Anda di halaman 1dari 32

OBAT ANTIKOAGULAN

Dra.Suhatri. MS.Apt
FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS ANDALAS
Antikoagulan
*obat tertentu bisa membantu seseorang
yang
memiliki resiko tinggi terbentuk bekuan
darah yang berbahaya.
* penyakit arteri koroner yang berat,
trombosit
bisa menyumbat arteri yang menyempit
dan
menghentikan aliran darah pembuluh
koronaria jantung, terjadi serangan
jantung.
*Obat golongan ini mencegah pembekuan
darah dengan menghambat
pembentukan
atau menghambat fungsi faktor
pembekuan
darah.
*antikoagulan diperlukan untuk
mencegah
terbentuk dan meluasnya thrombus dan
emboli
*mencegah bekunya darah di in vitro
pada
pemeriksan laboratorium dan tranfusi.
* antikoagulan seringkali disebut
sebagai
pengencer darah, meskipun
sesungguhnya
tidak benar-benar
mengencerkan darah.

* antikoagulan yang sering


digunakan adalah
warfarin (per-oral) dan heparin
(suntikan).
PENEMUAN ANTIKOAGULAN
*ditemukan adanya pendarahan Pada
ternak
pemakan sweet clover 1924
di Dakota dan Canada

* Diidentifikasi 1929 ditemukan dikumarol


(bishidroksi kumarin).

* 1948 senyawa sintetik digunakan orang


sebagai
rodentisida,

* warfarin (kumarin) merupakan prototip


antikoagulan oral dan paling sering
digunakan
Penggolongan Antikoagulan yaitu :
a. Heparin
b. Antikoagulan Oral
a. Heparin
Heparin endogen suatu mukopolisakarida
yg
mengandung sulfat, disintesa di dalam sel
mast yang banyak terdapat dalam paru.
Sacara fisiologis
*peranan heparin belum diketahui, tetapi
penglepasan ke dalam darah secara tiba-
tiba pada reaksi syok anafilaktik,
*heparin berperan dalam reaksi
imunologik.
Mekanisme kerja
mengikat antitrombin III sehingga
mempercepat
inaktivasi faktor pembekuan darah.
Pemberian heparin dosis kecil dengan AT III
menginaktivasi faktor Xa & mencegah
pembe
kuan dg mencegah perubahan protombin
menjadi trombin.
dlm jumlah besar menghambat pembekuan dg
menginaktivasi trombin & faktor pembekuan
sebelumnya, sehingga mencegah perubahan
fibrinogen menjadi fibrin.
Efek dari pemberian heparin
* menekan kecepatan sekresi
aldosteron,
meningkatkan kadar tiroksin
bebas dlm
plasma, menghambat activator
fibrinolitik,

