Anda di halaman 1dari 41

Dudi Novri Wijaya 030.09.

075
FK TRISAKTI

Pembimbing :
Dr. Mas Wisnuwardhana, Sp. A

HIV/AIDS
IDENTITAS
Data Pasien Ayah Ibu
Nama An. K Tn. R Ny. I
Umur 3,5 tahun 28 tahun 22 tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki Perempuan
Alamat Cikarang
Agama Islam
Suku bangsa Jawa
Pendidikan - SLTA SLTA
Pekerjaan - Wiraswasta Ibu Rumah
Tangga
Penghasilan - - -
Keterangan Hubungan
dengan orang
tua : Anak
kandung
RIWAYAT PENYAKIT
SEKARANG
Kontrol HIV
Batuk sejak 4 hari
Pilek sejak 4 hari
RIWAYAT PENYAKIT
DAHULU
Penyak Umu Penya Penyak Umu
Umur
it r kit it r
Alergi - Difteria - Jantung -
Cacinga 1
- Diare Ginjal -
n tahun
DBD - Kejang - Darah -
Radang
Thypoid - Maag - -
paru
Varicel Tuberku
Otitis - - -
a losis
Parotis - Asma - Morbili -
Morbiditas Tidak ada. Anemia (-), HT (-), DM
kehamilan (-), penyakit jantung (-), penyakit
paru (-), infeksi (-)
KEHAMILAN
Perawatan antenatal Rutin kontrol ke tempat praktek
bidan 1x setiap bulan

Tempat persalinan Rumah sakit


Penolong persalinan Dokter
SC
Cara persalinan
Masa gestasi 38 minggu
Berat lahir : 3300 gram
KELAHIRAN
Panjang lahir : 46 cm
Keadaan bayi
Lingkar kepala : tidak tahu
Langsung menangis (+)
Kemerahan (+)
Kelainan bawaan : -
RIWAYAT IMUNISASI
Vaksin Dasar (umur) Ulangan (umur)

BCG 1 bln

DPT 2 bln 4 bln 6 bln

POLIO Lahir 2 bln 4 bln 6 bln

CAMPAK 9 bln

HEPATITIS B Lahir 1 bln 6 bln


RIWAYAT KELUARGA
Ayah / Wali Ibu / Wali
Nama Tn. R Ny. I
Perkawinan ke- 1 1
Umur saat 28 tahun 22 tahun
menikah
Keadaan Sehat Meninggal
kesehatan karena HIV
Kosanguinitas - -
Penyakit, - -
bila ada
RIWAYAT PENYAKIT
KELUARGA
Ibu pasien sudah meninggal karena HIV.

RIWAYAT KEBIASAAN
KELUARGA
Pada anggota keluarga pasien tidak ada
yang memiliki kebiasaan merokok.
Keluarga biasa makan dari masakan ibu
dan jarang jajan di luar.
RIWAYAT LINGKUNGAN
PERUMAHAN
Pasien tinggal ayah, kakek dan neneknya
di rumah kontrakan. Menurut pengakuan
ayah pasien, keadaan lingkungan rumah
padat, ventilasi dan pencahayaan baik,
sumber air bersih berasal dari air PAM.
PEMERIKSAAN FISIK

Keadaan umum : Tampak sakit sedang +


Kesadaran : compos mentis
Tekanan darah :-
Frekuensi nadi : 128x/menit
Frekuensi pernapasan : 22x/menit
Suhu tubuh : 36,8o C
PEMERIKSAAN FISIK
Data antropometri
Anak perempuan usia 3,5 tahun
Berat badan :16 kg
Tinggi badan :100 cm
Status Gizi menurut CDC : gizi baik
PEMERIKSAAN FISIK
Bentuk : Normosefali
Rambut : rambut hitam, tidak mudah dicabut, distribusi merata
KEPALA & Mata : conjungtiva anemis -/-, sklera ikterik -/-, pupil isokor, RCL
LEHER +/+, RCTL +/+
Telinga : normotia, membran timpani intak, serumen -/-
Hidung : bentuk normal, sekret -/-, nafas cuping hidung -/-
Mulut : bibir kering (-), sianosis (-), Lidah : normoglasia, warna
merah muda, lidah kotor (-)
Tenggorokan : dinding posterior faring tidak hiperemis, uvula terletak
di tengah, ukuran tonsil T1/T1 tidak hiperemis, kripta tidak melebar,
tidak ada detritus
Leher : KGB tidak membesar, kelenjar tiroid tidak membesar,
trakea letak normal

