Anda di halaman 1dari 37

KARBOHIDRAT

Dr. Anna P. Roswiem ,


MS

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI & FARMASI


BOGOR
KARBOHIDRAT
Senyawa C yang mengikat air, dengan rumus
umum
Cn (H2O)n
Namun definisi tersebut tidak tepat lagi, karena:

tidak semua Karbohidrat punya rumus umum Cn


CH2OH H
(H2O)n. O
C C
eg: H H
H O
C C H
O H
H
2D-
deoksiribosa
ada yang mengandung unsur lain selain C, H, O.
eg: ada atom N, S, dll

tidak selalu senyawa berumus umum Cn (H2O)n


adalah Karbohidrat
eg:

H
Asam Laktat
CH3 C Asam - - hidroksi
COOH propionat
Asam 2 hidroksi
OH propanoat
JADI Karbohidrat adalah: senyawa polihidroksi
aldehid (aldosa) atau polihidroksi keton (ketosa)

= O
C CH2OH
H
H C - OH C= O

HO C H HO C H

H C OH H C OH

H C OH H C OH

CH2OH CH2OH
glukosa Fruktosa
PENGGOLONGAN KARBOHIDRAT
o berdasarkan hasil hidrolisisnya.

KARBOHIDRAT

OLIGOSAKARID
MONOSAKARIDA A POLISAKARIDA

hidrolisis hidrolisis hidrolisis

tidak menghasilkan banyak molekul


2- 10 molekul
sakarida yang lebih monosakarida (eg:
monosakarida (eg :
sederhana lagi amilosa, amilopektin,
maltosa, selobiosa,
glikogen, inulin, dan
laktosa, sukrosa, dan
lain-lain
lain-lain).
o berdasarkan gugus fungsi pembentuknya
Polihidroksi aldehid (aldosa)
Polihidroksi keton (ketosa)

o BERDASARKAN JUMLAH ATOM C nya.

C3 TRIOSA
C4 TETROSA
C5 PENTOSA
C6 HEKSOSA
C7 HEPTOSA (eg: sedoheptulosa)

o berdasarkan sifat 1) gula pereduksi


pereduksinya :
2) gula bukan
pereduksi

eg : 1) semua monosakarida, maltosa, laktosa,


MONOSAKARID CHO

A : CHO H C - OH
CHO
CH2OH
H C - OH H C - OH
D - GLISERALDEHID
H C OH H C OH

CH2OH CH2OH
D - ERITROSA D - TREOSA
CHO
CHO CHO CHO
H C - OH
HO C - H H C - OH HO C - H
H C OH
H C OH HO C H HO C H
H C OH
H C OH H C OH H C OH
CH2OH
D - RIBOSA CH2OH CH2OH CH2OH
D - ARABINOSA D - KSILOSA D - LIKSOSA

D - alosa D altrosa D glukosa D manosa D gulosa D - idosa D - galaktosa D talosa

Gambar: monosakarida deret D. (Famili D aldosa)


CH2OH
I
C=O
I
CH2OH
Dihidroksi aseton
CH2OH
I
CH2OH C=O
I CH2OH
I
H C OH I
C=O
I C=O
I
CH2OH I
H C OH
D - ERITRULOSA HO C H
I
I
H C OH
H C OH
I
I
CH2OH
CH2OH
D - RIBULOSA D - KSILULOSA
CH2OH CH2OH CH2OH CH2OH
I I
I I
C=O C=O
C=O C=O
I I
I I
H C OH HO C H H C OH HO C H
I I
I I
H C OH HO C H
H C OH HO C H
I I
I I
H C OH H C OH
H C OH H C OH
I I
I I
CH2OH CH2OH
CH2OH CH2OH
D - PSIKOSA D - SORBOSA
D - FRUKTOSA D - TAGATOSA

Gambar: monosakarida deret D. (Famili D ketosa)


