Anda di halaman 1dari 23

LAPORAN KASUS

PERDARAHAN ANTEPARTUM PLASENTA PREVIA TOTALIS
Oleh :
Aisyah Aftita Kamrasyid 2012730005
Pembimbing : dr. Sukardi,Sp.OG

Stase Obstetri dan Gynecology
RSUD SAYANG CIANJUR

Identitas Pasien
No RM: 779446

•Nama : Ny. L •Nama : Tn. H
•Umur : 37 Tahun
•Umur : 42 Tahun
•Suku Bangsa : Sunda
•Suku Bangsa : Sunda
•Agama : Islam
•Agama : Islam
•Pendidikan : SD
•Pekerjaan : IRT •Pendidikan : SLTA
•Alamat : Cibeber •Pekerjaan : Buruh
•MRS : Kamis, 19 January 2016 09:30 •Alamat : Cibeber
WIB

ANAMNESIS Keluhan Utama .

asma.Riwayat Penyakit Dahulu: Riwayat penyakit hipertensi. merokok dan minum alkohol disangkal . dan operasi disangkal. TB. diabetes mellitus. Riwayat Penyakit Keluarga : -Tidak ada anggota keluarga dengan riwayat yang sama Riwayat Pengobatan : OS belum mengkonsumsi obat apapun sejak timbul keluhan Riwayat Alergi : Alergi makanan dan obat disangkal Riwayat Psikososial : Pola makan teratur.

:1 Siklus Haid : 28 hari Usia saat Menikah : 20 Lama Haid : 7 hari tahun Jumlah darah haid: 3 kali ganti pembalut Usia suami : 21 tahun Dismenorrhea : Disangkal Lama Menikah : 17 tahun .Riwayat Menstruasi Riwayat Pernikahan Menarche : 12 Tahun Pernikahan ke.

Th. L/3000 gr Hidup 3. 2000 Rumah 9 bln Spontan Paraji . Tempat Umur Jenis Penolong Penyulit Jenis Anak Partus Partus Hamil Persalinan Persalinan Kelamin/ BB 1. Hamil ini . L/3000gr Hidup 2. 2008 Rumah 9 bln Spontan Paraji . dan Nifas : No. Persalinan. Riwayat Obstetri •Riwayat Kehamilan: G3P2A0 •HPHT : 15 April 2016 •TP : 22 January 2017 •KB : Suntik 3 bulan selama 15 bulan •Riwayat Kehamilan.

4025 = 25.5oC Antropometri : BB : 62 kg TB : 155cm IMT : BB/(TB)² : 62/(1. PEMERIKSAAN FISIK Keadaan Umum : Tampak sakit sedang Kesadaran : Composmentis Tanda-tanda Vital : ◦T : 130/70 mmHg ◦N : 80 kali/menit ◦R : 20 kali/menit ◦S : 36.8 (normal) .55) ² :2.

STATUS GENERALIS Kepala : Normocephal Paru-Paru : VBS Simetris (+/+). Ronkhi (-/-). Refleks Pupil (+/+). regular Leher : Pembesaran KGB Abdomen : Lihat status (-/-). Gerak Ekstremitas : DBN Simetris . Sklera Ikterik (-/-). Pembesaran Tiroid (-/-) obstetri Thorax : Normochest. Wheezing Mata : Konjungtiva anemis (-/-) (-/-). Isokor Jantung : Bunyi I/II ka=ki murni.

linea nigra (+) Palpasi: TFU : 31 cm Leopold I : bokong Leopold II : punggung kanan Leopold III : kepala Leopold IV : konvergen Taksiran berat janin: ± 2945 gram Auskultasi DJJ : 140x/menit His/ kontraksi : - . striae gravidarum (+). STATUS OBSTETRI Abdomen Pemeriksaan dalam : Inspeksi : Tidak dilakukan Perut cembung.

0 Mg% .4-9.1 0-7 % Basofil % 0.2 10-50 Mg% Kreatinin 0.34 4. Pemeriksaan laboratorium Tanggal : 19-01-2017 Pemeriksaan Hasil Nilai Rujukan Satuan Jam : 10:06 WIB Hemoglobin 6.8 4.0 % Eosinofil % 0.30 0-0.5 12-16 g/dL Hematocrit 21.4 10^6/µL Trombosit 256 150-450 10^3/µL MCV 64.5-1.9 27-31 Pg MCHC 29.7 0.6 40-70 % Limfosit % 7.2 % Fungsi Hati SGOT 23 <31 U/L SGPT 12 <32 U/L Ureum 13.4 80-94 fL MCH 18.8-10.8 10^3/µL Eritrosit 3.3 33-37 % Differential Neutrofil % 88.6 26-36 % Monosit % 2.2-5.6 3.5 37-47 % Leukosit 15.

