Anda di halaman 1dari 40

EVALUASI

GRANUL

OLEH :
S1 B ( Semestar VI)
NUR PRATIWI ( 1301090)NUR SYAMSIYAH ( 1301061)
NURPADILLAH (1301065) RAHMA DELFIYANTI (1301072)
RISKA OKTAVIANI ( 1301081) RENGGI MIRTAPERDANA
( 1301078)
SAFITRI YONANDA ( 1301085)SINDI ARLINA ( 1301093)
SRI RAHAYU ( 1301095)
WELNI ANDRIANI ( 1301105) WINDA SRI WAHYUNI (1301108)
Dosen Pembimbing: ANITA LUKMAN, M.Farm.,Apt
PROGRAM STUDI S1 FARMASI
SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI RIAU
YAYASAN UNIVERSITAS RIAU
2016
1 2

GRANUL
Granul merupakan
TABLET
Tablet
sediaan
adalah
padat
gumpalan partikel- kompak, dibuat
partikel yang lebih secara kempa
kecil umumnya cetak, dalam
berbentuk tidak bentuk tabung pipih
merata dan seperti atau sirkuler, kedua
partikel tunggal permukaannya rata
yang lebih besar. atau cembung,
Granulasi adalah mengandung satu
proses pembesaran jenis obatatau lebih
ukuran partikel dengan atau tanpa
individual atau zat tambahan. Zat
campuran obat dan tambahan yang
eksipien dalam digunakan dapat
bentuk granul yang berfungsi sebagai
lebih besar dan zat pengisi, zat
lebih kuat dari pada pengembang, zat
ukuran awal, pengikat, zat
EVALUASI
1
GRANUL

EVALUASI EVALUASI NON


DESTRUKTIF DESTRUKTIF
Bahan uji tidak
mengalami kerusakan
Bahan uji mengalami baik fisika maupun
kerusakan baik fisika kimia sehingga masih
maupun kimia dapat digunakan untuk
uji lain atau proses
selanjutnya.
Penetapan
kandungan zat
Uji sifat aliran
aktif dalam
granul.
Uji bobot jenis
Uji kandungan
dan persen
lembab
kompresibilitas
EVALUASI
GRANUL
1.
Granulom
etri
Granulometri adalah analisis ukuran dan repartisi
granul (penyebaran ukaran-ukuran granul). Dalam
melakukan analisis granulometri digunakan susunan
pengayak dengan berbagai ukuran. Mesh terbesar
diletakan paling atas dan dibawahnya disusun
pengayak dengan mesh yang makin kecil. .

Tujuan granulometri adalah


untuk melihat keseragaman
dari ukuran granul. Diharapkan
ukuran granul tidak terlalu
berbeda.
1.
Granulom ALAT SIEVE
etri SHAKER
1.
Granulom CARA KERJA
etri

Hitung
Timbang persenta
granul se
Getarka yang granul
mesin tertahan pada
Letakka selama atau tiap-tiap
n granul 10 menit, tinggal pengaya
yang dengan pada k.
Timba ditimba amplitud tiap-tiap
ng ng tadi e 50,atau pengaya
100gr pada tergantu k.
granul pengay ng dari
ak ketahana
PROSEDUR KERJA
PERHITUNGAN

Keterangan :
Dln= diameter rata-rata
nd= jumlah diameter rata-rata
dikalikan dengan jumlah partikel
n= jumlah partikel
VIDEO
EVALUASI
GRANUL
2. Bobot
jenis
Kerapatan granul dapat mempengaruhi kompresilitas,
porositas tablet, kelarutan, dan sifat sidat lainnya.
Penentuan bobit jenis ini menggunakan alat Tap
Volumeter yang terdiri dari gelas ukur, silinder
penahan, landasan dan poros ( sumbu gerak ).

Alat ini dapat digerakkan


secara mekanis dengan
hentakan yang dapat dihitung,
alat ini juga dilengkapi sistem
penghitung hentakan yaitu 25
1. Bobot jenis nyata sebelum
pemampatan/ruahan (untapped density)
TUJUAN
Kecepatan aliran
Kesesuaian ukuran tablet
( diameter / ketebalan )

