Anda di halaman 1dari 49

FRAKTUR

PATOLOGIS

Definisi

Fraktur patologis

fraktur akibat lemahnya struktur tulang


oleh proses patologik,
seperti neoplasia, osteomalasia,
osteomielitis, dan penyakit lainnya.

Disebut juga secondary fracture dan


spontaneous fracture. 2
Anatomi dan
Fisiologi

3
terbentuk
dari jaringan-
jaringan
mesenchym


Dipenga zat-zat
- anorganik Ca,
ruhi oleh
TULANG P, dan CO2 di
samping zat-zat
vitamin protein dan
D lemak

dipengaruhi
hormon
Thyroid dan
Pituitarin
4
membentuk
rangka
penunjang


berisi
tempat untuk
jaringan melekatnya
hematopoie otot-otot
tik
TULANG

menyimpan
dan pelindu
mengatur ng bagi
kalsium tubuh
dan fosfat
5
Proses pembentukan tulang
(osteogenesis)

Ada beberapa macam diantaranya yaitu:
(1) osteogenesis endesmalis

(2) osteogenesis chondralis

6
Metafisis : menopang sendi dan
menyediakan daerah yang cukup
luas untuk perlekatan tendon dan
ligamen pada epifisis.
Lempeng epifisis : daerah
pertumbuhan longitudinal pada
anak-anak.
Bagian ini akan menghilang pada
tulang dewasa. Bagian epifisis yang
letaknya dekat sendi tulang panjang
bersatu dengan metafisis sehingga
pertumbuhan memanjang tulang
terhenti
7
Perbedaan di atas menjelaskan
perbedaan biomekanik tulang anak-
anak dibandingkan orang dewasa,
yaitu :

Biomekanik periosteum
Periosteum pada anak-anak sangat
kuat dan tebal dan tidak mudah
mengalami robekan dibandingkan
orang dewasa.
8
Biomekanik tulang

Tulang anak-anak sangat porous, korteks



berlubang-lubang dan sangat mudah
dipotong oleh karena kanalis Haversian
menduduki sebagian besar tulang.
Faktor ini menyebabkan tulang anak-anak
dapat menerima toleransi yang besar
terhadap deformasi tulang dibandingkan
orang dewasa.
Tulang orang dewasa sangat kompak dan
mudah mengalami tegangan dan tekanan
sehingga tidak dapat menahan kompresi.
9
Biomekanik lempeng pertumbuhan

Lempeng pertumbuhan merupakan tulang rawan


yang melekat pada metafisis yang bagian luarnya
diliputi oleh periosteum sedang bagian dalamnya
oleh procesus mamilaris.
Untuk memisahkan metafisis dan epifisis diperlukan
kekuatan yang besar.
Tulang rawan lempeng epifisis mempunyai
konsistensi seperti karet yang besar

10
2.3.Etiologi (6)
Suatu fraktur yang terjadi pada tulang yang
abnormal. Ini bisa :
- Kongenital : misalnya osteogenesis imperfekta,
displasia fibrosa.
- Peradangan : misalnya osteomielitis.
Neoplastik :
benigna : misalnya enkhondroma
maligna : primer, misalnya osteosarkoma, mieloma
sekunder, misalnya paru-paru, payudara, tiroid,
ginjal, prostat
primer
: misalnya osteomalasia, osteoporosis, panyakit Paget
11
2.4.1. Osteogenesis
Imperfekta (1,7) 2.4.Diagnosa
Golongan ini terdapat pada
bayi yang lahir telah mati
dengan tulang-tulang diseluruh
kerangka mengandung
fraktura-fraktura banyak sekali.