SIFAT-SIFAT MONOSAKARIDA
1. Mudah larut dalam air
2. Oksidasi
H O
OH O
C
C
[O]
H C OH
H C OH

aldosa dengan pereaksi Fehling, Benedict reaksi +


ketosa

Cu2O
merah bata
CH2OH H O
basa encer
C
C=O
H C OH
(ketosa)
(aldosa)
3. REDUKSI
CHO CH2OH
H C OH H C OH
[H]
HO C H HO C H
H C OH H C OH
CH2OH CH2OH
D ksilosa ksilitol

GLUKOSA
disebut juga gula anggur (karena terdapat dalam buah anggur)
disebut juga gula darah (karena terdapat dalam darah)
disebut juga dektrosa (karena memutar bidang polarisasi ke kanan
[glukosa] : 70 100 mg / 100 ml
> : hiperglikemia
dalam keadaan sehat, kelebihan glukosa glikogen (hati/otot)
jika otot kekurangan glukosa : glikogen otot glukosa
jika darah kekurangan glukosa : glikogen hati glukosa
Fruktosa
terdapat dalam buah buahan
merupakan sakarida paling manis Madu
dengan glukosa sukrosa
Gula tebu, bit
disebut juga Levulosa (memutar polarisasi ke kiri)

Ribosa dan 2 Deoksiribosa

CHO O CHO HO CH2 O


HO CH2
H C OH HOH
HCH HOH
H C OH H H H C OH H H
H H
H C OH H C OH
CH2OH OH OH CH2OH OH H

ribosa 2 deoksiribosa 2 Deoksiribo


ribofuranosa
furanosa
Ribosa : gula penyusun RNA
2 Deoksiribosa : gula penyusun DNA
DISAKARIDA
Sukrosa glukosa + fruktosa
CH2OH

H O HOCH2 O H
H
H 2
OH H 1 H HO
OH
O CH2OH

H OH
HO H
terdapat dalam : tebu, bit, madu
6 x lebih manis dari laktosa; x fruktosa, 3 x maltosa; sedikit lebih manis dari glukosa
bukan gula pereduksi (tidak mereduksi pereaksi Fehling, Benedict, Tollens)

Maltosa glukosa + glukosa


CH2OH CH2OH
H H H
O O H
H
1 4 H
OH H OH H
O OH
HO
H OH H OH

diperoleh dari hidrolisis amilum oleh enzim atau asam


tergolong gula pereduksi
Laktosa galaktosa + glukosa
CH2OH OH
H
HO O O OH
H H
H OH
OH
H
H
H H
H
O

H OH CH2 OH

terdapat dalam : air susu hewan menyusui termasuk manusia

Air susu sapi dan manusia 5% laktosa


Secara komersial diperoleh sebagai hasil samping pabrik keju
tergolong gula pereduksi
polisakarida

Struktural
Simpanan
eg:
eg:
Selulosa (pada tumbuhan)
Pati (pada tumbuhan
Pektin (pada tumbuhan).
tingkat tinggi)
Hemi selulosa (homo polimer
Glikogen (pada jaringan
dari D-Ksilosa)
hewan dan manusia)
Khitin (bahan utama
di jaringan otot dan hati.
eksoskeleton insekta dan
Inulin (pada tumbuhan,
krustasea)
dahlia)
Agar-agar
Fruktan / Levan (pada
Gum arabik
tumbuhan)
Asam hialuronat
Dekstran (pada jamur dan
AMILOSA
ZAT PATI

AMILOSA
AMILOPEKTIN
Polisakarida, linier dari unit-unit
Polisakarida banyak cabang dari unit-unit
glukosa, dihubungkan dengan
glukosa, dihubungkan dengan ikatan
ikatan (1,4) glukosida
(1,4) glukosida dan - (1,6) glukosida
Berat molekul bervariasi dari
BM bervariasi : ribuan sampai ratusan ribu
ribuan sampai ratusan ribu
dengan > rantai cabang
Dengan iodium : berwarna biru
Dengan iodium : jingga sampai merah
dihidrolisis oleh enzim -
Dihidrolisis oleh enzim - amilase -
amilase, amilase glukosa,
amilase, dan (1,6) gkukosidase,
maltosa tidak larut dalam air panas
larut dalam air.
GLIKOGEN