CARA KERJA
Timbang 100 gram serbuk / granul.
Masukkan ke dalam gelas ukur yang
terdapat pada alat tap. volumeter
kemudian ratakan granul secara BJ = bobot granul /
perlahan. volume granul
Amati volume serbuk / granul
dengan mengamati garis batas pada
gelas ukur.
Hitung BJ nyata / ruahan :
2. Bobot jenis nyata setelah pemampatan
( Tapped density)
TUJUAN
Perbandingan bobot dengan volume setelah
proses pemampatan
CARA
KERJA
BJ nyata setelah pemampatan = Bobot granul /
1. Kedalam volume
gelas granul setelah pemampatan
takar masukkan 100 g granul kemudian
ratakan secara perlahan.
2. Mampatkan granul dengan menjalankan alat sebanyak
1250 x hentakan dengan alat tap volumeter.
3. Lihat volume setelah pemampatan (A).
4. Lakukan pemampatan kedua kalinya dengan menjalankan
alat sebanyak 1250 x hentakan dengan alat tap volumeter.
5. Lihat volume setelah pemampatan (B).
6. Bila selisih antara A dan B tidak lebih dari 2 cm 3 maka A
adalah volume mampat, maka bobot jenis mampat dapat
dihitung.
ALAT TAP
VOLUMETER
VIDEO
EVALUASI
GRANUL
3.
Kompresibilta
s
TUJUAN

Merupakan pengukuran persen


kemampatan.

CARA Pada uji ini menggunakan gelas ukur


KERJA bervolume besar, kemudian seluruh
granul dimasukkan ke dalam gelas ukur.
Tinggi awal granul dicatat, kemudian
gelas ukur diketuk-ketukkan sebanyak
500 kali ketukan dengan kecepatan
konstan.
ALAT JOLTING
VOLUMETER
PROSEDUR KERJA

Syarat : Jika %
Pemampatan kurang dari
29 % keteraturan
fabrikasi akan tercapai
Tingginya lalu diukur lagi dan dicatat Diukur persen (%)
kemampatan (K) dengan rumus :
% K = BJ Sebelum pemanpatan Bj setelah
pemanpatanx 100%
Bj sebelum pemanpatan
Tabel 2. Kriteria kompresibilitas
Tablet ( FI IV, 1995)
%
Kategori
Kompersibilitas
5-12 Istimewa
12-16 Baik
18-21 Sedang
23-35 Kurang baik
33-38 Sangat buruk
Sangat sangat
>40
buruk
EVALUASI
GRANUL
4. FAKTOR
HAUSNER
Faktor Hausner (FH) merupakan
perbandingan antara density mampat
dandensity nyata, dapat dihitung dengan
persamaan:

FH = mampat
nyata
Tabel Hubungan Faktor
Hausner dan Mampu Alir
Serbuk

Semakin tinggi faktor Hausner, maka semakin buru


sifat aliran serbuk (Siregar, Charles J.P. dan Wikarsa,S.,
2010).
EVALUASI
GRANUL
5. SIFAT ALIR

Metoda untuk mengukur kecepatan aliran serbuk


dapat dilakukan dengan 2 cara:
1. Mengukur waktu yang diperlukan
oleh sejumlah serbuk (biasnya
serbuk)untuk melewati suatu corong
tertentu..

2. Mengukur jumlah serbuk yang


dapat melewati corong pada waktu
tertentu.
ALAT UJI SIFAT ALIR

MANUAL SEMI AUTO

GRANULE FLOW
TESTER
5. SIFAT ALIR ALAT CORONG

CARA KERJA
Kemudian
masukan
Lakukan dalam
sebanyak 3 rumus, dan
kali dan didapat
Uji waktu alir Kemudian yang
dalam untuk menentuka
keadaan mengukur n
tertutup, sudut kecepatan
Buka isirahat alir dari
Timbang dengan suatu
seksama penutupnya
biarkan menghitung granul
25 gram jari-jari dan tersebut.
granul granul
mengalir tinggi dari
tempatkan tumpukan
dan catat
PROSEDUR KERJA

Syarat : 100 gram granul


waktu alirnya tidak lebih
dari 10 detik ( > 10 g/
detik)
5. SIFAT ALIR

Persyaratan : 100 gram granul waktu alirnya tidak


lebih dari 10 detik (> 10 g/detik). Metode sudut
istrahat ini mempunyai nilai = arc tag h/r,
dimana :

Sifat alir
sangat mudah
25 30
mengalir
30 40 mudah mengalir
40 45 mengalir
>45 kurang mengalir
VIDEO
EVALUASI
GRANUL
5.
KANDUNGAN
AIR
Adalah jumlah massa (air) yang hilang selama
proses pemanasan (700c). Kandungan lembab
diukur dengan pemanasan (gravimetric)
menggunakan alat seperti Heating Drying Oven.
Mengontrol kandungan lembab granul
sehingga dapat mengantisipasi masalah
yang terjadi selama proses pengempaan
tablet, terutama kandungan lembab
TUJUA menjadi faktor penyebabnya.
N Mengontrol K.L granul berkaitan dengan
pertumbuhan mikroba, jika granul tidak
langsung dikempa menjadi tablet.
ALAT