Osteogenesis Imperfekta
Infantilis : Pada jenis ini bayi
masih lahir hidup, akan tetapi
mengandung kelainan-kelainan
berat diantaranya pada bayi ini
juga terdapat beberapa
fraktura. Bentuk kepala besar
sedang tulang-tulangnya tidak
kuat. 12
3. Osteogenesis Imperfekta Tarda : Pada jenis ini
anak pada waktu lahir belum menunjukkan gejala-
gejala yang menonjol. Setelah bayi tumbuh menjadi
anak, misalnya pada umur 4, 5, 6 tahun, maka
semakin jelas adanya gejala-gejala, berupa :
a. Tulang tumbuhnya terbelakang.
b. Selaput sclera biru.
c. Mudah timbul fraktura walaupun hanya dengan
trauma yang sangat kecil.
d. Tulang kepala lebar pada kening kepala. Pada jenis
ini anak mungkin dapat mencapai umur belasan tahun
saja.
Osteogenesis Imperfekta jenis 1 tampak multiple
fractures pada tulang-tulang panjang pada bayi
yang lahir dalam keadaan meninggal
13
14
Penatalaksanaan

osteomielitis akut ialah :
a. Perawatan di rumah sakit.
b. Pengobatan suportif dengan pemberian infus dan
antibiotika.
c. Pemeriksaan biakan darah.
d. Antibiotika yang efektif terhadap gram negatif
maupun gram positif (broad spectrum) diberikan
langsung tanpa menunggu hasil biakan darah, dan
dilakukan secara parenteral selama 3-6 minggu.
e. Immobilisasi anggota gerak yang terkena.
f. Tindakan pembedahan. 15
Banyak peneliti yang melakukan tindakan
pembedahan seperti yang dilakukan oleh TRUETA
dengan alasan :
a. Dapat menegakkan diagnosis dan untuk
pemeriksaan sensitivitas.
b. Mengurangi gangguan vaskularisasi yang
disebabkan oleh penekanan.
c. Mengurangi rasa sakit dengan melakukan
dekompresi terhadap jaringan yang terinfeksi.
Pembedahan pencegahan terhadap abses.
Osteomielitis kronik tidak dapat sembuh sempurna
sebelum semua jaringan yang mati disingkirkan.
Antibiotika dapat diberikan secara sistemik atau
lokal.

16
Indikasi untuk melakukan tindakan pembedahan
ialah :
a. Adanya sequester
b. Adanya abses
c. Rasa sakit yang hebat
d. Bila mencurigakan adanya perubahan kea rah
keganasan (karsinoma epidermoid).
Saat yang terbaik untuk melakukan tindakan
pembedahan adalah bila involucrum telah cukup
kuat : mencegah terjadinya fraktur pasca
pembedahan.

17
2.4.1.
Enkhondroma (7,8)


Merupakan tumor benigna sejati, terdiri dari
sel-sel kartilago yang timbul pada tulang
walau asalnya kartilago epifisis.
Paling sering pada tulang panjang yang
berukuran `pendek` pada tangan yang
cenderung memasuki medulla dan dikenal
sebagai enkhondroma.
Kadang-kadang timbul pada tulang yang
datar seperti pada ileum, yang menonjol kea
rah luar membentuk suatu enkhondroma. 18
Secara klinis enkhondromata pada tulang tangan
sering terlewatkan kecuali korteks yang menipis
menyebabkan fraktura. Khondroma pada tulang
panjang utama bisa menjadi khondrosarkoma bila
mengalami perubahan menjadi ganas. Ini sebaiknya
diduga jika tumor kartilago pada orang dewasa mulai
membesar.

Massa kartilago multipel pada tulang panjang utama


akibat kegagalan barisan kartilago epifisis
Massa kartilago multipel pada tulang panjang utama
akibat kegagalan barisan kartilago epifisis menjadi
tulang.