- Merupakan polisakarida simpanan (hati dan otot)


- jika kapasitas penyimpanan glikogen terlampaui kelebihan glukosa
diubah jadi lemak
- bukan gula pereduksi
- molekul glikogen menyerupai amilopektin tetapi cabangnya lebih banyak

SELULOSA
- polimer rantai lurus dari banyak molekul glukosa, berikatan satu sama
lain dengan ikatan glikosida
- pembangun struktur dinding sel dan serat tumbuhan
- panjang rantai 2000 26,000 unit glukosa
- tidak dicerna oleh manusia karena manusia tidak punya enzim selulosa
- dalam hewan ruminansia terdapat bakteri yang dapat menghidrolisis
selulosa glukosa
UJI KARBOHIDRAT
UJI MOLISCH
MONOSAKARIDA :

H2SO4pkt - naflol/ alkohol senyawa kompleks


Pentosa furfural berwarna ungu diantara
2 lapisan cairan

senyawa
H2SO4pkt - naflol/ alkohol
Heksosa hidroksi metil furfural kompleks
berwarna ungu
diantara 2
lapisan cairan

H2SO4pkt Uji senyawa kompleks


Disakarida 2 (monosakarida) berwarna ungu diantara
Molisch 2 lapisan cairan

H2SO4pkt Uji senyawa kompleks


Polisakarida n(monosakarida) berwarna ungu diantara
Molisch 2 lapisan cairan

Uji Molisch : uji umum untuk karbohidrat


UJI GULA PEREDUKSI

disebabkan adanya gugus aldehid / keton bebas atau


terdapat
gugus. OH glikosidis pada struktur nya.
eg : semua Monosakarida, Maltosa, Laktosa, Selobiosa.

dapat mereduksi pereaksi yang bersifat oksidator lemah


(seperti pereaksi : Fehling, Tollens, Benedict

Cu 2+ (pada pereaksi Benedict / Fehling) Cu+ Cu2O


merah

UJI IODIN :

amilum memberi warna biru bila ditambah larutan iodin


LIPID

Dr. Anna P. Roswiem ,


MS
SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI & FARMASI
BOGOR
LIPID
LIPID : Senyawa organik yang tidak larut
dalam air, tapi larut dalam pelarut non
polar, seperti : CHCL3, eter, benzena,
heksana, dan lain-lain.

FUNGSI:
sebagai komponen struktur sel
sebagai simpanan bahan bakar metabolik
sebagai bentuk untuk mengangkut bahan bakar
sebagai komponen pelindung dinding sel
sebagai komponen pelindung kulit Vertebrata
Vitamin dan hormon
Sebagai sumber kalori
Sebagai pelarut.
Penggolongan :
A. Lipid sederhana (homolipid)
yaitu:
suatu bentuk ester yang mengandung C, H, O.
jika dihidrolisis asam lemak + alkohol
terbagi atas dua golongan yaitu:
1. Lemak dan minyak:
ester asam lemak dengan gliserol
2. LILIN: atau Malam (Wax)
ester asam lemak dengan alkohol bersuku tinggi
eg : Carnauba wax, Spermaceti wax
B. Lipid majemuk (compound lipid) (ester asam lemak dengan
alkohol yang mengandung gugus lain)
eg: fosfolipid, glikolipid, sulfolipid, aminolipid, lipoprotein.
C. Derivat lipid :
yaitu: kelompok lipid yang merupakan turunan dari kelompok lipid
sederhana atau majemuk.
eg: asam lemak, gliserol, steroid, alkohol, aldehid, keton, terpena.
ASAM LEMAK:
berupa rantai HK dengan ujung berupa COOH
O
RC