Paru
THORAX Inspeksi : pergerakan dinding dada simetris, retraksi -/-
Palpasi : gerak napas simetris, vocal fremitus simetris
Perkusi : perkusi sonor pada kedua lapang paru
Auskultasi : SN vesikuler, ronkhii -/-, wheezing -/-
Jantung
Inspeksi : pulsasi ictus cordis tidak tampak
Palpasi : ictus cordis teraba
Perkusi : redup, batas jantung dalam batas normal
Auskultasi : BJ I & II reguler, murmur -, gallop -
PEMERIKSAAN FISIK
ABDOMEN
Inspeksi : perut tampak datar
Auskultasi : bising usus 3x/menit
Palpasi : supel, nyeri tekan -, hepar dan lien tidak
teraba membesar
Perkusi : shifting dullness -, nyeri ketok

EKSTREMITAS
Akral dingin (-), Sianosis (-), Capillary refill time < 3 detik,
Turgor cukup, KULIT
Ikterik (-)
PEMERIKSAAN
PENUNJANG
Lab
Imunoserolo Hasil Nilai
gi Normal
Anti HIV
Tahap I Reaktif Non reaktif
Tahap II Reaktif Non reaktif
Tahap III Reaktif Non reaktif
DIAGNOSIS
Infekai Saluran Pernapasan Atas
HIV
TATALAKSANA
D4t FDC 2 0 2 tab
Kotrimoksazol syrup 1 x 1 cth
Sangobion syrup 1 x 1 cth
Drag
Drag picture
picture to
to placeholder
placeholder or
or click
click icon
icon to
to add
add

ANALISIS KASUS
ANAMNESIS
Anamnesis yang mendukung kemungkinan
adanya infeksi HIV adalah:
Lahir dari ibu resiko tinggi atau terinfeksi HIV
Lahir dari ibu pasangan resiko tinggi atau
terinfeksi HIV
Dari gejala klinis, pasien termasuk HIV stadium 2
Infeksi saluran napas bagian atas yang berulang atau
kronis
PEMERIKSAAN
PENUNJANG
Dari pemeriksaan imunoserologi anti HIV didapatkan
hasil yang reaktif
Drag
Drag picture
picture to
to placeholder
placeholder or
or click
click icon
icon to
to add
add

TINJAUAN
PUSTAKA
HIV/AIDS
Infeksi Human immunodeficiency virus
(HIV) pertama kali ditemukan pada anak
tahun 1983 di Amerika Serikat, yang
mempunyai beberapa perbedaan dengan
infeksi HIV pada orang dewasa dalam
berbagai hal seperti cara penularan, pola
serokonversi, riwayat perjalanan dan
penyebaran penyakit, faktor resiko, metode
diagnosis, dan manifestasi oral.
Transmisi HIV secara vertikal dari ibu
kepada anaknya merupakan jalur tersering
infeksi pada masa kanak-kanak, dan angka
terjadinya infeksi perinatal diperkirakan
sebesar 83% antara tahu 1992 sampai 2001.
Di Amerika Serikat, infeksi HIV perinatal
terjadi pada hampir 80% dari seluruh infeksi
HIV pediatri.
ETIOLOGI

Virus penyebab defisiensi imun yang


dengan nama Human
Immunodeficiency Virus (HIV) adalah
suatu virus RNA dari famili Retrovirus
dan subfamili Lentiviridae
Sampai sekarang baru dikenal dua
serotype HIV yaitu HIV-1 dan HIV-2
GEJALA KLINIS
Kategori N :
pasien-pasien asimptomatik. Tidak ditemukan
tanda maupun gejala yang menunjukkan
adanya infeksi HIV, atau pasien hanya dapat
ditemukan satu bentuk kelainan berdasarkan
kategori A.
GEJALA KLINIS
Kategori A : pada pasien dapat ditemukan dua atau
lebih kelainan, tetapi tidak termasuk kategori B atau
C:
Lymphadenopathy ( 0.5 cm pada dua tempat atau
lebih, dua KGB yang bilateral dianggap sebagai satu
kesatuan).
Hepatomegali
Splenomegali
Dermatitis
Parotitis
URTI berulang atau persisten
GEJALA KLINIS
Kategori B: moderately symptomatic. Pasien menunjukkan gejala-gejala
yang tidak termasuk ke dalam keadaan-keadaan pada kategori A
maupun C, dan gejala-gejala yang terjadi merupakan akibat dari
terjadinya infeksi HIV
o Anemia
o Meningitis bakterial, pneumonia, atau sepsis (terjadi dalam satu
episode).
o Candidiasis orofaring yang terjadi lebih dari dua bulan pada anak-anak
berusia enam bulan atau kurang.
o Kardiomiopati.
o Infeksi CMVyang terjadi lebih dari satu bulan.
o Diare
o Hepatitis
GEJALA KLINIS
Kategori C: pasien-pasien dengan gejala-gejala penyakit yang
parah dan ditemukan pada pasien AIDS
Kandidiasis bronki, trakea, dan paru
Kandidiasis esofagus
Kanker leher rahim invasif
Coccidiomycosis menyebar atau di paru
Kriptokokus di luar paru
Retinitis virus sitomegalo
Ensefalopati yang berhubungan dengan HIV
Herpes simpleks dan ulkus kronis > 1 bulan
Bronkhitis, esofagitis dan pneumonia
GEJALA KLINIS
Menurut WHO