Tampak bayangan radiolusen pada falangs proksimal


dan tengah jari IV, falangs proksimal jari V serta 19

metacarpal IV dan V. Tulang-tulang tersebut sangat


2.4.1.
Osteosarkoma (7,8)


Gejala : nyeri yang bersifat tumpul dan menetap
dan ini sebaliknya bisa menarik perhatian ke
pembengkakan tulang.
Kemudian karena pertumbuhan progresif dan
destruksi tulang yang normal meningkat, bisa
terjadi fraktura patologik.
Penyebaran metastatik paru-paru tetapi kadang-
kadang menyebar ke tulang yang lain.
Prognosa jelek, hanya kira-kira seperlima pasien
dapat bertahan hidup untuk lima tahun.
20
Osteosarkoma pada tibia proksimal

21
2.4.1. Mieloma Multipel
(8,11)
Orang dewasa usia pertengahan
Nyeri merupakan gejala yang lazim.
Bisa berupa nyeri yang tersebar karena deposit
tulang yang multipel atau timbul mendadak
pada satu tempat, karena fraktura patologik
terutama pada pinggang sebagai akibat
kolapsnya korpus vertebrae. Kemudian
destruksi sumsum tulang merah menyebabkan
anemia berat.
Radiograph of the skull showing multiple
punched-out lesions in a patient with 22

multiple myeloma.

Radiograph of the skull showing


multiple punched-out lesions in a
patient with multiple myeloma

23
2.4.1. Rickets (1)

suatu penyakit kerangka yang telah lama dikenal,


terutama di negeri Inggris.
Oleh karena kurangnya zat anorganik terutama yang
perlu dalam pertumbuhan tulang,
Zat anorganik terutama terdiri dari Ca dan P.
Metabolisme kedua zat ini di dalam pertumbuhan tulang
sangat dipengaruhi oleh sinar ultraviolet.
Dengan demikian kekurangan vitamin D menimbulkan
kekurangan Ca dan P dan terjadi penyakit Rachitis.
Di samping itu gangguan metabolisme Ca dan P juga
disebabkan karena penyakit ginjal, Juga penyakit-
penyakit pada usus dapat menimbulkan terganggunya
pengambilan zat Ca dan P ke dalam darah sehingga
dapat pula menimbulkan penyakit Rickets. 24
Nama osteomalasia dan 2.4.1.
rickets termasuk Osteomalasia (12)
sekelompok penyakit;
gambaran pusatnya
berupa terdapatnya
perlambatan mineralisasi
tulang baru karena proses
ini menurun.

Rickets timbul pada anak-


anak dan secara klinis
terdapat selama masa
pertumbuhan serta
mempengaruhi epifisis.

Osteomalasia timbul pada


orang dewasa setelah fusi 25
epifisis.
Diagnosa biokimia dibuat atas
pengukuran Ca, fosfat dan fosfatase
alkali. Biopsi tulang mungkin
diperlukan dalam usaha
menegakkan diagnosa.
Agar tulang dimineralisasi, harus
terdapat vitamin D untuk
mengabsorpsi kalsium. Kekurangan
sinar matahari mencegah sintesa
vitamin D dan malabsorpsi
mencegah absorpsi dan
metabolisme vitamin D.
Pada anak-anak, defisiensi
menimbulkan retardasi
pertumbuhan serta pembesaran
tulang membranosa tengkorak dan
epifisis, dengan berkembangnya iga
menimbulkan rickety rosary.
Pada orang dewasa, tulang
cenderung melengkung atau
26
fraktura.
2.4.1. Osteoporosis (13)

Gejala klinis :

Nyeri
Kelainan bentuk yaitu fraktur,

Fraktur yang paling sering terjadi di ruas tulang


belakang bagian dada dan pinggang.