OH
Rantai HK : jenuh atau tidak jenuh.
Pada hewan dan tumbuhan : rantai C nya genap
(14 22) (yang banyak dijumpai : 16 18)
Titik cair asam lemak tak jenuh < titik cair asam
lemak jenuh
ASAM LEMAK STRUKTUR TITIK CAIR
(OC)
Asam lemak jenuh
Asam laurat CH3 (CH2) 10 COOH (12 :0) 44
Asam miristat CH3 (CH2) 12 COOH (14 :0) 54
Asam palmitat CH3 (CH2) 63
14 COOH (16 :0)
Asam stearat CH3 (CH2) 70
16 COOH (18 :0)
Asam arakhidat 77
CH3 (CH2) 18 COOH (20 :0)
Asam behenat 80
Asam lignoserat CH3 (CH2) 20 COOH (22 :0) 86
CH3 (CH2) 22 COOH (24 :0)
Asam lemak tak
jenuh 13
asam oleat CH3 (CH2) 7 CHCH(CH2)7 COOH 44
asam vaksenat (18 :1;9)
asam linoleat CH3 (CH2) 5 CHCH(CH2)9 COOH -5
(18 :1;11) - 11
asam linolenat CH3 (CH2) 4 CHCHCH2 CHCH(CH2) 7
- 50
COOHO
asam arakhidonat
I
(6)
I
(18 :2; 9,12)
prostaglandin CH3 CH2 CHCHCH2 CHCHCH2
I
CHCH(CH
OH 2)7COOH
( ) (18
Pada mahluk tingkat tinggi : ikatan rangkapnya
antara 9 10 (9) (ikatan tambahannya antara C10
dan ujung terminal metil rantai C tersebut.)
ikatan ganda tambahannya tak pernah terkonyugasi
( - CH = CH CH = CH - )
tetapi : - CH = CH CH2 CH = CH
Tak larut dalam air, dapat terdispersi menjadi misel
di dalam NaOH atau KOH
LEMAK NETRAL (ASILGLISEROL / GLISERIDA)
Merupakan komponen utama lemak simpanan pada sel hewan dan
tumbuhan, terutama pada jaringan adiposa
O O
O
II II
H2 C O C R1 H2C O C R1
II

I I
O

O
II

II
H2C O C R H C O C R2 HC O C R2

O
I I I

II
H C OH H2C OH H2C O C R3
I
H2C OH diasil gliserol triasil gliserol
(Trigliserida)
Sifat trigliserida: tidak larut dalam air tidak membentuk dispersi misel
mono asil gliserol
yang alami punya 1 atom C khiral
O

LILIN, WAX R C
II

OR1
Tak larut dalam air
Terdapat pada kulit, bulu, daun, buah, sebagai sekresi insekta
eg: beeswax, carnauba wax, spermaceti wax, dan lain-lain.
FOSFOLIPID (gliserol fosfatida)
Mengandung unsur P
Merupakan turunan asam fosfatidat
Terdapat pada bakteri , jaringan hewan, dan tumbuhan

O II O II
II O II O
CH2O
HO CH2O C
HO
C R1 R1
I I

I I
II II
R C O C H
Asam2 L fosfatidat O R 2 C O CH O
Struktur umum fosfolipid
I I
(semua senyawa ini bersifat
CH2 O CH2 O
amfipatik)
fosfolipid
P OH Komponen alkohol
P O (- XX) Nama umum

Fosfatidiletanolamin HOCH2CH2NH2 Sefalin


Fosfatidilkolin HOCH2CH2NH2N(CH3) 3 Lesitin
Fosfatidilserin
HOCH2CHNH O 2COOH
O
Fosfatidilgliserol
GliserolO H H O
Fosfatidilinositol H O H Inositol fosfolipid
H
O
SIFAT-SIFAT / FOSFOLIPID
- larut dalam pelarut non polar
- termasuk lipid yang sangat polar tetapi sedikit sekali
larut dalam air
- dapat dihidrolisis dengan basa dan enzim