*menghambat penyembuhan luka


menekan
imunitas seluler,
menekan reaksi hospes terhadap
mikroorganisme
mempercepat penyembuhan luka
bakar.
b. Antikoagulan Ora
merupakan antagonis vit K (vit K sebagai kofaktor
yang berperan dalam aktivasi faktor pembekuan
darah II, VII,IX dan X )
Respon terhadap antikoagulan oral
dipengaruhi oleh banyak faktor asupan vit K,
lemak dalam makanan yang dikonsumsi,
interaksi dengan obat lain.
Obat- obat yg dpt mengurangi respon
antikoagulan
oral antara lain barbiturat, glutetimid &
rifampisin.
FARMAKOKINETIK
Warfarin yg merupakan campuran rasemat dua isomer
optik aktif (bentuk R dan S)
absorpsi
- diserap cepat & hampir sempurna dari GI kadar
plasma maksimal pd orang normal dalam waktu 90
menit.
- melalui iv, im atau rektal sangat baik; perdarahan
dpt terjadi akibat kontak kulit berulang dg larutan
warfarin yg digunakan sebg rodentisida.
T: warfarin 36-48 jam,
terikat pada protein plasma dan terakumulasi cepat dalam
hati terutama dalam mikrosom.
Ekresi
melalui empedu.
Dosis
respon antikoagulan langsung berhubungan dg dosis
warfarin pada orang normal,
dosis antar individu bisa sangat bervariasi.
Variasi respon ini terjadi pd terapi lama mungkin
karena perbedaan dlm afinitas reseptor,
warfarin dosis terapetik menurunkan jumlah total
setiap faktor koagulasi yang bergantung pada
vitamin K yang diproduksi oleh hati (sampai 30-50%)
molekul yg disekresi kurang terkarboksilasi sehingga
aktivitas biologis juga berkurang (10-40% dr normal)
Pd resistensi (genetik) dosis warfarin 5-10 X
dosis dari lain( penurunan afinitas reseptor
warfarin). Terapi lama peka terhdp fluktuasi vit
K dlm makanan
Diit penurunan bobot badan (kaya akan sayuran
hijau) dan nutrisi kaya vitamin K serta gangguan
absorpsi vitamin K, malabsorpsi lemak dapat
menurunkan respons.
disfungsi hati & hipermetabolik saat demam
atau ipertiroidisme dpt meningkatkan respons
dg meningkatkan katabolisme faktor koagulasi
yg bergantung pd vit K
Kenaikan sintesis faktor ini mungkin
menimbulkan resistensi ringan yang diamati
pada kasus kehamilan.
PENGGUNAAN ANTIKOAGULAN
ORAL
Antikoagulan oral efektif
mencegah tromboembolisme
vena primer dan sekunder,
pencegahan embolisme sistemik
pada katup jantung prostetik
atau fibrilasi atrium
pencegahan stroke, infark
kambuhan, kematian pada infark
miokardium akut
Interaksi Obat
antikoagulan oral menurun absorpsinya,
diikat oleh kholestiramin dam saluran
pencernaan,
kenaikan volume distribusi dan waktu paruh
pendek, pd hipoproteinemi pd sindrom
nefrotik,
clearance nya meningkat oleh obat induksi
enzim hati (barbiturat, rifampin, fenitoin atau
alkohol kronis, makanan atau suplemen)
makanan yg kaya akan vitamin K &
peningkatan ambang faktor-faktor koagulasi
selama kehamilan.

Dapat terjadi perdarahan serius
(gastrointestinal, intraperitoneal, ).
Protrombin Time diukur & harganya lebih
pjg, biasanya terapi dilanjutkan dg
pemberiaan vitamin Kl
dibutuhkan pd sintesa protein-protein
koagulasi terkarboksilasi penuh,
perbaikan hemostasis terjadi setelah
beberapa jam s/g 24 jam
Bila efek segera diinginkan,kadar faktor
koagulasi yang bergantung pada vitamin
K dipulihkan melalui transfusi plasma
beku segar (1020 ml/kg).
Peningkatan respons
- Jaundice obstruktif
- Fistula biliar
- Steatorrhoea
- Starvasi
- Gangguan hati
- Gagal jantung kongestif
- Demam dan hipertiroid
- Obat lain
Peningkatan respons
Sindrom nefrotik
Resistensi bawaan
Penurunan absorpsi vitamin K mungkin
akibat
terhambat ekskesi empedu
Penurunan asupan vitamin K harian
Penurunan produksi faktor pembekuan
yang bergantung pada vitamin K
Peningkatan respons saat kongesti
berkem-
bang dan penurunan respons pengguna-
an diuretic
Peningkatan kecepatan penghancuraan faktor
pembekuan yg bergantung pd vitamin K

Obat tertentu menyebabkan disfungsi hati


dan meningkatkan respons atau mempenga-
ruhi fungsi platelet atau melalui mekanisme
farmakokinetik