Fraktur pada umumnya mendadak dan mungkin


dipercepat oleh pergerakan yang mendadak,

27
mengangkat berat, lompat, atau

bahkan oleh trauma biasa.
Nyeri biasanya menjengkelkan dan
khas di lokasi fraktur, tetapi dapat
menyebar ke abdomen atau panggul.
Faktor yang tidak nyaman meliputi
mengejan, batuk, membungkuk, atau
duduk.
Faktor yang mengurangi sakit meliputi
berbaring dengan kaki dibengkokkan
ke atas. 28

29
2.4.1. Penyakit Paget
(1)

= osteitis deformans
sebab musababnya belum diketahui.
Penyakit ini dapat bersifat monostotic atau poliostotic.
Monostotic ialah jika gejala-gejala terdapat pada satu tulang
tertentu dan poliostotic jika gejala-gejala terdapat pada beberapa
tulang dari tubuh. Pada tulang yang terkena penyakit ini terdapat
tempat-tempat di mana ada perlunakan dan deformitas, di
samping perluasan dan pertumbuhan tulang-tulang baru.
Histopatologis pada tulang-tulang tadi terdapat jaringan
granulasi dan sel osteoklast. Tulang-tulang terutama tulang
panjang, dapat membengkok dan dengan demikian menyukarkan
fungsi tubuh.
Gejala-gejala tadi disertai rasa nyeri sehingga penderita pada
umumnya terpaksa tinggal di tempat tidur. Penyakit ini hanya
terdapat pada orang-orang yang telah dewasa. 30
2.4.1. Tumor Tulang Sekunder (14,15)
Metastatic renal cell carcinoma

31

Merupakan jenis tumor tulang ganas yang sering
didapat.
Kemungkinan tumor tulang merupakan tumor
metastatik harus selalu difikirkan, pada penderita
yang berusia lanjut.
Pada usia dewasa/lanjut jenis keganasan yang
sering bermetastase ke tulang ialah karsinoma
payudara, paru-paru, lambung, ginjal, usus,
prostat dan tiroid.

32
Sedang pada anak-anak ialah neuroblastoma.
Penderita-penderita yang meninggal akibat
karsinoma, pada pemeriksaan bedah mayat
ternyata paling sedikit seperempatnya
menunjukkan tanda-tanda metastase ke
tulang. Sel-sel anak sebar mencapai tulang
dengan melalui jalan darah, saluran limfe
atau dengan cara ekstensi langsung.
Sumsum tulang merupakan tempat yang
subur untuk pertumbuhan sel-sel anak sebar,
dengan demikian tulang vertebra, pelvis, iga
dan bagian proksimal tulang-tulang panjang
merupakan tempat yang paling sering
dihinggapi oleh sel-sel anak sebar. 33
Pada penderita dengan kemungkinan keganasan
tulang metastatik : pemeriksaan pada semua
tulang misalnya dengan bone survey atau bone
scan.
Keluhan penderita yang paling menonjol ialah
rasa sakit. Rasa sakit dapat diakibatkan oleh
fraktur patologis.
Dalam beberapa keadaan justru lesi metastatik di
tulang yang terlebih dulu ditemukan dan
didiagnosis, dimana hasil pemeriksaan
mikroskopik menunjukkan suatu jenis neoplasma
tulang metastatik yang kadang-kadang jaringan
asalnya sulit ditentukan, sehingga harus dicari
dengan cermat lokasi daripada tumor primernya.
34
Pada umumnya tumor metastatik akan
mengakibatkan gambaran osteolitik, sedang pada
metastase Ca prostat nampak gambaran
osteoblastik/osteoklerosis. Kadar Ca meninggi
karena terjadi pelepasan kalsium ke dalam darah
akibat proses resorbsi osteoblastik pada tulang-
tulang. Adanya pembentukan tulang reaktif
ditandai oleh kadar fosfatase alkali yang
meningkat. Pada metastase Ca prostat, kadar
fosfatase asam meninggi.

35
2.1.Penatalaksanaan Fraktur Patologis
Osteogenesi Displasia
s Imperfekta Fibrosa
tak diperlukan tindakan
pengobatan memadatkan
spesifik defek ini dengan
bone chips.