SPINGOLIPID
- terdapat banyak dalam jaringan otak dan syaraf
- terdapat dalam membran sel tumbuhan dan hewan

GLIKOLIPID
- tak mengandung asam fosfat
- mengandung senyawa C yang hidrofilik, biasanya D galaktosa
eg : serebrosida (pada otak dan syaraf), gangliosida (pada

bagian luar membran sel, terutama sel-sel syaraf)


STEROID dan TERPENA
(Lipid tak tersabunkan)

Steroi 1
1
8 1

d: 1
1
2 1
3
7
D
1
6
Siklopentano
1 C 1 1
perhidrofenantr
9 4 5
1 1
9 ena
2 0 8
A B
3 5 7
4 6

eg : asam empedu, hormon seks dan ,


hormon adrenal -
korteks,
golongan sterol: kolesterol, lanosterol,
CH3
2
CH3 CH3 H C CH3
2 2
2 CH3
1 2 (CH2)3
0 2 3 C=O
CH3 4
CH3 HC CH3
C2H6 CH3
CH3
CH3 CH3
CH3

OH
II
stigmaste O progester
rol OH kolester
on
CH3 CH2 ol
CH2OH
OH CH CH2
CH3 C=O
COO
CH3
H OH
CH3
CH3

kortikoste
OH OH II ron
asamkhol O
at
TERPENA : dibangun oleh
CH2 = C CH = CH2 Isoprena
I (2 metil butadiena 1,3)
CH3
2 Unit isoprena : monoterpen tumbuhan (bau dan ras
minyak
esensial)
3 Unit isoprena : seskuiterpen eg: geraniol, limonen,
mentol,
kamphor dan lain-lain

4 Unit isoprena : diterpen (eg: fitol (komp. pigmen fotosintesis)


6 Unit isoprena : triterpen (eg: lanosterol (senyawa antara biosintesis
kolesterol)
8 Unit isoprena: tetraterpen (eg: karotenoid)
REAKSI REAKSI LIPID
1. HIDROLISIS : dengan asam, basa, dan atau enzim.
dengan basa sabun penyabunan

O
II
R1C O-Na
O
II
+

O
H2C OH
O
NaOH

II
H2 C O C R 1 +
II

R2C O-Na
I
I +
O

H C OH

O
II

II
H C O C R2 R3C -
I O Na
I H2C OH
H2C O C R3 SABUN (garam
+ asam
O

lemak)
II

O
gliserol

II
R 1C

O
Lipase
O

OH
II

II
H2 C O C R
pankrea H2C OH
1
+

O
I s I

II
O

R 3C O
II

H C O C R2 HC O C R2
I AsamH
I
H2C OH lemak
H 2C O C R 3
mono asil gliserol
Bilangan penyabunan : banyaknya mg KOH yang diperlukan untuk menyabunkan
1 gram lemak atau minyak (guna= perkiraan BM : L / M)
Bilangan Asam : banyaknya mg KOH yang diperlukan
untuk menetralkan asam lemak bebas
dalam 1 gram lemak atau minyak
(L / M tengik : bilangan asamnya tinggi).

2. Hidrogenasi Minyak
O O
H2C O C (CH2) 7 CH = CH CH2 CH = CH (CH2) 4 CH3 H2C O C (CH2)16 CH3

O O
+ 3H2
HC O C (CH2) 7 CH = CH CH2 CH = CH (CH2) 4 CH3 HC O C (CH2)16 CH3

O O
H2C O C (CH2)2 CH = CH CH2 CH = CH (CH2) 4 CH3 H2C O C (CH2)16 CH3

gliseriltrilinoleat gliseriltristearat
(cair) (padat, t. c = 71 Oc)
CARA IDENTIFIKASI LIPID
- KLT (Kromatografi Lapis Tipis)
- GLC (Gas Liquid Chromatography)
L/M hidrolisis gliserol + asam lemak
O

O
II

II
RC + CH 3OH RC + H2O
OH OCH3

Asam lemak Metil ester asam lemak

GLC
SELESAI