Stadium Klinis 1
Tanpa gejala (asimtomatis)
Limfadenopati generalisata persisten
GEJALA KLINIS
Stadium Klinis 2 (Ringan)
Hepatosplenomegaly persisten tanpa alasan
Erupsi papular pruritis
Infeksi virus kutil yang luas
Moluskum kontagiosum yang luas
Infeksi jamur di kuku
Ulkus mulut yang berulang
Herpes zoster
Infeksi saluran napas bagian atas yang berulang atau
kronis (ototis media, otore, sinusitis, atau tonsilitis)
GEJALA KLINIS
Stadium Klinis 3 (Sedang)
Malanutrisi sedang tanpa alasan jelas tidak membaik dengan terapi
baku
Diare terus-menerus tanpa alasan (14 hari atau lebih)
Demam terus-menerus tanpa alasan (di atas 37,5C, sementara atau
terus-menerus, lebih dari 1 bulan)
Kandidiasis oral terus-menerus (setelah usia 6-8 minggu)
Oral hairy leukoplakia (OHL)
Tuberkulosis paru
Pneumonia bakteri yang parah dan berulang
Penyakit paru kronis terkait HIV termasuk brokiektasis
Anemia (<8g/dl)
GEJALA KLINIS
Stadium Klinis 4 (Berat)
Toksoplasmosis sistem saraf pusat (setelah usia 1 bulan)
Ensefalopati HIV
Infeksi sitomegalovirus: retinitis atau infeksi CMV yang
mempengaruhi organ lain, yang mulai pada usia lebih dari 1 bulan
Kriptokokosis di luar paru (termasuk meningitis)
Infeksi mikobakteri non-TB diseminata
Limfoma serebral atau non-Hodgkin sel-B
Progressive multifocal leucoencephalopathy (PML)
Nefropati bergejala terkait HIV atau kardiomiopati bergejala terkait
HIV
DIAGNOSIS
Tabel 3 Penegakkan Diagnosis Presumptif Hiv Pada Bayi dan Anak < 18 Bulan dan Terdapat Tanda/Gejala Hiv Yang Berat
PENATALAKSANAAN
Terapi Anti Retroviral (ARV)
Adanya bukti supresi imun yang ditandai dengan
menurunnya jumlah CD4 atau persentasenya. (7)
Usia
Bagi anak berusia > 1 tahun asimtomatis dengan
status imunologi normal, terdapat 2 pilihan :
Awali pengobatan tidak bergantung kepada gejala klinis.
Tunda pengobatan pada keadaan resiko progresifitas perjalanan
penyakit rendah atau adanya faktor lain misalnya pertimbangan
lamanya respon pengobatan, keamanan dan kepatuhan.
PENATALAKSANAAN

Salah satu dari Kolom A dan salah satu


kombinasi dari Kolom B
Kolom A Kolom B
Nevirapine (NVP) AZT + ddl
Nelfinavir (NVF) ddl+3TC
d4T + ddl
AZT + 3TC
d4T + 3TC
PENCEGAHAN
Edukasi dan konseling pasien yang terdeteksi
terinfeksi HIV. Infeksi HIV yang muncul pada
wanita biasanya karena pengguna obat-
obatan dan pasangan seksual laki-laki yang
resiko tinggi. Sehingga dibutuhkan pendidikan
seks yang baik dan sehat. Konseling juga
jangan hanya membahas tentang modifikasi
stress namun juga memodifikasi perubahan
gaya hidup melalui pesan-pesan budaya dan
religi
TERIMA KASIH