Fraktura yang
terjadi akan
menjalani jalan
yang normal
kasus-kasus
yang lebih
berat,
mengkombinasi
koreksi
deformitas

36

2.5.4. Enkhondroma (8)
Di tempat enkhondroma menyebabkan erosi
kortikal tulang besar, sebaiknya dikuret ke luar
dan kavitasnya diisi dengan cancellous bone
chips tetapi biasanya tak memerlukan
pengobatan. Fraktura spontan terjadi untuk
merangsang pembentukan tulang baru,
sehingga seringkali tak hanya terjadi union
tetapi juga diikuti regresi tumor

37
2.5.5. Osteosarkoma
(17)
Bergantung pada staging (dari Enneking) yaitu dinilai
keganasan tumor dan kompartemen yang terkena
metastasis dapat dilakukan limb salvage atau limb
ablation/amputation.
Eradikasi dengan mempertahankan anggota gerak.
- Reseksi tulang dan rekonstruksi.
- Pemberian kemoterapi, radioterapi, obat simptomatis.
Eradikasi dengan amputasi.
- Amputasi, kemoterapi, radioterapi dan obat
simptomatis (adjuvant therapy).
Paliatif :
- Dengan pembedahan/amputasi, kemoterapi, obat
simptomatis/ajuvan.
- Tanpa pembedahan, kemoterapi, obat simptomatis 38
2.5.6. Mieloma
Multipel (8)

Lesi lokal bereaksi baik terhadap
radioterapi, yang pada kasus fraktura
patologik tulang panjang bisa
dikombinasi dengan fiksasi interna.
Tindakan umum untuk memperpanjang
usia berupa penggunaan obat sitotoksik
misalnya siklofosfamid atau melfalan
dan pemberian steroid dosis besar.
Anemia bisa dikontrol dengan transfusi
darah secara berulang. 39
2.5.7. Rickets

Pertolongan yang harus diberikan pada penyakit Rickets terdiri dari 3 segi:
I:
Segi pencegahan dan pengobatan dengan pemberian vitamin D pada
anak-anak kecil. Vitamin D ini dapat diberikan
- minyak ikan.
- Ultra Violet Therapie.
II:
Segi pencegahan timbulnya salah bentuk. Segi ini dikerjakan untuk
menjaga jangan sampai tulang lembek tadi menjadi bengkok, diantaranya
dengan memberikan splints dan untuk membatasi anak-anak duduk,
berdiri atau berjalan.
III :
Membetulkan salah bentuk. Ini dapat dikerjakan secara konservatif atau j
operatif. 40
2.5.8.
Osteomalasia

(12)

Dapat diberikan metabolit vitamin D yang


aktif. Absorpsi kalsium diintestin meningkat
dan kadar kalsium serum kembali normal
serta terdapat penurunan kadar fosfatase
alkali yang telah meningkat tinggi sebelumnya
dan hormon paratiroid.

41
2.5.9. Osteoporosis
(18)
Prinsip pengobatan pada osteoporosis adalah :

Meningkatkan pembentukan tulang, obat-obatan yang dapat
: -Na-fluorida
-Steroid anabolik.
- Menghambat resorbsi tulang, :
kalsium,
-estrogen,
-kalsitonin
- difosfonat.
Pencegahan terjadinya osteoporosis dapat dilakukan sedini
mungkin, yaitu sejak pada pertumbuhan/dewasa muda.
Percegahan osteoporosis pada usia muda, mempunyai tujuan
:
- mencapai massa tulang dewasa (proses konsolidasi) yang
42
optimal
mengatur makanan dan kebiasaan gaya hidup
yang menjamin seseorang tetap bugar

contoh :
- diet mengandung tinggi kalsium (1000
mg/hari)
- latihan teratur tiap hari
- hindari : makanan tinggi protein, minum
alkohol, merokok, minum kopi, minum
antasida yang mengandung aluminium

