah air yang diminum banyak konsentrasi protein darah menurun dan
konsentrasi air meningkat. Oleh karena itu tekanan koloid protein menurun sehingga
tekanan filtrasinya menadi kurang efektif. Akibatnya air yang diserap berkurang.
Hasilnya urin yang diproduksi meningkat.
4. Pertumbuhan dan perkembangan
Usia dan berat dapat mempengaruhi jumlah pengeluaran urin. Pada usia lanjut volume
kandung kemih berkurang perubahan fisiologis banyak di temukan setelah usia 50
tahun. Demikian juga wanita hamil sehingga frekuensi berkemih juga akan lebih sering.
SIFAT URIN

volume urin antara 600-2500 ml/24 jam


Berat jenis urin normal antara 1,003-1,030
Urin dapat bersifat asam, netral, atau basa dengan pH
antara 4,7-8,0
Warna urin normal kuning muda
Bau ini dapat bervariasi sesuai dengan makanan yang
dikonsumsi
normal jerih, mengandung fosfat dan bakteri urin.
Komposisi urin

Urea-metabolisme protein
Amonia-normal sedikit dalam urin
Kreatinin-normalnya 20-26 mg/kg pada laki-laki
Asam urat-hasil akhir oksidasi purin
Asam amino-sedikit dalam urin,penyakit hati
Klorida-pengeluarannya tergantung dari masukan
Sulfur-protein
Fosfat-gabungan dari natrium dan kalium fosfat
Oksalat-urin rendah,penderita hiperoksaluria, jumlah oksalat relatif
tinggi
Mineral: Na, Ca, K, Mg ada sedikit dalam urin.
Vitamin, hormon dan enzim dalam urin sedikit.
Kesimpulan

Sistem pembentukan urin dimulai dari proses homeostasis di


ginjal, yaitu filtrasi glomerulus, reabsorpsi tubulus, dan sekresi
tubulus. Setelah itu urin mengalir dari pelvis ginjal, kemudian
kedua ureter dengan gerakan peristaltik. Rasa ingin berkemih
akan timbul apabila vesica urinaria berisi urin sebanyak 200-
300 ml. Sampai akhirnya akan keluar melalui saluran kemih,
yaitu uretra.