intrauterin letak memanjang (letak kepala) • Taksiran berat janin 2500-2600 gr • Plasenta insersi di corpus meluas ke SBR dan menutup Orifisium Uteri Internum • Usia kehamilan 37-38 minggu Kesimpulan : Plasenta Previa Totalis . hidup. INTERPRETASI USG • Janin tunggal.

leopold 1-4 bokong/puka/kepala/konvergen. RESUME G3P2A0 mengaku hamil 9 bulan mengeluh perdarahan dari jalan lahir sejak tadi subuh jam 06. status generalis dalam batas normal.5oC. Ibu belum pernah mengalami perdarahan seperti ini sebelumnya.00 WIB SMRS. Perdarahan berwarna merah segar membasahi 1-2 kain panjang tanpa disertai nyeri di perut. Status obstetri didapat TFU : 31 cm. R : 20 kali/menit. Gerakan janin dirasakan ibu aktif. N : 80 x/menit. . Sebelumnya mengeluh mulas-mulas jam 24:00 WIB. DJJ: 140x/menit. pemeriksaan dalam tidak dilakukan. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran compos mentis TD : 130/70 mmHg. S : 36.

Cek analizer. perdarahan. tanda-tanda vital. Planning: Informed concent Observasi keadaan umum. Ekg. USG dan 38 minggu dengan crossmatch perdarahan Pasang infus RL 20 ttm antepartum et.c plasenta previa   . Diagnosis : dan DJJ G3P2A0 gravida 37. laboratorium lengkap.c Pasang DC Plasenta Previa Totalis Rencana seksio sesarea atas indikasi perdarahan antepartum e.

Laporan Pembedahan Tanggal Operasi : 19 January 2017 pukul 15:15 WIB Diagnosa pra bedah : G3P2A0 gravida 37-38 minggu dengan Plasenta Previa Totalis Diagnosa Pasca Bedah : P3A0 partus maturus dengan seksio sesarea atas indikasi plasenta previa totalis Tindakan : Seksio Sesarea .

kontraksi baik Jam 15:35 lahir plasenta dengan tarikan ringan pada tali pusat. Keadaan umum post-operasi stabil . panjang badan 47cm. Uraian Dilakukan Anastesi umum Pembedahan Dilakukan tindakan a dan antiseptik di daerah abdomen & sekitarnya Dilakukan insisi pfannenstiel sepanjang ± 10cm SBR disayat konkaf Jam 15:30 lahir bayi perempuan berat badan 2200 gram. APGAR score 1´=4 5´=6 Disuntikkan oksitosin 10 IU intramular. B=380 gram ukuran= 18x17x20 cm SBR dijahit 2 lapis Perdarahan dirawat Fascia dijahit dengan PGA no=0 Kulit dijahit subkutikular Perdarahan selama operasi ± 400cc Diuresis selama operasi ± 100cc Dipasang IUD T-copper 380.

cm P2A1 partus maturus -Infus RL 20 tpm TD: 120/80 mmHg dengan seksio sesarea atas -Cefotaxime 2x1 gr inj (POD III) R: 18x/menit indikasi plasenta previa -Metronidazole 2x1 iv N: 88x/menit -Kaltrofen supp 2x1 S: 36. nyeri bila HB ≤ 8gr/dl tekan -.0g/dl (post transfusi) .DM: - TFU=2 jari dibawah pusat LO= kering terawat 22 January 2016 Keluhan (-) KU: baik.lembut. KU: baik. nyeri -Ganti verban tekan +. cm P2A1 partus maturus -Infus RL 20 tpm perdarahan (+) sedikit TD: 130/80 mmHg dengan seksio sesarea atas -Cefotaxime 2x1 gr inj (POD II) R: 18x/menit indikasi plasenta previa -Metronidazole 2x1 iv N: 88x/menit -Kaltrofen supp 2x1 S: 36. KU: baik. Follow Up TANGGAL S O A P 20 January 2016 Nyeri luka operasi (+).6°C -Transfusi 1 labu Abd: datar.6°C -Cek Hb post op. -Observasi kntraksi TFU=1 jari dibawah pusat LO=basah serous BAK: diuresis 100cc 21 January 2016 Nyeri luka operasi (+). transfusi Abd: datar.DM: .lembut. nyeri tekan -.6°C Abd: datar. cm P2A1 partus maturus -Infus RL 20 tpm perdarahan (+) TD: 110/70 mmHg dengan seksio sesarea atas -Cefotaxime 2x1 gr inj (POD I) R: 18x/menit indikasi plasenta previa -Metronidazole 2x1 iv N: 88x/menit -Kaltrofen supp 2x1 S: 36.lembut.DM: - TFU=2 jari dibawah pusat LO= kering terawat Hb=8.

RSUD CIANJUR 17 . ANALISA KASUS oBagaimana cara menegakkan diagnosis pada kasus ini? oApa saja faktor predisposisi plasenta previa pada kasus ini? oBagaimana cara menangani kasus plasenta previa pada kasus ini? oBagaimana komplikasi plasenta previa pada kasus ini? 2/22/17 FK UMJ .