Penurunan ikatan protein dan peningkatan


clearance plasma warfarin
Peningkatan afinitas terhadap vitamin K dan
antikoagulan pada tempat reseptomya.
Reaksi tidak diharapkan non hemoragi
nekrosis kulit
komplikasi ini biasanya terjadi dalam 38 hari
terapi &disebabkan oleh trombosis ekstensif
venula dan kapiler dalam jaringan lemak subkutan.
Antikoagulan oral dapat menembus plasenta pada
kehamilan risiko kelainan bawaan pada fetus dgn
tanda hipoplasia hidung dan kalsifikasi epifise yang
mirip chondrodysplasia punctuata,
kelainan susunan saraf pusat atau perdarahan
fetus kematian dlm rahim mungkin terjadi pd
pemakaian
dalam triwulan II dan III (pemakaian antikoagulan
dalam kehamilan tidak dianjurkan).
C. Antikoagulan in vitro

Antikoagulan bekerja mengikat ion kalsium


Natrium sitrat:
dalam darah akan mengikat kalsium menjadi
kompleks kalsium sitrat,
bahan ini banyak digunakan dalam darah untuk
tranfusi karena tak ada efektoksiknya.
Asam oksalat
senyawanya digunakan untuk antikoagulan in
vitro,sebab terlalu toksik untuk penggunaan in
vivo.
Anti trombosis
aspirin dosis rendah (dan
beberapa obat lainnya) bisa
mengurangi perlengketan antar
trombosit sehingga tidak akan
terbentuk gumpalan darah
(trombus) yang akan menyumbat
arteri.
C:KerjaAntiThrombolitikdariAspirin

COX1/COX2
COX1
Kerja Anti-Thrombolitik dari
Aspirin
Dosistunggaldariaspirinsekitarduakalilipat
rata
Rata2bleedingtimedariorangnormaluntuk
waktu 47hari.

SejakThrombosithanyamempunyaiObat
COX1,khususCOX2adaantithrombolitik.
Pharmacokinetics
NSAID diabsorbsi pada gaster dan
usus kecil masuk kealiran darah.
90% - 95% dari NSAID terikat
pada plasma proteins yang
berlawanan.
5% - 10% larut kedalam plasma
dan efek
klinis
Dimetabolisasi dalam hati dan
dikeluarkan oleh ginjal, tetapi
Aspirin
Aspirin: ASA (acetylsalicylic Acid)
Hipocrates pertama kali digunakan
salicin, adalah extract dari willow
bark pada abad kelima.
Felix Hoffman (Bayer & Co) membuat
senyawa ASA pada 1897
Bayer memasarkan pada 1899
Menghambat platelet aggregation
Gold Standard
Efek Samping
Iratasi Lambung
Disfungsi & kerusakan
Ginjal
Disfungsi & kerusakan
Hati
Reyes Syndrome
Anemia
Reaksi pada Kulit
Efek Susunan Saraf
pusat : Tinnitus,
Nervousnes.
Kontraindikasi
Alergi Aspirin
Ulcus Gaster
Penyakit pada Ginjal dan Hati.
Gangguan darah.
fibrinolitik
adalah obat-obat yg membantu melarutkan
bekuan darah yang telah terbentuk.
segera melarutkan bekuan bisa mencegah
kematian jaringan jantung karena kekurangan
darah akbiat penyumbatan pembuluh darah.

fibrinolitik yg biasa digunakan untuk


melarutkan bekuan pada penderita serangan
jantung adalah streptokinase, urokinase dan
aktivator plasminogen jaringan.

Fibrinolitik
saat terjadi kerusakan jaringan, sel endotel
pembuluh darah akan melepaskan tromboplastin
jaringan yang menyebabkan perubahan faktor X
menjadi bentuk aktif faktor Xa.
Faktor Xa ini akan mengubah protrombin menjadi
trombin, trombin akan mengubah fibrinogen menjadi
fibrin.
Untuk mempertahankan darah agar tidak beku maka
dalam darah ada protein yang berfungsi sebagai anti
trombin yaitu yang disebut plasmin
Plasmin akan mendegradasi fibnin dari fibninogen