43
2.5.10. Penyakit
Paget

(12)
Nyeri dapat dihilangkan dengan analgesik. Tetapi
penggunaan radioterapi ditolak karena ia kemudian bisa
menyebabkan jeleknya penyembuhan fraktura dan bisa
meningkatkan sarkoma.
Mithramisin merupakan antibiotika sitotoksik yang
mempunyai efek langsung pada sel tulang. Telah
dilaporkan untuk menghilangkan nyeri pada penyakit
Paget dan untuk mengurangi fosfatase alkali serum.
Tetapi menimbulkan efek samping gastrointestinal dan
toksisitas.
Difosfonat telah diberikan per oral dan telah
memperlihatkan perbaikan parameter biokimia penyakit
ini tetapi dapat menginduksi osteomalasia. 44

Kalsitonin menghambat resorbsi tulang
sehingga mengurangi penggantian tulang
yang meningkat secara abnormal. Akibatnya
aktivitas seluler menjadi lebih teratur dan
terlihat juga penyembuhan dalam radiograf
skelet. Kalsitonin diberikan subkutan untuk
masa tertentu dan tak tercatat adanya efek
samping yang serius. Sementara ini kalsitonin
merupakan pengobatan penyakit Paget yang
paling rasional
45
2.5.11. Tumor Tulang
(14)
Sekunder


Terapi bersifat paliatif, karena penderita sudah berada
dalam stadium lanjut. Terapi ditujukan pada jenis karsinoma
primernya yang dapat berupa radioterapi, kemoterapi
ataupun hormon terapi. Terapi dari segi bedah adalah
terhadap fraktur patologis yang mungkin memerlukan
fiksasi secara eksternal atau internal, agar supaya
penderita dapat diimmobilisasi tanpa merasa kesakitan.
Bila perlu dapat dilakukan fiksasi internal terhadap tulang-
tulang ekstremitas sebelum tulang tersebut mengalami
fraktur, jadi baru diperkirakan akan fraktur bila proses pada
tulang dibiarkan berjalan terus (impending fracture).

46
DAFTAR PUSTAKA

1. Soeharso, Penyakit-penyakit Orthopaedie dalam Pengantar Ilmu Bedah Orthopaedie,
Yayasan Essentia Medica, Yogyakarta, 1993, hal : 53-207.
2. Eisenberg, RL, Fractures and Joint Injuries in Diagnostic Imaging in Surgery, McGraw-
Hill Book Company, New York, 1987, pp. 707.
3. Douglas, MA, Fracture in Dorland`s Illustrated Medical Dictionary, 28th Edition, W.B.
Saunders Company, Philadelphia, 1994, pp. 662.
4. Rasjad C, Trauma dalam Pengantar Ilmu Bedah Orthopaedi, Bintang Lamumpatue
Ujung Pandang, 1998, hal : 343-525
5. Carter MA, Anatomi dan Fisiologi Tulang dan Sendi dalam Price SA, Wilson LM,
Patofisiologi Konsep-konsep Klinis Proses- proses Penyakit, Buku II, edisi 4, EGC, Jakarta,
1994, hal 1175-80.
6. Aston, JN, Prinsip-prinsip Umum Cedera Tulang dan Sendi dalam Kapita Selekta
Traumatologik dan Ortopedik, Edisi 3, EGC, Jakarta, 1983, hal : 31- 48.
7. Ekayuda, I, Tumor Tulang dan Lesi yang Menyerupai Tumor Tulang dalam Rasad, dkk,
Radiologi Diagnostik, Gaya Baru, Jakarta, 2000, hal : 74-84
8. Aston, JN, Neoplasma dalam Kapita Selekta Traumatologik dan Ortopedik, Edisi 3, EGC,
Jakarta, 1983, hal : 287-302.

47

SELAMAT BELAJAR

48

UJIAN ADALAH UNTUK EVALUASI DIRI TERHADAP
KESUNGGUHAN BELAJAR.

MENYONTEK ADALAH TERMASUK KORUPSI

49