USG menunjukkan adanya insersi plasenta pada corpus yang meluas ke segmen bawah rahim sehingga menutup Pemeriksaan penunjang •Pemeriksaan USG : osteum uteri interna. sulit untuk diraba internum Auskultasi: Denyut jantung janin normal. •MRI . previa? •Sifat perdarahannya tanpa sebab (causeless). kondisi air ketuban dan usia kehamilan.yang Ibu masih • Kondisi pasien sesuai jumlah perdarahan. Anamnesis : DEFINISI: Keluhan berupa perdarahan dari jalan lahir yang terjadi Plasenta pada kehamilan 37-38 minggu previa berwarna merah segar tanpa Pemeriksaan fisik Inspeksi: adalah disertai nyeri dan plasenta terjadi secara tiba-tiba.tidak tegang. posisi janin. dan KASUS berulang (recurrent) •Pasien masih merasakan gerakan janin. janin tidak •Bila cukup pengalaman. •Auskultasi : DJJ 140x/menit Pemeriksaan inspekulo: adanya darah dari ostium uteri eksternum Pemeriksaan dalam sangat berbahaya sehingga kontraindikasi untuk Pemeriksaan penunjang: dilakukan kecuali fasilitas operasi segera tersedia. TEORI Bagaimana mendiagnosis plasenta Anamnesis • Usia kehamilan lebih dari 20 minggu. tanpa nyeri (painless). merasakan gerakanletaknya janin. dapat dirasakan suatu bantalan pada segmen bawah rahim terutama pada ibu yang kurus. tidak normal •Dapat dilihat perdarahan yang keluar pervaginam Palpasi: • Janin sering belum cukup bulan. sebagian •Inspeksi: Terlihat perdarahan ataupervaginam yang keluar •Sering dijumpai kelainan letak janin banyak •Bagian terbawah janin tidak masuk pintu atas panggul seluruh ostium uteri •Palpasi: Bagian terbawah janin belum turun. letak plasenta. jadi fundus uteri masih rendah sehingga Pemeriksaan fisik didapatkan : menutupi •Perut teraba lembut. Tujuan USG pada plasenta previa adalah untuk mengetahui denyut janung janin.

Faktor Resiko : Riwayat Riwayat Plasenta seksio Multiparitas Previa sesarea Usia di atas Kehamilan 35 tahun kembar Riwayat kuretase Merokok abortus .

previa cc atau •Tidak lebih ada his persalinan •Apabila ada tanda-tanda •Persalinan Ada tanda-tanda plasenta per abdominam previa tergantung persalinan. pemeriksaan •Usiadan USG BBdalam kehamilan KTG janin kurang setiap >/dari dikamar minggu= 37 Tatalaksana 2500 operasi •Awasi minggugram tergantung atau indikasi. Bagaimana penanganan pada kasus ini? TEORI Persalinan pervaginam: Rencana Dilakukan padaPenanganan plasenta letak : rendah. perdarahan taksiran berat terus- plasenta •Perdarahan Dilakukan menerus. tirah di anterior baring Penanganan (dengan •Bila Kriteria: anakada letak kepala). dilakukan keadaan padapasien keadaan:ditunggu •Keadaan Plasenta sampai previa umum dengan kehamilan pasien 37perdarahan minggu banyak selanjutnya penanganan Penanganan tidak baik ibu anemis secaraHb Plasenta aktif previa totalis Aktif < 8 gr%previa lateralis di posterior Plasenta Plasenta letak rendah dengan anak letak sungsang . kontraksi •Keadaan umum ibu dan anak Ekspektatif Diagnosis Kriteria ditegakkan prematur. dengan •umur kehamilan >/ = 37 •Perdarahan perabaan kesejahteraan sedikit fornises atau janin dengan minggu. dari 500 disertai 2500 nadi gr pemecahan dan denyut ketuban jantung janin.bisa diberi dengan tokolitik baik melakukan •Pemantauan pemeriksaan USG.plasenta marginalis atau plasenta •Pasangprevia lateralis infus. badan janin banyak oksitosin tekanan kurang drip darah.

perdarahan banyak membasahi 1-2 kain panjang tanpa disertai nyeri di perut dan Hb = 6.3. Pada pemeriksaan USG didapatkan plasenta previa totalis sehingga dilakukan penanganan aktif dengan rencana seksio sesarea . KASUS Pada kasus di dapatkan usia kehamilan 37-38 minggu.

Bagaimana komplikasi plasenta previa pada kasus ini? Prematuritas Syok dan gawat janin Pada kasus ini. tidak terdapat adanya komplikasi yang terjadi pada ibu yang disebabkan oleh plasenta previa Kelainan letak Perlekatan janin .

‘’Terima Kasih. ..