HEATING DRYING OVEN


EVALUASI
GRANUL
5.
KANDUNGAN
AIR
1. Timbang granul sebanyak 5 g di atas nampan
logam (aluminium).
2. Nyalakan alat, cek suhu pada 700c.
CARA
3. Penetapan kandungan lembab dapat di atur
KERJA skalanya pada alat (% hilang atau Tidak hilang).
4. Penetapan dihentikan setelah dicapai angka
konstant.
Ket :
% KB = W1/W x %KB = Kandungan
RUM
100% bobot
US
% KL = Wa/W1 x %KL = Kandungan
lembab
100%
PROSEDUR KERJA

rat : Kadar Lembab 2-4 %


EVALUASI
GRANUL
6. UKURAN
PARTIKEL
Ukuran partikel adalah ukuran diameter
rata-rata partikel
TUJU Untuk mengetahui besar ukuran
AN partikel granul
Yang Dicari :
1. Range ukuran patikel
2. Nilai tengah (d)
3. Jumlah partikel (n) yang ada
dirange
4. Jumlah partikel x Nilai tengah
5. (Jumlah partikel x nilai tengah)
CONTOH
EVALUASI
GRANUL
6. UKURAN
PARTIKEL
CARA
A. Kalibrasi alat ALAT
KERJA
1. Tempatkan mikrometer
mikroskop
2. Himpitkan garis awal skala
okuler dengan garis awal skala
objektif
3. Lihat skala yang berhimpit
4. Tentukan harga skala ookuler
B. Buat suspensi partikel yang
akan diuji diatas objek gelas
c. Tentukan ukuran partikel MIKROSK
OP
EVALUASI
GRANUL
7.
POROSITAS
Porositas atau keadaan yang berongga-rongga
ini dapat digunakan untuk menjelaskan tingkat
konsolidasi suatu serbuk. Nilai porositas ini
merupakan perbandingan nilai volume antara
partikel dengan volume total. Ukuran partikel
yang isodiametris dengan berbentuk shperis
atau bulat memiliki nilai porositas yang tetap
yaitu diantara 37-40%, sedangkan yang
berbentuk kubus memiliki nilai porositas yang
lebih tinggi yaitu 46%.
7.
RUMUS
POROSITAS

Volume total = volume antar partikel (Vp) +


volume partikel (Vr)

Volume antar partikel (Vp) = volume total (V)-


volume (e)=
Nilai porositas partikel
V-Vr/V
x 100% atau
(e)= 1-Vr/V
x 100%
Dimana: (e) : Nilai
porositas.
V : Volume total.
Vr: Volume
EVALUASI
GRANUL
8. PEMBUATAN
Histogram adalah diagram batang
HISTOGRAM
yang berfungsi menggambarkan
CARA
bentuk distribusi sekumpulan KERJA
Cara pebuatan
data ukuraan partikel yang histogram adalah
biasanya berupa karekteristik dengan cara
mutu. Hal ini dikarenakan ketika menggunakan data
kurva histogram cendrung kekiri yang diperoleh dari
maka ukuran partikel dominan jumlah gram yang
kecil sedangkan ketika cenderung diperoleh pada tiap-
kekanan dominan besar. Besar tiap ukran mess
kecilnya partikel dalam sediaan ayakan dan dibuat
obat menyebabkan ukuran data yang sesuai
partikel dalam sediaan obat yang digambarkan
tersebut tidak terdistribusi secara kedalam sebuah
merata sedangkan ketika kurva
CONTOH
CONTOH
PENGARUH EVALUASI GRANUL TERHADAP
SIFAT FISIK TABLET

1. Porositas, semakin besar porositas maka semakin


kecil kontak antar partikel maka kecepatan alir
akan semakin baik.
2. Kandungan lembab, pada kondisi kandungan
lembab yang tinggi ikatan partikel akan lebih kuat
karena luas kontak antar permukaan serbuk naik.
Apabila gaya tarik antar partikel serbuk semakin
kuat, maka serbuk akan semakin sukar mengalir
3. Granulometri berhubungan dengan sifat aliran
granul. Jika ukuran granul berdekatan, aliran akan
lebih baik.
4. Proses pengisian dies didasarkan atas aliran granul
yang kontinyu dan seragam dari hopper. Bila aliran